Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang HIV di Sekolah dalam Eliminasi Stigma Pada Orang Dengan HIV/AIDS Ismail, Rita; Syafdewiyani, Syafdewiyani; Yona, Sri
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 9 No. 1 (2023): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v9i1.167

Abstract

dengan angka 70.509 sejak 1987 hingga Desember 2020. Kemenkes melaporkan terdapat 31% kasus AIDS usia 21-29 tahun yang mengindikasikan mereka terinfeksi sejak usia muda/remaja, 5 – 10 tahun sebelumnya. Orang hidup dengan HIV (ODHA) tidak hanya berjuang dengan masalah kesehatan tetapi juga stigma dari lingkungannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan mengenai HIV dalam eliminasi stigma terhadap ODHA pada siswa SMPN di Jakarta Timur. Metode: Penelitian kuasi eksperimen berupa pemutaran video, pemberian mengenai HIV dan stigma pada ODHA, pembagian booklet, dan penjelasan video serta booklet. Data dianalisis menggunakan T-test. Hasil: Terdapat 71 respoden dalam penelitian. Terjadi peningkatan pengetahuan mengenai HIV dan penurunan yang signifikan pada stigma pada ODHA setelah dilakukan intervensi (p value <0,05). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara stigma pada ODHA dengan jenis kelamin, kelas, pendidikan ayah, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, dan info mengenai HIV. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan signifikan antara stigma pada ODHA dengan pengetahuan mengenai (p value = 0,002 dengan korelasi -0,36). Kesimpulan: Semakin tinggi pengetahuan mengenai HIV maka semakin rendah stigma pada ODHA. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan dalam mengembangkan program untuk dalam upaya eliminasi stigma pada ODHA pada siswa SMP dengan menggunakan media berupa video dan booklet.  
CORRELATION BETWEEN KNOWLEDGE AND PERCEPTION WITH THE WILLINGNESS OF HUMAN PAPILLOMAVIRUS VACCINATION IN ADOLESCENTS Maulida, Mutia; Samaria, Dora; Ismail, Rita; Marcelina, Lina Ayu
Journal of Islamic Nursing Vol 10 No 2 (2025): Journal of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/join.v10i2.58482

Abstract

The HPV vaccine has been proven effective in reducing cervical cancer. Currently, the free HPV vaccination program is accessible for 11-12-year-old girls, while those outside this age range must undergo self-funded vaccination at healthcare facilities. This quantitative cross-sectional study using Spearman Rank correlation aimed to determine the relationship between knowledge, perception, and willingness to receive HPV vaccine among 190 girl students from a junior high school in Jakarta. Stratified random sampling was employed. The results showed that the average age of respondents was 13.97 years, with the majority in grade 9, parents with high school/equivalent education, income below the minimum wage, and had never received information about HPV. Spearman test results a p-value = 0.000 and r = 0.389 for the variable of knowledge and willingness to vaccinate indicating there is significant relationship, and a p-value = 0.036, r = 0.153 for the variable of perception and willingness indicating there is relationship between the two. There is a relationship between knowledge and willingness to receive HPV vaccine, as well as between perception and willingness, with both showing a positive correlation. It is hoped that the HPV vaccination program will be optimized among adolescent girls to achieve WHO target.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MENGENAI KESEHATAN REPRODUKSI DI DEPOK Hanifah, Laily; Apriningsih, Apriningsih; Ardhiyanti, Lusyta Puri; Ismail, Rita; Purbasari, Ayu Anggraeni Dyah; Angraeni, Fitri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35623

Abstract

Abstrak: Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial, sehingga remaja membutuhkan pemahaman yang baik mengenai kesehatan reproduksi. Namun, masih banyak remaja dan ibu kader yang memiliki pengetahuan terbatas terkait isu kesehatan reproduksi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja dan ibu kader mengenai kesehatan reproduksi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada kelompok remaja dan kader di Kecamatan Cilodong, dengan total 18 responden sebagai peserta. Metode edukasi yang digunakan adalah ceramah dengan penyampaian materi interaktif. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang terdiri dari 10 soal, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test adalah 5,72 dan meningkat menjadi 9,78 pada post-test dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 71% setelah diberikan edukasi. Dengan demikian, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja dan ibu kader mengenai kesehatan reproduksi.Abstract: Adolescence is a transitional period marked by physical, psychological, and social changes, during which adequate understanding of reproductive health is essential. However, many adolescents and community health cadres still have limited knowledge regarding reproductive health issues. Therefore, this community service activity aimed to improve the knowledge of adolescents and health cadres about reproductive health. This community service activity was carried out among youth groups and cadres in Cilodong Subdistrict, with a total of 18 respondents participating. The educational method applied was a lecture with interactive material delivery. Evaluation was conducted using pre-test and post-test questionnaires consisting of 10 questions, and data were analyzed using the Wilcoxon test. The results showed that the average pre-test score was 5.72, which increased to 9.78 in the post-test with a p-value of 0.000 (p<0.05). There was a 71% improvement in knowledge after the educational intervention. Thus, this activity was effective in enhancing the knowledge of adolescents and health cadres regarding reproductive health.
EDUKASI KESEHATAN KEHAMILAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESELAMATAN IBU HAMIL DI KOTA DEPOK Hanifah, Laily; Herawati, Netti; Ismail, Rita; Arini, Firlia Ayu; Oktarina, Mona
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33920

