Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Kepatuhan Regulasi Pariwisata Dan Strategi Kreatif Dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Di Desa Wisata Sade Lombok Tengah Anggara, Bagas; Taufik, Muhammad; Satria Mandala, Opan; Sopian Hadi, Heri; Yudisa Putrajip, Mohamad; Wisnu Alfiansyah, Muhamad
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i1.2944

Abstract

Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung oleh fasilitas layanan yang disediakan oleh masyarakat, penguasaha dan pemerintah. Pariwisata memerlukan regulasi yang kuat untuk memastikan kegiatan yang berkelanjutan di destinasi tersebut. Tidak hanya regulasi yang kuat, tetapi juga diperlukan pemahaman lebih lanjut tentang layanan pariwisata berkualitas untuk melayani pelanggan dengan baik. Selain itu, regulasi dan layanan berkualitas adalah elemen penting yang perlu dipromosikan bagi pemandu wisata di Desa Sade Rembitan sehingga mereka dapat mengimplementasikan regulasi dan layanan berkualitas dengan baik bagi pengunjung yang berkunjung ke tempat tersebut. Kurangnya pemahaman tentang regulasi dan cara kreatif untuk mengimplementasikan layanan berkualitas kepada pengunjung sehingga tim kami melakukan workshop. Tujuan dari workshop ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kreativitas mengenai layanan berkualitas dan regulasi pariwisata. Pelatihan ini meggunakan metode ceramah. Workshop ini dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat berbasis pariwisata di Desa Sade Rembitan, Lombok Tengah. Dalam melaksanakan kegiatan, workshop menggunakan beberapa fase, termasuk koordinasi, workshop, dan studi literatur. Setelah menjalankan workshop, pemandu wisata di Desa Sade Rembitan memiliki kompetensi dalam hal tentang pemahaman regulasi dalam pariwisata dan cara kreatif untuk mengimplementasikan layanan berkualitas kepada pengunjung. Diharapkan workshop ini juga memberikan wawasan kepada praktisi pariwisata lainnya.
Familiarisasi Konsep Pariwisata Halal untuk Sumber Daya Manusia Pondok Pesantren Setiawan, Muhamad Alam; Muharis, Muharis; Teguh Iman Pribadi; Muhammad Taufik; Bagas Anggara; Agus Syahid
Abdi Wisata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Abdi Wisata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Pariwisata Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang berjudul Familiarisasi Konsep Pariwisata Halal untuk Sumber Daya Manusia Pondok Pesantren telah berhasil dilakukan dan mendapatkan hasil yang baik dan positif terhadap mitra. Para peserta yang terdiri dari santri dan guru pada awalnya dapat dikatakan sebagai individu yang awam dan tidak familiar dengan konsep pariwisata halal. Sangat sedikit dari peserta yang mampu menjelaskan dengan benar mengenai definisi pariwisata halal dan bagimana seharusnya penerapannya dilapangan. Para peserta juga sangat tidak familiar dengan landasan-landasan yang ditetapkan oleh lembaga seperti MUI dan DSN padahal mereka telah mempelajarinya di pesantren. Para pesertapun tidak begitu familiar tentang sertifikasi halal dan bagaimana dampaknya pada loyalitas wisatawan untuk jangka Panjang. Namun setelah dilakukan sosialisasi dapat terlihat bahwa peserta mendapatkan pemahaman yang baik akan konsep-konsep tersebut. Para peserta menjadi paham juga akan kebutuhan penyediaan tempat ibadah di fasilitas wisata berdasarkan temuan penelitian. Pentingnya kreativitas dalam menyediakan area rekreasi terpisah berdasarkan jenis kelamin untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan Muslim serta bagaimana dampak sertifikasi halal dalam meningkatkan kepercayaan konsumen dan loyalitas wisatawan Muslim. Secara umum pula hasil dari post-test yang meningkat signifikan dari hasil pre-test dapat menunjukan adanya pemahaman yang didapatkan setelah dilakukan sosialisasi.
Eksplorasi Potensi Pengembangan Wisata Alam Menggunakan Pendekatan 4A dalam Mendukung Pariwisata Berkelanjutan Bagas Anggara; M.Taufik; Opan Satria Mandala
TOBA: Journal of Tourism, Hospitality, and Destination Vol. 3 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/toba.v3i2.3515

Abstract

Gunung Jae, Sedau Village, West Lombok, using the 4A approach (Accessibility, Attractions, Amenities, and Activities) as a conceptual framework. Qualitative research method with a narrative approach was employed in this case study, focusing on a deep and contextual understanding of natural phenomena in the research area. The results indicate that Gunung Jae offers various attractive natural attractions, including camping grounds, lakes, and refreshing green landscapes. However, the study also identifies challenges such as facility limitations, the need for improved accessibility, and the expansion of better environmental management. In an economic context, the research highlights the importance of empowering the local community through skills training and small business development. Additionally, social and cultural aspects are also addressed by respecting the authenticity of local culture and promoting intercultural understanding. Proposed improvement measures include enhancing amenity facilities, improving accessibility, empowering the local community, environmental protection, and cultural diversity promotion. Thus, Gunung Jae Sedau has the potential to become a model of sustainable tourism that not only provides economic benefits but also preserves environmental sustainability and strengthens local social and cultural values. This research provides valuable insights for stakeholders, local governments, destination managers, and the local community to plan and implement high-impact, sustainable development strategies in natural tourist destinations.
Peran Strategis Rezim Hak Kekayaan Intelektual Dalam Mendukung Penguatan Ekonomi Kreatif Opan Satria Mandala; Teguh Iman Pribad; Muharis; Bagas Anggara; Muhammad Taufik
Commerce Law Vol. 4 No. 1 (2024): Commerce Law
Publisher : Departement Business Law, Faculty of Law, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/commercelaw.v4i1.4943

