Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

EFEKTIVITAS TATALAKSANA ANTIBIOTIK SEBAGAI TERAPI OTITIS MEDIA AKUT PADA ANAK Darul, Aqilla Fitrani; Arifuddin, Andi Tenri Sanna; Maulani, Destya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51199

Abstract

Otitis media akut (OMA) merupakan istilah yang sering digunakan untuk kondisi infeksi pada telinga tengah. Infeksi ini sering dijumpai pada anak-anak usia pra-sekolah. Otitis media merupakan alasan seringnya pemberian antibiotik pada anak. Tatalaksana dari Otitis Media Akut pun bergantung pada stadiumnya. Apabila penderita OMA kurang mendapatkan penanganan yang adekuat maka akan mengalami komplikasi lanjutan yaitu Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) yaitu peradangan pada mukosa telinga tengah yang disertai keluarnya cairan melalui perforasi membran timpani selama lebih dari 2 bulan. Artikel ini menyajikan tinjauan literatur tentang Efektivitas tatalaksana antibiotik sebagai terapi otitis media akut pada anak. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif studi literature review. Penelusuran ResearchGate, Google Scholar dan Academia.edu mengulas efektivitas tatalaksana antibiotik sebagai terapi otitis media akut pada anak. Sebanyak 11 studi yang dilakukan antara tahun 2020-2025 dimasukkan dalam tinjauan ini. Secara keseluruhan 227 judul diidentifikasi didapatkan 11 studi yang memenuhi kriteria yang membahas tentang efektivitas tatalaksana antibiotik sebagai terapi otitis media akut pada anak. Dari beberapa tinjauan pustaka yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa tatalaksana antibiotik pada Otitis Media Akut (OMA) pada anak sebaiknya dilakukan secara selektif dan berbasis bukti klinis. Pada kasus ringan hingga sedang, efektivitas antibiotik terbatas dan strategi watchful waiting selama 48–72 jam terbukti aman, terutama pada anak >2 tahun tanpa gejala berat. Antibiotik tetap dibutuhkan pada kasus berat, OMA bilateral, atau disertai otorrhea, dengan amoksisilin dosis tinggi sebagai pilihan utama.
The Relationship Between Low Back Pain and Obesity among Nurses in the Working Area of Mitra Manakarra Hospital in 2025 Waskito, Farah Nadhilla Ramadhani; Makmun, Armanto; Arifuddin, Andi Tenri Sanna; Dahliah, Dahliah; Harahap, Muhammad Wirawan
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10020

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan masalah kesehatan yang sering dialami oleh tenaga medis, termasuk perawat, dengan berbagai faktor risiko seperti posisi tubuh yang buruk, kelelahan, dan beban fisik yang tinggi. Salah satu faktor yang berkontribusi pada LBP adalah obesitas, yang dapat meningkatkan tekanan pada tulang belakang dan memperburuk postur tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara obesitas dan kejadian LBP pada perawat di Rumah Sakit Mitra Manakarra pada tahun 2025. Metode yang digunakan adalah pendekatan observasional dengan desain cross-sectional, melibatkan 37 perawat yang dipilih secara acak dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dari total 55 populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obesitas berhubungan signifikan dengan peningkatan keparahan LBP. Sebagian besar perawat dengan obesitas mengalami disabilitas sangat parah akibat LBP, sementara perawat dengan IMT normal lebih banyak mengalami disabilitas minimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa obesitas dapat meningkatkan keparahan LBP pada perawat dan merekomendasikan pengembangan program pencegahan yang mencakup pelatihan ergonomi, peningkatan aktivitas fisik, dan pengelolaan pola makan sehat. Penelitian lebih lanjut dengan desain longitudinal diperlukan untuk memahami dampak jangka panjang obesitas terhadap LBP.