Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Implementasi Program FRESH: Kolaborasi Kampus dan Sekolah dalam Mewujudkan Lingkungan Sehat dan Bebas Asap Rokok Amelia, Dessy; Yunus, Moch.; Novembriani, Rizqie Putri; Puriastuti, Alifia Candra; Mukharam, Khamdan; Billah, Moch. Andi; Rindani, Elvina Friska
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21245

Abstract

Background: Prevalensi merokok di Kota Malang cukup tinggi yang didominasi remaja usia 15-24 tahun. Universitas Negeri Malang memiliki program yang integrasi komponen pendidikan dalam program kampus hijau dapat mendukung upaya antirokok lebih lanjut. Program FRESH (Fighting for a Respiratory-Enhanced Smoke-free and Healthy Green Campus) dilaksanakan sebagai upaya peningkatan kesadaran remaja terhadap bahaya NAPZA, khususnya rokok, melalui pendekatan edukatif di lingkungan SMK Negeri 2 Malang yang berdekatan dengan Universitas Negeri Malang sebagai kampus hijau berkelanjutan. Metode: Terdiri dari 3 tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan monitoring dan evaluasi dan melalui tiga pendekatan yaitu tes awal (pretest), diskusi pemberian materi dan tes akhir (posttest). Hasil: Hasil nilai rata pretest 61,17 kemudian meningkat menjadi 80,07 pada hasil posttest. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian di SMK Negeri 2 Malang terdapat peningkatan pengetahuan tentang bahaya dan dampak merokok sebanyak 18,90%, disertai deklarasi sekolah bebas asap rokok dan pembentukan SATGAS antirokok untuk mendukung lingkungan sehat dan program kampus hijau Universitas Negeri Malang.
Impact of Teacher-Led Reproductive Health Education on Knowledge Among Vocational High School Students Puriastuti, Alifia Candra; Novembriani, Rizqie Putri; Hasanah, Winny Kirana; Suprobo, Nina Rini
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 11, No 1 (2026): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.112994

Abstract

Background: Adolescent reproductive health remains a major concern in Indonesia due to the increasing prevalence of risky sexual behavior and low reproductive health literacy among students. Teachers play a strategic role in delivering comprehensive reproductive health education (RHE) within the school environment.Objective: This study aimed to assess changes in students’ knowledge before and after the intervention.Methods: A pre-experimental design using a one-group pretest–posttest approach was used, involving 139 tenth-grade students from State Vocational High School 2 and 3 Malang. Data were collected using pretest and posttest questionnaires and analyzed with a paired t-test.Results: The results showed a significant increase in students’ knowledge after receiving RHE from teachers, both at First VHS (p < 0.001) and Second VHS (p < 0.001). Most students (68.3%) showed improvement, and more than half stated that RHE is essential to be taught in schools.Conclusion: In conclusion, RHE delivered by teachers is effective in enhancing students’ knowledge. Therefore, strengthening teachers’ capacity and integrating RHE into the school curriculum are crucial strategies to foster healthy, knowledgeable, and responsible adolescents.
Memperkuat literasi kesehatan guru dan orang tua: Edukasi vaksinasi dan pengasuhan anak secara holistik Rizqie Putri Novembriani; Alifia Candra Puriastuti; Winny Kirana Hasanah; Maya Maulina Sari; Arsyada Maziyyati; Mardeliya Cantique Aishwarya; Nina Rini Suprobo
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v5i22025p275-288

Abstract

Data global terbaru menunjukkan bahwa hanya 84% anak-anak yang menerima dosis ketiga vaksin DTP dan 83% menerima dosis pertama vaksin campak pada tahun 2023, membuat jutaan orang berisiko terkena penyakit yang dapat dicegah, masalah yang diperburuk oleh pandemi Covid-19, yang menyebabkan 67 juta anak melewatkan vaksinasi penting di seluruh dunia. Kesenjangan ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk memperkuat literasi kesehatan di antara orang tua dan guru untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan anak yang optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan pada Juni 2024 di PAUD Terpadu Miracle Kids, Kota Malang ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang vaksinasi dan penanganan terpadu penyakit anak (SIMAMBA) di kalangan pengasuh. Sebanyak 36 peserta mengikuti sesi edukasi. Terdapat peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta setelah intervensi, dengan nilai rata-rata meningkat sebesar 31,7 poin (dari 58,3 menjadi 90,0). Nilai minimum meningkat dari 20 menjadi 40, dan nilai maksimum meningkat dari 80 menjadi 100. Proporsi peserta yang diklasifikasikan memiliki pengetahuan "Baik" meningkat dari 25% menjadi 91,7%. Temuan ini menyoroti efektivitas kegiatan SIMAMBA dalam meningkatkan pemahaman pengasuh tentang vaksinasi dan manajemen kesehatan anak melalui edukasi interaktif yang tepat sasaran.
Edukasi Berbasis Sekolah untuk Menjawab Kesenjangan Literasi Kesehatan Mental dan Reproduksi Remaja di SMKN 2 Malang Rizqie Putri Novembriani; Dessy Amelia; Alifia Candra Puriastuti; Dena Indra Winahyu; Nadine Aulia Rahma; Nina Rini Suprobo
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21269