Abstract

Lombok Tengah memiliki potensi besar dalam industri kreatif, termasuk kerajinan tangan, seni pertunjukan, dan pariwisata. Namun, kurangnya pemahaman tentang perlindungan Hak Kekayaan Intelektual dapat menghambat pertumbuhan sektor ini dengan rentannya karya seni dan inovasi lokal terhadap pencurian dan penyalahgunaan oleh pihak lain. Tulisan ini bertujuan untuk melakukan analisis mendalam mengenai peran HKI dalam mendukung penguatan pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di Lombok Tengah. Metodeologi yang digunakan adalah Metode Normatif-Empiris dengan Pendekatan Undang-undang, Konseptual, Teori, Kasus, dan Interdisipliner. Hasil dan temuan dari analisis ini menyoroti beberapa poin penting. Pertama, pemahaman yang kurang tentang perlindungan HKI di Lombok Tengah berpotensi menghambat pertumbuhan sektor ekonomi kreatif, terutama dalam industri kerajinan tangan, seni pertunjukan, dan pariwisata. Kekurangan ini menyebabkan rentannya karya seni dan inovasi lokal terhadap pencurian dan penyalahgunaan oleh pihak lain, yang pada gilirannya dapat merugikan para pelaku ekonomi kreatif setempat. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan skema pembiayaan berbasis kekayaan intelektual yang dapat memberikan insentif dan perlindungan yang lebih kuat bagi para pelaku ekonomi kreatif. Peran Pemerintah Daerah Lombok Tengah dalam skema pembiayaan ini sangat penting. Pemerintah daerah dapat memberikan dukungan finansial, memberikan fasilitas, serta mengkoordinasikan program-program yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang perlindungan HKI di kalangan pelaku ekonomi kreatif lokal. Dengan adanya keterlibatan aktif Pemerintah Daerah, diharapkan skema pembiayaan berbasis kekayaan intelektual dapat berjalan dengan efektif dan memberikan manfaat yang optimal bagi pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di Lombok Tengah.
Evaluasi Kritis Atribut Pariwisata Menggunakan Kerangka 13 A: Tinjauan Konseptual untuk Memajukan Pengembangan Pariwisata Anggara, Bagas; Taufik, Muhammad; Muharis, Muharis; Pribadi , Teguh Iman
Jurnal Ilmiah Ilmu Pariwisata Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kajian Pariwisata
Publisher : LPPM STP ARS Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jiip.v6i2.1848

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi penggunaan kerangka kerja 13A dalam pengembangan destinasi pariwisata untuk memberikan wawasan yang lebih komprehensif dibandingkan dengan model 4A atau 5A yang lebih sederhana. Meskipun konsep 13A menawarkan pendekatan holistik, penelitian ini menyoroti tantangan dalam penerapannya, terutama dalam hal optimisasi elemen-elemen yang mempengaruhi keputusan wisatawan, kepuasan, dan niat untuk kembali berkunjung. Melalui analisis kritis terhadap literatur yang ada, penelitian ini menyajikan panduan strategis bagi pengelola destinasi dan pembuat kebijakan, dengan tujuan meningkatkan daya tarik dan kesuksesan destinasi wisata. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan destinasi yang lebih efektif dan berkelanjutan. This study evaluates the application of the 13A framework in tourism destination development, offering a more comprehensive perspective compared to the simpler 4A or 5A models. Although the 13A concept provides a holistic approach, this research highlights the challenges in its implementation, particularly in optimizing elements that influence tourist decisions, satisfaction, and intention to revisit. Through a critical analysis of existing literature, the study presents strategic guidelines for destination managers and policymakers, aimed at enhancing the attractiveness and success of tourist destinations. The findings are expected to make a significant contribution to the development of more effective and sustainable destinations.
Revitalisasi Pantai Cemare: Edukasi Clean Beach, Penyusunan Paket Wisata, dan Aksi Konservasi Mangrove Berbasis Partisipatif Rizki Sumardani; Bagas Anggara; Hilman Prayuda; Khalid Prawiranegara; Muhammad Taufik; Muharis Muharis
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/810tpz16

