Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN SCAFOLDING DAN ARTIKULASI TERHADAP KECAKAPAN HIDUP DENGAN MEMPERHATIKAN EMOTIONAL QUESTION SISWA Suroto Suroto; Tedi Rusman; Erzal Syahreza Aswir
Jurnal Perspektif Pendidikan Vol 13 No 2 (2019): Jurnal Perspektif Pendidikan Vol 13 N0 2 Desember 2019
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpp.v13i2.638

Abstract

Students who lack life skills will tend to be difficult to achieve success. This study aims to determine the comparison of life skills of students whose learning uses Scaffolding and Articulation learning models by paying attention to students' Emotional Quetions (EQ). The research method used was quasi-experimental with a comparative approach. The research design used is treatment by level. The subjects in this study were students of class VIII MTs NU 5 Sekampung East Lampung. Testing the hypothesis of this study used a two-way variance analysis formula and two independent sample t-tests. The results of this study indicate (1) There are differences in life skills between students whose learning uses the Scaffolding and Articulation models in Integrated Social Studies subjects, (2) Life skills whose learning using the Scaffolding model is higher than using the Articulation model for students who have Emotional Quetions ( EQ) is high, (3) Life skills learning using the Articulation model is higher than using Scaffolding models for students who have low Emotional Quetions (EQ), (4) There is an interaction between the use of learning models and Emotional Quetions (EQ) on life skills .
Efikasi Diri, Lingkungan Keluarga dan Kebebasan Dalam Bekerja dan Pengaruhnya Terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa I Komang Wahyu Diana; I Komang Winatha; Suroto Suroto
Jurnal Produktivitas: Jurnal Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Pontianak Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Produktivitas: Jurnal Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Pontianak
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jpr.v9i1.3196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri, lingkungan keluarga dan kebebasan dalam bekerja terhadap minat berwirausaha pada mahasiswa Pendidikan Ekonomi. Metode dalam penelitian ini menggunakan deskriptif verifikatif dengan pendekatan ex post facto dan survey. Populasi dalam penelitiaan ini adalah mahasiswa aktif Pendidikan Ekonomi angkatan 2017-2020. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 73 orang mahasiswa dengan teknik pengambilan sampel nonprobability sampling dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan angket/kuesioner. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji t dan F serta diolah dengan program SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada pengaruh efikasi diri, lingkungan keluarga dan kebebasan dalam bekerja terhadap minat berwirausaha pada mahasiswa Pendidikan Ekonomi dengan kadar determinasi sebesar 0,523 atau 52,3% minat berwirausaha dipengaruhi oleh efikasi diri, lingkungan keluarga dan kebebasan dalam bekerja, sisanya yaitu sebesar 47,7% dipengaruhi oleh faktor lain.
The effectiveness of secondary education affirmation program (ADEM) for repatriated students in Indonesia: A case study in Lampung province on Sumatra island I Komang Winatha; Albet Maydiantoro; Suroto Suroto; Fanni Rahmawati; Yon Rizal
International Journal of Educational Studies in Social Sciences (IJESSS) Vol. 1 No. 1 (2021): International Journal of Educational Studies in Social Sciences
Publisher : Lighthouse Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.452 KB) | DOI: 10.53402/ijesss.v1i1.1

Abstract

The Secondary Education Affirmation Program (ADEM) for repatriated students is an effort made by the Indonesian government to provide educational services for students who have difficulties accessing education abroad. The aim of this study was to investigate the effectiveness of the government program implementation in Lampung province on Sumatera island, Indonesia. This study adopted a qualitative approach using interviews for data collection. The collected data were then descriptively analyzed. The result indicates that ADEM program is an effective way for providing access to proper education for repatriated students. However, several learning difficulties during the program implementation, such as differences in language, culture, food, and facilities, need to be taken into account. The study’s limitations with several suggestions for future research are also discussed.
HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN CRH DAN MAKE A MATCH DENGAN MEMPERHATIKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA NOVITA SARI; TEDI RUSMAN; SUROTO SUROTO; YON RIZAL
Pekobis : Jurnal Pendidikan, Ekonomi, dan Bisnis Vol 5, No 1 (2020): PEKOBIS
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pekobis.v5i1.P41-51.9479

