Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

The Relationship Between Family Support and Stress Levels in Diabetic Melitus Patients at the Pekauman Health Center, Banjarmasin Elsi Nestriani, Ni Wayan; Tjomiadi, Cynthia Eka Fayuning; Manto, Onieqie Ayu Dhea
PROMOTOR Vol. 8 No. 2 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v8i2.1168

Abstract

Diabetes is chronic disease and has a significant impact on quality of life if not managed properly. Patients with diabetes mellitus often face psychological challenges such as stress related to the worries and burdens arising from the disease. Diabetes mellitus patients need support from their family as a support system to help them cope with the worries and emotional burden they feel. Analyzing the relationship of Family Support to Stress Levels in Diabetes Mellitus Patients at Pekauman Health Center Banjarmasin. Quantitative research type analytic survey cross sectional design. The sample was 48 DM patients at the Banjarmasin Pekauman Health Center. The research instrument used a questionnaire. Data were analyzed using the chi square test. There is a relationship between family support and stress levels in patients with diabetes mellitus at the pekauman health center in banjarmasin (p value 0.011). Family support for patients with diebates mellitus can reduce stress levels. Based on the results of the bivariate test in this study, the p value <0.05 is 0.011.
Relationship Between Family Support and Blood Sugar Control Compliance in Type 2 Diabetes Mellitus Patients at Pekauman Public Health Center Banjarmasin Nadya, Hesti Elva; Tjomiadi, Cynthia Eka Fayuning; Manto, Onieqie Ayu Dhea
PROMOTOR Vol. 8 No. 2 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v8i2.1175

Abstract

Diabetes Mellitus type 2 is a disease in which the body is able to produce insulin but not as much or less than needed. Behavior towards prevention and control depends on family support for compliance with blood sugar control in patients with diabetes mellitus type 2. Emotional support is a very influential support in this study, with emotional support DM patients feel cared for and appreciated in the treatment process. The purpose of this study was to analyze whether there is a relationship between family support and compliance with blood sugar control in patients with diabetes mellitus type 2 at the Pekauman Banjarmasin Health Center. The study used a quantitative method with an analytical design and a cross-sectional approach on 48 respondents with type 2 diabetes mellitus using a purposive sampling technique using a family support questionnaire and diabetes mellitus control. The hypothesis was analyzed using the Spearman Rank test. The results of this study were 32 people (64.0%) with high family support and 42 people (84.0%) adhered to blood sugar control and the results of the hypothesis test showed a p value =0.001 <0.05. It can be concluded that there is a significant correlation between family support and compliance with blood sugar control in type 2 diabetes mellitus sufferers. The higher the support given to members who are sick or in the process of healing their illness, the more positive impact it will have on the health of its members and will give rise to positive behaviors.
Hubungan Kadar Gula Darah dan Lama Terdiagnosis Diabetes dengan Tekanan Darah pada Pasien Diabetes Tipe 2 Trinita, Catherine; Manto, Oniqie Ayu Dhea; Tjomiadi, Cynthia Eka Fayuning
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 3 (2025): Juni 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i3.6547

Abstract

Pada penderita DM, kadar glukosa darah meningkat (hiperglikemia) sehingga terjadi resistensi cairan intravaskular yang berakibat pada peningkatan volume cairan tubuh serta diikuti dengan kerusakan sistem vaskular yang menyebabkan peningkatan resistensi arteri perifer. Kedua keadaan ini yang menjadi dasar terjadinya hipertensi. Mengetahui hubungan kadar gula darah dan lama terdiagnosis diabetes dengan tekanan darah pada pasien diabetes tipe 2 di Pukesmas Bukit Rawi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, pengambilan sample menggunakan Teknik total sampling dengan jumlah sample 94 orang. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Sebagian besar responden memiliki kadar gula darah pada rentang 110-199 (Kategori Sedang) yaitu 40 orang (43%), lama terdiagnosis diabetes >6 bulan, yaitu 56 orang (60%), dan tekanan darah pada rentang >160 (Tekanan Darah Sistolik) dan >100 (Tekanan Darah Diastolik) pada kategori Hipertensi Tingkat II, yaitu 31 orang (33%). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara Hubungan Kadar Gula Darah dan Lama Terdiagnosis Diabetes dengan Tekanan Darah Pada Pasien Diabetes Tipe 2 Di Pukesmas Bukit Rawi.
Hubungan Usia Dan Dukungan Petugas Kesehatan Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Diabetes Melitus Pada Puskesmas Awayan Umairah, Umairah; Tjomiadi, Cynthia Eka Fayuning; Manto, Onieqie Ayu Dhea; Irawan, Angga
Sains Medisina Vol 3 No 4 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i4.694