Abstract

Pantai Cemare di Lombok Barat memiliki potensi wisata bahari dan ekosistem mangrove yang tinggi, namun pengelolaannya masih menghadapi tantangan berupa rendahnya kesadaran kebersihan, belum tersusunnya paket wisata berbasis potensi lokal, serta minimnya partisipasi masyarakat dalam konservasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui tiga intervensi utama, yaitu edukasi kebersihan pantai, penyusunan paket wisata berbasis budaya lokal, dan aksi konservasi mangrove partisipatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan Community-Based Participatory Research (CBPR) dengan melibatkan mahasiswa, pengelola pantai, masyarakat lokal, dan wisatawan melalui workshop, pelatihan, simulasi, dan monitoring. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test terhadap 50 peserta yang mencakup aspek kebersihan pantai, pengetahuan ekosistem mangrove, keterampilan konservasi, dan penyusunan paket wisata lokal. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek: kesadaran kebersihan naik dari skor 60 menjadi 85, pengetahuan mangrove dari 55 menjadi 70, keterampilan penanaman dari 50 menjadi 65, dan kemampuan penyusunan paket wisata dari 55 menjadi 75. Kegiatan ini berhasil memberdayakan masyarakat lokal, meningkatkan kapasitas pengelola dan mahasiswa, serta memperkuat pengembangan ekowisata berkelanjutan di Pantai Cemare yang mengintegrasikan aspek edukasi, ekonomi, dan konservasi lingkungan.
Strengthening Management of Local Human Resources to Create A Sustainable Green Tourism Destination at Lantan Zahrah Zahrah; Makiah Makiah; Bagas Anggara; Laela Purnama; Rafles Rafles
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/ppt4nh75

Abstract

There are still various challenges to develop sustainable tourism villages especially on human resources such as limited technical guiding skills in conveying information about local tourism attractions based on the green economy, limited effective interaction, minimal understanding of local communities regarding digital marketing strategies and the lack of adequate technology to produce more efficient production in terms of time and costs so they have other alternatives to generate income. This community service aims to improve the local human resource capacity in Lantan Village, Central Lombok, to develop a sustainable green tourism through doing a guide and tourism vocabulary training, strengthening the branding of coffee as the village's flagship product, mentoring in developing partnership proposals, and empowering in managing coffee product as competitive advantages. The methods included interactive lectures, conversation simulations, small group discussions, pronunciation drills, pre and post-tests. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding of how to guide tours, build branding, improve basic English communication skills, and coffee product management particularly in the process of peeling coffee beans from the skin and faster in roasting coffee. This activity significantly contributed to increasing Lantan Village's readiness to develop itself as a sustainable green tourism destination.
Rekonstruksi Konsep Itikad Baik Dalam Perjanjian Investasi Pariwisata Berkelanjutan Di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika Prayuda, Hilman; Kwangtama Tekayadi, Suntarajaya; Prawiranegara, Khalid; Anggara, Bagas
Journal Evidence Of Law Vol. 4 No. 3 (2025): Journal Evidence Of Law (Desember)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jel.v4i3.1766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan asas itikad baik dalam perjanjian investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, serta merumuskan rekonstruksi konsep tersebut dalam perspektif pariwisata berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan menelaah peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, serta studi kasus empiris terkait pelaksanaan investasi di Mandalika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asas itikad baik yang seharusnya menjadi dasar hubungan hukum antara pemerintah, investor, dan masyarakat lokal belum sepenuhnya diimplementasikan secara substansial. Proses pengadaan tanah yang tidak partisipatif dan dominasi posisi investor memperlihatkan ketimpangan antara prinsip kebebasan berkontrak dan keadilan sosial. Oleh karena itu, rekonstruksi asas itikad baik perlu dilakukan dengan mengintegrasikan norma privat perikatan dan norma publik lingkungan. Asas ini harus mencakup tanggung jawab sosial-ekologis, keterbukaan informasi, serta mekanisme pengawasan bersama. Penerapan itikad baik dalam konteks pembangunan pariwisata berkelanjutan menuntut keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dengan demikian, asas itikad baik tidak lagi dimaknai sekadar sebagai norma moral privat, tetapi sebagai prinsip hukum progresif yang menjamin keadilan kontraktual, sosial, dan ekologis dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan di KEK Mandalika.
A Systematic Literature Review on The Economic Impact of Local Communities on High Priority Destinations in the Indonesian area Anggara, Bagas; Budiman; Sumardani, Rizki; Martina, Claudia Dwi
Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata Vol. 8 No. 2 (2025): Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sw.v8i2.4290

Abstract

This study aims to analyze the economic impact of community-based tourism on Indonesia’s five super-priority destinations—Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, Lake Toba, and Likupang—using a Systematic Literature Review (SLR) approach. The findings indicate that the development of community-based tourism significantly contributes to local income growth, job creation, and the strengthening of micro, small, and medium enterprises (MSMEs). Beyond its economic influence, tourism also reinforces cultural identity, encourages social participation, and enhances quality of life through improved access and community awareness. However, several challenges remain, including the dominance of political and economic interests, limited human resource capacity, lack of basic infrastructure, unequal benefit distribution, and the risks of environmental degradation and cultural commodification. The study highlights that the success of super-priority destination management depends not only on physical development but also on local economic empowerment and the adoption of sustainable tourism principles. Through a pentahelix collaboration among government, local communities, academia, businesses, and media, tourism management can become more inclusive, equitable, and sustainable.