Claim Missing Document
Check
Articles

Found 42 Documents
Search
Journal : Frontier Agribisnis

ANALISIS FINANSIAL USAHATANI JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) DI KECAMATAN LIANG ANGGANG KOTA BANJARBARU (Studi Kasus Usahatani Agripolit) Muhammad Ichwan; Kamiliah Wilda; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i3.614

Abstract

 Indonesia adalah tempat habitatnya jamur, karena jenis jamur yang tumbuh di Indonesia banyak dan beragam, hal ini disebabkan kesadaran dan tingkat pendidikan masyarakat yang tinggi, akibatnya konsumsi jamur meningkat. Tujuan penelitian menganalisis keadaan finansial usahatani jamur tiram, mencakup biaya produksi, penerimaan dan pendapatan, menganalisis titik impas usahatani jamur tiram, mengetahui permasalahan yang dihadapi petani usahatani Jamur Tiram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara pengamatan langsung dan melakukan wawancara dengan responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani jamur tiram dengan Jumlah baglog 5000. Menunjukkan biaya total sebesar Rp 19.108.333,/periode (4 bulan), produksi rata-rata sebanyak 4.500 kg/periode, penerimaan sebesar Rp 112.500.000,-/periode, pendapatan sebesar Rp 93.391.667,-/periode. Titik impas atau break event point (BEP) unit usahatani jamur tiram tercapai pada saat rata-rata produksi sebanyak 335 kg/periode atau dinyatakan dengan nilai sebesar Rp 8.378.754,32,-/periode ini layak dan menguntungkan karena berada diatas titik impas. Permasalahan utama yang dihadapi dalam usahatani jamur tiram yaitu, keterlambatan saat memperoleh serbuk gergaji, bibit (bahan baku) dan kelebihan produksi.Kata kunci: biaya, penerimaan, pendapatan, titik impas 
Analisis Usahatani Sayuran Organik di Banjarbaru (Studi Kasus “Kebonan Mas Untung” di Banjarbaru) Rahmad Effendi; Hamdani Hamdani; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1286

Abstract

Abstrak. Analisis usahatani adalah penguraian bagian-bagian dari suatu keseluruhan yang ada dalam kegiatan usahatani yang ada di Kebonan Mas Untung. Dalam menganalisis kegiatan usahatani diperlukan ketelitian yang tinggi agar tidak ada satu komponen yang ditinggalkan. Usahatani yang dianalisis pada penelitian kali ini tentang sayuran organik. Pentingnya kesehatan membuat setiap orang mencari cara agar tetap sehat, salah satunya dengan mengkonsumsi sayuran organik. Kebonan Mas Untung merupakan produsen sayuran organik yang ada di Banjarbaru yang dimiliki oleh bapak Untung ini dilakukan lima belas jenis tanaman yang diteliti yaitu bayam hijau, bayam merah, cabe rawit, edamame, kailan, kale, labu madu, okra hijau, okra merah, pakchoy, rosela, tomat mawar, tomat sayur, terong kenari dan ubi jalar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pendapatan usahatani sayuran organik usahatani Kebonan Mas Untung di Banjarbaru, untuk mengetahui kelayakan usahatani sayuran organik Kebonan Mas Untung di Banjarbaru, untuk menganalisis permasalahan yang ada di Kebonan Mas Untung di Banjarbaru. Penelitian ini dilaksanakan pada Oktober 2018-Februari 2019 di Gunung Kupang, Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru. Penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara langsung kepada pemilik usahatani Kebonan Mas Untung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Penerimaan usahatani Kebonan Mas Untung adalah sebesar Rp 645.650.000,- yang diperoleh dari lima belas komoditas sayuran yang dibudidayakan. Sedangkan total biaya dari usahatani Kebonan Mas Untung adalah sebesar                Rp 39.463.535.-. Sehingga nilai dari pendapatan adalah sebesar Rp 606.186.465,-. Usahatani Kebonan Mas Untung juga dikatakan layak karena semua jenis komoditas yang di usahakan memenuhi kategori kelayakan dan tidak terdapat masalah yang signifikan pada usahatani Kebonan Mas Untung.Kata kunci: analisis usahatani, Kebonan Mas Untung
DAMPAK KEBERADAAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis jacq) PT KAM (Kodeco Agrojaya Mandiri) TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI DESA MANUNTUNG, KECAMATAN KUSAN HULU KABUPATEN TANAH BUMBU, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Siti Narul Jannah; Mira Yulianti; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2648

