Articles
The Effectiveness of Inhaled Rosemary essential Oil in Improving Hemoglobin Concentration and Reducing Anemia Symptoms Among Pregnant Women
Retnaningsih, Reny;
Wijayanti, Tut Rayani Aksohini;
Sulistiyah, Sulistiyah;
Alim, Zainal
Health Dynamics Vol 2, No 6 (2025): June 2025
Publisher : Knowledge Dynamics
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33846/hd20605
Background: Anemia during pregnancy is a global health concern that affects both maternal and fetal well-being. Iron supplementation is the primary treatment. However, its effectiveness is often hindered by poor adherence due to gastrointestinal side effects. Rosemary (Rosmarinus officinalis L.) essential oil has demonstrated antioxidant and hematopoietic potential, suggesting its utility as a complementary therapy. This study aims to evaluate the effectiveness of inhaled rosemary essential oil in improving hemoglobin concentration and reducing anemia releated symptoms among second trimester pregnant women with mild to moderate anemia. Methods: A quasi-experimental pretest-posttest control group design was utilized with 60 pregnant women who were randomly assigned to intervention (n=30) and control (n=30) groups. The intervention group inhaled rosemary essential oil for 15 minutes twice day throughout a duration of four weeks, while both groups continued iron supplementation. Hemoglobin levels were measured pre and post intervention using a hematology analyser, and anemia symptoms (fatigue, dizziness and shortness of breath) were assessed using the Visual Analog Scale (VAS). Results: The intervention group showed a significantly greater increase in hemoglobin levels compared to the control group (+1,20 g/dL vs. +0,40 g/dL; p<0,001), indicating improvement in clinical symptoms of anemia. Conclusions: Inhalation of rosemary essential oil signicantly improves hemoglobin concentration and alleviates anemia related symptoms in pregnant women. It offers a safe, natural and non-invasive complementary approach to enhance maternal health during pregnancy.
Pengaruh hipnoterapi terhadap intensitas nyeri haid pada remaja putri
Barata, Cayla Axel;
Retnaningsih, Reny;
Widiatrilupi, Raden Maria Veronika
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34305/jphi.v5i2.1659
Latar Belakang: Dismenore merupakan nyeri saat menstruasi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu metode non-farmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri adalah hipnoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hipnoterapi terhadap intensitas dismenore pada remaja putri di SMP Advent Malang.Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan one-group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 29 responden dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi skala nyeri sebelum dan setelah diberikan hipnoterapi. Analisis data menggunakan uji Paired t-test untuk mengetahui perbedaan tingkat nyeri sebelum dan sesudah intervensi.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata intensitas nyeri sebelum diberikan hipnoterapi adalah 3,69, dengan tingkat nyeri minimum 1 dan maksimum 6. Setelah diberikan hipnoterapi, rata-rata nyeri menurun menjadi 1,72, dengan tingkat nyeri minimum 0 dan maksimum 6. Uji statistik menunjukkan nilai p value = 0,001 < 0,005, yang berarti terdapat pengaruh signifikan hipnoterapi terhadap intensitas dismenore.Kesimpulan: Hipnoterapi efektif dalam menurunkan intensitas dismenore pada remaja putri.
Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Kehamilan dengan Kesiapan Persalinan pada Remaja Hamil di PMB Subaedah I, A.Md.Keb, Karangploso
Ningrum, Salsabila Meilian Putri;
Retnaningsih, Reny
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/irje.v5i4.3150
Kehamilan pada remaja merupakan salah satu isu kesehatan masyarakat yang berdampak signifikan terhadap ibu dan bayi. Pengetahuan tentang kehamilan menjadi faktor penting yang memengaruhi kesiapan persalinan, khususnya pada kelompok remaja hamil yang berisiko tinggi mengalami komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang kehamilan dengan kesiapan persalinan pada remaja hamil di PMB Subaedah I, A.Md.Keb Karangploso. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional pada 30 responden ibu hamil yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup yang mengukur tingkat pengetahuan tentang kehamilan risiko tinggi dan kesiapan persalinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kurang (43,3%) dan kesiapan persalinan kurang (33,3%). Seluruh responden dengan pengetahuan baik memiliki kesiapan persalinan yang baik, sedangkan tidak ada satu pun responden dengan pengetahuan kurang yang memiliki kesiapan persalinan baik. Hasil analisis menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kesiapan persalinan (p = 0,000; r = 0,915). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan ibu hamil, maka semakin baik pula kesiapan mereka dalam menghadapi persalinan. Intervensi edukatif seperti penyuluhan kesehatan dan kelas ibu hamil sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan persalinan, khususnya pada remaja hamil.
