Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

MODEL PENGELOLAAN DESTINASI SPORT TOURISM YANG EFEKTIF DI DAERAH TERPENCIL Taufik, Muhammad; Anggara, Bagas
JAIM: Jurnal Aliansi Ilmu Multidisiplin Vol. 1 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV Sentra Nusa Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63545/jaim.v1.i1.98

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pengelolaan destinasi sport tourism yang efektif di daerah terpencil. Dalam beberapa tahun terakhir, sport tourism semakin dikenal sebagai sektor yang berpotensi meningkatkan pendapatan daerah dan menciptakan peluang ekonomi di wilayah yang kurang berkembang. Namun, pengelolaannya seringkali menemui tantangan terkait infrastruktur, aksesibilitas, dan keberlanjutan. Melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan kajian literatur, ditemukan bahwa infrastruktur memadai, integrasi olahraga dengan daya tarik lokal, pemasaran digital, dan keterlibatan masyarakat adalah elemen kunci keberhasilan pengelolaan. Model ini mengadopsi prinsip keberlanjutan, termasuk kerangka sustainability-balanced scorecard, untuk memastikan manfaat jangka panjang bagi pendapatan daerah, kesejahteraan masyarakat, dan pelestarian lingkungan. Hasil penelitian menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat lokal dalam menciptakan destinasi sport tourism yang kompetitif dan berkelanjutan. Model yang dikembangkan diharapkan menjadi panduan praktis bagi pengelolaan destinasi serupa di daerah terpencil lainnya.
Potensi Wellness Tourism di Destinasi Ekowisata Mangrove Munjang: Memperkenalkan Forest Bathing Sebagai Alternatif Kegiatan Wisata Baru Hardyanti; Bagas Anggara; Arinta Destri Larasati
Jurnal Penelitian Ilmu Pariwisata Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Ilmu Pariwisata
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/jpip.v1i1.495

Abstract

This study introduces the potential of health tourism, namely forest bathing as one of the alternative tourism activities that can be applied by the community to increase the economic independence of the community around the Munjang mangrove forest ecotourism. The Munjang mangrove area in harmony with the natural landscape is very supportive of the implementation of forest bathing. In addition, it is hoped that the mangrove ecotourism view can be an option for the development of Health ecotourism in Indonesia. This study uses a qualitative method through a case study approach in Munjang mangrove ecotourism with field observations, literature reviews and interviews. The results of this study introduce that Munjang mangrove ecotourism, namely mangrove forests that are right for forest bathing activities based on forest bathing elements according to the Qing Li 2018 book guide, has met the standards of tourism wellness activities and is supported by special stakeholders in the local community who manage Munjang destinations and map out tracking routes including short routes and long routes to support fitness tourism activities in addition to being an alternative to increasing local economic welfare and strengthening the recognition of the benefits of tourism wellness and providing a new nuance for Munjang mangrove destinations that carry the eco-wellness concept.
A Critique Of Ecotourism Concepts In Tourism: An Analysis Of Mistakes And Misconceptions Anggara, Bagas; Hardyanti , Hardyanti
Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata Vol. 7 No. 2 (2024): Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to critically evaluate ecotourism concepts by examining the gap between theoretical principles and their practical implementation. It seeks to uncover deviations and misconceptions in ecotourism practices that hinder the achievement of its intended goals. A qualitative approach is employed, utilizing an extensive literature review to identify and analyze the shortcomings in the application of ecotourism principles. This method allows for a comprehensive assessment of existing practices and the underlying causes of their failures. The research reveals significant deficiencies in the implementation of ecotourism, including inadequate environmental conservation, insufficient community involvement, and a lack of educational initiatives. These issues contribute to environmental degradation and socio-cultural conflicts, demonstrating a clear disconnect between the ideals of ecotourism and its actual practice.This study offers original insights into the persistent challenges facing ecotourism by highlighting the importance of adhering strictly to its principles. The research provides practical recommendations for improving ecotourism practices, focusing on enhanced community engagement, effective conservation, and sustainable management, thereby contributing to the broader discourse on sustainable tourism.
Kepatuhan Regulasi Pariwisata Dan Strategi Kreatif Dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Di Desa Wisata Sade Lombok Tengah Anggara, Bagas; Taufik, Muhammad; Satria Mandala, Opan; Sopian Hadi, Heri; Yudisa Putrajip, Mohamad; Wisnu Alfiansyah, Muhamad
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i1.2944

