Claim Missing Document
Check
Articles

Latihan Kegeldan Nyeri Saat Berhubungan Seksual pada Perempuan Pasca Terapi Kanker Dewi Puspasari; Mira Trisyani; Restuning Widiasih
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkp.v1i1.50

Abstract

Efek samping radioterapi adalah pemendekan dan pengeringan vagina yang menyebabkan nyeri saat melakukan hubungan seksual (dispareunia). Hal ini mengakibatkan gangguan fungsi seksual yaitu keinginan, gairah, orgasme, dan kepuasan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas latihan kegeldalam mengatasi keluhan nyeri saat berhubungan seksual pada perempuan pasca terapi kanker serviks. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuasi eksperimen dengan jumlah responsden 26 orang kelompok intervensi dan 26 orang kelompok kontrol pada perempuan setelah radioterapi. Tingkat nyeri dalam penelitian ini diukur dengan Female Sexual Function Index (FSFI). Pengaruh latihankegelterhadap nyeri diuji dengan t-tes. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna pada kedua kelompok dengan nilai p=0.002. Latihan kegel terbukti menurunkan nyeri saat berhubungan seksual (dispareunia) sebanyak 3,897 kali (OR=3,897). Berdasarkan hasil penelitian ini, perawat diharapkan dapat memberikan intervensi latihan kegeluntuk menurunkan nyeri pasca terapi kanker serviks.Kata kunci:Dispareunia, latihan kegel, pasca terapi kanker serviks AbstractRadiotherapy for cervical cancer has side effects which cause the vagina become smaller and drier so that it could reduce the flexibility and lubrication of the vagina. These side effects could change the sexual functions, which is pain during sexual intercourse. This study proves the effectiveness of Kegel exercises to overcome pain during sexual intercourse (dyspareunia) for the women after a cervical cancer therapy. Method The Quasi-experimental was conducted to 26 intervention group and 26 control group. The sampling technique used consecutive sampling method. FSFI (Female Sexual Function Index) were obtained in order to measure dyspareunia. A t-test was used to examine differences between two groups. Result findings The Kegel exercises gave a significant changing of dyspareunia level with p value=0,002. There was significance difference of dyspareunia level between intervention and control groups. Kegel exercises provided opportunies to decrease dyspareunia as much as 3,897 times (OR=3,897). Conclusion The Kegel exercises are proved to reduce effectively to solve dyspareunia for women after a cervical cancer therapy. Nursing role are to promote, prevent and rehabilitate (health education, Kegel exercises sosialization, and health care training) the complaint of women after cervical cancer therapy as an effort to improve health status of women with cervical cancer.Key words:After cervical cancer therapy, dyspareunia, kegel exercises
PERBANDINGAN METODE CERAMAH TANYA JAWAB DAN FOCUS GROUP DISCUSSION DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA Liana Deta Putri; Tetti Solehati; Mira Trisyani
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 8, No 1 (2019): SIKLUS: Journal Research Midwifery Politeknik Tegal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v8i1.1072

Abstract

Sekitar 50% infeksi baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) dunia berasal dari kalangan remaja sebagai akibat kurangnya pemahaman kalangan remaja tentang pendidikan seks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap siswa-siswi tentang HIV/AIDS melalui metode ceramah tanya jawab dan metode focus group discussion di SMK YPK Sumedang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden 190 orang dengan pembagian 95 orang pada kelompok metode ceramah tanya jawab dan 95 orang pada kelompok metode focus group discussion. Setelah diberikan intervensi, maka peneliti akan mengukur tingkat pengetahuan dan sikap siswa menggunakan kuesioner yang berisi 37 pertanyaan. Analisa data menggunakan analisa bivariat. Menunjukkan bahwa pada metode focus group discussion  49 siswa (51.57%) memiliki pengetahuan cukup dengan sikap sebanyak 55 siswa (57.90%) menunjukkan sikap mendukun. Pada metode ceramah tanya jawab sebanyak 60 siswa (63.16%) memiliki pengetahuan cukup dengan sikap sebanyak 55 siswa (57.90%) menunjukkan sikap mendukung. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi menjadi sangat penting sebagai salah satu upaya dalam pencegahan penularan HIV/AIDS di kalangan remaja. Metode pembelajaran ini dapat diterapkan di kalangan remaja sesuai dengan kebutuhan mereka. Kata kunci: Ceramah Tanya Jawab, Focus Group Discussion Pengetahuan, Sikap
PERBANDINGAN METODE CERAMAH TANYA JAWAB DAN FOCUS GROUP DISCUSSION DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA Liana Deta Putri; Tetti Solehati; Mira Trisyani
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 8, No 1 (2019): SIKLUS: Journal Research Midwifery Politeknik Tegal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v8i1.1072