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi dan fungsi insulin. Jika tidak terkontrol, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius. Diabetes Mellitus tipe 2 menjadi kasus yang paling banyak ditemukan, terutama akibat pola hidup tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik. Secara global, jumlah penderita Diabetes Mellitus terus meningkat, termasuk di Indonesia, yang menempati peringkat ke-5 dunia dengan 19,5 juta kasus pada 2021. Di Kalimantan Selatan, prevalensi penyakit ini cukup tinggi, termasuk di Kabupaten Balangan, yang mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Tujuan untuk mengetahui hubungan usia dan dukungan petugas kesehatan terhadap kepatuhan minum obat pasien Diabetes Melitus pada Puskesmas Awayan. Jenis penelitian ini adalah metode analitik korelasi dengan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien teridentifikasi Diabetes Melitus pada bulan November Tahun 2024 dengan jumlah 30 orang. Teknik sampel accidental sampling yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kebetulan. Pengambilan data menggunakan kuesioner MARS. Analisis data teridiri Chi Square dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat pada pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Awayan tidak dipengaruhi oleh usia. Uji statistik chi-square menunjukkan p-value 0,738, yang menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara usia dan kepatuhan minum obat. Namun, dukungan petugas kesehatan berhubungan signifikan dengan kepatuhan minum obat. Uji statistik chi-square menunjukkan p-value 0,000, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan petugas kesehatan dan kepatuhan minum obat.
Pengalaman Keluarga Dalam Merawat Pasien Dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Awayan Kabupaten Balangan Herlina, Tati; Tjomiadi, Cynthia Eka Fayuning; Latifah, Latifah; Syahlani, Ahmad
Sains Medisina Vol 3 No 4 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v3i4.698

Abstract

Diabetes Melitus adalah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi akibat gangguan sekresi dan fungsi insulin. Jika tidak terkontrol, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius. Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan jenis yang paling umum, terutama disebabkan oleh pola hidup tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik. Secara global, jumlah penderita terus meningkat, termasuk di Indonesia yang menempati peringkat ke-5 dunia dengan 19,5 juta kasus pada 2021. Di Kalimantan Selatan, prevalensinya cukup tinggi, termasuk di Kabupaten Balangan, yang mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Mengetahui pengalaman keluarga dalam merawat pasien dengan Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Awayan Kabupaten Balangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi deskriptif. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara menggunakan pedoman wawancara yang berkaitan langsung dengan pengalaman keluarga dalam merawat pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Awayan Kabupaten Balangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien Diabetes Melitus tipe 2 terhadap pengobatan. Dukungan ini mencakup aspek informasional, penilaian, instrumental, dan emosional, yang secara bersama-sama berkontribusi terhadap kualitas hidup pasien. Selain itu, keluarga berperan sebagai pendamping dalam perawatan, membantu pasien memahami anjuran medis, serta memberikan motivasi untuk menjalani gaya hidup sehat. Peran perawat juga krusial dalam memberikan edukasi dan memastikan keluarga memiliki pemahaman yang cukup untuk mendukung perawatan pasien di rumah. Oleh karena itu, komunikasi yang efektif antara perawat dan keluarga diperlukan agar dukungan yang diberikan lebih optimal.
HUBUNGAN POLA AKTIFITAS DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HALONG KABUPATEN BALANGAN Sahmilni, Sahmilni; Basit , Mohammad; Latifah, Latifah; Tjomiadi, Cynthia Eka Fayuning
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v10i2.849

Abstract

Hypertension is a prevalent health issue among the elderly population and is often associated with low levels of physical activity. This condition can diminish quality of life and elevate the risk of further complications. This study aimed to analyze the relationship between physical activity patterns and the incidence of hypertension in the elderly. A quantitative study with a correlational design was conducted within the working area of the Halong Community Health Center, Balangan Regency. A total of 91 elderly respondents participated in this research, selected using a simple random sampling technique. Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test to examine the relationship between variables. The results indicated that the majority of respondents had a good activity pattern (57.1%) and suffered from stage I hypertension (44.0%). Bivariate analysis confirmed a statistically significant negative correlation between activity patterns and the incidence of hypertension (p = 0.017). It was concluded that there is a significant relationship between activity patterns and the incidence of hypertension in the studied elderly population, wherein better activity levels are correlated with a lower incidence of hypertension.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN MANAJEMEN DIRI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS RIBANG Audina, Rika Mia; Mahmudah, Rifa’atul; Wijaksono, Muhammad Arief; Tjomiadi, Cynthia Eka Fayuning
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48956