Abstract

Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung oleh fasilitas layanan yang disediakan oleh masyarakat, penguasaha dan pemerintah. Pariwisata memerlukan regulasi yang kuat untuk memastikan kegiatan yang berkelanjutan di destinasi tersebut. Tidak hanya regulasi yang kuat, tetapi juga diperlukan pemahaman lebih lanjut tentang layanan pariwisata berkualitas untuk melayani pelanggan dengan baik. Selain itu, regulasi dan layanan berkualitas adalah elemen penting yang perlu dipromosikan bagi pemandu wisata di Desa Sade Rembitan sehingga mereka dapat mengimplementasikan regulasi dan layanan berkualitas dengan baik bagi pengunjung yang berkunjung ke tempat tersebut. Kurangnya pemahaman tentang regulasi dan cara kreatif untuk mengimplementasikan layanan berkualitas kepada pengunjung sehingga tim kami melakukan workshop. Tujuan dari workshop ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kreativitas mengenai layanan berkualitas dan regulasi pariwisata. Pelatihan ini meggunakan metode ceramah. Workshop ini dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat berbasis pariwisata di Desa Sade Rembitan, Lombok Tengah. Dalam melaksanakan kegiatan, workshop menggunakan beberapa fase, termasuk koordinasi, workshop, dan studi literatur. Setelah menjalankan workshop, pemandu wisata di Desa Sade Rembitan memiliki kompetensi dalam hal tentang pemahaman regulasi dalam pariwisata dan cara kreatif untuk mengimplementasikan layanan berkualitas kepada pengunjung. Diharapkan workshop ini juga memberikan wawasan kepada praktisi pariwisata lainnya.
Familiarisasi Konsep Pariwisata Halal untuk Sumber Daya Manusia Pondok Pesantren Setiawan, Muhamad Alam; Muharis, Muharis; Teguh Iman Pribadi; Muhammad Taufik; Bagas Anggara; Agus Syahid
Abdi Wisata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Abdi Wisata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Pariwisata Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang berjudul Familiarisasi Konsep Pariwisata Halal untuk Sumber Daya Manusia Pondok Pesantren telah berhasil dilakukan dan mendapatkan hasil yang baik dan positif terhadap mitra. Para peserta yang terdiri dari santri dan guru pada awalnya dapat dikatakan sebagai individu yang awam dan tidak familiar dengan konsep pariwisata halal. Sangat sedikit dari peserta yang mampu menjelaskan dengan benar mengenai definisi pariwisata halal dan bagimana seharusnya penerapannya dilapangan. Para peserta juga sangat tidak familiar dengan landasan-landasan yang ditetapkan oleh lembaga seperti MUI dan DSN padahal mereka telah mempelajarinya di pesantren. Para pesertapun tidak begitu familiar tentang sertifikasi halal dan bagaimana dampaknya pada loyalitas wisatawan untuk jangka Panjang. Namun setelah dilakukan sosialisasi dapat terlihat bahwa peserta mendapatkan pemahaman yang baik akan konsep-konsep tersebut. Para peserta menjadi paham juga akan kebutuhan penyediaan tempat ibadah di fasilitas wisata berdasarkan temuan penelitian. Pentingnya kreativitas dalam menyediakan area rekreasi terpisah berdasarkan jenis kelamin untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan Muslim serta bagaimana dampak sertifikasi halal dalam meningkatkan kepercayaan konsumen dan loyalitas wisatawan Muslim. Secara umum pula hasil dari post-test yang meningkat signifikan dari hasil pre-test dapat menunjukan adanya pemahaman yang didapatkan setelah dilakukan sosialisasi.
Eksplorasi Potensi Pengembangan Wisata Alam Menggunakan Pendekatan 4A dalam Mendukung Pariwisata Berkelanjutan Bagas Anggara; M.Taufik; Opan Satria Mandala
TOBA: Journal of Tourism, Hospitality, and Destination Vol. 3 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/toba.v3i2.3515

