Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Peningkatan Profesionalisme Prajurit Melalui Optimalisasi Gaji, Tunjangan Kinerja dan Insentif pada Korem 182/Jazira Onim Ternalemta Ternalemta; Bambang Kustiawan; George Royke Deksino; Sigit Purwanto
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8129

Abstract

Profesionalisme prajurit TNI AD merupakan faktor strategis dalam mendukung efektivitas pelaksanaan tugas negara, terutama di wilayah penugasan khusus seperti Papua. Profesionalisme tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis dan disiplin militer tetapi juga dipengaruhi oleh kesejahteraan yang bersumber dari gaji pokok, tunjangan kinerja dan insentif. Di Korem 182/Jazira Onim, terdapat kesenjangan antara penghasilan prajurit dan tingginya biaya hidup yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi keluarga serta fokus kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei dan analisis deskriptif verifikatif, disertai pengujian asumsi klasik dan hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghasilan prajurit belum sepenuhnya mengimbangi kebutuhan hidup di wilayah penugasan khusus. Secara parsial maupun simultan, gaji pokok, tunjangan kinerja dan insentif berpengaruh positif signifikan terhadap profesionalisme prajurit. Penelitian ini menegaskan pentingnya penyesuaian sistem penghasilan yang adaptif guna mendukung kesejahteraan dan profesionalisme prajurit secara berkelanjutan.
Kewaspadaan Nasional Dalam Menghadapi Ancaman Kelangkaan Minyak Goreng Sebagai Bentuk Perwujudan Bela Negara Hazen Alrasyid; Kasim Kasim; George Royke Deksino
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2664

Abstract

AbstrakIndonesia adalah negara dengan penghasil sawit terbesar di dunia. Sebagai negara penghasil minyak sawit, minyak kelapa sawit Indonesia tidak hanya diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri namun juga merambah ke pasar internasional untuk kegiatan ekspor. Dengan status sebagai negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia, hal ini tentu harus mempertimbangkan unsur kewaspadaan nasional, sebagai upaya dalam melakukan kesiapsiagaan dini dalam menghadapi ancaman. Termasuk ancaman kelangkaan minyak goreng karena dengan kenaikan harga jual minyak goreng akhir-akhir ini, menjadikan minyak goreng sebagai pusat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab fenomena kelangkaan minyak goreng dan mengetahui bagaimana seharusnya regulasi pemerintah, pelaku industri dan kondisi masyarakat dalam menyikapi fenomena kelangkaan minyak goreng bila dikaitkan dengan unsur kewaspadaan nasional sebagai perwujudan sikap bela Negara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka. Hasil penelitian yang didapatkan adalah Kewaspadaan Nasional adalah konsep yang harus terus hadir dalam sistem penyelenggaraan negara atau sistem nasional kita, dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman, termasuk dalam menghadapi ketidaksiapan dalam penanganan kelangkaan minyak goreng. Sikap Bela Negara sudah seharusnya menjadi dasar dan semangat dalam setiap tindakan. Mental bela Negara diharapkan mampu mengurangi pihak-pihak yang memanfaatkan kondisi kelangkaan minyak goreng untuk kepentingan dan keuntungan pribadi, tetapi sebaliknya kondisi kelangkaan minyak goreng menjadi momentum untuk saling bahu membahu dan bergotong royong menyelesaikan persoalan dari berbagai elemen masyarakat sesuai dengan profesi masing-masing.Kata kunci: Bela Negara, Kelangkaan Minyak Goreng, Kewaspadaan NasionalAbstractIndonesia is the second-largest supplier of palm oil. As the largest palm oil producing country in the world, Indonesian palm oil is not only intended to fulfill the domestic needs but also to fulfill the international market for export activities. With the status as the largest palm oil producing country in the world, this certainly must consider the element of national vigilance, as an effort to take early preparedness in the face of threats. Including the threat of scarcity of cooking oil due to the recent increase in the selling price of cooking oil, making cooking oil the center of attention. This research aims to determine the factors causing the cooking oil scarcity phenomenon and to find out how government regulations, industry players and community conditions should respond to the cooking oil scarcity phenomenon when associated with elements of national vigilance as a manifestation of the attitude of national defense. The method used in this research is a qualitative approach. The data collection technique uses literature study. The results of the research obtained are that National Vigilance is a concept that must continue to be present in the state administration system or our national system, in the encounter of various threats, included in the encounter of unpreparedness in handling the scarcity of cooking oil. The attitude of National Defense should be the basis and spirit in every action. The mental National Defense is expected to be able to reduce parties who take advantage of the scarcity of cooking oil for personal interests and gains, but in another hand, the condition of the scarcity of cooking oil becomes a momentum to help each other and work together to solve problems from various elements of society according to their respective professions.Keywords: National Defense, Scarcity of Cooking Oil, National Precautions
Pengelolaan Sumber Daya Air Dan Food Estate Sebagai Faktor Pendukung Penyediaan Logistik Wilayah Untuk Pertahanan Negara Selfira Salsabilla; George Royke Deksino; Dyah Tribuwana Tungga Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3021

