Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pemanfaatan Daun Ketapang Kering dan Kulit Kakao menjadi Briket sebagai Bahan Bakar Alternatif Melani Ganing; Andi Suryanto; Zakir Sabara; M Arman
Journal of Chemical Process Engineering Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.547 KB) | DOI: 10.33536/jcpe.v6i2.757

Abstract

Briket dapat dibuat dari limbah organik baik secara konvensional maupun dengan proses pirolisis. Limbah daun ketapang kering merupakan limbah organik yang dapat diperoleh dalam jumlah banyak setiap harinya. Daun ketapang kering jika tidak dimanfaatkan maka akan mengalami penumpukan. Selain itu jika dibakar akan meningkatkan produksi CO2 yang dapat mengganggu pernapasan bagi manusia. Sama halnya dengan limbah kulit kakao, limbah kulit kakao merupakan limbah biomassa yang paling banyak dijumpai pada sektor perkebunan. Musim panen pada perkebunan kakao menghasilkan kulit kakao yang jumlahnya cukup banyak sehingga menjadi limbah padat. Penelitian Ini bertujuan untuk mengetahui berapa komposisi campuran daun ketapang kering dan kulit kakao untuk menghasilkan briket yang berkualitas dan mengetahui pengaruh komposisi briket terhadap kualitas nyala. Bahan baku diarangkan dengan metode pirolisis menggunakan variabel suhu dan waktu yang tetap. Arang yang dihasilkan diayak dengan ukuran 60 mesh. Briket yang dibuat dengan memvariasikan komposis arang daun ketapang kering dan kulit kakao (0 : 100 (M1); 10: 90 (M2); 30: 70 (M3); 50: 50 (M4); 70: 30 (M5); 90:10 (M6); 100:0 (M7) %) dengan penambahan 10% perekat. Hasil pengujian yang telah dilakukan diperoleh komposisi campuran terbaik yaitu komposisi campuran 10:90 dimana komposisi campurannya yaitu 10 % Daun ketapang kering dan 90% kulit kakao. Nilai kalor yang dihasilkan yaitu 4871 kalori/gram, hasil ini belum sesuai standar baku mutu briket yaitu 5000 kalori/gram (SNI 01-6235-2000). Untuk uji nyala, komposisi bahan 50% Daun ketapang kering dan 50 % kulit kakao (50:50) merupakan briket yang paling lama waktu penyalaannya hingga menjadi abu yaitu 1 jam 33 menit 20 detik. Komposis dari masing-masing briket tidak berpengaruh secara signifikan terhadap lama briket menyala hingga menjadi abu. Sedangkan jika dilihat dari asap yang dihasilkan, komposisi dengan penambahan jumlah arang daun ketapang kering yang menghasilkan asap lebih banyak dari briket arang kulit kakao.
ALAT PENYARING KARBON MONOKSIDA PADA KNALPOT KENDARAAN BERMOTOR DENGAN MENGGUNAKAN ADSORBEN ALAMI EKSTRAK DAUN TREMBESI Sentiyaki Sentiyaki; Andi Rina Ayu Astuti; Imam Fathurahman; Setyawati Yani; Mandasini Mandasini; N Nurjannah; Zakir Sabara
Journal of Chemical Process Engineering Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.973 KB) | DOI: 10.33536/jcpe.v3i1.193