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini yaitu ingin mengetahui sejauh mana perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat sebelum dan sesudah masuknya perkebunan kelapa sawit PT KAM (Kodeco  Agrojaya Mandiri). Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder, data primer diperoleh dari informan yang dipilih secara sengaja (purporsive) yakni informan kunci seperti aparat desa, tokoh adat/tokoh masyarakat, dan masyarakat lain, Pemilihan informan ini dilakukan dengan menggunakan teknik bola salju (snowball Sampling) yang memungkinkan perolehan data dari satu informan ke informan lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Data sekunder rmerupakan data yang diperoleh dari sumber kedua atau bukan dari sumber aslinya. Data sekunder ini biasanya berbentuk data yang tersaji dalam bentuk tabel, grafik, internet dan lain sebagainya. dan analisi data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif. Dalam hasil penelitian  terlihat bahwa masuknya  perkebunan kelapa sawit membawa perubahan terhadap kondisi sosial masyarakat seperti  meningkatnya kondisi pendidikan masyarakat, tingkat kesehatan masyarakat, bertambah dan tersedianya sarana prasarana desa, perilaku tolong menolong dalam kegiatan pertanian menjadi berkurang (bearian), tidak ada konflik antar masyarakat nya, tetapi ada kesalah pahaman sampai sekarang dengan pihak perusahaan karena masyarakat tidak mendapatkan plasma mereka dari perusahaan perkebunan kelapa sawit, dan untuk pola hidup masyarakat mampu dan mewah. Masuknya perkebunan kelapa sawit juga membawa perubahan terhadap kondisi ekonomi masyarakat  yaitu adanya perubahan sebagian mata pencaharian masyarakat dari petani ke perkebunan kelapa sawit, menurunnya jumlah penerimaan masyarakat sebagai petani, meningkatnya jumlah penerimaan masyarakat Desa Manuntung yang berdagang beras dan meningkatnya jumlah penerimaan masyarakat dari petani menjadi karyawan perkebunan kelapa sawit. Selain itu berdampak juga pada lingkungan sehingga menimbulkan beberapa persepsi bagi masyarakat yaitu, kekeringan ketika musim kemarau dan ketika musim hujan aliran parit perusahan mengalir ke persawahaan masyarakat sehingga mengalami kebanjiran.Kata kunci: dampak, perkebunan, kelapa sawit, kondisi sosial ekonomi 
Analisis Kelayakan Finansial Usahatani Jeruk Siam Banjar di Desa Karang Buah Kecamatan Belawang Kabupaten Barito Kuala Ahmad Amin; Hamdani Hamdani; Luthfi Fatah
Frontier Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i2.5993

Abstract

Provinsi Kalimantan Selatan adalah penghasil jeruk siam di Pulau Kalimantan, Kabupaten yang mampu menopang kekurangan pasokan jeruk dari luar yaitu Kabupaten Barito Kuala, Salah satu kecamatan yang mendukung pengembangan usahatani jeruk yaitu Kecamatan Belawang dan salah satunya di Desa Karang Buah, tingkat umur tanaman usaha tani jeruk siam banjar di Desa Karang mencakup dalam umur tanaman dari 0 sampai > 10 tahun. Komoditas jeruk yang ada di Desa Karang Buah berkembang cukup baik adapun jenis yang dibudidayakan yaitu jeruk siam banjar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengukur tingkat sensitivitas dan mengukur tingkat kelayakan finansial usahatani jeruk siam banjar. Penelitian dilakukan di Desa Karang Buah. Metode pengambilan sampel menggunakan cara cluster random sampling yakni mengkelaskan populasi menjadi 3 kelas yakni kelas A untuk Umur tanaman 1 – 6 tahun, Kelas B 7 – 12 tahun dan kelas C 13 – 18 tahun. Penelitian ini dilakukan dari bulan Januari 2020 sampai dengan bulan November 2020, dan data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Tingkat kelayakan usahatani jeruk siam banjar dengan nilai NVP df 10% sebesar Rp. 98.669.747, NetBC sebesar 3,62 dan IRR sebesar 29%. Tingkat sensitivitas terhadap skenario kenaikan biaya,penurunan harga dan penurunan produksi nilai NVP yang didapat masih tetap > 1 dengan artian usahatani jeruk siam banjar di Desa Karang Buah tidak sensitif terhadap skenario yang dipakai.
Analisis Kelayakan Finansial Perkebunan Kelapa Sawit Petani Swadaya di Desa Mangka Kecamatan Pamukan Barat Kabupaten Kotabaru Cristiani Putri; Hamdani Hamdani; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i3.5900

