Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pendidikan Karakter Kemandirian Tunanetra di SLB Negeri 1 Semarang Karadita, Sabrina; Anindita, Diana; Khoiriyah, Wahyu Puji; Masfia, Irma; Fahmy, Zulfa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana anak-anak di SLB (Sekolah Luar Biasa) Negeri 1 Semarang menerima pendidikan karakter kemandirian. SLB ini menciptakan pola pendidikan karakter untuk anak-anak berkebutuhan khusus tunanetra di kabupaten Semarang. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Itu dilakukan di sekolah SLBN 1 di Semarang, di mana guru, wali murid, dan siswa terlibat. Penelitian ini dilakukan dengan baik karena sifat kemandiriannya. Pendidikan karakter kemandirian anak tunanetra dibagi menjadi empat komponen: tanggung jawab; otonomi; dan kontrol diri.
Analisis Gaya Belajar dalam Pemahaman Akademik Anak Tunarungu di SLB Negeri Semarang Sultonah, Nur; Nurfadilah, Risma Intan; Sari, Novi Widya; Fahmy, Zulfa; Masfia, Irma
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11133

Abstract

Gaya belajar merupakan metode yang diterapkan secara konsisten oleh peserta didik untuk mendapatkan informasi, memproses informasi, mengingat informasi, dan menyelesaikan tugas sehingga siswa mampu menafsirkan, menerjemahkan atau mengemukakan sesuatu dengan kemampuannya sendiri setelah sesuatu itu didapati dan dimengerti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya belajar yang efektif dalam membantu pemahaman akademik siswa tunarungu dalam proses pembelajaran di kelas. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini menyatakan bahwa dengan mengolaborasikan gaya belajar MMR, Visual, dan kinestetik di SLB Negeri Semarang terbukti efektif meningkatkan pemahaman pada siswa tunarungu. Hal tersebut terbukti efektif dikarenakan gaya belajar MMR dapat membantu siswa dalam mengasah kemampuan oral siswa. Selain itu gaya belajar visual dapat membantu siswa menginterpretasikan gambar atau video menjadi sebuah kata. Kemudian gaya belajar kinestetik dapat membantu siswa untuk memahami materi belajar menggunakan alat peraga dalam membantu memperkenalkan suatu bentuk kepada siswa tunarungu. Ada pula hambatan berbahasa dalam penguasaan kosa kata siswa tunarungu karena adanya gangguan pendengaran yang dialami oleh siswa tunarungu. Sehingga hal tersebut mempengaruhi proses pemahaman dalam pembelajaran materi yang disampaikan guru kepada siswa di kelas.
Pola Komunikasi Interpersonal Dan Interaksi Sosial Pada Remaja Tunarungu Di SLB B/C Swadaya Semarang Listiyani, Lulus Anggun; Wulandari, Indryani Sapta; Auliasari, Anindya; Fahmi, Zulfa; Masfia, Irma
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11170

Abstract

Tunarungu memiliki keterbatasan pendengaran yang mempengaruhi cara mereka berkomunikasi dan berinteraksi. Perbedaan tersebut menjadi sebuah fenomena yang menarik untuk diteliti lebih lanjut. Penelitian ini dilakukan di SLB B/C Swadaya Semarang, yang bertujuan untuk melihat pola komunikasi dan interaksi sosial remaja tunarungu dengan teman sebaya dan guru di sekolah tersebut. Data didapatkan berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan subjek dan pengajar. Adapun hasilnya, Perbedaan pola komunikasi dan interaksi yang dimiliki oleh remaja tunarungu dipengaruhi oleh keterbatasan bahasa yang dimiliki, pola komunikasi interpersonal yang dibentuk remaja tunarungu dengan teman tunarungunya cenderung menggunakan bahasa isyarat, karena mudah dipahami oleh semua kriteria tunarungu. Sedangkan, pola komunikasi yang dilakukan remaja tunarungu dengan individu tidak tunarungu cenderung menggunakan bahasa yang beragam, meliputi verbal maupun nonverbal. Interaksi sosial remaja tunarungu memiliki keterbatasan dalam lingkungan pertemanan dan relasi, remaja tunarungu cenderung lebih terbuka dan merasa nyaman ketika berinteraksi dengan sesama teman tunarungunya dibandingkan dengan individu tidak tunarungu.
An Analysis of Independence in Children and Adolescents with Intellectual Disabilities at MILB YKTM Budi Asih Fitriani, Dela Ayu; Putri, Nisrina Nurviani; Setiawan, Mohamad Dwiki; Fa`idah, Pramatika Nurul; Masfia, Irma; Fahmy, Zulfa
International Journal Education and Computer Studies (IJECS) Vol. 4 No. 1 (2024): MARCH 2024
Publisher : Lembaga KITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ijecs.v4i1.2653