Abstract

Pencemaran udara yang berasal dari emisi gas hasil pembakaran (ghp), termasuk karbon monoksida semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor. Daun trembesi memiliki potensi untuk menyerap polutan CO. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan desain alat penyerap CO dari ektrak daun trembesi dan mengetauhi daya kerja alat tersebut terhadap emisi CO. Penelitian dilakukan dengan membuat alat yang berisi adsorben daun trembesi dalam beberapa lapisan dengan ketebalan yang berbeda, yaitu lapis 1, lapis 2 dan lapis 3. Selanjutnya dilakukan pengujian alat pada tipe karburator dan tipe injeksi dengan menggunakan alat Analisa Gas Buang (AGS-688). Hasil penelitian ini menunjukkan desain terbaik pada lapis 3 dengan daya serap emisi CO sebesar 17,69% untuk tipe karburator dan 28,13% untuk tipe injeksi.
PENURUNAN KONSENTRASI DODECYL BENZENE SULFONATE (DBS) DARI LIMBAH DETERJEN MENGGUNAKAN ARANG AMPAS KELAPA Fauziah Nur Aisyah; Zakiyah Darajat; Zakir Sabara; Takdir Syarif
Journal of Chemical Process Engineering Vol 1, No 1 (2016): Edisi Mei
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.926 KB) | DOI: 10.33536/jcpe.v1i1.47

Abstract

Dewasa ini tingkat pencemaran air mengalami peningkatan secara tajam seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Pencemaran air ini disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya adalah akibat adanya limbah deterjen. Deterjen yang masih banyak digunakan di Indonesia adalah jenis Dodecyl Benzene Sulfonate (DBS) yang sangat sulit terdegradasi secara biologis. Belakangan ini telah diketahui bahwa ampas kelapa memiliki kandungan  polisakarida yaitu selulosa. Ampas kelapa memiliki struktur permukaan berpori dan kandungan kimia berupa selulosa 16 %, mannan 26 %, dan galaktomanan 61 %. Selulosa dan galaktomanan merupakan polisakarida yang mengandung gugus –OH sehingga dapat digunakan sebagai adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinggi adsorben terbaik dan ukuran adsorben terbaik dalam kolom dalam menurunkan kandungan senyawa DBS yang terdapat dalam limbah deterjen. Penelitian dilakukan dengan cara memasukkan adsorben setinggi 10 cm ke dalam kolom kemudian dimasukkan limbah deterjen hingga semua adsorben terendam oleh cairan. Diambil beberapa sampel larutan deterjen tiap selang waktu 20 menit lalu dianalisa dengan menggunakan spektrofotometer Uv-Vis untuk mengetahui konsentrasi DBS yang ada di dalam larutan. Prosedur ini dilakukan untuk variasi tinggi 20 cm, 30 cm, dan 40 cm, serta variasi ukuran -6/+10 mesh, -10/+20 mesh dan -20/+50 mesh. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa pengolahan limbah deterjen menggunakan arang ampas kelapa dengan tinggi bed 40 cm terjadi penurunan konsentrasi yang cukup besar yaitu 27,6447 ppm; tinggi bed 30 cm=15,0789 ppm dan tinggi bed 20 cm = 12,8657 ppm, sehingga tinggi bed adsorben terbaik yaitu 40 cm. Untuk penurunan konsentrasi DBS dengan ukuran adsorben -6/+10 mesh = 21,4895 ppm; -10/+20 mesh= 24,2289 ppm dan -20/+50 mesh= 25,7 ppm, sehingga arang ampas kelapa yang terbaik yaitu ukuran -20/50 mesh. Kata kunci : DBS,Adsorpi, Ampas Kelapa
Optimalisasi Penggunaan Zeolit Dalam Proses Penyerapan Sulfur Pada Limbah Sabun Andrik Rosela; Takdir Syarif; Zakir Sabara; Mustafiah Mustafiah
Journal of Chemical Process Engineering Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.515 KB) | DOI: 10.33536/jcpe.v6i2.1064