Abstract

Sekitar 50% infeksi baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) dunia berasal dari kalangan remaja sebagai akibat kurangnya pemahaman kalangan remaja tentang pendidikan seks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap siswa-siswi tentang HIV/AIDS melalui metode ceramah tanya jawab dan metode focus group discussion di SMK YPK Sumedang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden 190 orang dengan pembagian 95 orang pada kelompok metode ceramah tanya jawab dan 95 orang pada kelompok metode focus group discussion. Setelah diberikan intervensi, maka peneliti akan mengukur tingkat pengetahuan dan sikap siswa menggunakan kuesioner yang berisi 37 pertanyaan. Analisa data menggunakan analisa bivariat. Menunjukkan bahwa pada metode focus group discussion  49 siswa (51.57%) memiliki pengetahuan cukup dengan sikap sebanyak 55 siswa (57.90%) menunjukkan sikap mendukun. Pada metode ceramah tanya jawab sebanyak 60 siswa (63.16%) memiliki pengetahuan cukup dengan sikap sebanyak 55 siswa (57.90%) menunjukkan sikap mendukung. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi menjadi sangat penting sebagai salah satu upaya dalam pencegahan penularan HIV/AIDS di kalangan remaja. Metode pembelajaran ini dapat diterapkan di kalangan remaja sesuai dengan kebutuhan mereka. Kata kunci: Ceramah Tanya Jawab, Focus Group Discussion Pengetahuan, Sikap
GAMBARAN TINGKAT CEMAS, MOBILISASI, DAN NYERI PADA IBU POST OPERASI SECTIO SESAREA DI RSUD dr. SLAMET GARUT Risna Agustin; Mira Trisyani Koeryaman; Iceu Amira DA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 20, No 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v20i2.613

Abstract

PSYCHOLOGICAL CHANGES IN WOMEN WITH CERVICAL CANCER: A SYSTEMATIC REVIEW Widiasih, Restuning; Trisyani, Mira; Nurdani, Gema Riksa; Handayani, Leni Riksa; Hariyawinata, Nanda Riksa; Pitriani, Rita Riksa; Nurrizkiani, Rizka Riksa; Akbar, Ruli Nur; Lestari, Silvani S; Ramdani, Sucia S
Journal of Maternity Care and Reproductive Health Vol 7, No 2 (2024): Journal of Maternity Care Reproductive Health
Publisher : Ikatan Perawat Maternitas Indonesia Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36780/jmcrh.v7i2.12279

Abstract

Cancer has become the leading cause of death in recent years. The incidence of cervical cancer in Indonesia is the second highest after breast cancer. Research on psychological changes is minimal, and there is limited information on the exposure of psychological changes in women with cervical cancer. Objectives to determine the presence of psychological changes in women with cervical cancer based on literature analysis.  The method used was a systematic review with article selection using the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis (PRISMA) guidelines. The article search results obtained 36 articles from 5 databases, namely PubMed, Science Direct, Scopus, Research Gate, and CINAHL. The 36 articles were evaluated using JBI critical appraisal, and ten articles were obtained that met the inclusion criteria; the final seven articles could be further analysed. Results: the results of the literature review found that there are psychological changes in women with cervical cancer. Combining psychological approaches and empowering the patient's potential in dealing with changes is expected to reduce psychological problems in women with cervical cancer. Conclusions: there are psychological changes in women with cervical cancer. Combining a psychological approach and empowering the patient's potential in dealing with change is expected to reduce psychological problems in women with cervical cancer. Therefore, patients with cervical cancer need emotional support and information to survive. Suggestions for further research can be conducted with a more significant number of samples with research that explains the mechanism of action or intervention.
Peningkatan rerata kadar Hb pada ibu hamil yang patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe Ermiati, Ermiati; Koeryaman, Mira Trisyani; Setyawati, Anita
MEDISAINS Vol 15, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i2.1647

