Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

EKSTRAKSI EMAS DARI BIJI EMAS DENGAN SIANIDA DAN OKSIGEN DENGAN METODE EKSTRAKSI PADAT-CAIR Sabara, Zakir; La Ifa, La Ifa; Darnengsih, Darnengsih; Irmayani, Irmayani; Ridwan, Rugaya
Journal of Chemical Process Engineering Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.762 KB) | DOI: 10.33536/jcpe.v2i2.157

Abstract

Penambang rakyat mula-mula menggunakan merkuri untuk mengekstrak emas dari padatan, tetapi persen perolehan emas dengan cara ini rendah yaitu sekitar 40%, Sehingga dikembangkan suatu metode ekstraksi emas dengan menggunakan sianida. Tujuan penelitian adalah mengetahui rasio dosis sianida dan oksigen serta mengetahui waktu yang baik untuk proses pelindian agar memperoleh emas yang baik. Biji emas di haluskan sampai 32 microw, kemudian masing- masing botol dengan konsentrasi sianida 450 ppm, 500 ppm, 550 ppm dan 600 ppm dengan oksigen 15 ppm akan ditambahkan larutan sianida sebanyak 10 %, PbNO3 dengan konsentrasi 200 ppm sebanyak 0,15 ml kemudian di leaching sampai ke 48 jam. Setelah itu difilter vakum sampai solid dan solution terpisah kemudian di analisa dengan menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Begitu juga konsentarsi oksigen 4 ppm, 10 ppm, 15 ppm dengan konsentrasi sianida 500 ppm dilakukan dengan perlakuan yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi sianida terbaik adalah 600 ppm dengan konsentrasi oksigen 15 ppm memperoleh recovery emas 95 % pada waktu ke 32 jam sedangkan konsentrasi oksigen 4 ppm, 10 ppm dan 15 ppm dengan konsentrasi sianida 500 ppm memperoleh recovery emas 97 % pada waktu ke 32 jam. 
ANALYSIS OF RATING SCALE MENTAL EFFORT (RSME) TO DETERMINE THE MENTAL WORKLOAD OF WORKERS AT SUGAR FACTORY IN SOUTH SULAWESI Rahmaniah Malik; Irma Nur Afiah; Muhammad Dahlan; Zakir Sabara HW; Taufik Nur; Risal Iswandi
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 15, No 2 (2021): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.435 KB) | DOI: 10.22441/pasti.2021.v15i2.002

Abstract

Unconducive working conditions triggered fatigue and anxiety for the workers, such as an increase in mental workload. Mental workload is a work load that arises and can be seen from the work that has been carried out, which is formed cognitively (mind). Generally, mental workload is the difference between mental work demands and mental abilities possessed by the worker concerned. The level of workload of workers can be determined by applying workload analysis. One of the mental workload analysis methods is the Rating Scale Mental Effort (RSME) which is a method of mental workload measurement. The aims of this research are to determine the level of mental workload of workers, to identify the main causes of mental workload in the sugar production division, and also to provide suggestions to the company on the basis of identifying the mental workloads. The results of the study using workload analysis showed that the mental workload was quite high, i.e., the morning shift reached 97.3, the afternoon shift reached 101.8 and the night shift reached 99.66. The mental workload occurred due to continuous activities such as the sugar production process and excessively hot environment, as well as too high company targets.
THE DEVELOPMENT OF TRANSESTERIFICATION PROCESS OF COTTON SEED OIL BY USING MICROWAVE Andi Suryanto; Zakir Sabara, HW; Andi Artiningsih; Hardi Ismail
Reaktor Volume 18 No. 1 March 2018
Publisher : Dept. of Chemical Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.569 KB) | DOI: 10.14710/reaktor.18.1.27-30