Abstract

Limbah sabun detergen mengandung bahan berbahaya sulfur yang bisa mengganggu keseimbangan biota laut. Limbah detergen dapat mengubah warna air menjadi kecoklatan dan mengeluarkan bau busuk. Oleh karena itu perlu dilakuakan suatu upaya untuk mengurangi jumlah polutan pada limbah detergen tersebut sebelum di alirkan ke masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa penggunaan zeolite dapat mengurangi komponen sulfur yang ada di dalam air sabun, dan mengetahui perbandingan waktu pengadukan dan berat optimum zeolite untuk mencapai proses penyerapan yang maksimal. Penelitian ini dilakukan di di laboratorium riset jurusan Teknik kimia FTI UMI Indonesia dan pengujian dilakukan pada SMAK Makassar. Penelitian ini dilakukan menggunakan sampel limbah laundry, bahan bahan seperti zeolite, karbon aktif dan Analisa dengan menggunakan alat spektrofotometer . Proses penelitian dilakukan dengan mengambil 250 ml sampel limbah kemudian ditambahkan dengan zeoilt sesuai dengan variable yang digunakan  dan dilakukan proses adsorbansi. Setelah itu di Analisa menggunakan alat spektrofotometer. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan zeoilit dapat mengurangi komponen sulfur yang ada di dalam air sabun limbah laundry dan penyerapan optimal terjadi pada penambahan 40 gr zeolite dengan waktu pengadukan 210 menit.
Preparasi Katalis Dari Cangkang Telur Dengan Metode Impregnasi Untuk Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Kelapa Ardiansah A; Zakir Sabara; Andi Suryanto
Journal of Chemical Process Engineering Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.814 KB) | DOI: 10.33536/jcpe.v5i1.543

Abstract

Komsumsi telur di indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun rata-rata hingga 3.57% yang tentunya akan menghasilkan limbah cangkang telur. Limbah cangkang telur selama ini hanya dianggap sebagai sampah dan belum banyak diolah, oleh karena itu perlu alternatif pengolahan limbah cangkang telur agar dapat dimanfaatkan kembali. salah satunya dengan cara dimanfaatkan sebagai katalis pembuatan biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karasteristik fisik katalis dari cangkang telur yang akan digunakan sebagai katalis. Metode yang digunakan adalah metode impregnasi dengan menggunanakan larutan KOH dan cangkang telur sebagai support. Hasil modifikasi katalis dengan metode impregnasi menghasilkan padatan kering berwarna abu-abu gelap dengan sedikit proses penggerusan menggunakan mortar.
ROBUST DECISION MAKING (RDM) INVESTIGATION IN WATER RESOURCES PLANNING AND DISASTER MITIGATION IN MAKASSAR CITY, INDONESIA Zakir Sabara; Rahmad Junaidi; Rofiqul Umam
Jurnal Pertahanan: Media Informasi ttg Kajian & Strategi Pertahanan yang Mengedepankan Identity, Nasionalism & Integrity Vol 6, No 3 (2020)
Publisher : The Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jp.v6i3.932

Abstract

The Kota Makassar water utility serving (Perusahaan Daerah Air Minum - PDAM) faces a significant problem in managing water resources for their drinking water supply. The problems comprise raw water supply, the vulnerability of water quality, infrastructures, costs, and climate change uncertainty. The availability of clean water is one of the problems in the field of national defense. Because water is the main source of life in all sectors, be it agriculture or livestock. This study is aimed at assisting officials in making an adaptive and resilient decision. It involves inter-and cross-disciplinary studies within Robust Decision-Making (RDM) in water resources management planning for drinking water supply and disaster mitigation in Makassar. This research applies a qualitative approach in data analysis; reviewing strategies used by the utility management to anticipate all uncertainty, long-term strategies feasibility from simulation models, analyzing potential vulnerability scenarios, and the trade-off for an adaptive and robust decision in water resources management planning for drinking water supply in Makassar through RDM. The novelty lies in the raw water management policy that is more adaptive toward potential vulnerability and presents a variety of raw water supply alternatives in the long term. Reviews against the document of drinking water Master Plan found that the absence of harmony along with a high level of anticipation towards the threat of climate change along with their impact, as well as the threat of the raw water supply limitations due to the exogenous problems beyond the reach of human beings capacity, will result in global and long-term impact.
KARAKTERISASI MUTU PASTA GIGI DENGAN PENAMBAHAN GARAM DAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DITINJAU DARI SNI 12-3524-1995 G. Gusnawati; Zakir Sabara; Munira Munira; Syamsul Bakhri
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 17, No 1 (2022): Jurnal Industri hasil Perkebunan
Publisher : BBSPJI Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33104/jihp.v17i1.7637

