Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN KESIAPAN WANITA DALAM MENGHADAPI MASA MENOPAUSE DI GAMPONG CEURIH Nelva Riza
Getsempena Health Science Journal Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v2i2.2242

Abstract

Untuk meningkatkan kesiapan Wanita dalam menghadapi masa menopause dibutuhkan dukungan suami yang baik. Berdasarkan hasil survei pendahuluan di gampong ceurih didapatkan bahwa dukungan suami dalam menghadapi wanita yang menopause kurang baik. Sehingga dalam menghadapi masa menopause banyak Wanita yang tidak siap dalam menghadapinya baik secara fisik, psikologis dan spiritual. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan kesiapan wanita dalam menghadapi masa menopause. Metode penelitian yaitu Survey Analitik dengan cara Cross Sectional. sampel adalah ibu menopause yang berusia 45-59 tahun, tinggal bersama suami sebanyak 78 orang, Alat ukur menggunakan kuesioner dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Data yang dikumpulkan diolah dan dianalisis menggunakan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan dukungan suami (p=0,001) dengan kesiapan wanita dalam menghadapi masa menopause. Disarankan meningkatkan pelaksanaan penyuluhan Kesehatan reproduksi terutama tentang menopause kepada masyarakat.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF OLEH IBU YANG BEKERJA DI WILAYAH PUSKESMAS DARUL IMARA ACEH BESAR Reka Julia Utama; Rahmisyah Rahmisyah; Nelva Riza
Getsempena Health Science Journal Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v3i1.2868

Abstract

ASI adalah Air Susu Ibu yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan sampai berusia enam bulan, tanpa tambahan makanan lain (kecuali obat, vitamin dan mineral. Hambatan dalam perberian ASI eksklusif terjadi karena sikap ibu yang mengacu pada perilaku dalam pemberian ASI dikarenakan adanya perasaan bahwa menyusui sangat sulit untuk dipraktikan. World Health Organization (WHO), melaporkan bahwa bayi dengan ASI eksklusif tahun 2018 mencapai 40%. Indonesia mencapai 41,2% tahun 2016 dan menurun tahun 2017 menjadi 40,7% sehingga perlu diperhatikan dan ditindaklanjuti. Data tahun 2022 mengatakan bahwa cakupan ASI eklusif pada ibu yang berkerja di Aceh Besar sebanyak 62%, artinya banyak ibu yang berkerja tidak memberikan ASI eksklusif pada yang tidak memberikan ASI ekslusif pada bayinya. Tujuan penelitian ini untuk Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Asi Ekslusif Pada Ibu Yang Berkerja Di Wilayah Puskesmas Darum Imara. Metode penelitian ini adalah kuantitatif. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 0-12 bulan dengan ststus berkerja sebanyak 56 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan membagikan kuesioner kepada ibu yang berkerja dan meiliki bayi usia 0-12 bulan. Analisi data dalam penelitian ini dengan analisi Chis- Square. Hasil penenlitian menunjukkan dari 56 responden yang memberikan ASI eksklusif sebanyak 18 orang (32,1%), dan yang tidak memberikan ASI eksklusif 38 orang (76,9%). dan berdasarkan hasil uji bivariat untuk mencari hubungan didapatkan ada hubungan pengetahuan (P value 0,007), ada hubungan sikap (P value 0,001), ada hubungan keterdiaan fasilita (P value 0,001), ada hubungan dukungan atasan (P value 0,002), ada hubungan dukungan rekan kerja (P value 0,003) dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu yang berkerja di puskesmas Darul Imara. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan, sikap, ketersediaan fasilitas, dukungan atasan, dan dukungan teman kerja dengan pemberian ASI eksklusif di puskesmas Darul Imara
IMPROVING BREAST SELF-EXAMINATION (BSE) SKILLS THROUGH ANIMATED VIDEO EDUCATION AMONG FEMALE STUDENTS AT SMAN 5 Komala Kartikasari Nst; Nelva Riza; Fitria Fitria
Getsempena Health Science Journal Vol. 4 No. 2 (2025): JULI
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v4i2.3177

