Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PRAKTIK GERAKAN SHOLAT ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI FILM ANIMASI Aprilia, Dini; Akbari, Akbari
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 16, No 1 (2025): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v16i1.4723

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan praktik gerakan sholat pada anak usia 5-6 tahun melalui media film animasi YouTube Riko The Series di TK Margodadi, Kecamatan Semendawai Suku III. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan,pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak kelompok B TK Margodadi yang berjumlah 11 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan film animasi Riko The Series dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan anak dalam mempraktikkan gerakan sholat. Pada pra siklus persentase anak mencapai 35% dari 11 anak, sikus I persentase anak yang mampu melakukan gerakan sholat dengan benar mencapai 57%, dan meningkat menjadi 89% pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media film animasi Riko The Series efektif digunakan sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan praktik gerakan sholat anak usia dini.Kata Kunci: Gerakan Sholat; Anak Usia Dini; Film Animasi Riko The SeriesABSTRACTThis study aims to improve the ability to practice prayer movements in children aged 5-6 years through the YouTube animated film Riko The Series at Margodadi Kindergarten, Semendawai Suku III District. This study is a type of Classroom Action Research (CAR) which is carried out in two cycles, each consisting of the planning, implementation, observation and reflection stages. The subjects of the study were 11 children in Group B of Margodadi Kindergarten. Data collection techniques used include observation and documentation. The results of the study indicate that the use of the animated film Riko The Series can improve children's understanding and skills in practicing prayer movements. In the pre-cycle, the percentage of children reached 35% of 11 children, in cycle I, the percentage of children who were able to perform prayer movements correctly reached 57%, and increased to 89% in cycle II. Thus, it can be concluded that the animated film Riko The Series is effective as a learning medium in improving the ability to practice prayer movements in early childhood.Keywords: Prayer Movements, Early Childhood, Animated Film Riko The Series
UPAYA MENINGKATKAN MORAL ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI METODE BERCERITA DI TK TUNAS KARYA KOTA PAGAR ALAM Novita, Dina; Akbari, Akbari
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 16, No 1 (2025): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v16i1.4684