Abstract

Kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan penghasil minyak masak, minyakindustri, maupun bahan bakar. Kelapa sawit memiliki peranan penting dalam industri minyak karena menggantikan kelapa sebagai sumber bahan baku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha perkebunan kelapa sawit petani swadaya di Desa Mangka. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mangka Kecamatan Pamukan Barat Kabupaten, Provinsi Kalimantan Selatan dimulai pada bulan Januari 2020 sampai selesai. Pengambilan sampel menggunakan metode sensus dengan jumlah responden yaitu 23 responden. Adapun untuk luas lahan per usahatani dalam penelitian ini adalah 1 hektar. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil, NPV positif sebesar Rp1.131.670, nilai Net B/C sebesar 5,2 dan nilai IRR sebesar 13, 03, sehingga secara finansial usahatani kebun kelapa sawit petani swadaya dinyatakan layak. Perhitungan analisa sensitivitas, yaitu untuk mengetahui sejauh mana kelayakan usahatani kebun sawit jika terjadi perubahan akibat adanya ketidakpastian. Berdasarkan analisa, jika perubahan manfaat (produksi) mengalami penurunan sebesar 5% dan 10% dan atau biaya naik 5% dan 10%, maka tingkat kelayakan menunjukkan nilai Net benefit dan NPV menjadi negatif sehingga usaha kelapa sawit petani swadaya di Desa Mangka Kecamatan Pamukan Barat menjadi sangat sensitif terhadap perubahan tersebut diatas.
STRATEGI PEMASARAN BERAS ORGANIK “PADI MAS MULIA” DI DESA TELUK LIMBUNG KECAMATAN BABIRIK KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA (STUDI KASUS GAPOKTAN USAHA BERSAMA) Shofia Maulida; Hamdani Hamdani; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 4, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i4.2929

Abstract

Perubahan gaya hidup masyarakat saat ini menyebabkan permintaan terhadap produk hasil dari budidaya pertanian organik berubah sangat cepat. Hal ini diakibatkan oleh adanya keprihatinan masyarakat akan pentingnya arti hidup sehat yaitu dengan mengkonsumsi produk organik yang menyehatkan dan aman terhadap lingkungan. Serta timbulnya rasa sadar dari para petani  untuk mempraktikan budidaya pertanian organik karena memberikan pengaruh yang baik terhadap lingkungan, memiliki nilai jual lebih tinggi dan dapat menyehatkan. Sejak saat itulah Gapoktan Usaha Bersama menjadi Gapoktan perintis beras organik bersertifikat di Kab. HSU. Namun, saat ini Gapoktan Usaha Bersama mengalami permasalahan dibidang pemasaran yaitu disebabkan karena kurangnya promosi, minimnya perancangan yang baik dalam memasarkan produk  yang dilakukan oleh Gapoktan Usaha. Dengan adanya riset ini bertujan buat menelaah faktor internal (kekuatan dan kelemahan) serta faktor eksternal (peluang dan ancaman), mengetahui dan menganalisis faktor-faktor strategi yang dapat dilakukan dan mengetahui strategi yang paling tepat untuk meningkatkan penjualan beras organik “Padi Mas Mulia”. Data yang diperoleh akan dibahas secara kuantitatif diskriptif. Analisis diskriptif diperlukan sebagai pemaparan keadaan lingkungan Gapoktan Usaha Bersama, menganalisis serta mengidentidikasi faktor-faktor yang menentukan pemasaran beras organik “Padi Mas Mulia”. Analisis kuantitatif diperlukan sebagai penghitungan untuk merumuskan strategi pemasaran beras organik “Padi Mas Mulia”. Perumusan strategi dirumuskan dengan metode SWOT dan AHP. Berlandaskan hasil dari riset ini didapatkan faktor internal yang merupakan kekuataan utama yaitu sertifikasi beras organik Padi Mas Mulia. Faktor kelemahan utama adalah kurangnya partisipasi anggota kelompok dalam memasarkan beras organik padi Mas Mulia. Faktor eksternal yang merupakan faktor peluang utama yaitu meningkatnya kemajuan teknologi informasi. Faktor yang merupakan ancaman utama adalah pemasaran yang masih terbatas pada konsumen menengah ke atas. Berdasarkan analisis A’WOT dihasilkan prioritas utama strategi pemasaran beras organik Padi Mas Mulia yakni memanfaatkan kecepatan teknologi informasi untuk menyampaikan kualitas dan sertifikasi beras organik. Prioritas kedua yaitu membangun kerjasama dengan pemerintah untuk memasarkan beras organik Padi Mas Mulia. Prioritas ketiga yaitu mempertahankan kualitas dan sertifikasi beras organik. Prioritas yang keempat yaitu menetapkan sasaran distribusi beras organik ke masyarakat yang berpendidikan serta berpendapatan tinggi.
Analisis Risiko Usahatani Kacang Panjang di Desa Abumbun Jaya Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Muhamad Ridani Firdaus; Rifiana Rifiana; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10336