PENGARUH PEMBERIAN MAKAN TAMBAHAN (PMT) PANGAN LOKAL TERHADAP STATUS GIZI PADA BALITA GIZI KURANG DI WILAYAH KERJA PONKESDES WOTGALIH YOSOWILANGUN LUMAJANG
Fitria, Lailatul;
Retnaningsih, Reny
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46978
Masalah gizi pada balita masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Salah satu strategi intervensi yang dapat diterapkan adalah pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal yang terjangkau dan sesuai budaya setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian PMT pangan lokal terhadap status gizi balita gizi kurang di wilayah kerja Ponkesdes Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimental dengan desain pretest-posttest with control group. Sampel terdiri dari 32 balita, 23 dalam kelompok intervensi dan 9 dalam kelompok kontrol. PMT diberikan selama 7 minggu dalam bentuk kudapan bergizi berbahan lokal. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata Z-score status gizi kelompok intervensi meningkat dari -2,5174 menjadi -2,1357, dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Sedangkan pada kelompok kontrol hanya meningkat dari -2,1111 menjadi -2,1022, dengan p=0,035. Hasil ini menunjukkan bahwa PMT pangan lokal secara signifikan dapat meningkatkan status gizi balita. Intervensi ini diharapkan dapat menjadi alternatif strategi pemerintah dalam penanggulangan gizi kurang secara berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal.
Pengaruh Pemberian Pijat Tuina Terhadap Nafsu Makan dan Berat Badan pada Balita (Literature Review)
Kusuma Wardani, Anisa Widhianti;
Retnaningsih, Reny
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 5, No 1 (2025): J-BIKES JULI
Publisher : Mata Pena Madani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51849/j-bikes.v5i1.120
Balita ialah kelompok usia rentan pada gangguan pertumbuhan akibat kurangnya asupan gizi. Salah satu penyebab utama adalah rendahnya nafsu makan. Pijat Tuina, sebagai metode terapi komplementer dari pengobatan tradisional Tiongkok, diketahui mampu merangsang titik-titik meridian tubuh yang berhubungan dengan sistem pencernaan dan metabolisme. Studi ini mempunyai tujuan demi mengetahui dampak pijat tuina pada meningkatnya nafsu makan serta berat badan untuk balita berdasarkan temuan studi terdahulu. Artikel ini merupakan tinjauan literatur dengan pendekatan naratif, menelaah 10 artikel ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2019 hingga 2024. Literatur yang dikaji mencakup subjek balita usia 1–5 tahun dengan nafsu makan rendah. Sebagian besar studi menunjukkan bahwa pijat tuina berdampak signifikan pada meningkatnya nafsu makan serta berat badan balita. Teknik yang digunakan mencakup tekanan, gesekan, dan stimulasi titik-titik tertentu di perut, punggung, kaki, dan tangan. Intervensi dengan durasi minimal 6 hari dan frekuensi 3 kali per minggu menunjukkan hasil paling konsisten. Selain peningkatan nafsu makan, beberapa studi juga mencatat peningkatan kualitas tidur dan status gizi balita. Pijat tuina terbukti memiliki pengaruh positif terhadap nafsu makan dan berat badan balita. Teknik ini dapat digunakan sebagai terapi tambahan yang aman dan mudah diterapkan dalam layanan kesehatan anak. Penelitian lebih lanjut dengan desain acak terkontrol dan protokol intervensi yang terstandar diperlukan untuk memperkuat bukti ilmiah
HUBUNGAN ANTARA PERKAWINAN USIA MUDA DAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA GEDOG KULON, KECAMATAN TUREN, KABUPATEN MALANG
Riskawati, Evi Denik;
Retnaningsih, Reny
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47840
