Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN SEDIAAN FIXED DOSE COMBINATION (FDC) DIBANDINGKAN DENGAN TABLET LEPAS OBAT ANTI-TUBERKULOSIS TERHADAP PENINGKATAN NILAI SGPT DAN SGOT PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT MAKASSAR Munawarah Munawarah; M Natsir Djide; Arif Santoso; Elly Wahyudin; Sartini Sartini; Yulia Yusrini Djabir
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 23 No. 1 (2019): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.123 KB) | DOI: 10.20956/mff.v23i1.6469

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian terapi Fixed Dose Combinaton (FDC) dibandingkan dengan tablet lepas Obat Anti Tuberkulosis (OAT) terhadap resiko terjadinya Drug Induced Hepatotoxicity (DIH) yang ditandai dengan peningkatan nilai SGPT dan SGOT pada penderita Tuberkulosis. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional non eksperimen dengan rancangan deskriptif-analitik. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non-probability sampling dengan cara consecutive sampling. Jumlah sampel 30 pasien, terdiri dari kelompok FDC dan kelompok tablet lepas jumlah masing-masing 17 dan 13 sampel. Dianalisis dengan uji statistik metode Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selisih nilai SGPT dan SGOT antara kelompok FDC dan kelompok tablet lepas menunjukkan perbedaan yang signifikan (p>0,05).
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL JAHE MERAH (Zingiber officinale Rosc var rubrum) DALAM MEMPROTEKSI DAN MEMPERBAIKI GANGGUAN FUNGSI HATI DAN GINJAL TIKUS AKIBAT INDUKSI PARASETAMOL Yulia Yusrini Djabir
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 24 No. 2 (2020): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v24i2.9303