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar dan interaksi siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay (CRH) dan Make A Match. Adapun penggunaan kedua model tersebut juga diteliti dengan memperhatikan motivasi belajar siswa. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode Quasi Eksperiment dengan desain treatment by level. Data dikumpulkan dengan cara observasi, angket, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan t-test Independen Dua Sampel dan Analisis Varian Dua Jalan (ANOVA). Penelitian ini dilakukaan di SMPN 2 Tulang Bawang Tengah yang memiliki populasi 6 (enam) kelas dengan sejumlah 188 siswa dan diambil sampel 2 (dua) kelas sebanyak 63 siswa yang di tentukkan melalui teknik Cluster Random Sampling. Penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran CRH dan Make A Match dengan nilai Fhitung > Ftabel atau 33,687 > 3,14, model pembelajaran CRH lebih efektif daripada Make A Match pada siswa baik yang memiliki motivasi belajar tinggi (thitung > ttabel atau 2,943 > 2,109), sedang (Thitung > Ttabel atau 2,389 > 2,063) dan rendah (Thiting > Ttabel atau 4,525 > 2,119), serta terdapat interaksi antara model pembelajaran yang diterapkan dengan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu yang ditunjukkan oleh Fhiting > Ftabel atau 4,316 > 3,16.
Using Multimedia in Business Communication Learning: Case studies to Improve Vocational Students Business Presentations. Nurdin Hidayat; Suroto Suroto
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 1 (2023): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i1.2278

Abstract

Unemployment in Indonesia is more dominated by SMK graduates compared to other graduates. This phenomenon indicates that learning at SMK must be improved immediately. This study aims to provide an overview of multimedia learning enhancing vocational students' business presentation competence. This research focuses on knowing the differences in business presentation competencies between Vocational School students majoring in marketing who use multimedia-based digital touch. This study used a quasi-experimental design. This study's population was class X students majoring in Vocational School marketing in Bandar Lampung with a sample. The experimental class was class X PM 1 SMK PGRI Bandar Lampung while the control class was class X PM 1 SMK Negeri 7 Bandar Lampung. This study revealed significant differences in business presentation competencies between the experimental and control groups. The use of multimedia learning can improve the competence of business presentations.
OPTIMALISASI KONSEP STUDENT CORNER SEBAGAI PENUNJANG LITERASI MAHASISWA Maskun Maskun; Tedi Rusman; Suroto Suroto; Rahmawati Rahmawati
Jurnal Pengabdian Sosial Indonesia Vol 2, No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Sosial Indonesia (JPSI)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.345 KB)

Abstract

Kampus memiliki peranan yang sangat penting dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui literasi. Literasi menjadi hal pokok dalam mengedukasi mahasiswa untuk meningkatkan kesejahteraan dan kondisi sosialnya. Sebagai penunjang literasi kampus menyediakan student corner sebagai tempat mahasiswa mengerjakan tugas dan sebagainya. Student corner adalah tempat yang dimana sering ditemui mahasiswa yang sedang beristirahat maupun mengerjakan tugas. Karena hal inilah student corner menjadi tempat yang strategis untuk meningkatkan pengetahuan, interaksi, maupun literasi. Optimalisasi konsep student corner ini penting dilakukan agar menambah menarik dan menambah kenyamanan mahasiswa. Dalam hal ini student corner berperan penting untuk menunjang literasi mahasiswa. Pengabdian ini dilaksanakan di FKIP Universitas Lampung. Tujuan dari pengabdian ini untuk meningkatkan literasi mahasiswa dalam bentuk optimalisasi konsep student corner. Pengabdian diberikan dalam bentuk pemberian gambar, poster, dan penunjang kenyamanan student corner selain itu ada sosialiasi, diskusi kepada mahasiswa serta evaluasi dengan memberikan pretest dan postes.Kata Kunci: Konsep student corner, literasiDoi: http://dx.doi.org/10.23960/JPSI/v2i1.28-33
STRATEGI PROMOSI PONDOK PESANTREN DARUSSA’ADAH KH ASYIKIN BANDAR LAMPUNG MELALUI OPTIMALISASI MEDIA SOSIAL YOUTUBE Imam Mahmud; Ridho Sholehurrohman; Suroto Suroto; Junaidi Junaidi
Jurnal Pengabdian Sosial Indonesia Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Sosial Indonesia (JPSI)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.778 KB)