Perkawinan usia muda merupakan fenomena sosial yang masih sering terjadi di Indonesia dan berpotensi meningkatkan risiko masalah kesehatan pada anak, termasuk stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perkawinan usia muda dengan kejadian stunting pada balita di Desa Gedog Kulon, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 32 ibu yang memiliki balita berusia 2 bulan hingga 5 tahun. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan buku KIA, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rho.Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia perkawinan muda dengan kejadian stunting (p=0,033), dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,378 yang menunjukkan hubungan negatif dengan kekuatan sedang.Terdapat hubungan bermakna antara perkawinan usia muda dan kejadian stunting. Penundaan usia pernikahan dapat menjadi salah satu strategi pencegahan stunting di tingkat masyarakat.
PENGARUH AKUPRESURE TITIK SP6 TERHADAP DURASI KALA 1 PERSALINAN FASE AKTIF PADA IBU PRIMIPARA DI WILYAH KERJA PUSKESMAS KETAWANG
achmad, rulita;
Retnaningsih, Reny
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47879
Persalinan lama pada ibu primipara dapat meningkatkan risiko komplikasi dan kematian ibu maupun bayi. Intervensi nonfarmakologis seperti akupresur titik SP6 diketahui dapat merangsang kontraksi uterus dan mempercepat proses persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh akupresur titik SP6 terhadap durasi kala I persalinan fase aktif pada ibu primipara. Desain penelitian ini adalah quasi-eksperimental dengan pendekatan posttest only control group design. Sampel berjumlah 40 ibu primipara yang dibagi menjadi dua kelompok: 20 responden kelompok intervensi dan 20 kelompok kontrol. Akupresur diberikan pada titik SP6 saat fase aktif, dan durasi persalinan diukur menggunakan partograf. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara kedua kelompok, dengan nilai p = 0,009, yang menunjukkan bahwa akupresur titik SP6 dapat memperpendek durasi kala I fase aktif. Akupresur titik SP6 efektif dalam mempercepat durasi persalinan kala I fase aktif dan dapat digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis yang aman dalam praktik asuhan kebidanan.
NUTRITION-BASED EDUCATION TO PREVENT ANEMIA: THE EFFECT OF PSIDIUM GUAJAVA L. AND PHOENIX DACTYLIFERA PUDDING ON HEMOGLOBIN LEVELS AMONG ADOLESCENT
Iriyanti, Adelia Dwi;
Retnaningsih, Reny
EDUCATIONE Volume 3, Issue 2, July 2025
Publisher : CV. TOTUS TUUS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59397/edu.v3i2.93
Iron-deficiency anemia remains a critical public health issue among adolescent girls, particularly in rural areas with limited access to nutrition education and supplementation. Red guava (Psidium guajava L.) and dates (Phoenix dactylifera) are known to contain vitamin C and iron, respectively, which are essential for hemoglobin synthesis. This study aims to evaluate the effect of consuming pudding made from red guava and dates on hemoglobin (Hb) levels in female adolescents with anemia in Lebakadi Village, Lamongan Regency. A quasi-experimental non-equivalent control group design was used involving 60 adolescent girls aged 14–17 years. Participants were divided into an intervention group (n=30) receiving 100g/day of guava-date pudding for 14 days and a comparison group (n=30) receiving placebo pudding. Hb levels were measured pre- and post-intervention using a digital hemoglobinometer. Data were analyzed with paired and independent sample t-tests (p<0.05). The treatment group showed a significant increase in mean Hb levels from 10.43±0.31 g/dL to 12.00±0.55 g/dL (p=0.000), while the comparison group showed no significant change (11.45±0.25 g/dL to 11.47±0.27 g/dL, p=0.229). No adverse effects were reported. Guava-date pudding significantly improves Hb levels in anemic adolescent girls. This intervention is culturally appropriate, well-accepted, and effective as a non-pharmacological strategy. The findings support the implementation of food-based anemia prevention programs in schools and rural health posts. Future research should involve a larger, more diverse sample and include additional biomarkers such as ferritin and TIBC.