Abstract

Jahe merah merupakan jenis rimpang yang banyak digunakan sebagai bahan obat tradisional di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek proteksi ekstrak rimpang jahe merah (Zingiber officinale Rosc var rubrum) terhadap gangguan fungsi hati dan ginjal yang disebabkan oleh toksisitas parasetamol berdasarkan parameter SGPT, SGOT, urea dan kreatinin serum pada tikus putih. Jahe merah diekstraksi menggunakan etanol 70%. Hewan uji dibagi ke dalam 5 kelompok (n=5). Kelompok I sebagai kontrol sehat diberikan suspensi NaCMC 1%, kelompok II diberikan NaCMC 1% dan induksi parasetamol, kelompok III dan kelompok IV masing-masing diberi perlakuan ekstrak jahe merah 150 mg/kgBB dan 300 mg/kgBB dan induksi parasetamol, dan kelompok V diberikan sediaan ekstrak curcuma xanthorriza (60 mg/kgBB) dan induksi parasetamol. Perlakuan dilakukan selama 10 hari sedangkan induksi parasetamol hanya diberikan pada hari ke-4 (500 mg/kg) dan ke-5 (300 mg/kg). Sampel darah diambil pada hari ke- 6 (post induksi) dan ke-11 (post perlakuan) untuk pengukuran kadar  SGOT, SGPT, kreatinin dan urea serum menggunakan alat humalyzer. Hasil penelitian menunjukkan pemberian parasetamol dosis 500mg/kg diikuti 300 mg/kgBB dapat meningkatkan nilai SGOT dan SGPT secara signifikan 24 jam setelah post induksi, namun kadar urea dan kreatinin hanya berbeda signifikan setelah hari ke-11 (post perlakuan). Pada kelompok III dan IV, pemberian ekstrak jahe merah setelah induksi parasetamol mampu menurunkan kadar SGOT, SGPT, urea dan kreatinin serum secara signifikan dibanding kelompok II (p<0.05). Penurunan biomarker hati dan ginjal pada kelompok III dan IV tidak berbeda signifikan dengan kelompok V yang diberi sediaan ekstrak curcuma yang telah digunakan secara klinik.
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMU PUTIH (Curcuma zedoaria), RIMPANG BANGLE (Zingiber cassumunar) DAN DAUN PARE (Momordica charantia) TERHADAP KADAR ALT, AST DAN PROFIL HEMATOLOGI TIKUS PUTIH Fityatun Usman; Gemini Alam; Aliyah Aliyah; Yulia Yusrini Djabir; Latifah Rahman; Subehan lallo
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 25 No. 2 (2021): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v25i2.12029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi ekstrak etanol rimpang bangle, rimpang temu putih dan daun pare terhadap kadar ALT, AST dan profil hematologi tikus putih. Penelitian ini menggunakan 4 kelompok perlakuan dengan dosis 10, 50, 100 mg/100 gBB dan kontrol negatif masing-masing terdiri atas 5 ulangan. Campuran ketiga ekstrak dibuat suspensi menggunakan  NaCMC dan diberikan sekali sehari. Pengamatan dilakukan pada hari ke 29,dengan  sampel darah diambil untuk pengujian kadar ALT, AST dan profil hematologi. Parameter hematologi yang dianalisis meliputi leukosit, eritrosit, hemoglobin (Hgb), hematokrit (Hct), dan platelet (Plt). Hasil penelitian menunjukkan, setelah pemberian kombinasi ketiga ekstrak tersebut terjadi kenaikan nilai ALT untuk dosis 10, 100mg/100 gBB, dan kontrol negatif masing-masing 9,37%, 78,07%, dan 3,21 %, sedangkan untuk dosis 50mg/100 gBB terjadi penurunan sebesar 0,61%. Adapun nilai AST memperlihatkan kenaikan untuk dosis 10, dan 100mg/100 gBB masing-masing sebesar 45,45 % dan 102,31%, sedangkan untuk dosis 50 mg/100 gBB memperlihatkan kenaikan sebesar 28,10% yang mendekati kenaikan nilai kelompok kontrol (37,72%), sehingga dosis terbaik dari kombinasi ketiga ekstrak adalah 50 mg/KgBB.Dosis ini digunakan untuk uji hematologi. Hasil pengujian hematologi memperlihatkan WBC meningkat sebesar 20,41%, RBC menurun sebesar 0,53%, sedangkan jumlah Hgb, Hct dan plt menurun masing–masing sebesar 5,08%, 8,18%, dan 12,41%. Hasil ini menunjukkan bahwa pemberian kombinasi ekstrak etanol rimpang temu putih, rimpang bangle dan daun pare tidak memberikan pengaruh pada nilai WBC, RBC, HgB, Hct , namun dapat menurunkan Plt tikus putih hingga berada di bawah normal.
FORMULASI MAYONES BERBASIS VIRGIN COCONUT OIL DAN CUKA AIR KELAPA UNTUK MENCEGAH DISLIPIDEMIA Devi Yulianti Yusra; Ainun Amalia Sultang; Putri Nur Hafifah; Yusril Dwimeddy Tunggeleng; Yulia Yusrini Djabir
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 25 No. 3 (2021): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk mayones pada dasarnya terbuat dari minyak nabati dan telur sehingga bila dikonsumsi rutin dapat meningkatkan resiko obesitas dan dislipidemia. Salah satu solusi untuk mengurangi resiko dislipidemia yaitu menyediakan produk mayones dari minyak nabati yang rendah kadar asam linoleat seperti virgin coconut oil (VCO). penelitian ini bertujuan untuk membuat produk inovasi mayones berbahan dasar VCO yang dikombinasi dengan cuka air kelapa yang juga memiliki efek antiobesitas dan antidislipidemia. Terdapat tiga jenis formula mayones yang dibuat dengan bahan dasar minyak nabati dan cuka, dimana formula I berbahan dasar minyak kedelai (MK) dan cuka makan, formula II berbahan VCO dan cuka air kelapa, serta formula III berbahan dasar kombinasi MK:VCO (1:1) dan cuka kombinasi. Produk mayones diuji melalui pengujian organoleptis, uji stabilitas emulsi, dan uji viskositas. Uji efek dislipidemia mayones dilakukan menggunakan 18 ekor tikus wistar yang dibagi menjadi 3 kelompok. Masing-masing kelompok diberi satu jenis formula mayones selama 21 hari lalu dilakukan pengukuran kolesterol total, TG, HDL dan LDL. Hasil penelitian menunjukkan formulasi mayones MK memiliki kestabilan fisik terbaik namun dapat meningkatkan kadar kolesterol dan trigliserida pada tikus. Walaupun dapat mengurangi resiko dislipidemia, formula mayones VCO memiliki limitasi, termasuk aroma khas serta emulsi yang tidak stabil (%SE < 5%). Namun, formula kombinasi minyak kedelai dan VCO (1:1) memberikan stabilitas yang memadai (%SE = 1,2%) dan mampu mencegah peningkatan kolesterol total dan trigliserida pada tikus. Dapat disimpulkan bahwa formulasi kombinasi minyak kedelai dan VCO dapat memberikan kestabilan fisik yang baik dan mampu mengurangi resiko dislipidemia yang dibuktikan melalui hewan model tikus.
STUDI PRAKLINIK EFEK SIMVASTATIN, ROSUVASTATIN, DAN FENOFIBRAT TERHADAP KADAR LAKTAT DEHIDROGENASE PADA TIKUS BETINA YANG DIINDUKSI KONTRASEPSI ORAL DAN DIET TINGGI LEMAK Yulia Yusrini Djabir; Yani Pratiwi; Muh Akbar Bahar
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 26 No. 1 (2022): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v26i1.18125

