Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Navigating communication barriers: The role of family dynamics in deaf adolescents' social interaction El-Fikri, Dewi Nabela Sofya; Maulina, Apriya Sani; Asri, Adinda Ratu Kencana; Masfia, Irma; Fahmi, Zulfa
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2024.5.1.21256

Abstract

Purpose - This study aims to understand the level of interaction and implementation of parenting patterns that can affect the lives of deaf teenagers. Method - In this study, the researcher uses a qualitative method with a case study and exploratory-descriptive approach. The research was conducted from February-April 2024. Data collection techniques include interviews, observations, and documentation. The analysis techniques consist of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Result - This study highlights the importance of social interaction and parenting patterns for deaf teenagers. It was found that awareness of the subject's condition begins from birth, with the main challenges in communication and environment. Parents tend to apply authoritative and democratic parenting styles. Communication with other deaf individuals uses sign language, while communication with family members or individuals without special needs uses spoken language. The subject's skills such as sewing, pantomiming, and painting can boost their self-confidence and enhance their social interaction skills by participating in competitions related to their skills. Originality - This research reinforces the findings on social interaction of deaf teenagers with individuals without special needs, as well as the independent parenting patterns applied by parents to deaf teenagers with special needs.***Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk memahami tingkat interaksi serta implementasi pola asuh orangtua yang dapat mempengaruhi kehidupan remaja tunarungu. Metode - Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus dan eksploratif-deskriptif. Penelitian ini dilakukan dari Februari-April 2024. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis dalam penelitian ini terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian - Penelitian ini menyoroti pentingnya interaksi sosial dan pola asuh bagi remaja tunarungu. Ditemukan bahwa kesadaran akan kondisi subjek dimulai sejak kelahiran, dengan tantangan utama dalam komunikasi dan lingkungan. Orang tua lebih menerapkan pola asuh otoriter dan demokratis. Cara komunikasi terhadap sesama berkebutuhan khusus tunarungu menggunakan bahasa isyarat sedangkan terhadap keluarga ataupun orang yang tidak memiliki kebutuhan khusus tunarungu menggunakan bahasa bibir. Adanya keterampilan yang dimiliki subjek seperti menjahit, pantomime, dan melukis yang dapat meningkatkan kepercayaan dirinya serta kelancaran dalam berinteraksi sosial dengan mengikuti ajang perlombaan sesuai dengan keterampilan yang dimilikinya. Originalitas– Penelitian ini memperkuat penemuan mengenai interaksi sosial remaja tunarungu terhadap individu yang tidak memiliki kebutuhan khusus, serta pola asuh mandiri yang di terapkan orangtua terhadap remaja yang memiliki kebutuhan khusus tunarungu.
Pendidikan Karakter Kemandirian Tunanetra di SLB Negeri 1 Semarang Karadita, Sabrina; Anindita, Diana; Khoiriyah, Wahyu Puji; Masfia, Irma; Fahmy, Zulfa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana anak-anak di SLB (Sekolah Luar Biasa) Negeri 1 Semarang menerima pendidikan karakter kemandirian. SLB ini menciptakan pola pendidikan karakter untuk anak-anak berkebutuhan khusus tunanetra di kabupaten Semarang. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Itu dilakukan di sekolah SLBN 1 di Semarang, di mana guru, wali murid, dan siswa terlibat. Penelitian ini dilakukan dengan baik karena sifat kemandiriannya. Pendidikan karakter kemandirian anak tunanetra dibagi menjadi empat komponen: tanggung jawab; otonomi; dan kontrol diri.
Analisis Gaya Belajar dalam Pemahaman Akademik Anak Tunarungu di SLB Negeri Semarang Sultonah, Nur; Nurfadilah, Risma Intan; Sari, Novi Widya; Fahmy, Zulfa; Masfia, Irma
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11133

Abstract

Gaya belajar merupakan metode yang diterapkan secara konsisten oleh peserta didik untuk mendapatkan informasi, memproses informasi, mengingat informasi, dan menyelesaikan tugas sehingga siswa mampu menafsirkan, menerjemahkan atau mengemukakan sesuatu dengan kemampuannya sendiri setelah sesuatu itu didapati dan dimengerti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya belajar yang efektif dalam membantu pemahaman akademik siswa tunarungu dalam proses pembelajaran di kelas. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini menyatakan bahwa dengan mengolaborasikan gaya belajar MMR, Visual, dan kinestetik di SLB Negeri Semarang terbukti efektif meningkatkan pemahaman pada siswa tunarungu. Hal tersebut terbukti efektif dikarenakan gaya belajar MMR dapat membantu siswa dalam mengasah kemampuan oral siswa. Selain itu gaya belajar visual dapat membantu siswa menginterpretasikan gambar atau video menjadi sebuah kata. Kemudian gaya belajar kinestetik dapat membantu siswa untuk memahami materi belajar menggunakan alat peraga dalam membantu memperkenalkan suatu bentuk kepada siswa tunarungu. Ada pula hambatan berbahasa dalam penguasaan kosa kata siswa tunarungu karena adanya gangguan pendengaran yang dialami oleh siswa tunarungu. Sehingga hal tersebut mempengaruhi proses pemahaman dalam pembelajaran materi yang disampaikan guru kepada siswa di kelas.
Pola Komunikasi Interpersonal Dan Interaksi Sosial Pada Remaja Tunarungu Di SLB B/C Swadaya Semarang Listiyani, Lulus Anggun; Wulandari, Indryani Sapta; Auliasari, Anindya; Fahmi, Zulfa; Masfia, Irma
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.11170