Abstract

Background: Remaja memiliki masalah yang saling terkait dalam kesehatan mental dan reproduksi, yang sering diperburuk oleh terbatasnya akses terhadap informasi yang akurat, stigma, dan kurangnya dukungan berbasis sekolah. Analisis situasional di SMKN 2 Malang mengungkapkan adanya tekanan emosional dan perilaku reproduksi berisiko di kalangan siswa, serta rendahnya literasi kesehatan mental dan nilai-nilai reproduksi. Kegiatan ini diimplementasikan di sekolah dan dikembangkan untuk mengatasi rendahnya literasi kesehatan mental dan reproduksi siswa. Metode: Inisiatif PROMISE (Promoting Mental and Reproductive Health for Adolescents through Sustainable Education) melibatkan siswa dari berbagai tingkat dan disiplin ilmu melalui kegiatan pembelajaran interaktif, seperti diskusi kelompok yang difasilitasi, refleksi berbasis skenario, dan sumber daya multimedia yang dirancang untuk beresonansi dengan pengalaman sehari-hari remaja. Evaluasi dilakukan untuk menentukan tingkat pengetahuan awal siswa. Hasil: Studi awal menunjukkan kekurangan pengetahuan yang signifikan, terutama di kalangan siswa kelas XI. Terlepas dari keterbatasan waktu kegiatan, pendekatan interaktif tersebut menunjukkan partisipasi siswa yang signifikan dan relevansi yang dirasakan. Temuan ini menggarisbawahi perlunya pendidikan kesehatan mental dan reproduksi yang terorganisir dan sesuai dengan perkembangan di lembaga pendidikan formal. Kesimpulan: PROMISE mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 3, 4, dan 5 dengan mempromosikan literasi kesehatan, pendidikan inklusif, dan kesetaraan gender. Implementasi di masa mendatang harus memprioritaskan keberlanjutan di seluruh tingkatan kelas, peningkatan keterlibatan siswa laki-laki, dan inisiatif pembelajaran campuran untuk meningkatkan keberlanjutan program.
Analysis of Consistency of Volleyball Top Serve of Sports Coaching Education Students, Faculty of Sport Science, State University of Malang in Indoor Volleyball Games Pritama, Muhammad Atiq Noviudin; Widiawati, Prisca; Novembriani, Rizqie Putri; Wibisana, Muhammad Isna Nurdin
Indonesian Journal of Sport Management Vol. 5 No. 4 (2025): Indonesian Journal of Sport Management
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/ijsm.v5i4.14734

Abstract

Consistency in service skills is crucial for athlete development and performance. This study evaluated the consistency of overhand serve skills in volleyball among students in the Sports Coaching Education program at the Faculty of Sport Science, State University of Malang, focusing on indoor volleyball. The descriptive method was employed to gather data using the AAHPER Youth Fitness Test. The findings indicated that most participants exhibited moderate to low proficiency in volleyball overhand serving performance, with 39.44% classified as "Fair" and 33.10% as "Poor." The average performance score was 2.45, with a standard deviation of 0.97, signifying considerable range in students' skill levels. These findings suggest that students' consistency in volleyball overhand service skills is still evolving and highlight the necessity of integrating theoretical knowledge with practical execution. A well-organized curriculum enhances training consistency, communication proficiency, and player involvement. This research significantly contributes to coaching education by highlighting the necessity of practice-based learning methodologies to enhance volleyball serve proficiency, adequately prepare future coaches, and ultimately elevate athlete performance in competitive environments.  
Pemberdayaan Pengurus Pondok Pesantren Al-Mustaqim dalam Pencegahan Kekerasan dan Perundungan melalui Focus Group Discussion Alifia Candra Puriastuti; Ulfa Masfufah; Dessy Amelia; Rizqie Putri Novembriani; Dewi Sarirotul Afifa; Maya Anjar Enjelina Tilawah; Elvina Friska Rindani; Adeilia Nanda Fara Salsabela; Nadine Aulia Rahma
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i2.28511

Abstract

Latar Belakang: Perundungan di pesantren merupakan permasalahan serius yang dapat mengganggu kesehatan mental, proses belajar, serta hubungan sosial santri. Fenomena ini kerap muncul karena faktor senioritas, perbedaan fisik, maupun perilaku individu yang dianggap lemah, sehingga memunculkan dominasi yang berujung pada praktik kekerasan verbal, fisik, maupun sosial. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk perundungan yang terjadi di Pondok Pesantren Al-Mustaqim serta merumuskan strategi pencegahan yang tepat dalam konteks pendidikan pesantren. Metode: Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research dengan pendekatan Focus Group Discussion bersama dua puluh orang pengurus dan pengajar pondok pesantren. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa perundungan verbal merupakan bentuk yang paling dominan, berupa ejekan, pemberian julukan merendahkan, dan pemanggilan nama yang tidak pantas, sementara perundungan fisik, psikologis, dan sosial juga ditemukan meskipun dengan frekuensi lebih rendah. Pelaku perundungan umumnya adalah santri senior atau sebaya dengan korban, sedangkan pemicunya antara lain rasa superioritas, perbedaan fisik, dan kurangnya pengawasan asrama. Kesimpulan: dari kegiatan ini adalah perlunya intervensi yang bersifat edukatif, suportif, dan preventif dengan menekankan peran guru sebagai teladan akhlak, penguatan komunikasi antarpihak, serta program rutin yang membangun budaya antiperundungan di lingkungan pesantren.