Abstract

AbstrakSumber Daya Alam dan Buatan merupakan bagian dari Sumber Daya Nasional yang ditransformasikan menjadi logistik wilayah dan cadangan materiil strategis untuk disiapkan menjadi Komponen Pendukung Pertahanan Negara yang secara langsung maupun tidak langsung dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan dan kemampuan Komponen Utama maupun Komponen Cadangan dalam menghadapi ancaman militer yang harus disiapkan secara dini dalam rangka Pembangunan Sistem Pertahanan Negara, khususnya pertahanan militer. Sungai dan sarana pengairan merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung penyediaan logistik wilayah khususnya bidang pertanian berupa food estate untuk pemenuhan pangan. Tulisan ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan studi kepustakaan dimana sumber data yang digunakan adalah jurnal, artikel, buku dan sumber lain yang relevan.Kata Kunci: Pertanian, Food Estate, Logistik Wilayah AbstractNatural and Artificial Resources are part of National Resources which are transformed into regional logistics and strategic material reserves to be prepared as National Defense Supporting Components which can directly or indirectly be used to increase the strength and capabilities of Main Components and Reserve Components in the face of military threats that must be prepared early in the framework of the Development of the National Defense System, especially military defense. Rivers and irrigation facilities are one of the important elements in supporting the provision of regional logistics, especially in the agricultural sector in the form of food estates for food fulfillment. This paper is a qualitative research using a literature study approach where the data sources used are journals, articles, books and other relevant sources.Keywords: Agriculture, Food Estate, Regional Logistics
Memupuk Nasionalisme Dalam Industri Pertahanan Manan Manan; Gathut Imam Gunadi; George Royke Deksino
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3025

Abstract

AbstrakDalam mewujudkan komitmen dalam membangun kapabilitas dalam bidang pertahanan, Indonesia melakukan berbagai upaya dalam menetapkan sasaran pokok jangka panjang untuk membangun kemandirian industri pertahanan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menerbitkan UU no. 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan. Tidak hanya itu saja, Pemerintah juga sudah membentuk Komite Kebijakan Industri pertahanan atau sering disebut dengan KKIP yang bertugas mewujudkan kemandirian Industri pertahanan yang menghubungkan kedua belah pihak yang mmbutuhkan yaitu Alpalhankam dan bagian pengembangan industri strategis dalam negeri. Nasionalisme dalam bidang Industri pertahanan mempunyai kemampuan memproduksi Alpalhankam yang tidak bergantung pada negara lain merupakan target pemerintah Indonesia dalam bidang industri pertahanan yang ada di Indonesia. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa tantangan dalam pemenuhan kebutuhan militer dengan melihat kapasitas industri pertahanan yang ada di Indonesia. Salah satu strategi lainnya adalah dengan membangun dan menanamkan nilai nasionalisme dalam industri pertahanan sehingga upaya tersebut dapat membangun industri pertahanan nasional yang tidak hanya mengembangkan Alpalhankam melalui pengadaan namun juga melalui pemberdayaan industri pertahanan dengan cara penanaman rasa nasionalisme dan bela negara.Kata Kunci: Nasionalisme, Industri Pertahanan, Alpalhankam AbstractIndonesia is currently trying to realize its commitment to building defense capabilities by setting long-term main goals to build the independence of the defense industry. In addition to issuing Law no. 16 of 2012 concerning the Defense Industry, the government also established the Defense Industry Policy Committee (KKIP) which is tasked with realizing the independence of the defense industry by bridging the needs of Alpalhankam and the development of domestic strategic industries. The military embargo imposed by the United States from 1995 to 2005 has made the Indonesian government aware of the importance of the nationalism of strategic industries for the defense system. The nationalism of the defense industry or the ability to produce its defense and security equipment without relying on other countries is one of the targets of the Indonesian government in the defense sector. Nevertheless, there are still some challenges in meeting military needs with the capacity of the defense industry. One strategy in responding to these challenges is to build and instill the values of nationalism in the defense industry so that efforts to empower the national defense industry will not only develop defense equipment through procurement but also through empowering the defense industry by inculcating the values of nationalism in the people involved. in the whole process of activities in the defense industry to state revenue.Keywords: Nationalism, Defense industry, Alpalhankam.
Analisis Sejarah dan Kontemporer Gerakan Separatisme di Indonesia Kukuh Adi Nugroho; George Royke Deksino; Arya Dewa Nugroho; Savira Kamarani
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4699