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan moral anak usia 5-6 tahun melalui metode bercerita di TK Tunas Karya Kota Pagar Alam. Isu utama dalam penelitian ini adalah rendahnya moral anak yang ditunjukkan melalui perilaku sehari-hari. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Mc Taggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi checklist perkembangan moral. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pemahaman tentang Tuhan dan agama, pemahaman tentang perilaku baik dan buruk, penerapan nilai kesabaran, penerapan nilai ketenangan, penerapan nilai kepatuhan, penerapan nilai ketekunan dalam belajar agama, penerapan nilai sopan santun. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan moral anak, dari rata-rata ketuntasan 45% pada pra tindakan, menjadi 61% pada siklus I, dan mencapai 81,5% pada siklus II. Peningkatan ini membuktikan bahwa metode bercerita efektif dalam mengembangkan nilai moral seperti kejujuran, kesabaran, dan sopan santun pada anak usia dini. Dengan demikian, metode bercerita layak digunakan untuk meningkatkan perkembangan moral anak.Kata Kunci: Moral, Metode BerceritaABSTRACTThis study aims to improve the moral development of children aged 5–6 years through storytelling methods at Tunas Karya Kindergarten, Pagar Alam City. The main issue addressed in this research is the low level of children's moral behavior in daily activities. The research employed a Classroom Action Research (CAR) approach based on the Kemmis and Mc Taggart model, conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. Data were collected using a moral development observation checklist. The indicators used in study are understanding of God and religion, understanding of good and bad behavior, application of the value of patience, application of the value of calmness, application of the value of obedience, application of the value of perseverance in studying religion, application of the value of politeness. The results showed a significant improvement, with children's moral achievement increasing from an initial 45% before the intervention to 61% after the first cycle, and reaching 81.5% in the second cycle. This improvement demonstrates that the storytelling method is effective in fostering moral values such as honesty, patience, and politeness in early childhood. Thus, storytelling is a feasible method to enhance children's moral development.Keywords: Moral, Storytelling Method
A Case Study of The Impact of Fatherlessness on Trust in Building Relationships with The Opposite Sex Marlini, Leny; Chodijah, Chodijah; Salsabila, Hamidah; Alrefi, Alrefi; Akbari, Akbari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pembentukan rasa percaya diri anak perempuan yang mengalami fatherless dalam menjalin hubungan dengan pasangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dengan cara pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur. Informan penelitian terdiri dari tiga mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Negeri yang secara langsung mengalami fatherless, dipilih berdasarkan karakteristik penelitian yang mencakup tiga alasan utama kehilangan peran ayah. Hasil analisis wawancara dalam pembahasan mengungkapkan bahwa ketiga informan memiliki pengalaman yang berbeda-beda, perasaan emosi dan pengalaman diri yang dirasakan ini dilihat dari cara informan mulai membangun dan menjalin hubungan dengan pasangan berdasarkan kepercayaan diri dan pengendalian emosi yang baik. Berdasarkan hasil wawancara dalam pengharapan informan pada hubungan yang sehat dalam mencari pengganti figur ayah sangat penting, dinilai dari pemberian afirmasi cinta dan kasih sayang yang konsisten dari pasangan mereka dapat secara langsung menumbuhkan rasa percaya tinggi dalam menjalin hubungan dengan pasangan di masa depan.
Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Alat Permainan Edukatif Pada IKM Bermain Bagi Guru TK di Kabupaten Lahat Rukiyah, Rukiyah; Suningsih, Taruni; Rantina, Mahyumi; Akbari, Akbari; Khotimah, Khusnul; Rahmawati, Rahmawati; Fuspita, Della
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The implementation of the Merdeka Curriculum for Play has not been implemented properly by Kindergarten Teachers in Lahat Regency, because they have not been able to create and optimize Educational Game Tools that are in accordance with implementation of Merdeka Curriculum for Play at the Early Childhood Education level. Also, as a form of collaboration between the Lahat Regency Government and Sriwijaya University in building superior Human Resources, especially Kindergarten Teachers, to be more qualified, competitive, and have character in improving competence as Kindergarten Teachers. The aim of this activity is to provide understanding in the form of training and mentoring in making educational game tools on the implementation of the Merdeka Curriculum for Play in Kindergarten Teachers at Lahat Regency. Method: This activity involved 20 Kindergarten Teachers in Lahat Regency, South Sumatra Province. The stages of this Community Service Activities are divided into 3, namely: 1) Planning; 2) Implementation; and 3) Evaluation. Result: Increase in teacher knowledge after participating in this activity with pre-test and post-test results of 32,25 points and an N-gain value of 77,24% in the Effective category. There is an increase in the ability of Kindergarten Teachers in Lahat Regency to make educational game tools on the implementation of the Merdeka Curriculum for Play. Conclusion: That activities were carried out effectively, received a positive response, and increased new knowledge for Kindergarten Teachers in Lahat Regency.
Pelatihan Modul Ajar Berbasis STEAM Andika, Windi; Sumarni, Sri; Syafdaningsih, Syafdaningsih; Utami, Febriyanti; Akbari, Akbari; Siregar, Rina Rahayu; Astika, Ruri Tria; Carisa, Aulia; Angraini, Melisa Nabima
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i1.13832

Abstract

Background: The socialization of the Free Curriculum Implementation Program (IKM), especially the creation of STEAM-based teaching modules for Kindergarten (TK) Teachers in Lahat Regency, has not yet been widely implemented. Additionally, the educational background linearities of preschool teachers are low. On the other hand, Lahat Regency has collaborated with Sriwijaya University to minimize the existing gap. Based on the needs analysis, Lahat needs competent preschool teachers, especially in creating STEAM-based teaching modules for 4-6 aged children. Training and mentoring preschool teachers in creating STEAM-based teaching modules has involved 20 preschool teachers in Lahat, South Sumatra. Method: The activity flow includes 1) Planning, 2) Implementation, and 3) Evaluation. Inferential quantitative data analysis was conducted using the average percentage from pre-test and post-test scores of a 20-question instrument indicating STEAM-based teaching module components. Results: Based on the average pre-test score of 49% and the average post-test score of 71%, showed an increase of 23%. Additionally, preschool teachers were assisted in creating STEAM-based teaching modules and received group advice from the trainer. Some strengths and weaknesses include teachers being able to develop teaching modules according to the format, alignment with the developmental level of children, suitability of media, and evaluation. However, for STEAM-based activities formulated by teachers, further assistance is needed as some teachers are mistaken in designing activities suitable for the Technology and Engineering fields. Conclusion: The STEAM-based teaching module training received positive responses, was effectively implemented, and provided new knowledge for preschool teachers.