Abstract

Penggunaan pil kontrasepsi dapat menyebabkan peningkatan inflamasi yang terkait dengan resiko penyakit degeneratif pada wanita. Laktat dehidrogenase (LDH) merupakan biomarker peningkatan inflamasi dan kerusakan jaringan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pil kontrasepsi oral serta mengevaluasi efektivitas dari simvastatin, rosuvastatin, dan fenofibrat terhadap penurunan kadar LDH pada tikus betina (Rattus novergicus). Tikus (n=20) dibagi menjadi empat kelompok yaitu satu kelompok kontrol (pil kontrasepsi, pakan diet tinggi lemak dan NaCMC 0,5%), dan tiga kelompok perlakuan yang diberi pil kontrasepsi, pakan diet tinggi lemak dan obat uji: simvastatin (0,21 mg/kgBB), rosuvastatin (0,514 mg/kgBB) atau fenofibrat (8,246 mg/kgBB). Pemberian pil kontrasepsi dan pakan diet tinggi lemak dilakukan 30 hari.Pada hari ke-31, tikus diberi pengobatan sesuai kelompok perlakuan: kelompok kontrol diberikan plasebo (NaCMC), dan ketiga kelompok perlakuan, masing-masing diberikan obat uji simvastatin (0,21 mg/kgBB), rosuvastatin (0,51 mg/kgBB) serta fenofibrat (8,246 mg/kgBB) selama hari ke-30 hingga hari ke-60. Hasil menunjukkan bahwa pemberian pil kontrasepsi dan pakan diet tinggi lemak selama 30 hari menyebabkan peningkatan LDH pada semua kelompok tikus dan mencapai nilai signifikan pada kelompok simvastatin, rosuvastatin, dan fenofibrat (P<0,05). Setelah pemberian pengobatan selama 30 hari, kelompok simvastatin, rosuvastatin, maupun fenofibrat mengalami penurunan kadar LDH berturut-turut sebesar 25,8%, 27,1%, dan 27,9%. Penurunan kadar LDH dari ketiga jenis terapi tidak berbeda signifikan secara statistik. Dapat disimpulkan bahwa baik simvastatin, rosuvastatin maupun fenofibrat memiliki potensi menurunkan kadar LDH yang setara pada hewan model inflamasi sistemik yang diinduksi kontrasepsi oral dan diet tinggi lemak.
Evaluasi Risiko Resistensi Insulin Akibat Simvastatin, Rosuvastatin dan Fenofibrat pada Tikus Betina (Rattus novergicus L.) Dislipidemia yang Diinduksi Kontrasepsi Oral dan Diet Tinggi Lemak Sitti Hadijah; Yulia Yusrini Djabir; Firzan Nainu
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v8i1.170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh pemberian obat simvastatin, rosuvastatin dan fenofibrat terhadap kadar glukosa, insulin darah puasa dan nilai HOMA-IR terhadap tikus betina dislipidemia yang diinduksi kontrasepsi oral dan pakan lemak. Penelitian menggunakan 30 ekor tikus betina yang dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan. Kelompok satu diberi pil kontrasepsi (PK) (1,5µg levonorgestrel, 0,3µg estradiol), kelompok dua diberi diet lemak (DL) (kuning telur 2ml/200gBB), kelompok tiga diberi PK+DL, kelompok empat diberi PK+DL dan terapi simvastatin (0,21 mg/kgBB), kelompok lima diberi PK+DL dan terapi rosuvastatin (0,5 mg/kgBB), serta kelompok enam diberi PK+DL dan terapi fenofibrat (8,2 mg/kgBB). Perlakuan PK dan DL berlangsung selama 60 hari, dimana terapi diberikan mulai hari ke-30 hingga ke-60. Hasil yang diperoleh menunjukkan pemberian masing-masing PK dan DL dapat meningkatkan GDP setelah 30 hari, walaupun tidak mencapai nilai signifikan. Terapi simvastatin dan rosuvastatin dan fenofibrat selama 30 hari terakhir (hari ke-30-60) dapat menurunkan kadar glukosa darah puasa (GDP) sebesar 28,17%, 45,08% dan 46,12%, namun hanya simvastatin dan rosuvastatin yang mencapai nilai signifikan. (p<0,05) Penurunan kadar insulin darah puasa paling besar pada pemberian rosuvastatin (20,64%) namun secara statistik tidak mencapai nilai signifikan. Peningkatan resistensi insulin (HOMA-IR) terlihat setelah 30 hari menggunakan pil kontrasepsi dan diet tinggi lemak. Tetapi kemudian menurun dengan pemberian simvastatin, rosuvastatin dan fenofibrat, namun hanya fenofibrat yang mencapai nilai signifikan (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa penggunaan simvastatin, rosuvastatin dan fenofibrat dapat menurunkan kada gula darah puasa, namun berdasarkan nilai HOMA-IR, hanya fenofibrat yang dapat menurunkan resiko resistensi insulin pada tikus betina dislipidemia yang diinduksi pil kontrasepsi dan diet tinggi lemak.
Subacute Toxicity Test of (Scaevola taccada Gaertn.) Roxb Leaf Extract on Kidney and Liver Function in Rats (Rattus norvegicus) Tenri Ayu Adri; Aritzah Dwi Widati; Peter Kabo; Yulia Yusrini Djabir
Biomedika Vol 14 No 2 (2021): Jurnal Biomedika
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/biomedika.v14i2.1083

