Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Interdisciplinary Explorations in Research Journal (IERJ)

Pembagian Hukum Islam yang Tetap dan yang Berubah (Tsawâbit wa Mutaghayyirât) Irawan, Andhi; Jalaluddin, Jalaluddin; Azhari, Fathurrahman; Hamdi, Fahmi
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v2i2.558

Abstract

Abstract This study examines the division of Islamic law into immutable laws (tsawâbit) and changeable laws (mutaghayyirât) within the framework of Sharia. The article highlights the importance of understanding immutable laws as an unchanging foundation, while flexible laws should be interpreted and implemented according to the continuously evolving social and cultural dynamics. In the post-revelation era, the task of Muslims is to interpret and apply the revelation in the context of the modern and ever-changing society. The plurality of interpretations and the diversity of expressions in practicing Islam are considered inevitable and not erroneous as long as the methodology used is accountable. The concept of the "Islamic peaceful path" developed by Nusantara scholars is expected to provide solutions to resolve conflicts and tensions, as well as to promote progress in various aspects of life, including science and economy. Keywords: Division, Immutable and Changeable Laws Abstrak Penelitian ini mengkaji pembagian hukum Islam menjadi hukum yang tetap (tsawâbit) dan yang berubah (mutaghayyirât) dalam konteks syariah. Artikel ini menyoroti pentingnya pemahaman terhadap hukum yang bersifat tetap sebagai fondasi yang tidak berubah, serta fleksibilitas hukum yang bersifat berubah agar dapat diinterpretasikan dan diimplementasikan sesuai dengan dinamika sosial dan budaya yang terus berkembang. Pasca era pewahyuan, tugas umat Islam adalah menafsirkan dan mengaplikasikan wahyu dalam konteks masyarakat modern yang terus berubah. Pluralitas penafsiran dan keragaman ekspresi pengamalan Islam dianggap tak terhindarkan dan bukan merupakan kesalahan selama metodologi yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan. Konsep "jalan damai Islam" yang dikembangkan oleh ulama Nusantara diharapkan dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan konflik dan ketegangan, serta mendorong kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk ilmu pengetahuan dan ekonomi. Kata Kunci: Pembagian, Hukum Tetap dan Berubah This is an open access article under the CC BY-NC-SA license.
Peradilan Adat Badamai Kewarisan Islam Banjar Perspektif Madrasah Ahlul Hadis Dan Madrasah Ahlurra’yi Jaidi, Muhammad; Jalaluddin, Jalaluddin; Azhari, Fathurahman; Hamdi, Fahmi
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v2i2.599

Abstract

Abstrack The customary court of Badamai is a significant cultural heritage preserved in various regions of Indonesia, reflecting local wisdom in resolving disputes and upholding justice. Among the Banjar community in South Kalimantan, Badamai is a deeply rooted form of dispute resolution that prioritizes deliberation and consensus. This practice not only reflects the social values of the Banjar community but also demonstrates the flexibility of Islamic law in adapting to local contexts. This study aims to explore the application of Islamic inheritance law within the framework of the Badamai customary court from the perspectives of the Madrasah Ahlul Hadis and the Madrasah Ahlurra’yi. By examining how these two schools of thought interpret and apply Islamic inheritance laws, the research provides a comprehensive understanding of the interaction between Islamic jurisprudence and local traditions. The findings highlight the adaptability of Islamic law in accommodating local customs, contributing to the broader discourse on the integration of Islamic principles with indigenous practices. This exploration offers valuable insights into the dynamic relationship between religious jurisprudence and cultural heritage, emphasizing the importance of contextualizing Islamic law within the unique socio-cultural landscape of the Banjar community. Keywords: Customary Court, Badamai, Banjar Community, Islamic Inheritance Law, Madrasah Ahlul Hadis, Madrasah Ahlurra’yi Abstrak Peradilan adat Badamai merupakan salah satu warisan budaya yang masih dilestarikan di berbagai daerah di Indonesia, mencerminkan kearifan lokal dalam menyelesaikan perselisihan dan menegakkan keadilan. Di kalangan masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan, Badamai adalah bentuk penyelesaian sengketa yang kuat mengakar yang mengutamakan musyawarah dan mufakat. Praktik ini tidak hanya mencerminkan nilai-nilai sosial masyarakat Banjar tetapi juga menunjukkan fleksibilitas hukum Islam dalam beradaptasi dengan konteks lokal. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan hukum kewarisan Islam dalam kerangka peradilan adat Badamai dari perspektif Madrasah Ahlul Hadis dan Madrasah Ahlurra’yi. Dengan meneliti bagaimana kedua aliran pemikiran ini menafsirkan dan menerapkan hukum kewarisan Islam, penelitian ini memberikan pemahaman komprehensif tentang interaksi antara yurisprudensi Islam dan tradisi lokal. Temuan ini menyoroti kemampuan adaptasi hukum Islam dalam mengakomodasi adat setempat, berkontribusi pada diskursus yang lebih luas tentang integrasi prinsip-prinsip Islam dengan praktik-praktik adat. Eksplorasi ini menawarkan wawasan berharga tentang hubungan dinamis antara yurisprudensi agama dan warisan budaya, menekankan pentingnya mengontekstualisasikan hukum Islam dalam lanskap sosio-kultural unik masyarakat Banjar. Kata Kunci: Peradilan Adat, Badamai, Masyarakat Banjar, Hukum Kewarisan Islam, Madrasah Ahlul Hadis, Madrasah Ahlurra’yi
Pengembangan Modul Edukasi Hukum Waris Islam Berbasis Digital Untuk Meningkatkan Literasi Masyarakat Muslim Hamdi, Fahmi; Hasanah, Tuti
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 1 No. 3 (2023): "Exploring the Wisdom Integration of Multidisciplinary Approaches in Higher Edu
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v1i3.1732