PENGARUH BIRTHBALL TERHADAP LAMA KALA 1 FASE AKTIF PERSALINAN DI TPMB MARIJAM ZUBAIDA LUMAJANG
Alfianita, Nufen;
Retnaningsih, Reny
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47185
Kala 1 persalinan merupakan tahap awal dimulai sejak awal kontraksi hingga pembukaan lengkap. Lama kala 1 sangat bervariasi antar individu, namun jika berlangsung terlalu lama dapat menimbulkan risiko bagi ibu dan bayi. Upaya non farmakologis yang efektif untuk mempercepat pembukaan dengan penggunaan birthball. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh intervensi birthball terhadap lama kala 1 persalinan di TPMB Marijam Zubaida Lumajang. Jenis penelitian pre eksperimental dengan desain pretest posttest design. Populasi seluruh ibu bersalin normal dengan tafsiran persalinan pad abulan Maret-April 2025. Sebanyak 30 partisipan ditetapkan sebagai sampel melalui metode purposive sampling. pengolahan data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon sign rank test. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi birthball diberikan, mayoritas ibu bersalin berada dalam kategori durasi normal sebanyak 18 orang (60%), sementasa normal sebanyak 24 ibu bersalin (80%). Hasil analisis menggunakan uji wilcoxon sign rank menunjukkan nilai p-value 0,000 < α = 0,05, berarti signifikan. Ada pengaruh birthball terhadap lama kala 1 fase aktif persalinan di TPMB Marijam Zubaida Lumajang.
VIRGIN COCONUT OIL (VCO) TERHADAP TIPE DIAPER RASH PADA BAYI USIA 6-9 BULAN
Sri Purwanti, Anik;
Reny Retnaningsih
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (236.302 KB)
|
DOI: 10.47701/sikenas.vi.1659
Diaper rash atau ruam popok (penyakit kulit popok) adalah ruam merah terang disebabkan oleh iritasi kulit terkena urin dan kotoran yang berlangsung lama dan diaper rash sering disebabkan oleh bakteri. Salah satu tindakan alami untuk mengatasi masalah diaper rash ini adalah dengan memberikan perawatan kulit menggunakan virgin coconut oil (VCO). Tujuan dari peneliti adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian virgin coconut oil (VCO) terhadap tipe diaper rash pada bayi usia 6-9 bulan di PMB Sri Andayani A.Md.Keb. Penelitian ini menggunakan pendekatan pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah semua bayi yang mengalami diaper rash usia 6-9 bulan sejumlah 12 responden. Sampel yang diambil sejumlah 12 orang menggunakan Total Sampling. Instrument penelitian ini menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan setelah pemberian virgin coconut oil (VCO) terhadap tipe diaper rash pada bayi usia 6-9 bulan menghasilkan Ï value < α (0.002< 0,05). Uji statistic menggunakan uji Wilcoxon Kesimpulan yang dapat diperoleh yaitu ada pengaruh pemberian virgin coconut oil terhadap diaper rash pada bayi usia 6-9 bulan. Saran untuk ibu yaitu diharapkan ibu yang mempunyai masalah diaper rash pada bayinya untuk dapat menggunakan virgin coconut oil dalam mengurangi masalah diaper rash karena VCO lebih aman dari pada menggunakan obat obatan berbahan kimia