Abstract

Biodiesel is a renewable, non-toxic, environmentally friendly fuel made from vegetable oils through a transesterification reaction with methanol. During this time the manufacture of biodiesel takes a long time, which can be overcome with microwave heating. The use of microwave can decrease the reaction time and the amount of catalyst. The purpose of this study was to study the utilization of microwave as a heater in the transesterification reaction of cotton seed oil with the addition of NaOH catalyst 0.25, 0.5, 0.75 and 1% (w/w) with 100 watts microwave power and a reaction time of 15 minutes. Conversion of biodiesel from cotton seed oil with the NaOH catalyst concentrations 0.5% (w/w), 5 minutes, molar ratio of 1: 12 with a microwave power of 400 watts was 99.11%. The results of the analysis of several parameters on biodiesel products show that they have met the specifications based on Indonesian National Standard (SNI-04-7182-2006). Keyword: biodiesel, transesterification, cotton seed oil, microwave.
PEMBUATAN METYIL ESTER (BIODIESL) DARI MINYAK BIJI KAPUK MENGGUNAKAN KATALIS KOH KONSENTRASI RENDAH DENGAN BANTUAN MIKROWAVE Andi Suryanto; Zakir Sabara; Hardi Ismail; Andi Artiningsih; wahyuni daming; Almukmin almukmin
Jurnal Industri Hasil Perkebunan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Industri Hasil Perkebunan
Publisher : Balai Besar Industri Hasil Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.529 KB) | DOI: 10.33104/jihp.v13i2.3903

Abstract

Abstrak, Biodiesel dapat dibuat melalui reaksi transesterifikasi minyak nabati seperti minyak jarak pagar dengan metanol. Minyak jarak pagar memiliki peotensi yang lebih besar bila dibandingkan dengan minyak nabati lainnya karena minyak jarak sangat mudah dikembangkan dan tidak terlalu lama.Gelombang mikro dapat digunakan sebagai pemanas yang sangat efektif sehingga tidak memerlukan penggunaan katalis yang banyak. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh penggunaan gelombang mikro pada pembuatan metil ester menggunakan katalis KOH konsentrasi rendah. Perolehaan yield dari minyak biji kapuk dengan katalis KOH pada konsentrasi 0,25 % (b/b), waktu reaksi 5 menit ratio molar 1:12 dengan daya microwave 600 watt. Hasil analisis beberapa parameter terhadap produk biodiesel menunjukkan sudah memenuhi spesifikasi berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI-04-7182-2006).Keyword : biodiesel, transesterifikasi, minyak biji kapuk, microwave.
Efektifitas Kulit Buah Kakao (Theobroma Cacao L) Sebagai Antibakteri Terhadap Escherichia Coli (E.Coli) dan Biosorben Terhadap Logam Cd dalam Air Menggunakan Aktivator Asam Nitrat (HNO3) Husna Jaida; Zakir Sabara; Syamsuddin Yani
Jurnal Geomine Vol 9, No 2 (2021): Edisi Agustus 2021
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v9i2.969

Abstract

Seiring perkembangan industri di Indonesia, maka pencemaran oleh industri pun mengalami peningkatan secara tajam. Bahan pencemar dapat berupa bahan mikrobiologi maupun kimia. Penelitian Ini bertujuan Untuk mengatahui pengaruh konsentrasi ekstrak kulit buah kakao (Theobroma Cacao L) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia Coli dan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi biosorben kulit buah kakao terhadap penurunan Logam Cd dalam Air. Ekstrak kulit buah kakao diperoleh dari proses ektraksi dengan metode maserasi dan pelarut etanol 96%, kemudian dipekatkan dengan alat rotary evaporator. Ekstrak kulit buah kakao mampu menghambat pertumbuhan bakteri yaitu pada uji anti bakteri masing-masing ekstrak dengan konsentrasi 0%, 25%, 50% dan 75% menghasilkan zona hambat 0 mm, 9 mm, 13 mm dan 22 mm. Semakin besar konsentrasi ekstrak yang dikontakkan pada bakteri E.coli, maka semakin besar pula daya hambat terhadap bakteri E.Coli. Biosorben kulit buah kakao diaktivasi dengan HNO3 0,6 N. Biosorben dengan massa 1 gram, 5 gram dan 10 gram mampu menyerap Cd pada limbah yaitu masing-masing menyerap sebesar 0,5875 mg/L, 2,3038 mg/L dan 2,6183 mg/L dari konsentrasi awal limbah yaitu 3,4250 mg/L. Efektifitas penyerapan yaitu sebesar 17,15%, 67,26% dan 76,45%. Semakin besar konsentrasi ekstrak kulit buah kakao, maka semakin besar pula daya serap terhadap logam Cd yang terkandung dalam air.
PEMBUATAN EKSTRAK DAUN MANGGA DENGAN CARA EKSTRAKSI SOXHLET SEBAGAI PENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI PATOGEN KHUSUSNYA ESCHERICHIA COLI Darnengsih Darnengsih; Mustafiah Mustafiah; Zakir Sabara; Munira Munira; Darwiah Rezki; Nur Ulfa Zulhulaifa
Journal of Chemical Process Engineering Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.36 KB) | DOI: 10.33536/jcpe.v3i1.186