Abstract

Latar belakang: Angka anemia pada ibu hamil masih tinggi di Indonesia termasuk di Puskesmas DTP Jatinangor. Hal ini disebabkan masih banyak ibu hamil yang tidak patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe sehingga angka anemia pada ibu hamil tetap tinggi. Perlu media untuk mengingatkan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe setiap hari sehingga ibu hamil teratur dan patuh mengkonsumsi tablet Fe. Tujuan: Mengetahui peningkatan rerata kadar Hb pada ibu hamil yang patuh dalam mengkomsumsi tablet Fe setelah diberikan SMS Reminder. Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Eksperiment Design dengan menggunakan rancangan Pre Test and Post Test Kontrol Group. Kelompok intervensi di berikan SMS Reminder selama 30 hari, kelompok kontrol diberikan pendidikan kesehatan dengan menggunkan leaflet. Sampel pada penelitian ini 40 orang yang di bagi dalam 2 kelompok dengan masing-masing 20 orang untuk kelompok kontrol dan intervensi. Penilaian tingkat kepatuhan menggunakan lembar self report. Kadar Hb dilakukan pemeriksaan sebelum dan setelah intervensi. Analisis data kepatuhan menggunakan Chi Square dan kadar Hb dengan t test. Hasil: Setelah diberi SMS Reminder pada kelompok intervensi, yang patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe sebanyak 17 orang (85%), sedangkan pada kelompok kontrol yang patuh hanya 4 orang (20%). Sebelum diberikan SMS Reminder pada kelompok intervensi, rerata Hb 10,290 gr/dl, pada kelompok kontrol rerata Hb 10,105 gr/dl. Setelah SMS Reminder pada kelompok intervensi rerata Hb 11,165 gr/dl, pada kelompok kontrol rerata Hb 10,200 gr/dl. Kesimpulan: Terdapat perbedaan kepatuhan yang signifikan antara kelompok kontrol dan intervensi (p value 0,000). Terdapat perbedaan rerata Hb pada kelompok intervensi (p value=0,006) dan tidak terdapat perbedaan rerata Hb pada kelompok control (p value=0,654). Petugas kesehatan dapat menggunakan SMS Reminder untuk meningkatkan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe dan rerata kadar Hb pada ibu hamil sehingga dapat menurunkan kejadian anemia pada ibu hamil.
Adaptasi gejala perimenopause dan pemenuhan kebutuhan seksual wanita usia 50-60 tahun Koeryaman, Mira Trisyani; Ermiati, Ermiati
MEDISAINS Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v16i1.2411

Abstract

Latar Belakang: Perubahan fisik dan psikologis akibat perubahan hormonal pada masa perimenopause dapat menyebabkan ketidaknyamananTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran penanganan gejala perimenopause termasuk pemenuhan kebutuhan seksual pada wanita usia 50-60 tahun.Metode: Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif, sampel berjumlah 246 responden dengan pengelompokan sampel berdasarkan seksual aktif (n= 74) dan seksual tidak aktif (n=172). Penelitian dilakukan di di wilayah Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung. Pengumpulan data melalui kuesioner terdiri 21 item tentang pemenuhan kebutuhan seksual dan 29 item menggali adaptasi perubahan gejala fisik dan psikologis masa perimenopause.Hasil: Hasil penelitian menunjukan sebagian besar wanita tidak terpenuhi pada aspek kebutuhan seksualnya, meliputi aspek gairah/minat seksual (82,43%), perangsangan arousal (66,21%), orgasme (75,67%) serta 56,75% mengalami disparenia. Data lainnya menunjukan bahwa sebagian besar para wanita usia 50-60 tahun dalam penanganan gejala perimenopause dalam kategori kurang baik, meliputi pengaturan nutrisi (58,14%), pengaturan aktivitas olahraga (65,69%), pengaturan aktivitas seksual (52,32%), pengaturan stress dan emosi (65,69%), pengaturan istirahat (50,58%), pengaturan pencarian informasi dan pelayanan kesehatan (58,72%).Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian gambaran pengelolaan tanda dan gejala menopause para wanita masa perimenopause masih perlu penanganan yang tepat untuk mengurangi dampak komplikasi pada masa yang akan datang. Melalui program intervensi pengelolaan tanda dan gejala perimenopause diharapkan kualitas hidup wanita masa menopause meningkat.
Hubungan pengetahuan dan sikap mahasiswa profesi keperawatan terhadap pelaksanaan rawat gabung Setyawati, Anita; Koeryaman, Mira Trisyani; Ermiati, Ermiati
MEDISAINS Vol 15, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i2.1646