Abstract

Beruwas laut leaf (Scaevola taccada (Gaertn.) Roxb has pharmacological effects such as anti-inflammatory, analgesic, antioxidant, antidiabetic and anticancer. Although beruwas laut leaf have many advantages, safety is the main requirement that herbal medicine must have. This research was aimed to prove sebacute of beruwas laut leaf (Scaevola taccada (Gaertn.) Roxb.) about the function of kidney and liver. This research used 20 rats were devided into 4 groups. Group 1 as a control group and groups 2,3, and 4 as an experimental group by administration of beruwas laut leaf extract with dose 200 mg/kgBB, 400 mg/kgBB, and 600 mg/kgBB. The extract was made using maceration and sebacute toxicity testing was carried out for 14 days. After giving the extract, some of rats had diarrhea. The results showed significant effect to increase levels of ureum and CGT after administration of dose 400mg/kgBB. Moreover, administration of dose 600 mg/kgBB caused significant effect in liver biomarkers and kidney (GGT and ureum). It was concluded that ethanol extract of beruwas laut leaf (Scaevola taccada (Gaertn.) Roxb.) with dose 200mg/kgBB showed safe but toxic to kidney and liver with dose 600mg/kgBB.
Efek Diet Tinggi Protein, Rendah Karbohidrat, Rendah Lemak pada Tikus Wistar Jantan terhadap Perubahan Berat Badan, Kadar Glukosa dan Kolesterol Nur Upik En Masrika; Aryadi Arsyad; Ika Yustisia; Yulia Yusrini Djabir
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.378 KB) | DOI: 10.30829/jumantik.v6i1.7891

