Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Eksplorasi Potensi Pengembangan Wisata Alam Menggunakan Pendekatan 4A dalam Mendukung Pariwisata Berkelanjutan Bagas Anggara; M.Taufik; Opan Satria Mandala
TOBA: Journal of Tourism, Hospitality, and Destination Vol. 3 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/toba.v3i2.3515

Abstract

Gunung Jae, Sedau Village, West Lombok, using the 4A approach (Accessibility, Attractions, Amenities, and Activities) as a conceptual framework. Qualitative research method with a narrative approach was employed in this case study, focusing on a deep and contextual understanding of natural phenomena in the research area. The results indicate that Gunung Jae offers various attractive natural attractions, including camping grounds, lakes, and refreshing green landscapes. However, the study also identifies challenges such as facility limitations, the need for improved accessibility, and the expansion of better environmental management. In an economic context, the research highlights the importance of empowering the local community through skills training and small business development. Additionally, social and cultural aspects are also addressed by respecting the authenticity of local culture and promoting intercultural understanding. Proposed improvement measures include enhancing amenity facilities, improving accessibility, empowering the local community, environmental protection, and cultural diversity promotion. Thus, Gunung Jae Sedau has the potential to become a model of sustainable tourism that not only provides economic benefits but also preserves environmental sustainability and strengthens local social and cultural values. This research provides valuable insights for stakeholders, local governments, destination managers, and the local community to plan and implement high-impact, sustainable development strategies in natural tourist destinations.
Peran Strategis Rezim Hak Kekayaan Intelektual Dalam Mendukung Penguatan Ekonomi Kreatif Opan Satria Mandala; Teguh Iman Pribad; Muharis; Bagas Anggara; Muhammad Taufik
Commerce Law Vol. 4 No. 1 (2024): Commerce Law
Publisher : Departement Business Law, Faculty of Law, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/commercelaw.v4i1.4943

Abstract

Lombok Tengah memiliki potensi besar dalam industri kreatif, termasuk kerajinan tangan, seni pertunjukan, dan pariwisata. Namun, kurangnya pemahaman tentang perlindungan Hak Kekayaan Intelektual dapat menghambat pertumbuhan sektor ini dengan rentannya karya seni dan inovasi lokal terhadap pencurian dan penyalahgunaan oleh pihak lain. Tulisan ini bertujuan untuk melakukan analisis mendalam mengenai peran HKI dalam mendukung penguatan pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di Lombok Tengah. Metodeologi yang digunakan adalah Metode Normatif-Empiris dengan Pendekatan Undang-undang, Konseptual, Teori, Kasus, dan Interdisipliner. Hasil dan temuan dari analisis ini menyoroti beberapa poin penting. Pertama, pemahaman yang kurang tentang perlindungan HKI di Lombok Tengah berpotensi menghambat pertumbuhan sektor ekonomi kreatif, terutama dalam industri kerajinan tangan, seni pertunjukan, dan pariwisata. Kekurangan ini menyebabkan rentannya karya seni dan inovasi lokal terhadap pencurian dan penyalahgunaan oleh pihak lain, yang pada gilirannya dapat merugikan para pelaku ekonomi kreatif setempat. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan skema pembiayaan berbasis kekayaan intelektual yang dapat memberikan insentif dan perlindungan yang lebih kuat bagi para pelaku ekonomi kreatif. Peran Pemerintah Daerah Lombok Tengah dalam skema pembiayaan ini sangat penting. Pemerintah daerah dapat memberikan dukungan finansial, memberikan fasilitas, serta mengkoordinasikan program-program yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang perlindungan HKI di kalangan pelaku ekonomi kreatif lokal. Dengan adanya keterlibatan aktif Pemerintah Daerah, diharapkan skema pembiayaan berbasis kekayaan intelektual dapat berjalan dengan efektif dan memberikan manfaat yang optimal bagi pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di Lombok Tengah.
Evaluasi Kritis Atribut Pariwisata Menggunakan Kerangka 13 A: Tinjauan Konseptual untuk Memajukan Pengembangan Pariwisata Anggara, Bagas; Taufik, Muhammad; Muharis, Muharis; Pribadi , Teguh Iman
Jurnal Ilmiah Ilmu Pariwisata Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kajian Pariwisata
Publisher : LPPM STP ARS Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jiip.v6i2.1848