Abstract

Pohon mangga adalah pohon yang berbatang tegak bercabang banyak dan bertajuk rindang hijau sepanjang tahun. Daun mangga mempunyai sejumlah besar kandungan mangiferin yang telah diteliti menjadi antioksidan, analgesik, antidiabetes, anti inflammatory, antitumor, antimikrobia dan peningkat stamina atau daya tahan tubuh. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan menguji ekstrak daun mangga sebagai antimikrobia khususnya daya hambat ekstrak daun mangga terhadap bakteri pathogen Escherichia Coli (E. Coli) dengan cara ekstraksi soxhlet. Pada penelitian ini dilakukan proses pengambilan ekstrak dari daun mangga golek, dengan menggunakan pelarut ethanol p.a, hasil ekstrak yang dihasilkan akan diencerkan dengan larutan salin menjadi 4 konsentrasi yang berbeda yaitu 25%, 50%, 75% dan 100%. Kemudian dilakukan perendaman paper disc kedalam masing masing konsentrasi selama 15 menit dan meletakkan paper disc tersebut kedalam cawan petri yang berisi Nutrien Agar dan biakan bakteri E. Coli, lalu di inkubasikan pada suhu 350C selama 24 jam. Dari hasil penelitian yang diperoleh bahwa ekstrak mulai melakukan penghambatan tumbuh pada konsentrasi 75% akan tetapi belum signifikan, sedangkan daya hambat pada konsentrasi 100% sebesar 0,5 mm.
Pengaruh Waktu dan Kecepatan Homogenisasi terhadap Emulsi Virgin Coconut Oil-Sari Jeruk dengan Emulsifier Gum Arab Lastri Wiyani; Andi Aladin; Zakir Sabara; M Mustafiah; Rahmawati Rahmawati
Journal of Chemical Process Engineering Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.921 KB) | DOI: 10.33536/jcpe.v5i2.701

Abstract

Emulsi Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan produk yang dibuat dengan mencampurkan VCO dan air dengan menggunakan emulsifier.  Pembuatan emulsi VCO yang stabil dan dapat diterima konsumen akan menguntungkan industri yang memproduksi VCO.  Telah dilakukan penelitian tentang  pengaruh waktu dan kecepatan homogenisasi terhadap sifat fisik dan kimia emulsi VCO-sari jeruk dengan menggunakan emulsifier gum arab. Emulsi dibuat dengan mencampurkan VCO dan sari jeruk  (9:1) dan emulsifier gum arab 0,75 persen. Proses homogenisasi dilakukan selama 2, 4 dan 6 menit dengan kecepatan 5000, 10000 dan 15000 rpm. Emulsi yang dihasilkan ditentukan stabilitas dan viskositasnya. Waktu terbaik yang menghasilkan produk stabil adalah 4 menit dan kecepatan homogenisasi 15000 rpm. Emulsi VCO yang dihasilkan mempunyai viskositas 52,5 cP dan stabil pada suhu ruang.
PEMANFAATAN KITOSAN DARI LIMBAH KULIT UDANG SEBAGAI KOAGULAN PENJERNIHAN AIR Mustafiah Mustafiah; D Darnengsih; Zakir Sabara; Rafdi Abdul Majid
Journal of Chemical Process Engineering Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.329 KB) | DOI: 10.33536/jcpe.v3i1.191