Abstract

Abstrak Artikel ilmiah ini membahas tentang analisis sejarah dan kontemporer gerakan separatisme di Indonesia. Munculnya gerakan separatisme di Indonesia dipengaruhi beberapa faktor, seperti faktor politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Artikel ini menggunakan metode kualitatif lietratur review pendekatan deskriptif-analitis. Dalam literatur sejarah, gerakan separatisme di Indonesia seringkali dikaitkan dengan faktor kebudayaan dan politik. Saat ini, penyebab separatisme lebih didasarkan pada faktor kesenjangan ekonomi, konflik identitas, ketidakpuasan terhadap pemerintah, propaganda, dan intervensi asing. Tantangan dan hambatan dalam upaya penanggulangan gerakan separatisme di Indonesia masih menjadi masalah yang terus dicari solusinya. Dalam upaya mengatasi masalah separatisme di Indonesia, pemerintah telah melakukan berbagai upaya seperti pengakuan terhadap keberagaman, pembangunan daerah, dan dialog dengan pihak-pihak yang terlibat. Peran intelejen dan Regulasi tentang Keamanan Nasional dalam hal ini RUU Kamnas diharapkan dapat mereduksi dan mencegah terjadinya gerakan separatisme di Indonesia. Kata Kunci: Separatisme, Kemananan Nasional, Intelejen, RUU Kamnas.
Strategi Pembinaan Personel Yonarmed 9 Pasopati 1/1 Kostrad Melalui Implementasi Pemanfaatan Nilai Sejarah Perang Kemerdekaan Guna Mendukung Tugas Pokok TNI AD Bhekti Mudianto; Bambang Kustiawan; George Royke Deksino
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): Desember 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i2.8987

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan mental dan karakter prajurit Yonarmed 9 Pasopati 1/1 Kostrad di tengah dinamika perubahan zaman yang berpotensi mengikis jati diri kejuangan. Nilai sejarah Perang Kemerdekaan dipandang sebagai fondasi moral yang relevan untuk memperkuat profesionalisme prajurit TNI Angkatan Darat. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pembinaan personel di Yonarmed 9 Pasopati serta merumuskan strategi pengembangannya agar tetap adaptif dalam mendukung tugas pokok satuan. Penelitian dilaksanakan di Yonarmed 9 Pasopati 1/1 Kostrad, Purwakarta, Jawa Barat, menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap delapan informan lintas kepangkatan, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model implementasi Van Meter dan Van Horn serta formulasi strategi ends, ways, and means. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembinaan personel melalui nilai sejarah telah berjalan efektif dan terstruktur, didukung standar tujuan yang jelas, struktur organisasi militer yang hierarkis, serta disposisi positif pelaksana. Strategi pengembangan yang dirumuskan mencakup empat pilar, yaitu digitalisasi narasi kejuangan, revitalisasi tradisi melalui experience learning, penguatan leadership mentoring, dan kolaborasi strategis eksternal.
Co-Authors Ade Muhammad Ade Muhammad Adhisty Riani, Ega Afpriyanto Afpriyanto Afpriyanto, Afpriyanto Agus Juniawan Khairi, Agus Juniawan Agus Sudarya Al-Hakim G, Rakha Andi Sugiarto Apriyanto, I Nengah Putra Aritonang, Sovian Ary Lestari Arya Dewa Nugroho Avira Durrotul Rasyida Baehaqi Bambang Kustiawan Bhekti Mudianto Dandy Nugraha Dimas Barazki, Muhammad Dyah Tribuwana Tungga Dewi Fachry Abda El Rahman Fakhruddin Fakhruddin Fikri, Muhammad Khalil Gathut Imam Gunadi Gultom, Rudi AG Guntur Eko Saputro Hafidz Fauzan, Fadhil Hariyantana Aygy Yolanda Hazen Alrasyid Hendra Gunawan IB Putra Jandhana Ike Yessiwidowati Jayawarsa, A.A. Ketut Jhandhana, Putra Junita Dewi Sari Simanjuntak Jupriyanto Jupriyanto Kasim Kasim Kasim Kasim Kasim Kasim Khaerudin , Khaerudin Khaerudin . Khaerudin Khaerudin Kukuh Adi Nugroho Leni Tria Melati Luhut Simbolon Luhut Simbolon M. Taufiq Ramadhan M. Taufiq Ramadhan Mahardhani Wahyu A Mahatva Yudha, Eka Manan Manan Mochammad Ferdion Firdaus Mohamad Ikhsan Nurulloh Mohamad Ikhsan Nurulloh Muhamad Asvial Muhamad Asvial Muhammad Dimas Barazki Muhammad Taufiq Ramadhan Muhtar Rifai Mulyani Mulyani Nadya Ophelia Nugraha, Dandy Nugroho, Vicky Adhityo Nurulloh, Mohamad Ikhsan Pedah, Febryano Handayani Purbaningrat, Bagaskara Wahyu Putra A, I Nengah Putra Apriyanto, I Nengah Putra, I Nengah Rakha Al-Hakim G Rakha Al-Hakim Gobel Ramadhan, M. Taufiq Rizki Nirwana, Novia Rudi AG Gultom Rudy AG Gultom Rudy AG Gultom Ruyat, Yayat Sarjito, Aris Savira Kamarani Selfira Salsabilla Siahaan, Timbul Sigit Purwanto Simanjuntak, Junita Dewi Sari Simbolon, Luhut Sovian Aritonang Sudiarso, Aries Surahman Surahman Ternalemta Ternalemta Timbul Siahaan Totok Sumaryanto Florentinus, Totok Sumaryanto Vicky A Nugroho Wentuk, Gito Firman Wulan Nurfitriani Yayat Ruyat Yuniarti Nur Azizah