Abstract

Usahatani tanaman kacang panjang di Desa Abumbun Jaya Kecamatan Sungai Tabuk mengalami kendala yang sering dihadapi adalah risiko produksi yang bersumber dari serangan hama, penyakit yang cukup tinggi, musim, keahlian tenaga kerja, perubahan iklim dan cuaca yang sulit diprediksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sumber-sumber risiko dan risiko usahatani kacang panjang di Desa Abumbun Jaya Kecamatan Sungai Tabuk. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan pendekatan nilai koefisien variasi. Berdasarkan hasil penelitian, sumber risiko-risiko yang dihadapi petani berkaitan dengan usahatani kacang panjang yaitu curah hujan yang tinggi, seranga hama (lalat kacang, kutu putih, ulat grayak, kutu daun dan tungau) dan penyakit (bercak, busuk daun, busuk buah, busuk akar dan batang serta layu fursarium). Usahatani kacang panjang mempunyai risiko produksi yang rendah dengan nilai koefisien variasi MT I 0,09, MT II 0,10 dan MT III 0,10, risiko harga jual dengan nilai koefisien variasi MT I 0,13, MT II 0,14 dan MT III 0,14 dan risiko keuntungan dengan nilai koefisien variasi MT I 0,53, MT II 0,54 dan MT III 0,57
ANALISIS PEMASARAN GULA AREN (Arenga pinnata) DI KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Ratna Ratna; Rifiana Rifiana; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i1.592

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran gula aren di Kecamatan Sungai Raya, menganalisis besarnya biaya, margin, keuntungan dan bagian harga (share) yang diterima produsen/petani dan masing-masing lembaga pemasaran, tingkat efisiensi pemasaran dari saluran pemasaran dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam proses pemasaran. Hasil penelitian ada dua saluran pemasaran gula aren di Kecamatan Sungai Raya yaitu saluran I adalah petani- pedagang pengumpul- konsumen. dan saluran II adalah petani- pedagang pengumpul pedagang pengecer- konsumen. Biaya pemasaran saluran I ditingkat pedagang pengumpul yaitu sebesar 665,00 per kg dan biaya pada saluran II ditingkat pedagang pengumpul adalah 721,46 per kg dan pedagang pengecer sebesar 493,67 per kg. Besarnya margin pada saluran I ditingkat pedagang pengumpul yaitu sebesar 3.000 per kg dan keuntungan 2.335 per kg dan margin pada saluran II pedagang pengumpul 3.000 per kg dan keuntungan 2.278,54 per kg, margin pedagang pengecer 4.000 per kg, keuntungan 3.506,33 per kg. Efisiensi ekonomis saluran I sebesar 4,43% dan efisiensi ekonomis saluran II sebesar 6,42%. Efisiensi teknis saluran I adalah 110,8 Per km dan saluran II adalah 203,5 per km, maka secara teknis atau ekonomis yang efesien adalah saluran I.Kata Kunci: gula aren, saluran pemasaran, margin dan efisiensi pemasaran
Analisis Preferensi Masyarakat terhadap Pembelian Beras di Kota Banjarbaru Ahmad Jefrianus Shalihin; Taufik Hidayat; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2617