Abstract

Abstrak: Pengetahuan tentang kesehatan kehamilan memiliki peranan yang penting untuk mendukung keselamatan ibu, penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), dan pengoptimalan seribu hari pertama kehidupan bagi anak. Ibu hamil yang memiliki pengetahuan baik mampu mengenali tanda bahaya secara dini, mengambil keputusan tepat, menjalani pemeriksaan rutin, serta merencanakan persalinan dan kehamilan berikutnya dengan lebih matang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan hard skill berupa pengetahuan kesehatan kehamilan melalui edukasi. Metode kegiatan mencakup pengerjaan pre-test, pemaparan materi, praktik dan tanya jawab, serta pengerjaan post-test. Soal pre-test dan post-test berjumlah 10 soal. Kegiatan berlangsung di posyandu yang menjadi wilayah kerja dari Puskesmas Kecamatan Limo, Kota Depok, terdiri dari Kelurahan Grogol, Limo, Meruyung, dan Krukut pada bulan Mei sampai Juli 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 38 ibu hamil. Hasil yang dicapai yaitu peningkatan pengetahuan antara sebelum dan sesudah edukasi berdasarkan nilai rata-rata sebesar 69,27%. Pemberian edukasi bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai kesehatan kehamilan sehingga program ini perlu dilaksanakan secara berkala serta mengembangkan media edukasi agar informasi semakin mudah diterima dan diingat oleh ibu hamil.Abstract: Knowledge about antenatal care plays an important role in supporting maternal health, reducing the maternal mortality ratio (MMR), and optimizing the first thousand days of life for children. Pregnant women with good knowledge can conduct early detection of dangerous signs, make informed decisions, complete antenatal care, carefully plan for childbirth and further pregnancies. This activity aims to improve knowledge of pregnancy health through education. The activitiesy includes a pre-testing, a presentation of material presentation, practice, a question-and-answer session, and a post-testing. The pre-test and post-test each contain 10 questions. The activity took place in the working area of Limo Health Center in Depok City, consisted of 4 sub-districts: Grogol, Limo, Meruyung, and Krukut. A total of 38 pregnant women participated in the activity from May to July 2025. The results showed a significant improve in knowledge, with an average increase of 69.27% from before to after the educational intervention. These educational programs should be implemented regularly to improve pregnant women's knowledge of antenatal care, and educational media should be developed to make information more easily received and memorized.
PENGUATAN KAPASITAS MELALUI EDUKASI PENCEGAHAN ANEMIA DAN OBESITAS PADA DUTA DAN KADER PENDAMPING KAMPUNG SEHAT BEBAS ANEMIA (SAE) Apriningsih, Apriningsih; Syarifah, Ismi Farah; Anggiruling, Dwikani Oklita; Angraeni, Fitri; Sholihah, Nur; Wasir, Riswandy; Ismail, Rita; Fikri, Al Mukhlas
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35173

Abstract

Abstrak: Remaja putri rentan mengalami double malnutrition, yakni obesitas dan anemia, yang berdampak pada kesehatan reproduksi dan kualitas hidup; Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas Duta SAE dan kader pendukung Kampung SAE dalam pencegahan obesitas, anemia, serta promosi kesehatan reproduksi; Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan tentang obesitas, anemia, dan kesehatan reproduksi kepada 18 peserta, dilanjutkan dengan demo dan simulasi pengolahan pangan lokal. Evaluasi efektivitas dilakukan dengan pre-test dan post-test; Terdapat peningkatan pengetahuan peserta. Sebanyak 83,3% (15 orang) meraih nilai 100, 11,1% (2 orang) nilai 90, dan 5,6% (1 orang) nilai 80. Tidak ada nilai di bawah 80 pada post-test. Rata-rata skor meningkat dari 92,22 menjadi 97,78; nilai minimum naik dari 70 ke 80, sementara maksimum tetap 100. Hasil ini menunjukkan peningkatan hardskill peserta dalam memahami pencegahan anemia dan obesitas.Abstract: Adolescent girls are vulnerable to double malnutrition, namely obesity and anemia, which affect reproductive health and quality of life. This service aims to improve the capacity of SAE Ambassadors and SAE Village supporters in preventing obesity and anemia, as well as promoting reproductive health. The activity was carried out through counseling on obesity, anemia, and reproductive health to 18 participants, followed by demonstrations and simulations of local food processing. The effectiveness was evaluated through pre-tests and post-tests. There was an increase in the participants' knowledge. A total of 83.3% (15 people) scored 100, 11.1% (2 people) scored 90, and 5.6% (1 person) scored 80. No one scored below 80 on the post-test. The average score increased from 92.22 to 97.78; the minimum score rose from 70 to 80, while the maximum remained at 100. These results indicate an improvement in participants' hard skills in understanding the prevention of anemia and obesity.