Abstract

One of the most popular diets today recommends a high protein- low carbohydrate diet as a weight loss strategy in obese patients. Diets high in protein appear to reduce appetite, energy intake, weight gain, and fat accumulation. The application of a high-protein diet has an impact on reducing the portion of other macronutrients, namely carbohydrates and fats. The purpose of this study was to determine the effect of a high protein, low carbohydrate and low fat (TPRKRL) diet on body health. With the focus of the analysis on changes in body weight, serum glucose and cholesterol levels in 22 male Wistar rat samples who were given the standard diet and the TPRKRL diet for 8 weeks. The results showed that there were no significant differences in the variables of body weight, serum glucose and cholesterol levels between the TPRKRL diet group and the control group (standard diet). In fact, the rats in the TPRKRL group experienced a relatively constant increase in body weight and glucose and cholesterol levels were susceptible to normal.Keywords: high protein; body weight; glucose; cholesterol
Pengaruh Pemberian Dehydrepiandrosterone (DHEA) Terhadap Paru-Paru Tikus Wistar Jantan Yang Terpapar Asap Rokok Sri Hardiyanti Asad; Aryadi Arsyad; Yulia Yusrini Djabir
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 11, No 2 (2022): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat112359582022

Abstract

This study investigated the effect of dehydroepiandrosterone on the lungs of male Wistar rats exposed to cigarette smoke. A total of 21 male Wistar rats were divided into 3 groups, namely the first group (negative control exposed to cigarette smoke for 14 days), the second group (given DHEA at a dose of 15 mg/kgBW and exposure to cigarette smoke), the third group (given DHEA at a dose of 30 mg/kgBW and exposure to cigarette smoke). DHEA was administered orally through a cannula 30 minutes before exposure to cigarette smoke with an exposure duration of about 25-40 minutes, equivalent to 4 cigarettes/day. After 14 days of experimentation, the rats were euthanized. Right lungs were harvested for malondialdehyde level measurement using the thiobarbituric acid reactive substance method measured by UV-Visible spectrophotometer at a wavelength of 532 nm. The left lungs were also harvested for histopathological examination. This study showed that pulmonary malondialdehyde levels in second and third group tended to be higher than in first group. Meanwhile, histopathological examination showed that the percentage of lung tissue damage in second and third group tended to be lower than in first group. Thus, it can be concluded that DHEA at doses of 15 and 30 mg/kgBW tended to act as a pro-oxidant but might potentially improve lung histology due to cigarette smoke exposure.
Pengaruh Pemberian Dehydroepiandrosterone (DHEA) terhadap Aktivitas Peroksidasi Lipid dan Kadar Nitrit Oksida pada Aorta Tikus Wistar Jantan yang Terpapar Asap Rokok Nila Ridhayani; Aryadi Arsyad; Yulia Yusrini Djabir
Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jkes.v10i2.349

Abstract

The research aimed to investigate the effect of dehydroepiandrosterone (DHEA) on lipid peroxidation activity and nitric oxide concentration in the aorta of male Wistar rats due to exposure to cigarette smoke. This study was a laboratory experiment using 21 rats that were divided into 3 groups: KN-14 (negative control that is given smoke exposure within 14 days), DHEA-1 (15 mg/kgBW + smoke exposure for 14 days), and DHEA-2 (30 mg/kgBW + smoke exposure for 14 days). The exposure was carried out in 25-45 minutes with 4 cigarettes/day. Surgery was performed in the 15th days to remove the aorta to examine malondialdehyde (MDA) as a biomarker of lipid peroxidation and nitric oxide (NO) concentration using Enzyme-linked Immunosorbent Assay (ELISA). The results showed that a significant increase in MDA concentrations was found in the group administered with DHEA, particularly at a dose of 30 mg/kgBW (p<0.05). Meanwhile, the administration of DHEA at doses of 15 and 30 mg/kgBW did not have a significant effect (p>0,05) on aortic NO concentrations compared to the group KN-14. Therefore, it can be concluded that the administration of DHEA could increase lipid peroxidation activity, as indicated by a significant increase in aortic MDA concentrations, without affecting aortic NO concentrations in rats exposed to cigarette smoke for 14 days