Abstract

Independence refers to an individual's ability to carry out daily activities without relying on others, such as self-care, interacting with the surrounding environment, and completing tasks autonomously. It also encompasses emotional, behavioral, moral, and intellectual aspects that enable a person to navigate daily life without dependence on others. This study aims to analyze the level of independence among children and adolescents with intellectual disabilities at MILB YKTM Budi Asih. The research employed a descriptive qualitative method, collecting data through observations and interviews with students with intellectual disabilities, their parents, and teachers. The findings indicate that the level of independence among children and adolescents with intellectual disabilities at MILB YKTM Budi Asih varies across emotional, behavioral, moral, and intellectual aspects. Although there remains some dependence on parents for certain daily activities, the specialized education provided by the school has made efforts to support the development of independence among these children and adolescents.
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI ANAK AUTISME DALAM BERINTERAKSI SOSIAL DI SEKOLAH LUAR BIASA INSAN TIARA BANGSA Luthfiana, Kamalia Zuhrifa; Yasin, Muhammad; Tsuroyyaa , Nabilla; Fahmi , Zulfa; Masfia , Irma
Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik Vol. 1 No. 3 (2024): Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Retorika: Jurnal Komunikasi, Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan kemampuan komunikasi anak autisme dalam berinteraksi sosial di Sekolah Luar Biasa Insan Tiara Bangsa. Penelitian dilakukan pada 22 Maret 2024 dengan menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi terhadap tiga subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak autisme memiliki kemampuan komunikasi yang bervariasi, dari yang minim hingga lumayan baik, tergantung pada tingkat pendidikan dan terapi yang telah dijalani. Subjek yang lebih tua dan telah menjalani pelatihan lebih lama cenderung memiliki kemampuan komunikasi dan interaksi sosial yang lebih baik. Penelitian ini memberikan pemahaman tentang perkembangan kemampuan komunikasi dan interaksi sosial anak autisme di lingkungan Sekolah Luar Biasa Insan Tiara Bangsa.
HUBUNGAN SELF-EFFICACY GURU DENGAN SIKAP GURU TERHADAP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN INKLUSI DI SEKOLAH DASAR DI KOTA SEMARANG Sahna, Aufa Rizqia; Ningrum, Nadya Aditya; Febriati, Tuti; Masfia, Irma; Fahmy, Zulfa
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 3 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i3.3745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy guru dengan sikap guru sekolah penyelenggaraan pendidikan inklusif di Semarang. Self-efficacy guru merupakan keyakinan guru pada kapasitas pengajaran yang diberikan dalam memberikan dampak positif dan menjadikan siswa sukses dalam pembelajaran. Sikap guru adalah suatu cara guru untuk memberikan tanggapan penilaian yang dapat menyenangkan atau tidak menyenangkan terhadap sesuatu atau seseorang. Subjek penelitian ini sebanyak 97 responden yang merupakan guru sekolah dasar negeri inklusif dari wilayah Semarang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner yang dikembangkan oleh peneliti. Analisis data dilakukan menggunakan metode Spearman's Rho dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26. Bertujuan untuk menguji hubungan self-efficacy guru dengan sikap guru terhadap penyelenggaraan pendidikan inklusi di sekolah dasar di semarang. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara kedua variabel tersebut. Artinya, semakin tinggi keyakinan diri guru dalam kemampuan mengajar di Sekolah Dasar inklusi, semakin tinggi pula respons positif guru terhadap penyelenggaraan pendidikan inklusif.
The Role of Growth-Mindset and Interpersonal Communication in School Well-being: Self-Efficacy as a Mediator among Muslim Students Wihartati, Wening; Nordin, Nor Akmar; Nurfitri, Aldila Dyas; Masfia, Irma
Islamic Guidance and Counseling Journal Vol. 9 No. 1 (2026): Islamic Guidance and Counseling Journal
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung in collaboration with Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/0020269726700