Abstract

Latar belakang: Aktivitas merawat bayi baru lahir dapat menimbulkan banyak rasa cemas bagi ibu. Dukungan dari perawat terhadap usaha ibu untuk merawat bayinya pada hari-hari pertama dapat menjadi faktor penting untuk keberhasilan ibu melakukan perawatan bayi kedepannya. Hasil observasi di tempat praktik profesi keperawatan menunjukkan bahwa mahasiswa belum dapat menunjukkan perilaku yang baik terhadap pelaksanaan rawat gabung. Tujuan: Mengidentifikasi hubungan pengetahuan dengan sikap mahasiswa profesi keperawatan terhadap pelaksanaan rawat gabung. Metode:Rancangan penelitian yang digunakan adalah desain analisis korelasi bivariat. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa profesi keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran angkatan XXXII. Jumlah sampel yang digunakan adalah 112 responden dengan consecutive sampling technique. Pengumpulan data dilakukan dengan meminta responden mengisi kuesioner tentang pelaksanaan rawat gabung. Analisis data yang digunakan untuk menguji hubungan pada penelitian ini adalah uji Chi-square. Hasil: Pada sikap mendukung dengan pengetahuan baik sebesar 75,6% sedikit lebih kecil daripada sikap mendukung dengan pengetahuan kurang sebesar 76,5%. Pada sikap tidak mendukung dengan pengetahuan baik sebesar 24,4% sedikit lebih besar daripada sikap tidak mendukung dengan pengetahuan kurang sebesar 23,5%. Hasil penelitian menunjukkan p value Chi-square=0,925 dan OR=0,955. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap mahasiswa profesi keperawatan terhadap pelaksanaan rawat gabung.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TERHADAP NAPZA DI SMA NEGERI 16 BANDUNG Tri Prastidini; Tetti Solehati; Mira Trisyani Koeryaman
Jurnal Ilmiah Manuntung Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Manuntung
Publisher : jurnal ilmiah manuntung sekolah tinggi ilmu kesehatan samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v4i2.193

Abstract

Drugs is the most common problem in Indonesia. Based on survey by Badan Narkotika Nasional (BNN) on 2012, the number of drug used cases on students in Jawa Barat were 2,27% with the highest use of drug is on High School degree as much as 19.730 cases. The amount of highest drug cases on teenagers in Bandung City, one of them were occurred in Babakan Sari area. There are some factors that influence the use of drugs on students, such as knowledge and attitude.The study aim to know the descriptive of knowledge and attitude on students in Public Senior High School 16 Bandung toward drugs. This research was conducted to 302 students in Public Senior High School 16 Bandung on 2017. Stratified proportionate random sampling was used to recrute the sample. Data collecting method was using valid and reliable questionnaire for knowledge and attitude. Data analysis was using frequency distribution and median method. The result of this study showed that from 302 respondents, more than half of respondents have good knowledge about drugs as much as 64% and more than half of respondents have favourable attitude toward prevention of drug use as much as 51%. The conclusion that teenagers knowledge is on good category and favourable attitude toward prevention of drug use. It could be caused by additional material about drugs provided by school. It also could be applied in other schools area that are prone to drug use in students.
A Scoping Review of Factors Associated with Self-Management Among Patients with Breast Cancer Ruth Jamlaay; Restuning Widiasih; Mira Trisyani
Journal Of Nursing Practice Vol. 8 No. 4 (2025): July
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v8i4.679

Abstract

Self-management in patients with breast cancer plays an essential role in improving the quality of life of breast cancer patients. Self-management behaviour changes along with the treatment period and varies in patients with different demographic and psychosocial characteristics. However, systematic identification of self-management factors in this population is still lacking. This review aimed to identify factors that influence self-management in patients with breast cancer. This study used a scoping review. Literature was searched from three databases: EbscoHost: Medline Ultimate, Pubmed, and Scopus, and additional literature was identified using Google Scholar, using the keywords "Self-management OR self-care AND breast cancer OR breast neoplasm OR breast tumours AND factors or causes or influences or reasons or determinants or predictors or contributors." The analysis was carried out thematically with a descriptive exploratory approach. A total of 11 articles were analyzed in this review. Several factors influence self-management in patients with breast cancer, including chemotherapy status, duration of illness, patient's personal experience, age, education level, social support, anxiety, self-efficacy, self-compassion, understanding of the condition, adaptation and acceptance of life with lymphedema. This findings underscore the importance of developing comprehensive interventions that address these diverse factors to enhance self-management. These interventions should include patient education, psychological support, and social assistance to improve patients' ability to manage their condition. A holistic approach, incorporating medical care, emotional well-being, and social support, is essential to improving the overall quality of life for breast cancer patients.