Abstract

Setiap konsumen beras mempunyai preferensi masing-masing dalam menentukan beras yang akan dikonsumsi, hal itu dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti lingkungan budaya dan daya beli. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi preferensi masyarakat terhadap atribut-atribut beras di Kota Banjarbaru dan mengidentifikasi atribut beras yang menjadi pertimbangan utama masyarakat. Adapun atribut-atribut beras yang akan diteliti yaitu kepulenan beras, warna beras, dan butir patah beras. Populasi dalam penelitian ini adalah rumah tangga di Kota Banjarbaru dengan jumlah sampel sebanyak 100 rumah tangga yang dibagi menjadi dua kelompok responden, yaitu 50 responden suku Banjar dan 50 responden suku non Banjar yang dipilih secara acak. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Chi Kuadrat (χ2) dan Multi Atribut Fishbein. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu masyarakat Banjarbaru memilih beras dengan kepulenan sedang, berwarna putih bersih, dan butir patah yang sedikit. Perbedaan preferensi responden suku Banjar dan suku non Banjar terletak pada atribut kepulenan beras, dimana responden suku Banjar memilih beras pera, sedangkan responden suku non Banjar memilih beras pulen. Urutan atribut beras dari yang paling dipertimbangkan masyarakat secara berurutan adalah kepulenan beras, butir patah beras, dan warna beras. Perbedaan urutan atribut beras antara responden suku Banjar dan suku non Banjar terletak pada atribut warna beras dan butir patah beras, dimana responden suku Banjar lebih mempertimbangkan atribut butir patah beras dibanding warna beras, sedangkan responden suku non Banjar sama-sama mempertimbangkan atribut warna beras dan butir patah beras.Kata kunci: preferensi, beras, atribut, suku Banjar, suku non Banjar 
Analisis Finansial dan Efisiensi Produksi Usahatani Jagung Manis di Kelurahan Loktabat Utara dan Sei Ulin Kecamatan Banjarbaru Utara Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan Salsabila Salsabila; Hamdani Hamdani; Abdurrahman Abdurrahman
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.695

Abstract

Salah satu komoditiipangan yang strategisidi Indonesia adalah jagungimanis sehingga dari tahun ke tahuni kebutuhan akan jagung manis semakin meningkat maka dari itu keuntungan yang didapat petani dari melakukani usahatanii jagungimanis seharusnyai tinggi, dengani penggunaani faktoriproduksiiyang efisienimaka keuntunganiusahatani dapat ditingkatkan. Penelitianiini bertujuan untukimengetahui besarnyaibiaya dan keuntungani dalam usahataniijagungimanis dan mengetahuiifaktori-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap produksii usahatani jagungimanis serta melihat tingkati efisiensiialokatifidalamipenggunaan faktori-faktor produksiipada usahatani jagung manis. Responden sebanyak 43 orang petani jagung manis yang dilakukan dengan metode sensus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya rata-rata Rp 4.648.156/usahatani dan Rp 11.067.038/ha, penerimaan rata-rata sebesar Rp 14.853.023/usahatani atau 35.364.341/ha dan keuntungan rata-rata Rp 10.204.867 atau Rp 24.297.303/ha. Hasil analisis fungsi faktor produksi tipe Cobb Douglass diperoleh kesimpulan bahwa semua faktor produksi berpengaruh nyata secara simultan terhadap produksi usahatani jagung manis. Secara parsial yaitu luasilahan, benih, pupukikandang/organik, dan tenagaikerja, berpengaruhinyata terhadap produksii jagung manis dengan nilai sigi0,000 (< 0,05). Menurut analisis efisiensi hasil yangi diperoleh bahwai selain benih dan tenaga kerja, faktor produksi lainnya tidakiefisien.Kata kunci: jagung manis, keuntungan, faktor produksi, efisiensi alokatif