Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pemeriksaan HDL, LDL, dan Edukasi Gaya Hidup sebagai Pencegahan Aterosklerosis pada Usia Dewasa Johan; Santoso, Alexander Halim; Destra, Edwin; Wijaya, Bryan Anna; Setiawan, Fiona Valencia
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v2i3.469

Abstract

Aterosklerosis merupakan proses kronik progresif yang bermula dari ketidakseimbangan lipid, khususnya peningkatan LDL dan penurunan HDL. Perubahan ini sering terjadi pada individu usia produktif tanpa disertai keluhan klinis. Deteksi dini profil lipid menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan kardiovaskular. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pemeriksaan kadar HDL dan LDL disertai edukasi gaya hidup di komunitas Danau Sunter. Pengambilan darah vena dilakukan untuk mengukur konsentrasi HDL dan LDL, kemudian hasil disampaikan kepada peserta secara individual dengan penjelasan visual mengenai kaitan lipid dan risiko aterosklerosis. Sebanyak 49 peserta (rata-rata usia 44,87 tahun) menjalani pemeriksaan, dengan hasil 20,41% memiliki HDL sangat rendah dan 55,10% HDL rendah. Pada parameter LDL, 44,90% menunjukkan nilai tinggi. Profil ini mengindikasikan potensi risiko aterosklerosis yang signifikan pada usia produktif. Skrining HDL dan LDL merupakan pendekatan preventif yang sederhana dan efektif dalam mengidentifikasi individu berisiko tinggi aterosklerosis. Intervensi edukatif setelah pemeriksaan mendukung pemahaman peserta terhadap pentingnya regulasi lipid melalui gaya hidup sehat.
Korelasi Fungsi Ginjal dan Keseimbangan Kadar Minyak, Air, dan Hidrasi Kulit pada Dewasa di Wilayah Perkotaan: Correlation between Kidney Function and Oil, Water, and Skin Hydration Balance in Adult Respondents in Urban Areas Tan, Sukmawati Tansil; Setiawan, Fiona Valencia
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.175

Abstract

Latar Belakang: Fungsi ginjal berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh, termasuk yang berkaitan dengan hidrasi kulit. Faktor lingkungan dan gaya hidup dapat memperberat disfungsi ginjal dan memengaruhi status fisiologis kulit di masyarakat perkotaan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara fungsi ginjal dan keseimbangan kadar minyak, air, serta hidrasi kulit. Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan melibatkan subjek dewasa di wilayah perkotaan. Parameter fungsi ginjal dinilai melalui pemeriksaan kreatinin serum dan estimasi laju filtrasi glomerulus (eGFR), sedangkan status fisiologis kulit diukur menggunakan alat digital skin analyzer untuk menentukan kadar air, minyak, dan hidrasi kulit. Analisis korelasi dilakukan menggunakan uji statistik non-parametrik. Hasil: Terdapat korelasi negatif signifikan antara kadar kreatinin dengan kadar minyak dan air kulit (p < 0,05), serta korelasi positif antara eGFR dan kadar kelembaban kulit. Pola hidrasi kulit menunjukkan variasi yang mengindikasikan kemungkinan mekanisme kompensasi pada individu dengan fungsi ginjal menurun. Kesimpulan: Fungsi ginjal berkorelasi dengan status hidrasi dan keseimbangan kadar minyak serta air pada kulit. Evaluasi kulit dapat berperan sebagai indikator tambahan dalam skrining non-invasif gangguan fungsi ginjal, terutama pada populasi urban dengan risiko metabolik tinggi.
Mewujudkan Sikap Bela Negara pada Generasi Muda dengan Menghindari 4 Dosa Pendidikan Wijaya, Bryan Anna; Setiawan, Fiona Valencia; Santoso, Alexander Halim
WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2024): Mei : WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/wissen.v2i2.202

