Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP PERILAKU KEWARGAAN ORGANISASI DI PT WASKITA KARYA (PERSERO) TBK Catarina, Edith Irene; Susita , Dewi; Dara , Despinur
Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 3 No. 6 (2025): Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari Kepuasan Kerja dan Budaya Organisasi terhadap Perilaku Kewargaan Organisasi (PKO) pada karyawan PT Waskita Karya (Persero) Tbk, mengingat di tengah persaingan industri yang ketat, perilaku sukarela karyawan di luar tugas formalnya dipandang sebagai kontribusi esensial yang mendukung efektivitas dan keunggulan operasional perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis data Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan antar variabel laten. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner berskala Likert yang disebarkan melalui teknik purposive sampling dan berhasil mengumpulkan data valid dari 104 responden karyawan. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa baik Kepuasan Kerja ataupun Budaya Organisasi terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perilaku Kewargaan Organisasi. Kepuasan Kerja dan Budaya Organisasi secara simultan juga berpengaruh pada variabel Perilaku Kewargaan Organisasi. Karyawan menunjukkan kepuasan kerja yang tinggi dan memberikan respons positif terhadap implementasi budaya yang ada. Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa Budaya Organisasi dan Kepuasan Kerja merupakan faktor anteseden yang vital dan signifikan dalam mendorong Perilaku Kewargaan Organisasi, dengan Kepuasan Kerja memiliki peran yang lebih dominan.
PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN (DIKLAT) DAN MOTIVASI TERHADAP KOMPETENSI APARATUR SIPIL NEGARA KEMENTERIAN PPN/BAPPENAS Salsabila, Nadya; Dara , Despinur; Handaru , Agung Wahyu
Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 3 No. 6 (2025): Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan dan pelatihan (diklat) serta motivasi terhadap kompetensi aparatur sipil negara di Kementerian PPN/Bappenas. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya peningkatan kompetensi pegawai dalam menghadapi dinamika perencanaan pembangunan nasional yang semakin kompleks. Metode yang digunakan ialah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, serta teknik analisis regresi linear berganda. Sampel penelitian ini berjumlah 92 pegawai yang dipilih dari populasi ASN Kementerian PPN/Bappenas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan dan pelatihan (diklat) serta motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi. Temuan ini mengindikasikan jika upaya pengembangan SDM melalui program diklat yang terstruktur serta motivasi yang kuat mampu mendorong peningkatan keterampilan, pengetahuan, serta sikap pegawai. Oleh karena itu, instansi disarankan untuk memperkuat program pelatihan serta memperhatikan aspek motivasional dalam pengelolaan pegawai guna meningkatkan efektivitas kinerja serta pencapaian tujuan strategis instansi.
Pengaruh Iklim Organisasi dan Komitmen Organisasi Terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) Pada Karyawan PT A Annisa, Nurul; Handaru, Agung Wahyu; Dara, Despinur
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13089

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh iklim organisasi terhadap Organiational Citizenship Behavior (OCB) pada karyawan PT A, untuk mengetahui pengaruh dari komitmen organisasi terhadap Organiational Citizenship Behavior (OCB) pada karyawan PT A, serta pengaruh secara bersamaan iklim organisasi dan komitmen organisasi terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada karyawan PT A. Penelitian ini menggunakan karyawan PT A sebagai populasi, dengan menggunakan perhitungan besarnya sampel dengan rumus slovin maka di ketahui besarnya sampel yang di gunakan pada penelitian ini ialah sebesar 113 orang karyawan PT A. Adapun teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data penelitian dihimpun dengan menyebarkan angket kuesioner melalui google form yang sebelumnya telah berisi pernyataan yang mewakili variabel penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan analisis regresi linear dan uji hipotesa. Berdasarkan hasil uji T penelitian diketahui bahwa iklim organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku OCB Karyawan PT A. Komitmen organisasi juga diketahui berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap OCB pada karyawan PT A. Berdasarkan hasil uji F diketahui pula secara simultan iklim organisasi dan komitmen organisasi secara bersama-sama memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap sikap OCB Karyawan PT A. Dari hasil penelitian tersebut maka dapat dikatakan bawa iklim organisasi yang positif dan komitmen kerja yang tinggi dirasakan oleh karyawan akan meningkatkan sikap OCB karyawan tersebut. Sehingga perusahaan harus senantiasa melakukan upaya agar iklim organisasi tercipta dengan baik dan peningkatan komitmen karyawan.
Pengaruh Efikasi Diri, Dukungan Sosial dan Adaptabilitas Karir terhadap Kecemasan Karir Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Ekonomi dan Bisnis Ghita, Jehan Nailla; Dara, Despinur; Wolor, Christian Wiradendi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.15999