Abstract

Kurang optimalnya pemanfaatan limbah kulit udang menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Pemanfaatan limbah kulit udang dalam industri rumah tangga umumnya diolah menjadi terasi atau dikeringkan untuk pakan unggas. Penelitian ini dilakukan peningkatan nilai tambah dengan melakukan preparasi sampel limbah kulit udang, pencucian kemudian direbus dalam air mendidih (± 80°C) selama 15 menit. Selanjutnya dikeringkan dibawah sinar matahari dan proses penghalusan. Setelah itu di proses dengan pembuatan kitin di mana pada proses pembuatan kitin meliputi proses deproteinasi (proses penambahan NaOH 5 %) menghasilkan Crude kitin kemudian dilanjutkan proses demineralisasi (proses penambahan HCl 2 N) menghasilkan kitin dan dilanjutkan proses deasetilasi (proses penambahan NaOH 50 %) menghasilkan kitosan. Hasil penelitian menunjukan 50 gram limbah kulit udang menghasilkan 11,25 gram kitosan dan dapat menurunkan kekeruhan air sungai sebesar 98,63%.
Kualitas Air Sungai Jeneberang Ditinjau dari Lokasi dan Waktu Zakir Sabara; Setyawati Yani; P Purnamasari; D Darnengsih
Journal of Chemical Process Engineering Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.277 KB) | DOI: 10.33536/jcpe.v5i2.741

Abstract

Sungai Jeneberang adalah salah satu sungai yang digunakan untuk memasok air ke Perusahaan Daerah Air Minum kota Makassar. Oleh karena itu, air sungai tersebut harus sesuai dengan kualitas yang disyaratkan untuk standar air minum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air sungai Jeneberang ditinjau dari lokasi dan waktu. Adapun parameter kualitas air sungai  yang ditinjau yaitu TSS (Total Suspended Solid), BOD (biologinal oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), dan DO (Dissolved Oxygen). Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan sampel di sungai Jeneberang melalui 3 titik lokasi yaitu titik I di hulu, titik II di tengah dan titik III di hilir sungai. Pengambilan sampel dilakukan pada  pagi dan sore hari. Dari hasil penelitian diperoleh rata-rata nilai parameter menurut lokasi hulu, tengah dan hilir pada waktu pagi dan sore yaitu berturut-turut untuk TSS adalah 10; 19,67; dan 16,67 mg/l dan 12,67; 22,33; 22 mg/l, untuk BOD adalah 2,22; 2,32; 2,20 mg/l dan 2,34; 2,57; 2,76 mg/l, untuk  COD adalah 11,72; 7,90; 11,86 mg/l dan 13,54; 9,48; 13,20 mg/l, dan untuk DO adalah 5,45; 3,30; 4,87 mg/l dan 6,84; 5,13; 6,39 mg/l. Parameter yang diukur menunjukkan nilai tertinggi diperoleh pada waktu sore hari dan pada lokasi  tengah sungai. Hasil penelitian menunjukkan semua nilai parameter memenuhi syarat kualitas air baku untuk air minum. 
Artikel Review: Penggunaan Kitosan Dan Biji Asam Sebagai Biokoagulan Alami Dalam Perbaikan Kualitas Air Sumur Di Sekitar Tpa Sampah Antang Zakir Sabara; A Artiningsih; Arham Efendi; A. Ira Yulistianingsih
Journal of Chemical Process Engineering Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.612 KB) | DOI: 10.33536/jcpe.v6i1.742

