Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Nilai Religi dalam Teks “Sinrilik Bositimurung Tulkiyamat”: Hermeneutika Gadamer: Religious Values ​​in the Text "Sinrilik Bositimurung Tulkiyamat": Gadamer's Hermeneutics Ridha Nur Suci; Abd. Rahim; Fitriansal Fitriansal
Journal Studies in Indonesian Language and Literature Vol. 2 No. 3 (2026): Journal Studies in Indonesian Language and Literature
Publisher : Journal Studies in Indonesian Language and Literature

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan nilai-nilai religi yang terkandung dalam teks Sinrilik Bositimurung Tulkiyamat sebagai salah satu bentuk sastra lisan masyarakat makassar. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-interpretatif. Data penelitian berupa teks Sinrilik Bositimurung Tulkiyamat yang dianalisis melalui teknik observasi teks, interpretasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan hermeneutika Hans-Georg Gadamer untuk memahami makna nilai religi secara kontekstual berdasarkan latar budaya dan religius masyarakat makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sinrilik Bositimurung Tulkiyamat mengandung empat bentuk utama nilai religi, yaitu nilai ketuhanan, nilai keimanan, nilai akhlak, dan nilai dakwah. Nilai-nilai tersebut tercermin melalui pengakuan terhadap keesaan dan kekuasaan Tuhan, keyakinan terhadap kehidupan akhirat, tuntunan perilaku moral, serta ajakan kepada kebaikan dan ketaatan beragama. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa sinrilik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tradisional, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai religi yang berperan penting dalam pembentukan karakter dan kesadaran spiritual masyarakat makassar.
Resepsi Pembaca terhadap Representasi Kekerasan Masyarakat Adat Kajang dalam Novel Kalihara: Perspektif Teori Johan Galtung Aswati Asri; Hajrah Hajrah; Fitriansal Fitriansal; Andi fatimah Yunus
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 3 (2026): On Proses
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/n5p92b27

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan resepsi pembaca terhadap representasi kekerasan pada masyarakat adat Kajang dalam novel Kalihara karya Jusiman Dessirua berdasarkan teori kekerasan Johan Galtung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-interpretatif. Data berupa kutipan naratif novel dan respons tertulis pembaca terhadap kekerasan, trauma, resistensi, serta relasi agama, adat, dan identitas. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, pembacaan cermat, dan kuesioner terbuka, lalu dianalisis berdasarkan kategori kekerasan langsung, struktural, dan kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaca meresepsi kekerasan dalam Kalihara sebagai kekerasan berlapis. Kekerasan langsung tampak melalui pembantaian, penembakan, pemerkosaan, pembakaran, dan pembunuhan. Kekerasan struktural dipahami melalui kerentanan masyarakat Kajang akibat ketimpangan kuasa dan lemahnya perlindungan terhadap adat, tanah, dan hutan. Kekerasan kultural dimaknai melalui fanatisme, pemaksaan keyakinan, dan delegitimasi budaya lokal. Novel ini memperluas kesadaran pembaca tentang trauma kolektif, martabat masyarakat adat, toleransi, dan keberagaman.
Pengembangan Kompetensi Literasi dan Ekspresi Kreatif Melalui Pelatihan Menulis Sastra di SMA Negeri 9 Gowa Aswati Asri; Asis Nojeng; Fitriansal Fitriansal; Sakaria Sakaria; Nur Hasbi
Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/intisari.v4i1.367

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan SMA Negeri 9 Gowa dalam memperkuat kompetensi literasi produktif dan ekspresi kreatif siswa, khususnya melalui praktik menulis sastra. Literasi siswa tidak cukup dikembangkan melalui kegiatan membaca, tetapi perlu diarahkan pada kemampuan menulis, menafsirkan pengalaman, mengolah imajinasi, dan mengekspresikan gagasan secara kreatif. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan kompetensi literasi dan ekspresi kreatif siswa melalui pelatihan menulis puisi dan cerpen. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif, edukatif, dan aplikatif melalui tahapan koordinasi mitra, identifikasi kebutuhan, penyusunan perangkat pelatihan, pelaksanaan pelatihan menulis sastra, pendampingan revisi karya, apresiasi karya, publikasi sederhana, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan pemahaman tentang literasi sastra, kemampuan menemukan ide, keterampilan menulis puisi dan cerpen, kesadaran pentingnya revisi, serta keberanian membacakan dan mempresentasikan karya. Karya siswa yang dihimpun dalam portofolio atau antologi sederhana menjadi luaran konkret kegiatan sekaligus embrio pengembangan budaya literasi kreatif sekolah. Dengan demikian, pelatihan menulis sastra terbukti relevan sebagai strategi penguatan literasi, kreativitas, kepercayaan diri, dan apresiasi karya siswa.