Abstract

Gunung Jae, Sedau Village, West Lombok, using the 4A approach (Accessibility, Attractions, Amenities, and Activities) as a conceptual framework. Qualitative research method with a narrative approach was employed in this case study, focusing on a deep and contextual understanding of natural phenomena in the research area. The results indicate that Gunung Jae offers various attractive natural attractions, including camping grounds, lakes, and refreshing green landscapes. However, the study also identifies challenges such as facility limitations, the need for improved accessibility, and the expansion of better environmental management. In an economic context, the research highlights the importance of empowering the local community through skills training and small business development. Additionally, social and cultural aspects are also addressed by respecting the authenticity of local culture and promoting intercultural understanding. Proposed improvement measures include enhancing amenity facilities, improving accessibility, empowering the local community, environmental protection, and cultural diversity promotion. Thus, Gunung Jae Sedau has the potential to become a model of sustainable tourism that not only provides economic benefits but also preserves environmental sustainability and strengthens local social and cultural values. This research provides valuable insights for stakeholders, local governments, destination managers, and the local community to plan and implement high-impact, sustainable development strategies in natural tourist destinations.
Peran Strategis Rezim Hak Kekayaan Intelektual Dalam Mendukung Penguatan Ekonomi Kreatif Opan Satria Mandala; Teguh Iman Pribad; Muharis; Bagas Anggara; Muhammad Taufik
Commerce Law Vol. 4 No. 1 (2024): Commerce Law
Publisher : Departement Business Law, Faculty of Law, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/commercelaw.v4i1.4943

Abstract

Lombok Tengah memiliki potensi besar dalam industri kreatif, termasuk kerajinan tangan, seni pertunjukan, dan pariwisata. Namun, kurangnya pemahaman tentang perlindungan Hak Kekayaan Intelektual dapat menghambat pertumbuhan sektor ini dengan rentannya karya seni dan inovasi lokal terhadap pencurian dan penyalahgunaan oleh pihak lain. Tulisan ini bertujuan untuk melakukan analisis mendalam mengenai peran HKI dalam mendukung penguatan pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di Lombok Tengah. Metodeologi yang digunakan adalah Metode Normatif-Empiris dengan Pendekatan Undang-undang, Konseptual, Teori, Kasus, dan Interdisipliner. Hasil dan temuan dari analisis ini menyoroti beberapa poin penting. Pertama, pemahaman yang kurang tentang perlindungan HKI di Lombok Tengah berpotensi menghambat pertumbuhan sektor ekonomi kreatif, terutama dalam industri kerajinan tangan, seni pertunjukan, dan pariwisata. Kekurangan ini menyebabkan rentannya karya seni dan inovasi lokal terhadap pencurian dan penyalahgunaan oleh pihak lain, yang pada gilirannya dapat merugikan para pelaku ekonomi kreatif setempat. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan skema pembiayaan berbasis kekayaan intelektual yang dapat memberikan insentif dan perlindungan yang lebih kuat bagi para pelaku ekonomi kreatif. Peran Pemerintah Daerah Lombok Tengah dalam skema pembiayaan ini sangat penting. Pemerintah daerah dapat memberikan dukungan finansial, memberikan fasilitas, serta mengkoordinasikan program-program yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang perlindungan HKI di kalangan pelaku ekonomi kreatif lokal. Dengan adanya keterlibatan aktif Pemerintah Daerah, diharapkan skema pembiayaan berbasis kekayaan intelektual dapat berjalan dengan efektif dan memberikan manfaat yang optimal bagi pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di Lombok Tengah.
Evaluasi Kritis Atribut Pariwisata Menggunakan Kerangka 13 A: Tinjauan Konseptual untuk Memajukan Pengembangan Pariwisata Anggara, Bagas; Taufik, Muhammad; Muharis, Muharis; Pribadi , Teguh Iman
Jurnal Ilmiah Ilmu Pariwisata Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kajian Pariwisata
Publisher : LPPM STP ARS Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jiip.v6i2.1848