Abstract

Career anxiety is one of the psychological issues commonly experienced by final-year students, particularly when facing an uncertain labor market and transitioning from higher education to the workforce. This study aims to analyze the effects of self-efficacy, social support and career adaptability on career anxiety among final-year students of the Faculty of Economics and Business, Universitas Negeri Jakarta. A quantitative survey approach was used with 155 respondents from Management and Digital Business programs (class of 2022) selected through probability sampling. Data were analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) via SmartPLS 4. Results indicate that self-efficacy and social support each have a negative and significant effect on career anxiety, while career adaptability shows a negative but non-significant effect. The R-square value indicates that the three variables explain 87.2% of career anxiety variance. This study recommends that universities strengthen self-efficacy development, optimize social support, and provide integrated and applicable career development services.
Pengaruh Kompensasi, Budaya Organisasi dan Kepuasan Kerja Terhadap Retensi Karyawan: Studi Kuantitatif pada PT X Julian Aldi Pramono; Despinur Dara; Agung Wahyu Handaru
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 2 No. 10 (2025): IJEMA - Oktober 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya tingkat turnover karyawan menjadi tantangan serius bagi PT X, sebuah perusahaan manufaktur di Indonesia, karena menimbulkan biaya rekrutmen yang tinggi dan berpotensi menurunkan produktivitas. Fenomena ini mendorong perlunya strategi retensi yang efektif untuk mempertahankan sumber daya manusia yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kuantitatif pengaruh dari tiga faktor kunci kompensasi, budaya organisasi, dan kepuasan kerja terhadap retensi karyawan di PT X. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Unit analisis dalam penelitian ini adalah karyawan PT X, dengan sampel sebanyak 77 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner daring yang mengukur persepsi karyawan terhadap variabel-variabel yang diteliti. Teknik analisis data yang digunakan adalah Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4 untuk menguji model pengukuran dan model struktural secara simultan. Hasil penelitian menunjukkan temuan yang signifikan. Variabel kompensasi dan budaya organisasi ditemukan tidak memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap retensi karyawan. Sebaliknya, variabel kepuasan kerja terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap retensi karyawan (P-Value = 0,035). Secara keseluruhan, model penelitian ini mampu menjelaskan 74,7% varians dalam variabel retensi karyawan. Temuan ini menegaskan bahwa kepuasan kerja, yang mencakup aspek-aspek seperti hubungan dengan atasan dan rekan kerja, kesesuaian pekerjaan, serta keseimbangan kehidupan kerja, merupakan prediktor terkuat dalam mempertahankan karyawan di PT X. Berdasarkan hasil tersebut, direkomendasikan agar perusahaan memprioritaskan program-program yang berfokus pada peningkatan kepuasan kerja sebagai strategi utama untuk menekan tingkat turnover dan meningkatkan loyalitas karyawan dalam jangka panjang
The Mechanism of Organizational Citizenship Behavior for the Environment in Improving Environmental Performance Across Different Industrial Sectors: A Systematic Review Miftah Faiz Ali Ramdhani; Siti Nurjanah; Despinur Dara; Mahmud Ali
Journal of Business and Behavioural Entrepreneurship Vol. 10 No. 1 (2026): Journal of Business and Behavioural Entrepreneurship
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JOBBE.010.1.09

Abstract

Green Organizational Citizenship Behavior (GOCB) is a key construct in supporting environmental performance across various industrial sectors. This study employs a systematic literature review (SLR) based on the PRISMA framework, analyzing 45 articles (2016–2026) to understand the mechanisms linking Green Human Resource Management (GHRM) practices, green leadership, employee motivation, and environmental outcomes. Results indicate that GOCB is influenced by individual capacity, social interactions, HR practices, and transformational green leadership. Training, rewards, and organizational culture play a crucial role in fostering voluntary pro-environmental behavior. Cross-cultural analysis highlights variations in the effectiveness of GOCB mechanisms according to geographical and regulatory contexts. This study also emphasizes the dominance of quantitative methods and the need for qualitative or mixed-methods approaches to understand the dynamics of pro-environmental behavior more deeply. Key contributions include a synthesis of GOCB mechanisms, cross-theoretical integration (AMO, SET, Social Learning Theory, COR), and the identification of research gaps in developed and cross-cultural contexts. Future research is recommended to use mixed-method designs, expand the scope of industries and regions, and incorporate cultural and institutional variables to strengthen theoretical models and practical applications.
Pengaruh Beban Kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Gangguan Kesehatan Mental Karyawan Generasi Z Dea Rossasi Hapiti; Despinur Dara; Agung Wahyu Handaru
Journal Social Society Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.5.2.2025.828