Abstract

Sikap bela negara merupakan sebuah tekad dan kesediaan yang diperlukan setiap warga negara untuk berbakti kepada bangsa dan negara. Masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda perlu untuk selalu menanamkan nilai-nilai dasar bela negara, meliputi rasa cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia kepada pancasila sebagai ideologi negara dan pandangan hidup bangsa, rela berkorban, serta memiliki kemampuan awal bela negara. Namun seiring berkembangnya zaman, terjadi krisis kesadaran bela negara pada generasi muda dikarenakan degradasi moral akibat 4 dosa pendidikan yang meliputi perundungan, kekerasan seksual, intoleransi, dan korupsi. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode narrative literature review yang dilakukan dengan mengumpulkan sumber yang relevan dengan topik dan membuat kesimpulan mengenai cara mewujudkan sikap bela negara pada generasi muda dengan menghindari 4 dosa pendidikan. Dari kajian yang telah dilakukan, menghindari 4 dosa pendidikan tersebut, dapat membantu mewujudkan masyarakat Indonesia terutama pada generasi muda agar memiliki kesadaran bela negara yang dicerminkan pada sikap dan perilakunya dalam kehidupan bermasyarakat. Generasi muda juga harus dapat memenuhi perannya sebagai Agent of change, Guardian of value, Iron stock, Social control, dan Moral force dengan cara menghindari 4 dosa pendidikan, sehingga kesadaran bela negara pada generasi muda dapat meningkat, serta menjadi generasi emas yang dapat mempertahankan bangsa dan negara.
Peran Lemak Subkutan dalam Menunjang Kelembapan dan Hidrasi Kulit pada Dewasa: Studi Potong Lintang di Komunitas Gereja AT: The Role of Subcutaneous Fat in Supporting Skin Moisture and Hydration in Adults: A Cross-Sectional Study in the AT Church Community Yudhitiara, Novia; Gunaidi, Farell Christian; Setiawan, Fiona Valencia
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.186

Abstract

Latar Belakang: Hidrasi kulit mencerminkan keseimbangan antara kadar air dan minyak pada permukaan epidermis, yang dipengaruhi oleh faktor sistemik termasuk komposisi tubuh. Peran lemak subkutan sebagai determinan fisiologis fungsi barier kutan masih belum dievaluasi secara menyeluruh pada populasi dewasa sehat.Metode: Penelitian observasional potong lintang dilakukan pada 66 partisipan dewasa dari komunitas Gereja AT. Pemeriksaan komposisi tubuh dilakukan menggunakan bioimpedansi segmental (OMRON HBF-375), sementara parameter kulit (kadar minyak, kadar air, dan hidrasi) diukur melalui skin analyzer. Hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan korelasi Spearman dan korelasi parsial setelah kontrol usia. Hasil: Lemak subkutan menunjukkan korelasi positif yang signifikan terhadap seluruh parameter kulit: minyak (r = 0.342; p = 0.005), air (r = 0.317; p = 0.010), dan hidrasi (r = 0.315; p = 0.010). Sebaliknya, massa otot rangka, khususnya ekstremitas atas, berkorelasi negatif terhadap ketiga parameter tersebut (r berkisar antara -0.254 hingga -0.333; p < 0.05). Korelasi tetap signifikan setelah kontrol usia dilakukan. Kesimpulan: Lemak subkutan berperan penting dalam mempertahankan integritas kulit melalui dukungannya terhadap kadar minyak, kadar air, dan hidrasi. Komposisi tubuh berpotensi menjadi indikator non-invasif untuk mengevaluasi status kulit pada populasi dewasa, khususnya di lingkungan tropis.
Efektivitas Vaksin Influenza Berbasis mRNA dalam Meningkatkan Imunitas dan Potensinya Sebagai Pelindung Anak dari Risiko Pneumonia: Analisis Wijaya, Bryan; Setiawan, Fiona Valencia; Firmansyah, Yohanes
Cermin Dunia Kedokteran Vol 52 No 6 (2025): Kesehatan Jiwa
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v52i6.1619

Abstract

Influenza viruses have posed a global threat since the 19th century, presenting serious challenges and threats to public health worldwide. Influenza viruses are among the major seasonal outbreaks impacting health and the economy yearly. Numerous new strains emerge over time due to the antigenic drift of influenza viruses, which undergo mutations. Therefore, vaccines and medical technologies continuously need innovative approaches to stimulate immune responses effectively. mRNA-based influenza vaccines are potentially more effective because of the inclusion of a broader range of antigens that can enhance cellular immunity or expand protection beyond just hemagglutinin (HA) and neuraminidase (NA), they can incorporate more than four antigens (HA) in a single formulation, offering advantages in effectiveness, safety, and rapid large-scale production. mRNA-based influenza vaccines hold significant potential and are expected to benefit children due to their various advantages.
KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT DALAM RANGKA EDUKASI DAN SKRINING OBESITAS, DIABETES MELLITUS TIPE II, DAN HIPERURISEMIA PADA MASYARAKAT DI COMMUNITY CENTER RW 08, CIPONDOH TANGERANG METABOLIK PADA LANJUT USIA Santoso, Alexander Halim; Setia, Nicholas; Jaya, I Made Satya Pramana; Setiawan, Fiona Valencia; Fransisco, Melkior Michael
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29756