Abstract

Kandungan garam yang berfungsi untuk meningkatkan kesehatan gigi adalah fosfor yang berfungsi untuk pembentukan tulang dan membentuk gigi. Minyak kelapa murni (VCO) juga dapat digunakan sebagai salah satu cara menghilangkan kerak gigi, karena minyak kelapa murni banyak mengandung asam laurat yang merupakan zat anti peradangan dan anti mikroba alami.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakterisasi pasta gigi dengan penambahan garam dan Virgin Coconut Oil (VCO) sebagai alternatif zat anti mikroba alami sebagai pengganti komposisi bahan sintetik pada pasta gigi yang beredar di pasaran. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental dengan tahapan penelitian terdiri dari proses penghalusan garam, proses pembuatan formulasi pasta gigi campuran tambahan garam dan Virgin Coconut Oil (VCO), serta analisis terhadap sifat-sifat produk pasta gigi yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula terbaik pada pembuatan pasta gigi dengan penambahan konsentrasi garam 1 g dan VCO 1 mL yaitu pada formula 3 dengan indikator lembut, homogen, warna putih, bersifat pasta, aroma menthol, pH (8,7), viskositas (46.000 Cps), tidak terdapat cemaran mikroba ALT dan E.coli, dan telah memenuhi persyaratan SNI-12-3524-1995.
Pengaruh Proses N-Hexane Solvent Extraction pada Ekstraksi Bitumen dari Aspal Buton sebagai Bahan Baku Minyak Bumi Nonkonvensional: The Effect Of Solvent N-Hexane Extraction on Bitumen Extraction from Butone Asphalt As A Raw Material af Non-Conventional Natural Oil Hermin Hardyanti Utami; Setyawati Yani; Zakir Sabara
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v9i1.415

Abstract

Buton tar sand or commonly known as asbuton is a natural tar sand deposit found in Buton Island, Southeast Sulawesi. The reserve of asbuton is approximately 179.1 million tons with a hypothetical resource of oil amounting to 10,577,646,000 liters. Asbuton is potentially used as an alternative raw material for non-conventional oil. Non-conventional oil from asbuton could be used as a substitute to the depleted resources of conventional oil in Indonesia. Asbuton non-conventional oil could be prepared by extracted bitumen, a heavy hydrocarbon material in asbuton tar sand from its mineral. The bitumen then could be further processed to produce non-conventional oil. Various studies have been carried out to extract bitumen with various solvents. This study uses direct extraction and soxhlet extraction methods with n-hexane solvent to obtain the most optimum percentage of bitumen. Direct extraction method is done by varying the temperature (40, 45, 50, 55, 60oC) and the weight ratio of asphalt and n-hexane solvent (1:20; 1: 30; 1:40; 1:50). Based on the results of research that has been done, the highest percentage of bitumen yield is formed at 40oC and at a ratio of 1:20 that is 88.60% for the direct extraction method. The 1:40 ratio of soxhlet solvent extraction has the highest bitumen yield of 90.97%. After that, a characteristic analysis was carried out using FTIR with a strong absorbance in the area of 1423.47; 1033.85; 873.75; 709.80 cm-1 representing the C-H and C = H groups.
EDUKASI ALAT PENANAMAN BIBIT DAN PUPUK KALSIUM UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI JAGUNG PADA KELOMPOK TANI ASSAMATURU DI DESA PADDINGING KABUPATEN TAKALAR Syamsul Bakhri; Rismaladewi Maskar; Zakir Sabara; Andi Suryanto; Gusnawati; Faisal; Muh Azhar; Shalsabila Firdauzia Ismail; Alifyah Fitrah Suci Rachmadhani
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i4.23936