Abstract

In 2020, approximately 2.3 million women worldwide were diagnosed with breast cancer, and 7.8 million women survived within five years after diagnosis, making breast cancer the most common cancer globally. Lack of physical activity and the consumption of fast food are among the main risk factors for breast cancer. Currently, breast cancer also affects younger women. Therefore, increasing knowledge and preventive behavior through health interventions is essential. This study aimed to improving breast self-examination (BSE) through animated video education among female students. This research employed a pre-experimental design with a one-group pre-test post-test design. The population consisted of all 11th-grade female students at SMAN 5 Banda Aceh, with a total sample of 38 students selected by purposive sampling. The study was conducted from January to March 2025. Data were analyzed using the Wilcoxon test. The univariate analysis showed that before the intervention, most students had poor BSE skills (52.6%), while after the intervention, most students demonstrated good BSE skills (63.2%). The bivariate analysis revealed that health education using animated video significantly improved BSE skills (p < 0.05). Based on the findings, it is recommended that students regularly practice BSE once a month as an effort for early detection of breast abnormalities.
DETERMINANT FACTORS RELATED TO THE INCIDENCE OF ANEMIA IN POST-PART MOTHERS IN THE WORK AREA OF DARUSSALAM COMMUNITY HEALTH CENTER, BANDA ACEH CITY Rahmisyah Rahmisyah; Nelva Riza; Fitria Fitria
Getsempena Health Science Journal Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v3i1.3253

Abstract

Anemia is a condition in which the blood contains low hemoglobin levels. Hemoglobin is an iron-rich protein that carries oxygen from the lungs to the rest of the body.Anemia in the postpartum period is a condition of postpartum mothers with hemoglobin (Hb) levels < 11 g/dl. As a result, it can interfere with the blood's capacity to transport oxygen throughout the body. This study aims to analyze determinants related to the incidence of anemia in postpartum mothers in the working area of ​​the Darussalam Health Center, Aceh Besar Regency in 2024.This research was conducted in July 2024.This research is analytical using the cross sectional method. The sampling technique was carried out using a total sampling of 35 people. Data were collected through Hb level checks using GCHb easy touch and interviews with questionnaires. Univariate data were analyzed descriptively and bivariate data were analyzed using the chi square test. There was a significant relationship between age and the incidence of anemia in postpartum mothers using the Pearson chi-square test with a value of p = 0.000 (p<0.05). There was a significant relationship between the type of delivery and the incidence of anemia in postpartum mothers using the Pearson chi-square test with a value of p = 0.001 (p<0.05). There was a significant relationship between the consumption of Fe tablets and the incidence of anemia in postpartum mothers using the pearson chi-square test with a value of p = 0.000 (p<0.05).
HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT HIPERTENSI DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU BERSALIN DI BPM JAMILATUL SAKDIAH AM.KEB KECAMATAN BAKTIYA BARAT KABUPATEN ACEH UTARA Khalidah Khalidah; Nelva Riza; Jamilatul Sakdiah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Faktor risiko yang mempengaruhi preeklampsia antara lain status gravida, usia ibu, riwayat preeklampsia dalam keluarga, riwayat preeklampsia sebelumnya, diabetes mellitus dan hipertensi kronik. Tujuan: Mengetahui hubungan antara riwayat hipertensi dengan kejadian preeklampsia pada ibu bersalin di BPM Jamilatul Sakdiah AM.Keb Kecamatan Baktiya Barat Kabupaten Aceh Utara. Metode: Desain penelitan menggunakan deskripsi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 32 orang dengan jumlah sampel 32 responden. Metode pengambilan sampel adalah purposive sampling menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil Penelitian: Terdapat hubungan antara riwayat hipertensi dengan kejadian preeklampsia pada ibu bersalin di BPM Jamilatul Sakdiah Am.Keb Kecamatan Baktiya Barat Kabupaten Aceh Utara dengan nilai (p=0,000<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara riwayat hipertensi dengan kejadian preeklampsia pada ibu bersalin di BPM Jamilatul Sakdiah Am.Keb Kecamatan Baktiya Barat Kabupaten Aceh Utara.  Saran: Diharapkan penelitian ini berguna dan dijadikan sebagai bahan informasi untuk menambah wawasan, perbandingan dan referensi untuk melakukan penelitian selanjutnya, khususnya bagi peneliti kebidanan yang akan meneliti dan menjadi acuan untuk penelitian selanjutnya dengan menambah variable penelitian dan objek penelitian yang lebih luas.  Background: Risk factors that affect preeclampsia include gravida status, maternal age, family history of preeclampsia, previous history of preeclampsia, diabetes mellitus and chronic hypertension. Objective: To determine the relationship between a history of hypertension and the incidence of preeclampsia in mothers giving birth at BPM Jamilatul Sakdiah AM.Keb, Baktiya Barat District, North Aceh District. Method: The research design uses a correlation description with a cross sectional approach. The population is 32 people with a sample of 32 respondents. The sampling method is purposive sampling using the Fisher's Exact Test. Results: There is a relationship between a history of hypertension and the incidence of preeclampsia in mothers giving birth at BPM Jamilatul Sakdiah Am.Keb, Baktiya Barat District, North Aceh Regency with a value (p=0.000<0.05). Conclusion: There is a relationship between a history of hypertension and the incidence of preeclampsia in mothers giving birth at BPM Jamilatul Sakdiah Am.Keb, Baktiya Barat District, North Aceh Regency. Suggestion: It is hoped that this research will be useful and serve as information material to add insight, comparisons and references for further research, especially for midwifery researchers who will research and become a reference for further research by adding research variables and broader research objects.    
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Asi Ekslusif di Wilayah Puskesmas Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar Yulianti Simbolon; Ummu Aiman; Nelva Riza
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11248