Abstract

Abstract The low level of literacy among Muslims regarding Islamic inheritance law (faraid) remains an issue that has the potential to cause family conflicts and injustice in the distribution of inherited assets. This community service activity aims to develop a digital-based Islamic inheritance law education module to improve literacy and understanding among the community. The method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE model, which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation. The module is designed to be interactive and easy to use, equipped with learning videos, quizzes, and an inheritance distribution calculator. The results of the trial show an increase in the community's understanding of the concept of faraid and how to apply it. This digital module also helps expand access to Islamic inheritance law education and has the potential to reduce family conflicts related to inheritance. Thus, digital-based educational modules are an effective solution for improving Islamic inheritance law literacy in the community. Keywords: Islamic inheritance law, faraid, digital module, community literacy. Abstrak Rendahnya literasi masyarakat Muslim terhadap hukum waris Islam (faraid) masih menjadi permasalahan yang berpotensi menimbulkan konflik keluarga dan ketidakadilan dalam distribusi harta warisan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan modul edukasi hukum waris Islam berbasis digital untuk meningkatkan literasi dan pemahaman masyarakat. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Modul dirancang interaktif dan mudah digunakan, dilengkapi video pembelajaran, kuis, serta kalkulator pembagian warisan. Hasil uji coba menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat tentang konsep faraid dan cara penerapannya. Modul digital ini juga membantu memperluas akses pembelajaran hukum waris Islam dan berpotensi mengurangi konflik keluarga terkait warisan. Dengan demikian, modul edukasi berbasis digital menjadi solusi efektif untuk meningkatkan literasi hukum waris Islam di masyarakat.
Penyusunan Buku Saku Hak Dan Kewajiban Suami Istri Perspektif Kompilasi Hukum Islam Sebagai Media Edukasi Publik Arif, Rizal; Anshary AZ, A. Hafiz; Hamdi, Fahmi
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 1 No. 3 (2023): "Exploring the Wisdom Integration of Multidisciplinary Approaches in Higher Edu
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v1i3.1734

Abstract

Banyak pasangan suami-istri belum memahami dengan baik hak dan kewajiban mereka dalam perkawinan menurut Kompilasi Hukum Islam (KHI), sehingga sering menimbulkan konflik rumah tangga. Kegiatan ini bertujuan menyusun buku saku hak dan kewajiban suami-istri berdasarkan KHI dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami masyarakat. Metode yang digunakan adalah pengembangan (R&D) melalui tahap analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, uji coba, dan evaluasi. Buku saku berisi penjelasan hak dan kewajiban suami dan istri, pembagian tanggung jawab keluarga, serta cara menyelesaikan konflik secara musyawarah. Hasil uji coba menunjukkan buku saku membantu meningkatkan pemahaman pasangan tentang peran masing-masing dalam rumah tangga. Dengan demikian, buku saku ini dapat menjadi media edukasi yang praktis untuk mencegah konflik dan mendukung terbentuknya keluarga yang harmonis, adil, dan sejahtera.
Desain Konten Edukasi Hukum Nafkah Dalam Rumah Tangga Perspektif Fikih Dan Peraturan Perundang-Undangan Hasan, Ahmadi; Hamdi, Fahmi; Yuliani, Ma'rifah
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 1 No. 3 (2023): "Exploring the Wisdom Integration of Multidisciplinary Approaches in Higher Edu
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v1i3.1740

Abstract

Pemahaman masyarakat tentang kewajiban nafkah dalam keluarga Muslim masih terbatas dan sering hanya dipahami sebagai kebutuhan dasar, sehingga memicu konflik rumah tangga dan perceraian. Artikel ini bertujuan merancang konten edukasi hukum nafkah yang komprehensif dengan mengintegrasikan perspektif fikih klasik–kontemporer dan peraturan perundang-undangan Indonesia. Metode yang digunakan meliputi riset kebutuhan masyarakat, analisis sumber hukum, desain modul tematik, serta pengembangan konten multimedia yang mudah dipahami. Hasil menunjukkan adanya kesenjangan besar antara pemahaman masyarakat dan konsep hukum nafkah yang sebenarnya, terutama terkait ruang lingkup nafkah, kewajiban suami saat istri bekerja, dan nafkah pasca perceraian. Konten edukasi yang dirancang dinilai relevan, praktis, dan berpotensi meningkatkan literasi hukum, keadilan gender, serta stabilitas keluarga Muslim di Indonesia.