Abstract

Urgensi dari penelitian ini adalah meningkatnya prevalensi gangguan kesehatan mental seperti stres, kecemasan, dan burnout di kalangan karyawan generasi Z yang bekerja di wilayah perkotaan, khususnya Jakarta. Generasi ini dikenal memiliki karakteristik unik seperti ketergantungan pada teknologi, keinginan akan work-life balance, serta sensitivitas terhadap tekanan kerja. Dalam konteks dunia kerja modern yang dinamis dan penuh tuntutan, generasi Z lebih rentan mengalami tekanan psikologis yang berdampak negatif terhadap produktivitas dan kesejahteraan mental. Oleh karena itu, penting untuk menelusuri faktor-faktor yang memengaruhi gangguan kesehatan mental mereka, terutama beban kerja dan lingkungan kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori dan melibatkan 384 responden yang dipilih berdasarkan rumus Lemeshow. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, serta regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa beban kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap gangguan kesehatan mental (t = 7,951; p = 0,000), begitu pula lingkungan kerja (t = 5,357; p = 0,000). Kedua variabel ini secara simultan menjelaskan 40,9% variasi gangguan kesehatan mental yang dialami responden. Temuan ini menegaskan bahwa beban kerja yang tinggi serta lingkungan kerja yang tidak mendukung secara fisik maupun sosial merupakan pemicu utama gangguan kesehatan mental pada generasi Z. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengelola beban kerja secara proporsional dan menciptakan lingkungan kerja yang sehat serta inklusif. Karyawan generasi Z juga didorong untuk proaktif menjaga kesehatan mentalnya. Keterbatasan penelitian ini terletak pada ruang lingkup variabel yang sempit dan fokus geografis yang terbatas pada Jakarta, sehingga penelitian lanjutan disarankan untuk memperluas variabel dan melibatkan lintas generasi serta metode campuran.
Pengaruh Job Insecurity, Burnout, dan Work Life Balance terhadap Turnover Intention Karyawan Generasi Z Perusahaan Bidang Industri di Jakarta Selatan Khairunnisa Salsabila; Despinur Dara; Agung Wahyu Handaru
Journal Social Society Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.1.2026.1049

Abstract

Urgensi penelitian ini penting karena tingginya tingkat job insecurity, burnout, dan ketidakseimbangan work life balance dapat meningkatkan turnover intention pada karyawan generasi Z di perusahaan industri Jakarta Selatan, yang berisiko mengganggu kinerja dan stabilitas Perusahaan. Studi ini bertujuan untuk menguji pengaruh job insecurity, burnout, dan work life balance terhadap turnover intention karyawan generasi Z di perusahaan bidang industri di Jakarta Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 119. 426 karyawan generasi Z yang bekerja di perusahaan bidang industri daerah Jakarta Selatan. Metode pengambilan sampel yang digunakan oleh peneliti adalah pengambilan sampel dengan probability sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data dan menggunakan skala likert 6 titik, dengan beberapa pernyataan yang berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi turnover intention karyawan, dimana hasil dari kuesioner tersebut menghasilkan bahwa faktor yang mempengaruhi turnover intention yaitu job insecurity, burnout, dan work life balance. Hasil penelitian yaitu: (1) job insecurity tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention, artinya ketidakpastian pekerjaan karyawan tidak memengaruhi niat mereka untuk keluar; (2) burnout berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention, sehingga semakin tinggi burnout, semakin besar keinginan karyawan untuk meninggalkan perusahaan, menjadikannya faktor penting yang harus diatasi; (3) work life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention, di mana keseimbangan kehidupan kerja yang baik dapat menurunkan niat karyawan untuk keluar.
Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Digital, Beban Kerja, Dan Dukungan Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Di BPJS Kesehatan Cabang Bekasi Julita Permata Sari; Agung Dharmawan Buchdadi; Despinur Dara
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/fykbmz80

Abstract

Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan teknologi digital, beban kerja, dan dukungan organisasi terhadap kinerja 90 karyawan BPJS Kesehatan Cabang Bekasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan SmartPLS 4. Hasil analisis menunjukkan nilai R-square sebesar 0,972, mengindikasikan bahwa variasi kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen sebesar 97,2%. Uji hipotesis melalui bootstrapping membuktikan bahwa pemanfaatan teknologi digital, beban kerja (sebagai stimulasi positif), dan dukungan organisasi secara parsial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Dengan demikian, ketiga faktor tersebut terbukti krusial dalam mendorong peningkatan kinerja karyawan di lingkungan BPJS Kesehatan.
Pengaruh Penerapan Standar Operasional Perosedur (SOP) dan Efektivitas Pelatihan Terhadap Kinerja Karyawan Annisa Salsabila; Despinur Dara; Agung Wahyu Handaru
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 2: Januari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i2.7117

Abstract

Dalam masa persaingan bisnis yang terus meningkat, khususnya di sektor industri golf, kinerja karyawan menjadi faktor kunci dalam mencapai tujuan perusahaan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan efektivitas pelatihan terhadap kinerja karyawan di PT Padang Golf Cikarang. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dari 169 partisipan yang terdiri dari para pegawai di PT Padang Golf Cikarang dengan metode random sampling. Data yang dikumpulkan melakui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa penerapan SOP memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan nilai t-hitung (5,034) yang melebihi t-tabel (1,974) serta tingkat signifikansi di bawah 0,05. Sementara itu, efektivitas pelatihan kerja tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai t-hitung (1,421) lebih kecil dibandingkan t-tabel (1,974) dan tingkat signifikansi yang melebihi 0,05. Namun secara simultan penerapan SOP dan efektivitas pelatihan memberikan dampak positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan nilai F-hitung (119,355) yang lebih tinggi dibandingkan F-tabel (3,02) serta nilai signifikansi kurang dari 0,05. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi perusahaan untuk meningkatkan penerapan SOP dan merancang program pelatihan yang lebih relevan untuk meningkatkan kinerja karyawan.