Abstract

Perkembangan media sosial di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat setiap tahunnya. Masyarakat banyak mempergunakan media sosial dalam menjalankan aktivitas keseharian sehingga peranan media sosial dalam segala kegiatan tersebut dibutuhkan dalam menjaga keberlangsungannya. Salah satu kelebihan media sosial yang dipergunakan ialah sebagai media promosi dalam segala bentuk penyiaran seperti YouTube ini untuk menjalin komunikasi agar dapat meningkatkan volume dengan melakukan pameran, periklanan, demonstrasi, dan usaha lainnya. Strategi yang perlu dilakukan oleh lembaga pendidikan nonformal yakni pondok pesantren persoalan ini penting untuk dipahami bahwa sistem pendidikan pondok pesantren juga harus ikut serta diperkenalkan kepada masyarakat khususnya masyarakat Islam di Indonesia. Berdasarkan analisis pengurus pondok pesantren Darussa’adah memiliki kesiapan sumberdaya yang cukup untuk mengkombinasikan pemanfaatkan teknologi sosial media YouTube menjadikan peluang yang baik bagi Pondok Pesantren Darussa’adah KH Asyikin di Bandar Lampung dalam mempromosikan pondok pesantrennya. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk melakukan transfer pengetahuan dalam analisis mengelola media social YouTube. Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan pemanfaatan media sosial YouTube telah dilakukan dengan baik dan mampu meningkatkan kemampuan pengurus dan santri dalam mengelola media social YouTube. Hal ini sesuai dengan hasil kuesioner yang menyatakan bahwasannya 88% peserta memahami materi peserta memahami materi yang diberikan.Kata Kunci : Pondok Pesantren, Promosi, Media Sosial, YouTubeDoi: https://dx.doi.org/10.23960/JPSI/v3i1.1-7 
PELATIHAN MODERNISASI PEMBELAJARAN BAGI GURU SMK DI BANDAR LAMPUNG Suroto Suroto; Fanni Rahmawati; Rahmah Dianti Putri
Jurnal Pengabdian Sosial Indonesia Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Sosial Indonesia (JPSI)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.637 KB)

Abstract

Vocational High Schools (SMK), which have been the majority of schools producing unemployment, must immediately pay attention. The lack of optimal educational goals is also indicated because the teacher is less skilled in choosing and utilizing the facilities provided so that learning runs monotonously and is difficult for students to accept. Learning multimedia is one of the media that can be used by teachers so that learning goes well, is not monotonous, and can foster student learning motivation. Descriptive-explanative writing method with a qualitative approach, which aims to provide an understanding of the modernization of teacher learning in SMK. This service consists of several trainings and counseling which aim to provide understanding to teachers so that they have additional skills in choosing and making multimedia learning. With the skills possessed by the teacher, it is hoped that learning will be good, innovative and can get maximum results.Keywords: Multimedia, Skills, Teachers, Vocational High SchoolsDoi: https://dx.doi.org/10.23960/JPSI/v3i1.17-22
STRATEGI PENINGKATAN SELF-DIRECTED LEARNING MELALUI PEMAHAMAN LITERASI PADA ONLINE LEARNING Suroto Suroto; I Komang Winatha; Fanni Rahmawati
Jurnal Pengabdian Sosial Indonesia Vol 2, No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Sosial Indonesia (JPSI)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.098 KB)