Abstract

This PKM activity was carried out in Paddinging Village, Sanrobone District, Takalar Regency, for four months. The main problem he faces is using conventional seed planting tools, so the process of perforating and planting corn seeds takes a very long time and uses manpower. So far, the time required for perforating and planting seeds using conventional tools, namely for an area of ​​1 ha, takes four days, even in the process of perforating and planting corn seeds using labour, so the target audience must spend a very large amount of money to pay labour wages. In addition to using conventional corn seed planting tools, the target audience also experienced difficulties procuring micro fertilisers, namely urea, NPK, and ZA fertilisers. In addition to the high price of microfertilizers due to reduced government subsidies, there are sometimes shortages in the market. The service in this village is so that the Target Audience can use Modern Corn Seed Planting Equipment and utilise calcium fertiliser to supplement their corn plants. Corn seeds efficiently have low operating costs, increasing the harvest's quality and quantity. The solution provided to achieve this goal is the procurement of a modern corn seed planting tool called the Imtagro NTCC One Output Corn Planting Tool and calcium fertiliser as an investment for the Target Audience, as well as Assistance to the Target Audience, as well as Assistance to the Target Audience on the use of these modern tools and use of calcium fertiliser on corn plants. ---  Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Desa Paddinging Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar selama empat bulan. Permasalahan utama yang dihadapinya adalah penggunaan alat penanaman bibit yang masih konvensional, sehingga dalam proses pelubangan dan penanaman bibit jagung membutuhkan waktu yang sangat lama dan menggunakan tenaga kerja. Selama ini, waktu yang dibutuhkan untuk pelubangan dan penanaman bibit dengan menggunakan alat yang masih konvensional yaitu untuk lahan seluas 1 Ha membutuhkan waktu selama 4 hari, bahkan dalam proses pelubangan dan penanaman bibit jagung menggunakan tenaga kerja sehingga Khalayak Sasaran harus mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk membayar upah tenaga kerja. Selain penggunaan alat penanaman bibit jagung yang masih konvensional, Khalayak Sasaran juga mengalami kesulitan dalam pengadaan pupuk mikro yaitu pupuk urea, NPK, dan ZA. Selain mahalnya harga pupuk mikro tersebut karena berkurang subsidi dari pemerintah, juga kadang terjadi kelangkaan di pasaran. Tujuan dilaksanakan pengabdian di desa ini, adalah agar Khalayak Sasaran dapat menggunakan Alat Penanaman Bibit Jagung yang Modern dan memanfaatkan pupuk kalsium sebagai suplemen pada tanaman jagungnya bahkan pupuk kalsium ini dapat berfungsi sebagai pengganti pupuk mikro jika terjadi kelangkaan di pasaran, dengan harapan Khalayak Sasaran dapat menanam bibit jagung dengan efisien, biaya operasional yang murah, dan meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panennya. Solusi yang diberikan untuk mencapai tujuan tersebut adalah pengadaan alat penanaman bibit jagung yang modern yang bernama Alat Tanam Jagung Imtagro NTCC One Output dan pupuk kalsium sebagai investasi kepada Khalayak Sasaran, serta Pendampingan kepada Khalayak Sasaran, serta Pendampingan kepada Khalayak Sasasran tentang penggunaan alat modern tersebut dan penggunaan pupuk kalsium pada tanaman jagung.
Pembuatan Cangkang Kapsul Keras dari Glukomanan Biji Salak (Salacca zalacca) dengan Penambahan Enzim α-Amilase Buah Kelor Tri Annisa Abdullah; Zakir Sabara; Ummu Kalsum
Journal of Scientech Research and Development Vol 5 No 1 (2023): JSRD, June 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v5i1.176