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi penggunaan kerangka kerja 13A dalam pengembangan destinasi pariwisata untuk memberikan wawasan yang lebih komprehensif dibandingkan dengan model 4A atau 5A yang lebih sederhana. Meskipun konsep 13A menawarkan pendekatan holistik, penelitian ini menyoroti tantangan dalam penerapannya, terutama dalam hal optimisasi elemen-elemen yang mempengaruhi keputusan wisatawan, kepuasan, dan niat untuk kembali berkunjung. Melalui analisis kritis terhadap literatur yang ada, penelitian ini menyajikan panduan strategis bagi pengelola destinasi dan pembuat kebijakan, dengan tujuan meningkatkan daya tarik dan kesuksesan destinasi wisata. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan destinasi yang lebih efektif dan berkelanjutan. This study evaluates the application of the 13A framework in tourism destination development, offering a more comprehensive perspective compared to the simpler 4A or 5A models. Although the 13A concept provides a holistic approach, this research highlights the challenges in its implementation, particularly in optimizing elements that influence tourist decisions, satisfaction, and intention to revisit. Through a critical analysis of existing literature, the study presents strategic guidelines for destination managers and policymakers, aimed at enhancing the attractiveness and success of tourist destinations. The findings are expected to make a significant contribution to the development of more effective and sustainable destinations.
Revitalisasi Pantai Cemare: Edukasi Clean Beach, Penyusunan Paket Wisata, dan Aksi Konservasi Mangrove Berbasis Partisipatif Rizki Sumardani; Bagas Anggara; Hilman Prayuda; Khalid Prawiranegara; Muhammad Taufik; Muharis Muharis
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/810tpz16

Abstract

Pantai Cemare di Lombok Barat memiliki potensi wisata bahari dan ekosistem mangrove yang tinggi, namun pengelolaannya masih menghadapi tantangan berupa rendahnya kesadaran kebersihan, belum tersusunnya paket wisata berbasis potensi lokal, serta minimnya partisipasi masyarakat dalam konservasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui tiga intervensi utama, yaitu edukasi kebersihan pantai, penyusunan paket wisata berbasis budaya lokal, dan aksi konservasi mangrove partisipatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan Community-Based Participatory Research (CBPR) dengan melibatkan mahasiswa, pengelola pantai, masyarakat lokal, dan wisatawan melalui workshop, pelatihan, simulasi, dan monitoring. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test terhadap 50 peserta yang mencakup aspek kebersihan pantai, pengetahuan ekosistem mangrove, keterampilan konservasi, dan penyusunan paket wisata lokal. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek: kesadaran kebersihan naik dari skor 60 menjadi 85, pengetahuan mangrove dari 55 menjadi 70, keterampilan penanaman dari 50 menjadi 65, dan kemampuan penyusunan paket wisata dari 55 menjadi 75. Kegiatan ini berhasil memberdayakan masyarakat lokal, meningkatkan kapasitas pengelola dan mahasiswa, serta memperkuat pengembangan ekowisata berkelanjutan di Pantai Cemare yang mengintegrasikan aspek edukasi, ekonomi, dan konservasi lingkungan.
Strengthening Management of Local Human Resources to Create A Sustainable Green Tourism Destination at Lantan Zahrah Zahrah; Makiah Makiah; Bagas Anggara; Laela Purnama; Rafles Rafles
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/ppt4nh75

Abstract

There are still various challenges to develop sustainable tourism villages especially on human resources such as limited technical guiding skills in conveying information about local tourism attractions based on the green economy, limited effective interaction, minimal understanding of local communities regarding digital marketing strategies and the lack of adequate technology to produce more efficient production in terms of time and costs so they have other alternatives to generate income. This community service aims to improve the local human resource capacity in Lantan Village, Central Lombok, to develop a sustainable green tourism through doing a guide and tourism vocabulary training, strengthening the branding of coffee as the village's flagship product, mentoring in developing partnership proposals, and empowering in managing coffee product as competitive advantages. The methods included interactive lectures, conversation simulations, small group discussions, pronunciation drills, pre and post-tests. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding of how to guide tours, build branding, improve basic English communication skills, and coffee product management particularly in the process of peeling coffee beans from the skin and faster in roasting coffee. This activity significantly contributed to increasing Lantan Village's readiness to develop itself as a sustainable green tourism destination.
Investor Roles, Green Innovation, and Sustainable Tourism in Mandalika Special Economic Zone Bagas Anggara; Susilo Talidobel; Rizky Sumardani; Muhammad Taufik; Ni Putu Adya Laksmiamrita; Rianto Rianto
E-Journal of Tourism Volume 13 Number 1 (March 2026)
Publisher : Centre of Excellence in Tourism Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24922/eot.v13i1.3060

Abstract

Sustainable tourism has become a strategic priority in Indonesia, particularly in Special Economic Zones such as the Mandalika Special Economic Zone, where economic development must be balanced with environmental and social sustainability. This study examines the influence of investor roles and green innovation on sustainable tourism development. A mixed-methods sequential explanatory design was employed. The quantitative phase involved a survey of 100 tourism investors across accommodation, restaurant, and tour and travel sectors, analyzed using SmartPLS. This was followed by a qualitative phase consisting of interviews, observations, and focus group discussions with 25 stakeholders, including government representatives, industry actors, and local communities. The results indicate that both investor roles and green innovation have significant positive effects on sustainable tourism (Investor Role: β = 0.385, p < 0.001; Green Innovation: β = 0.281, p < 0.001), with an R² value of 0.575. These findings suggest that investor engagement and the adoption of environmentally oriented innovations contribute substantially to explaining variations in sustainable tourism performance. Qualitative findings further reveal that sustainable tourism development is supported by the alignment of investor activities, policy frameworks, and community participation, particularly in economic contribution, resource efficiency, and environmental practices.This study contributes to the empirical understanding of how investment and innovation interact in shaping sustainable tourism outcomes in emerging destinations.