Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Kandungan Nitrat (NO3) dan Fosfat (PO4) pada Kolam Pembesaran Ikan Nila Salin (Oreochromis niloticus) di BBPBAP Jepara, Jawa Tengah Permatasari, Mahardhika Nur; safangaturrokhmah, alfi
MAIYAH Vol 4 No 2 (2025): Maiyah : Vol. 4 No 2 Juni 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2025.4.2.15992

Abstract

Nitrat (NO3) dan fosfat (PO4) merupakan unsur hara perairan yang digunakan sebagai indikator untuk menilai kualitas dan kesuburan perairan karena merupakan sumber nutrisi serta makanan alami bagi ikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan nitrat (NO3) dan fosfat (PO4) pada kolam pembesaran ikan nila salin (Oreochromis niloticus) di BBPBAP Jepara dibandingkan dengan baku mutu. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode purposive sampling dengan lokasi sampling 3 kolam dengan 3 kali pengulangan. Hasil konsentrasi nitrat (NO3) pada kolam I memiliki rata-rata sebesar 2,650 mg/L, kolam II memiliki rata-rata sebesar 1,441 mg/L, dan kolam III memiliki rata-rata sebesar 0,081 mg/L. Konsentrasi fosfat (PO4) pada kolam I memiliki rata-rata sebesar 0,190 mg/L, kolam II memiliki rata-rata sebesar 0,648 mg/L, dan kolam III memiliki rata-rata sebesar 0,013 mg/L. Berdasarkan hasil konsentrasi nitrat dan fosfat, kolam II memiliki tingkat kesuburan lebih baik dibandingkan kolam I maupun kolam III yang didukung dengan hasil panen ikan nila salin lebih banyak dan lebih segar. Kandungan nitrat dan fosfat dalam jumlah sedikit tidak membahayakan bagi pertumbuhan ikan nila salin, tetapi jika dalam jumlah yang sangat besar dapat mengganggu metabolisme.
Efektivitas Anestesi Dengan Penambah Ekstrak Daun Bandotan (Ageratum conyzoides L.) dalam Media Untuk Transportasi Basah Ikan Nila (Oreochromis niloticus) -, Linayati -; Mardiana, Tri Yusufi; Syakirin, Muhammad Bahrus; Rifqi, Muhamad; Prayogo, Luhur Moekti; Yuniarti, Tristiana; Permatasari, Mahardhika Nur
Pena Akuatika : Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 24 No. 2 (2025): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bandotan leaves have the potential to be used as a natural anaesthetic for fish transportation. The objective of this study was to determine the effectiveness and optimal concentration of bandotan leaf extract (Ageratum conyzoides L.) on the survival of tilapia during wet transportation. This study employed a completely randomised design (CRD) with four treatments of bandotan leaf extract: P0 (Control), P1 (250 mg/3L), P2 (300 mg/3L), and P3 (350 mg/3L), each repeated three times. The test subjects were tilapia fingerlings transported in a wet transport system for 6 hours. The optimal dose of bendotan leaf extract was found to be P1 (250 mg/3L) with an induction time of 40 minutes, a recovery time of 5.5 hours, and a survival rate (SR) of 98.04±3.39%. Water quality during transport was within tolerable conditions for tilapia, with temperature ranging from 26–27.2 °C, pH from 7.43–7.66, and dissolved oxygen (DO) from 0.7–1.2 mg/L. Keywords: anaesthesia, bandotan leaves, tilapia, survival rate, wet transport
Introduction of fishi-based PMT (Supplementary Feeding) menu in an effort to socialize Gemarikan to the management of the Cucumber Posyandu Teluk Village, South Purwokerto Kurniawati, Any; Permatasari, Mahardhika Nur; Nurchamidah; Hidayati, Nuning Vita; Attaqi, Ahmad Naufal
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 4 (2023): Oktober-Desember 2023
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i4.6114

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di pengurus Posyandu Mentimun, Kelurahan Teluk, Kabupaten Banyumas yang merupakan wadah pelayanan kesehatan dan gizi balita. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan tambahan bagi pengurus Posyandu dan juga untuk membantu memasyarakatkan program Gerakan Makan Ikan (Gemarikan), sehingga dalam memberikan makanan tambahan (PMT) lebih bervariatif dan mempunyai nilai gizi yang baik serta mengandung protein hewani. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu penyuluhan secara insidental secara luring mengikuti jadwal pertemuan rutin pengurus posyandu. Tahapan yang dilakukan diawali dengan melakukan pre test untuk mengetahui wawasan pengurus sebelum diberikan materi, selanjutnya dilakukan pemberian materi pentingnya inovasi PMT berbasis ikani dan tahapan terakhir dari kegiatan ini yaitu dilakukan post test untuk mengetahui daya serap terhadap materi yang telah diberikan. Antusiasme pengurus sangat terlihat dengan keaktifan saat diskusi. Berdasarkan hasil nilai rekapitulasi nilai, terjadi peningkatan sebesar 35% dengan nilai keseluruhan diatas 80, sehingga dapat dikatakan bahwa pengurus telah mampu mencerna dengan baik materi yang telah disampaikan.