Abstract

Peningkatan nalar kemampuan mahasiswa untuk berinisiatif dan memiliki tanggung jawab dengan penuh kesadaran dalam belajar secara mandiri (self directed learning) tentu menjadi perhatian saat ini. Dalam situasi pembelajaran yang dilakukan secara daring artinya tanpa tatap muka dengan pendidik secara langsung, setiap mahasiswa dituntut untuk memiliki kemampuan menentukan strategi dalam belajar, dan kemampuan evaluasi secara mandiri dengan baik, keterampilan intrapersonal tiap-tiap mahasiswa akan terlihat. Kegiatan Self directed learning tidak dapat dipisahkan dengan pemahaman akan pentingnya literasi, kemandirian mahasiswa dalam belajar secara mandiri akan mudah dicapai apabila mahasiswa telah memiliki kemampuan ketika memahami dan mengolah berbagai informasi yang ditemui ketika membaca atau menulis. Pembelajaran yang saat ini dilaksanakan secara virtual atau dalam jaringan tentu memperluas ragam informasi dan sumber belajar, pengusaan literasi berbasis data yang tidak hanya mengandalkan buku teks. Kegiatan dalam pengabdian ini difokuskan untuk mengoptimalkan kemandirian mahasiswa dalam belajar dengan meningkatkan kemampuan literasi pada pembelajaran daring.Kata kunci: Literasi, Online Learing, Self directed learningDoi: http://dx.doi.org/10.23960/JPSI/v2i1.22-27
PENDAMPINGAN BRANDING, PACKAGING DAN DIGITAL MARKETING PADA PRODUK OLAHAN SINGKONG BAGI PELAKU UMKM Winatha, I Komang; Suroto, Suroto; Rusman, Tedi
Jurnal Pengabdian Sosial Indonesia Vol 3, No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Sosial Indonesia (JPSI)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKUsaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peran penting dalam perekonomian Indonesia. Namun, adaptasi dan inovasi terhadap perkembangan digital merupakan tantangan utama, khususnya bagi UMKM di Kecamatan Bumi Nabung, Lampung Tengah yang bergerak dalam produk olahan singkong. Artikel ini mengkaji implementasi program pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas UMKM di bidang branding, packaging, dan digital marketing. Melalui metode partisipatif dan pendekatan kualitatif, program ini dilaksanakan melalui serangkaian pelatihan, diskusi, dan praktek lapangan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM. Meskipun demikian, kendala teknologi informasi menjadi hambatan utama yang memerlukan dukungan berkelanjutan dan sumber daya tambahan. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan holistik dan terintegrasi dalam pengembangan UMKM dan menunjukkan potensi dampak jangka panjang program ini terhadap keberlanjutan dan daya saing UMKM di Indonesia. Kata Kunci : Digital Marketing, Pendampingan UMKM, Produk Olahan Singkong  ABSTRACTMicro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in the Indonesian economy. However, adaptation and innovation to digital developments are major challenges, especially for MSMEs in Bumi Nabung District, Central Lampung which are engaged in processed cassava products. This article examines the implementation of mentoring programs aimed at increasing the capacity of MSMEs in the fields of branding, packaging, and digital marketing. Through participatory methods and qualitative approaches, this program is implemented through a series of training, discussions, and field practices. The results showed a significant increase in the knowledge and skills of MSME actors. However, information technology constraints are a major obstacle that requires ongoing support and additional resources. This research underscores the importance of a holistic and integrated approach in MSME development and shows the potential long-term impact of this program on the sustainability and competitiveness of MSMEs in Indonesia. Keywords: Cassava Processed Products, Digital Marketing, MSME Assistance