Abstract

ASI eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan sampai dengan 6 bulan tanpa menambahkan atau mangganti dengan makanan atau minuman lain. Pemberian ASI eksklusif salah satu upaya penting dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bayi, namun cakupannya masih belum optimal. Data dari BPS menunjukkan persentase bayi yang mendapatkan ASI eksklusif di Provinsi Aceh 67,81% angka tersebut masih tidak memenuhi target capaian ASI eksklusif selama 6 bulan yaitu 80%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Krueng Barona Jaya. Penelitian ini menggunakan survei analitik, dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 40 responden yang dipilih dengan purposive sampling. Variabel yang diteliti meliputi pengetahuan, sikap, dan dukungan petugas kesehatan. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, dan analisis data menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan pemberian ASI eksklusif (p=0,280), dan dukungan petugas kesehatan (p=0,091) dengan pemberian ASI eksklusif. Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan pemberian ASI eksklusif (p=0,002). Hasil ini adalah sikap ibu merupakan faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif, sedangkan pengetahuan dan dukungan petugas kesehatan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi yang tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan sikap positif ibu terhadap pemberian ASI eksklusif.
Hubungan Status Gizi Dan Psikologis Ibu Hamil Dengan Kejadian Hiperemesis Gravidarum Di PMB Jawiriyah Dinni Meutia Larasati; Nelva Riza
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1569

Abstract

Hiperemesis gravidarum merupakan komplikasi kehamilan yang ditandai dengan mual dan muntah berlebihan sehingga dapat berdampak pada kesehatan ibu dan janin. Status gizi dan kondisi psikologis diduga berperan terhadap kejadian hiperemesis gravidarum. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan status gizi dan kondisi psikologis ibu hamil dengan kejadian hiperemesis gravidarum di PMB Jawiriyah Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 50 ibu hamil trimester pertama hingga awal trimester kedua yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian hiperemesis gravidarum (p<0,001) serta hubungan yang signifikan antara kondisi psikologis dengan kejadian hiperemesis gravidarum (p<0,001). Ibu hamil dengan status gizi kurang dan kondisi psikologis yang tidak baik memiliki kecenderungan lebih tinggi mengalami hiperemesis gravidarum. Disimpulkan bahwa status gizi dan kondisi psikologis berhubungan secara signifikan dengan kejadian hiperemesis gravidarum di PMB Jawiriyah. Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan skrining status gizi dan kondisi psikologis pada ibu hamil sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan hiperemesis gravidarum.