Abstract

Concerns about the psychological well-being of university students, especially Muslim students in Indonesia and Malaysia, make it important to understand factors that can support their well-being on campus. This study employed a quantitative design with path analysis to test the mediating role of self-efficacy in the relationship between growth-mindset, interpersonal communication, and school well-being. Data were collected from 433 Muslim students (241 from Indonesia and 192 from Malaysia), aged 18–25 years, through purposive sampling. The sample consisted of 89 men and 344 women across different academic years. Four validated instruments were used: the Growth-Mindset Scale (8 items, α = 0.81), Interpersonal Communication Scale (38 items, α = 0.84), Self-Efficacy Scale (17 items, α = 0.88), and School Well-being Scale (43 items, α = 0.89). Data analysis was performed using Hayes’ PROCESS macro (Model 4). The results indicated that growth-mindset and interpersonal communication both positively influenced self-efficacy. However, neither growth-mindset nor interpersonal communication had a direct effect on school well-being. Instead, both factors exerted significant indirect effects through self-efficacy, indicating full mediation. These findings highlight the importance of strengthening self-efficacy by promoting a growth-mindset and enhancing interpersonal communication skills to improve students’ school well-being.
Co-Authors Abadi, Auliya Rahma Aenika, Uti Afifah, Afifah Ahyauddin, M. Mawahib AMBARWATI, SEPTIANA Ananta, Dita Maria Anindita, Diana Anjani, Nafadhilla Refie Arifah, Ismi Nur Asri, Adinda Ratu Kencana Astutik, Eka Wulan Auliasari, Anindya Auliya, Hilda Rahma Bactiar, Fatimah Azzahra Putri BAHAR, JIHAN MAILA NURIL Bilqis, Qonita Darmono El-Fikri, Dewi Nabela Sofya Emiliawati, Ima Fadilah, Indy Rahma Fahmi , Zulfa FAHMI, ZULFA Falah Amelia, Risqi Fathudin, Fathudin Fa`idah, Pramatika Nurul Febriati, Tuti Firdaus, Thami Alya Fitria, Ana Fitriani, Dela Ayu Fitroh, Wanda Aulia H, Evika Nur Asyifa Hanifah, Nabilla Nur Ikhrom Ikhrom Inviolita, Andriana Ira Lestari, Isma Karadita, Sabrina Khoiriyah, Wahyu Puji Kurniawan, Ladya Ghaisani Lestari, Rimba A. Lestari, Sri Ayu Listiyani, Lulus Anggun Lutfi Nur Afifah Luthfiana, Kamalia Zuhrifa MADAFI, HASNA LAILA DHIAULHAQ AL Maulina, Apriya Sani Mochammad Imron Awalludin Muhammad Yasin Mulyani Oktaviana, Sri Nadya, Najma Natalia, Nia Ningrum, Nadya Aditya Nordin, Nor Akmar Nurfadilah, Risma Intan Nurfitri, Aldila Dyas Oktavia, Dilla Maghdalena OSTIAN, RAI NANDANA Pandef Rudianto Pratiwi, Alya Hardianti Putri, Juliana Nur Amelia Putri, Khoirina Ayudia Putri, Nisrina Nurviani Rahma, Elfia Rahmania, Afifah Ramadhani, Okfanisa Riskia Raudhotul Jannah Robaiyani, Siti S, Nanda Ridwan Sahna, Aufa Rizqia Sanal Barqiy, Qonita Sari, Novi Widya Setiawan, Mohamad Dwiki Sri Puji Lestari Sultonah, Nur Suwarno Suwarno Syaharani, Nabila Dhita Tsuroyyaa , Nabilla USBAH, ALIKA MAEZALATI wening wihartati, wening Wicaksono, Andien W. Wulandari, Indryani Sapta Zahra, Dhafiyah ZIKRINAWATI, KHAIRANI Zulfa Fahmy