Abstract

Lokasi TPA Antang yang berada di sekitar perumahan penduduk, dalam pengoperasiannya melakukan cara open dumping. Sistem ini tidak memperhatikan sanitasi lingkungan, sampah hanya di tumpuk dan dibiarkan membusuk. Sampah hanya ditimbun dan dibiarkan terbuka dengan tanah, di mana sistem pengolahan lindi (leachate) yang tidak maximal dapat mempengaruhi kualitas air tanah dangkal di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas kitosan dari Cangkang Bekicot dan Biji Asam Jawa dapat menurunkan konsentrasi logam berat tembaga (Cu) pada air sumur di sekitar TPA sampah Antang Makassar. Tahap pembuatan kitosan meliputi deproteinasi, demineralisasi serta deasetilasi. Proses preparasi biji asam meliputi pembersihan biji dari bauh, di hancurkan menggunakan mortal setelah itu di ayak. Penelitian ini menggunakan variasi volume kitosan 10.000 ppm dan volume biji asam yaitu 5 mL, 10 mL, 15 mL, 20 mL dan 25 mL kitosan dan biji asam yang ditambahan kedalam air sumur 500 mL. Kadar Cu pada air sumur sebelum dan sesudah penambahan kitosan dan biji asam diukur menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometric (AAS). Penjernihan air sumur di sekitar TPA sampah Antang menggunakan kitosan dan biji asam pada penelitian ini diselesaikan melalui studi literatur dengan menggunakan metode koagulasi dan bahan aku kitosan dan biji asam. Dari beberapa hasil studi literatur yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa proses koagulasi menggunakan kitosan dari cangkang bekicot dan biji asam dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas air
Co-Authors A Artiningsih A. Ira Yulistianingsih A.A. Ketut Agung Cahyawan W Afiah, Irma Nur Alifyah Fitrah Suci Rachmadhani Alisyahbana, Takdir Almukmin almukmin Andi Aladin Andi Artiningsih Andi Suryanto Andi Syarifuddin Andrik Rosela Anis Saleh Ardiansah, Ardiansah Ardiansah. A Arham Efendi Artiningsih, A. Ayu Astuti, Andi Rina Belda Amelia Junisu Chusnul Azzahrah Darnengsih Darnengsih Darnengsih, Darnengsih Darwiah Rezki Dwi Nurhudaeni Efendi, Arham Faisal Fauziah Nur Aisyah Fauziah Nur Aisyah, Fauziah G Gusnawati Ganing, Melani Gusnawati Hafid, Muhammad Fachry Hardi Ismail Hardi Ismail Husna Jaida Imam Fathurahman Indra, Siti Ainun Pratiwi Ira Yulistianingsih, A. Irma Nur Afiah Irmayani Iswandi, Risal Iva Yenis Septiariva La Ifa La Ifa Lastri Wiyani Lisa Mandasini Mandasini Mandasini Muh Arman Muh. Azhar Muhammad Dahlan MUNIRA Munira Munira Munira Munira Mustafiah Mustafiah Mustafiah N Nurjannah N Nurjannah, N Nurjannah Nur Ihwan Safutra Nur Ulfa Zulhulaifa Nurjannah Nurjannah Nusran, Muhammad P Purnamasari Purnamasari Rafdi Abdul Majid Rahmad Junaidi, Rahmad Rahmaniah Malik Rahmawati Rahmawati Rahmawati Ridwan, Rugaya Risal Iswandi Rismaladewi Maskar Riza Aldiansyah Fanani Rofiqul Umam Rony, Zahara Tussoleha Rugaya Ridwan Sentiyaki Sentiyaki Sentiyaki Setyawati Yani Shalsabila Firdauzia Ismail Sumayyah Syahidah Syamsuddin Yani Syamsul Bakhri Sya’ban, Andrik Rosela Takdir Syarif Taufik Nur Taufik Nur Tri Annisa Abdullah Tri Isra Wahyu Lestari Ummu Kalsum Utami, Hermin Hardyanti Vita Febrianti Mansyu wahyuni daming Zakiyah Darajat Zakiyah Darajat