Abstract

Obesitas, Diabetes Mellitus tipe 2 (DM II), dan hiperurisemia merupakan penyakit tidak menular yang umum dan menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan secara global. Obesitas dapat diukur menggunakan indeks massa tubuh (BMI) dan persentase lemak tubuh, dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia. DM II ditandai dengan kadar gula darah tinggi yang berhubungan erat dengan gaya hidup tidak sehat dan obesitas, serta memiliki prevalensi yang tinggi di Indonesia. Hiperurisemia, yang disebabkan oleh kadar asam urat tinggi, terkait dengan konsumsi makanan tinggi purin dan dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular dan disfungsi ginjal. Kegiatan pengabdian masyarakat di Community Center RW 08, Cipondoh, Tangerang menggunakan pendekatan Plan-Do-Check-Action (PDCA) untuk edukasi dan skrining kesehatan. Hasil skrining menunjukkan prevalensi obesitas sebesar 61%, diabetes 9%, dan hiperurisemia 4% di antara 100 peserta. Program ini menekankan pentingnya edukasi dan skrining kesehatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, deteksi dini, dan pengelolaan efektif kondisi ini. Inisiatif ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesehatan masyarakat secara keseluruhan dengan menyediakan layanan kesehatan yang sesuai budaya dan mempromosikan perubahan perilaku positif.
Korelasi Literasi Gizi dengan Parameter Kesehatan Metabolik pada Masyarakat Badui Alexander Halim Santoso; Wijaya, Bryan Anna; Setiawan, Fiona Valencia
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v5i1.7975

Abstract

Sindrom metabolik merupakan isu kesehatan yang semakin menonjol di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 21,66% dan angka lebih tinggi pada populasi urban. Literasi gizi, sebagai kapasitas individu untuk memahami dan menerapkan informasi nutrisi, dipandang berperan penting dalam mengarahkan perilaku makan serta memengaruhi status metabolik. Namun, pada komunitas adat seperti masyarakat Badui, struktur sosial-budaya dan pola hidup tradisional dapat menciptakan dinamika yang berbeda dibandingkan populasi umum. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat literasi gizi dan parameter kesehatan metabolik pada masyarakat Badui Luar. Studi observasional dengan desain potong lintang ini melibatkan 41 responden dewasa. Literasi gizi diukur menggunakan kuesioner terstandar, sedangkan parameter metabolik meliputi lingkar perut, tekanan darah, kadar glukosa darah puasa, trigliserida, dan HDL yang diperiksa menggunakan metode klinis sederhana. Analisis korelasi Pearson digunakan untuk menilai hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi gizi berada pada kategori cukup baik (123,73 ± 7,89), namun tidak berhubungan signifikan dengan seluruh parameter metabolik (r –0,218 hingga 0,241; p>0,05). Pola ini mengindikasikan bahwa faktor budaya, aktivitas fisik agraris, serta pola konsumsi tradisional kemungkinan berperan lebih dominan dalam membentuk profil metabolik masyarakat Badui dibandingkan literasi gizi formal.
DARI PIXEL KE GRAIN: EKSPLORASI PERFECTION FATIGUE GEN Z DAN RELEVANSI VISUAL FOTOGRAFI DI ERA DIGITAL Wijaya, Bryan Anna; Setiawan, Fiona Valencia; Firmansyah, Yohanes; Dewi, Fransisca Iriani Roesmala
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Generasi Z hidup dalam budaya digital yang sangat tersaturasi, dengan ekspektasi visual yang terkurasi dan serbapolished. Tekanan ini berkaitan dengan meningkatnya perfeksionisme, kecemasan, ketidakpuasan tubuh, serta kelelahan psikologis. Fenomena beralihnya Gen Z pada kamera analog dan estetika visual yang lebih “tidak sempurna” menjadi indikasi pencarian keaslian serta resistensi halus terhadap tekanan visual digital. Tujuan: Kajian ini bertujuan memetakan bukti ilmiah mengenai hubungan antara pengalaman digital, perfeksionisme, kesehatan jiwa remaja, serta peran fotografi sebagai medium ekspresi psikososial, sambil mengulik kesenjangan literatur terkait preferensi kamera analog pada Gen Z. Metode: Pencarian sistematis dilakukan melalui PubMed menggunakan kombinasi MeSH dan kata kunci terkait kesehatan jiwa remaja, perfeksionisme, media digital, dan fotografi. Dari 432 artikel awal, seleksi bertahap menghasilkan 33 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Literatur ditelaah secara naratif untuk mengidentifikasi tema-tema utama. Hasil: Tiga tema besar muncul: tekanan perfeksionisme dan representasi diri di media sosial; dampak pengalaman digital terhadap kesehatan jiwa remaja; serta peran fotografi dalam ekspresi emosional dan pemulihan psikososial. Bukti menunjukkan bahwa budaya visual yang terlalu sempurna berkontribusi pada stres dan ketidakpuasan diri, sementara praktik fotografi kreatif mendukung kesejahteraan psikologis. Diskusi: Temuan mengindikasikan bahwa preferensi Gen Z terhadap estetika analog dapat dipahami sebagai respons terhadap tekanan visual digital dan kebutuhan ekspresi autentik. Namun, bukti langsung mengenai fenomena ini masih terbatas. Kesimpulan: Kejenuhan estetika digital berperan dalam dinamika kesehatan jiwa generasi muda dan mendorong pencarian media visual yang lebih organik. Studi lanjutan diperlukan di Indonesia untuk memahami fenomena ini secara lebih mendalam.
Correlation of Blood Glucose Levels, Uric Acid, and Lipid Profile with Hand Grip Strength: The Role of Age as A Control Variable Drew, Clement; Atzmardina, Zita; Santoso, Alexander Halim; Setiawan, Fiona Valencia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 5 (2026): Volume 6 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i5.22436