Abstract

The purpose of this study was to examine the results of the fabrication and disintegration time of hard capsule shells made from salak seed glucomannan with and without the inclusion of α-amylase moringa fruit enzymes. To determine the effect of time, temperature, and the optimal concentration on the production of rigid capsule shells from glucomannan from zalacca seeds. This study makes use of both independent and dependent variables. The data was examined using functional group analysis using an FTIR spectrophotometer, and the hemicellulose from the seeds of the salak fruit was converted to glucomannan with the addition of the moringa α-amylase enzyme. The viscosity of the glucomannan gel variations of zalacca seeds differed, with gels from glucomannan flour with concentrations of 8%, 9%, and 10% (w/v) having viscosity values of 32.5 cP, 2049.75 cP, and 8007, 89 cP, respectively. While glucomannan with the Moringa fruit α-amylase enzyme The viscosity value gradually lowered with the addition of Moringa fruit extract. It reduced at 300°C temperature variation of 11221.02 cP, 400°C temperature variation of 11097.14 cP, and 500°C temperature variation of 10754.37 cP. The viscosity value gradually decreased after the addition of the αamylase moringa fruit enzyme. The 10 minute mixing time variation yielded the greatest viscosity value, 10261.74 cP, while the 50 minute mixing time variation yielded the lowest, 8681.76 cP. Furthermore, physical specifications with the inclusion of the α-amylase enzyme in Moringa fruit produced capsule shells that were thinner in color and conformed to conventional capsule shells.
Co-Authors A Artiningsih A. Ira Yulistianingsih A.A. Ketut Agung Cahyawan W Afiah, Irma Nur Alifyah Fitrah Suci Rachmadhani Alisyahbana, Takdir Almukmin almukmin Andi Aladin Andi Artiningsih Andi Suryanto Andi Syarifuddin Andrik Rosela Anis Saleh Ardiansah, Ardiansah Ardiansah. A Arham Efendi Artiningsih, A. Ayu Astuti, Andi Rina Belda Amelia Junisu Chusnul Azzahrah Darnengsih Darnengsih Darnengsih, Darnengsih Darwiah Rezki Dwi Nurhudaeni Efendi, Arham Faisal Fauziah Nur Aisyah Fauziah Nur Aisyah, Fauziah G Gusnawati Ganing, Melani Gusnawati Hafid, Muhammad Fachry Hardi Ismail Hardi Ismail Husna Jaida Imam Fathurahman Indra, Siti Ainun Pratiwi Ira Yulistianingsih, A. Irma Nur Afiah Irmayani Iswandi, Risal Iva Yenis Septiariva La Ifa La Ifa Lastri Wiyani Lisa Mandasini Mandasini Mandasini Muh Arman Muh. Azhar Muhammad Dahlan MUNIRA Munira Munira Munira Munira Mustafiah Mustafiah Mustafiah N Nurjannah N Nurjannah, N Nurjannah Nur Ihwan Safutra Nur Ulfa Zulhulaifa Nurjannah Nurjannah Nusran, Muhammad P Purnamasari Purnamasari Rafdi Abdul Majid Rahmad Junaidi, Rahmad Rahmaniah Malik Rahmawati Rahmawati Rahmawati Ridwan, Rugaya Risal Iswandi Rismaladewi Maskar Riza Aldiansyah Fanani Rofiqul Umam Rony, Zahara Tussoleha Rugaya Ridwan Sentiyaki Sentiyaki Sentiyaki Setyawati Yani Shalsabila Firdauzia Ismail Sumayyah Syahidah Syamsuddin Yani Syamsul Bakhri Sya’ban, Andrik Rosela Takdir Syarif Taufik Nur Taufik Nur Tri Annisa Abdullah Tri Isra Wahyu Lestari Ummu Kalsum Utami, Hermin Hardyanti Vita Febrianti Mansyu wahyuni daming Zakiyah Darajat Zakiyah Darajat