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi penggunaan kerangka kerja 13A dalam pengembangan destinasi pariwisata untuk memberikan wawasan yang lebih komprehensif dibandingkan dengan model 4A atau 5A yang lebih sederhana. Meskipun konsep 13A menawarkan pendekatan holistik, penelitian ini menyoroti tantangan dalam penerapannya, terutama dalam hal optimisasi elemen-elemen yang mempengaruhi keputusan wisatawan, kepuasan, dan niat untuk kembali berkunjung. Melalui analisis kritis terhadap literatur yang ada, penelitian ini menyajikan panduan strategis bagi pengelola destinasi dan pembuat kebijakan, dengan tujuan meningkatkan daya tarik dan kesuksesan destinasi wisata. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan destinasi yang lebih efektif dan berkelanjutan. This study evaluates the application of the 13A framework in tourism destination development, offering a more comprehensive perspective compared to the simpler 4A or 5A models. Although the 13A concept provides a holistic approach, this research highlights the challenges in its implementation, particularly in optimizing elements that influence tourist decisions, satisfaction, and intention to revisit. Through a critical analysis of existing literature, the study presents strategic guidelines for destination managers and policymakers, aimed at enhancing the attractiveness and success of tourist destinations. The findings are expected to make a significant contribution to the development of more effective and sustainable destinations.
Revitalisasi Pantai Cemare: Edukasi Clean Beach, Penyusunan Paket Wisata, dan Aksi Konservasi Mangrove Berbasis Partisipatif Rizki Sumardani; Bagas Anggara; Hilman Prayuda; Khalid Prawiranegara; Muhammad Taufik; Muharis Muharis
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/810tpz16

Abstract

Pantai Cemare di Lombok Barat memiliki potensi wisata bahari dan ekosistem mangrove yang tinggi, namun pengelolaannya masih menghadapi tantangan berupa rendahnya kesadaran kebersihan, belum tersusunnya paket wisata berbasis potensi lokal, serta minimnya partisipasi masyarakat dalam konservasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui tiga intervensi utama, yaitu edukasi kebersihan pantai, penyusunan paket wisata berbasis budaya lokal, dan aksi konservasi mangrove partisipatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan Community-Based Participatory Research (CBPR) dengan melibatkan mahasiswa, pengelola pantai, masyarakat lokal, dan wisatawan melalui workshop, pelatihan, simulasi, dan monitoring. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test terhadap 50 peserta yang mencakup aspek kebersihan pantai, pengetahuan ekosistem mangrove, keterampilan konservasi, dan penyusunan paket wisata lokal. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek: kesadaran kebersihan naik dari skor 60 menjadi 85, pengetahuan mangrove dari 55 menjadi 70, keterampilan penanaman dari 50 menjadi 65, dan kemampuan penyusunan paket wisata dari 55 menjadi 75. Kegiatan ini berhasil memberdayakan masyarakat lokal, meningkatkan kapasitas pengelola dan mahasiswa, serta memperkuat pengembangan ekowisata berkelanjutan di Pantai Cemare yang mengintegrasikan aspek edukasi, ekonomi, dan konservasi lingkungan.
Strengthening Management of Local Human Resources to Create A Sustainable Green Tourism Destination at Lantan Zahrah Zahrah; Makiah Makiah; Bagas Anggara; Laela Purnama; Rafles Rafles
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/ppt4nh75

Abstract

There are still various challenges to develop sustainable tourism villages especially on human resources such as limited technical guiding skills in conveying information about local tourism attractions based on the green economy, limited effective interaction, minimal understanding of local communities regarding digital marketing strategies and the lack of adequate technology to produce more efficient production in terms of time and costs so they have other alternatives to generate income. This community service aims to improve the local human resource capacity in Lantan Village, Central Lombok, to develop a sustainable green tourism through doing a guide and tourism vocabulary training, strengthening the branding of coffee as the village's flagship product, mentoring in developing partnership proposals, and empowering in managing coffee product as competitive advantages. The methods included interactive lectures, conversation simulations, small group discussions, pronunciation drills, pre and post-tests. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding of how to guide tours, build branding, improve basic English communication skills, and coffee product management particularly in the process of peeling coffee beans from the skin and faster in roasting coffee. This activity significantly contributed to increasing Lantan Village's readiness to develop itself as a sustainable green tourism destination.