Abstract

ABSTRACT Handgrip strength (HGS) is an essential biomarker of muscle strength and physical health, with links to illnesses like cardiovascular disease, metabolic syndrome, and frailty. It is particularly important in aging populations, where physical strength promotes independence and quality of life. Blood glucose, uric acid, and lipid profiles all impact metabolic health, influencing physical performance. Elevated glucose levels, disturbed uric acid metabolism, and aberrant lipid profiles lead to impaired muscle function and increased cardiovascular risk. When combined with age-related alterations such as sarcopenia and metabolic dysregulation, these markers have an even greater impact on HGS. This study investigates the association between these metabolic markers and HGS, hypothesizing that aberrant profiles are associated with lower HGS, independent of age. This cross-sectional study in West Jakarta included 120 adults tested for handgrip strength, hemoglobin, blood sugar, uric acid, cholesterol, HDL, LDL, triglycerides, and the triglycerides-to-HDL ratio. Results showed positive correlations between HGS and hemoglobin, hematocrit, and blood sugar, highlighting their roles in oxygen transport and energy provision. The triglycerides-to-HDL ratio also correlated positively with HGS, indicating the influence of lipid metabolism on muscle performance. Age showed an inverse correlation with HGS, consistent with sarcopenia. This study examines the relationship between physiological factors and handgrip strength in the elderly, stressing the importance of optimizing hemoglobin, blood sugar, and cholesterol levels. Limitations include a cross-sectional design and gender bias, necessitating a long-term, comprehensive future study. Keywords: Aging, Handgrip Strength, Lipid Profile, Metabolic Health, Sarcopenia.
Diabetes Predictive Scoring Model in Adults at Jakarta Based on Waist-to-Hip Ratio and Handgrip Strength Setiawan, Fiona Valencia; Wijaya, Bryan Anna; Gunawan, Shirly; Firmansyah, Yohanes
Jambi Medical Journal : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2026): JAMBI MEDICAL JOURNAL: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jmj.v14i1.52320

Abstract

Background: Diabetes mellitus is an escalating public health concern, particularly among productive-age populations in urban settings. This study aimed to evaluate the potential of WHR and HG as low-cost, non-invasive tools for early diabetes risk detection. Methods: A cross-sectional study was conducted among 539 productive-age adults (>18 years) across multiple districts in Jakarta during 2024–2025 using consecutive sampling. Fasting blood glucose, WHR, and HG were assessed. Multiple linear regression was applied to examine associations between WHR, HG, and fasting glucose. A binary logistic regression model with backward likelihood ratio selection was used to identify predictors of diabetes. Results: WHR showed a significant positive association with fasting glucose (B = 72.647; p = 0.001), while HG demonstrated a significant inverse association (B = –0.468; p = 0.047). Logistic regression analysis indicated that lower HG (B = –0.867; Exp(B) = 0.420; p = 0.001) and higher WHR (B = –2.413; Exp(B) = 0.090; p = 0.018) were independently associated with diabetes risk. The model constant was 4.535 (p < 0.001). Conclusion: A model integrating WHR and HG shows promise for early diabetes risk stratification among productive-age adults in Jakarta, supporting their utility in community-based screening.