Abstract

Tunarungu memiliki keterbatasan pendengaran yang mempengaruhi cara mereka berkomunikasi dan berinteraksi. Perbedaan tersebut menjadi sebuah fenomena yang menarik untuk diteliti lebih lanjut. Penelitian ini dilakukan di SLB B/C Swadaya Semarang, yang bertujuan untuk melihat pola komunikasi dan interaksi sosial remaja tunarungu dengan teman sebaya dan guru di sekolah tersebut. Data didapatkan berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan subjek dan pengajar. Adapun hasilnya, Perbedaan pola komunikasi dan interaksi yang dimiliki oleh remaja tunarungu dipengaruhi oleh keterbatasan bahasa yang dimiliki, pola komunikasi interpersonal yang dibentuk remaja tunarungu dengan teman tunarungunya cenderung menggunakan bahasa isyarat, karena mudah dipahami oleh semua kriteria tunarungu. Sedangkan, pola komunikasi yang dilakukan remaja tunarungu dengan individu tidak tunarungu cenderung menggunakan bahasa yang beragam, meliputi verbal maupun nonverbal. Interaksi sosial remaja tunarungu memiliki keterbatasan dalam lingkungan pertemanan dan relasi, remaja tunarungu cenderung lebih terbuka dan merasa nyaman ketika berinteraksi dengan sesama teman tunarungunya dibandingkan dengan individu tidak tunarungu.
An Analysis of Independence in Children and Adolescents with Intellectual Disabilities at MILB YKTM Budi Asih Fitriani, Dela Ayu; Putri, Nisrina Nurviani; Setiawan, Mohamad Dwiki; Fa`idah, Pramatika Nurul; Masfia, Irma; Fahmy, Zulfa
International Journal Education and Computer Studies (IJECS) Vol. 4 No. 1 (2024): MARCH 2024
Publisher : Lembaga KITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ijecs.v4i1.2653

Abstract

Independence refers to an individual's ability to carry out daily activities without relying on others, such as self-care, interacting with the surrounding environment, and completing tasks autonomously. It also encompasses emotional, behavioral, moral, and intellectual aspects that enable a person to navigate daily life without dependence on others. This study aims to analyze the level of independence among children and adolescents with intellectual disabilities at MILB YKTM Budi Asih. The research employed a descriptive qualitative method, collecting data through observations and interviews with students with intellectual disabilities, their parents, and teachers. The findings indicate that the level of independence among children and adolescents with intellectual disabilities at MILB YKTM Budi Asih varies across emotional, behavioral, moral, and intellectual aspects. Although there remains some dependence on parents for certain daily activities, the specialized education provided by the school has made efforts to support the development of independence among these children and adolescents.
Pembelajaran Partisipasi Aktif Siswa Tunagrahita Di TK Talenta Semarang Ditinjau Dari Aspek Pedagogis Dan Ekologis Robaiyani, Siti; Ahyauddin, M. Mawahib; Rahmania, Afifah; Masfia, Irma; Fahmy, Zulfa
Psikologi Prima Vol. 7 No. 1 (2024): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v7i1.4995

Abstract

A critical element in the learning process is student participation. However, children with disabilities sometimes have obstacles to participate in the classroom. Therefore, this study focuses on observing the active participation of students with disabilities in Talenta Semarang Kindergarten and the methods used to stimulate participation. Active participation is examined from two aspects, namely ecology and pedagogy. This research is qualitative, using observation and interview data collection methods. The analysis technique used is descriptive phenomenology, which is a technique for understanding the subject's experience by describing the essential features of a phenomenon without interpreting it. The study results showed that the students with disabilities at Talenta Semarang Kindergarten could show limited participation levels in the ecological and pedagogical aspects. In this case, each student showed different levels according to their abilities. In addition, teachers can also show some methods to provoke students with disabilities to participate in the learning process in the classroom. This research also discusses the obstacles and challenges faced by students with disabilities in the learning process.
HUBUNGAN SELF-EFFICACY GURU DENGAN SIKAP GURU TERHADAP PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN INKLUSI DI SEKOLAH DASAR DI KOTA SEMARANG Sahna, Aufa Rizqia; Ningrum, Nadya Aditya; Febriati, Tuti; Masfia, Irma; Fahmy, Zulfa
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 3 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i3.3745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy guru dengan sikap guru sekolah penyelenggaraan pendidikan inklusif di Semarang. Self-efficacy guru merupakan keyakinan guru pada kapasitas pengajaran yang diberikan dalam memberikan dampak positif dan menjadikan siswa sukses dalam pembelajaran. Sikap guru adalah suatu cara guru untuk memberikan tanggapan penilaian yang dapat menyenangkan atau tidak menyenangkan terhadap sesuatu atau seseorang. Subjek penelitian ini sebanyak 97 responden yang merupakan guru sekolah dasar negeri inklusif dari wilayah Semarang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner yang dikembangkan oleh peneliti. Analisis data dilakukan menggunakan metode Spearman's Rho dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26. Bertujuan untuk menguji hubungan self-efficacy guru dengan sikap guru terhadap penyelenggaraan pendidikan inklusi di sekolah dasar di semarang. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara kedua variabel tersebut. Artinya, semakin tinggi keyakinan diri guru dalam kemampuan mengajar di Sekolah Dasar inklusi, semakin tinggi pula respons positif guru terhadap penyelenggaraan pendidikan inklusif.