Abstract

Diabetes melitus merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan kadar glukosa di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara adekuat. Manajemen diri adalah aktivitas yang kompleks termasuk kemampuan dalam mengontrol suatu kondisi dalam mempertahankan kebutuhan kualitas hidup. salah satunya yang berpengaruh adalah tingkat pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan manajemen diri pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Ribang. Jenis penelitian yang digunakan dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Ribang, besar sampel adalah 38 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner Diabetes Knowledge Questionaire (DKQ-24) dan kuesioner Questionnaire Self Management Diabetes (DSMQ). Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan pasien 27 orang (71,1%) berpengetahuan sedang. 19 orang (50%) memiliki manajemen cukup dan 19 orang (50%) kategori buruk. Hasil uji statistik adalah p-value = 0,000 dan nilai α 0.05 dengan r = 0,539. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan manajemen diri pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Ribang
Dukungan Pasangan Terhadap Kepatuhan Diet Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Muthmainnah, Miftahul; Tjomiadi, Cynthia Eka Fayuning; Budi, Indra; Rakhmadhani, Irzal
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 4 No. 2 (2022): July 2022
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v4i0.183

Abstract

Latar Belakang: Perubahan yang terjadi selama proses kehamilan menimbulkan kecemasan pada ibu hamil. Apabila tidak ditangani, maka akan berdampak terhadap kondisi ibu dan janin. Kecemasan dapat diatasi apabila ibu hamil memiliki mekanisme koping yang baik dengan cara meningkatkan spiritual self-care. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan spiritual self-care dengan kecemasan ibu hamil trimester III. Metode: Desain penelitian menggunakan studi cross-sectional. Penelitian dilakukan di UPT Puskesmas Kampung Dalam. Sebanyak 40 sampel ibu hamil trimester III dipilih secara purposive dengan kriteria inklusi penelitian ini yaitu ibu hamil trimester III yang berkunjung ke UPT Puskesmas Kampung Dalam Pontianak Timur, ibu hamil trimester III yang mengalami kecemasan. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian yang terdiri dari kuesioner spiritual self-care practice dan kuesioner Zung self-rating anxiety scale yang telah dialih bahasa oleh peneliti sebelumnya. Hasil: Hasil uji statistik dengan korelasi Kendall’s tau-b menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara spiritual self-care dengan kecemasan ibu hamil trimester III dengan nilai p = 0,038 (p Kurang dari 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara spiritual self-care dengan kecemasan ibu hamil trimester III.
Optimalisasi Kemampuan Kognitif Pada Lansia Melalui Permainan Dakon Di Wisma Dahlia Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Banjarbaru Tjomiadi, Cynthia Eka Fayuning; Wineiniati, Noni; Rapika, Nor; Putri, Sinta Pratiwi; Rahmah, Siti; Kuntarti, Sri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v2i1.558

Abstract

Lansia sering mengalami penurunan fungsi kognitif, yang memengaruhi kemampuan berpikir, mengingat, dan menyelesaikan masalah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi kognitif pada lansia melalui terapi modalitas berbasis permainan dakon, yang dilakukan di Wisma Dahlia Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Banjarbaru. Metode yang digunakan meliputi pemberian informasi, pelaksanaan terapi bermain dakon tiga kali seminggu selama dua minggu, serta evaluasi menggunakan instrumen MMSE dan SPMSQ. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada fungsi kognitif lansia. Pada pre-test, hanya 14,3% lansia yang memiliki skor MMSE baik, sementara pada post-test meningkat menjadi 100%. Peningkatan serupa juga terlihat pada SPMSQ, di mana lansia dengan fungsi kognitif utuh meningkat dari 14,3% menjadi 85,7%. Hal ini menunjukkan bahwa permainan dakon efektif sebagai terapi modalitas untuk meningkatkan fungsi kognitif lansia. Dengan demikian, terapi ini dapat menjadi aktivitas rutin untuk lansia di panti sosial.
Gambaran Persepsi Penyakit Penderita DM Tipe 2 di Puskesmas Rista, Rista; Tjomiadi, Cynthia Eka Fayuning; Manto, Onieqie Ayu Dhea
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.4510

Abstract

Persepsi penyakit merupakan salah satu faktor penentu dalam membentuk kepatuhan pasien terhadap prosedur kesehatan pada penyakit kronis. Pasien Diabetes Mellitus diharuskan rutin mengkonsumsi obat sesuai anjuran petugas kesehatan. Hal ini memerlukan kepatuhan yang konsisten, sehingga diperlukan adanya identifikasi persepsi penyakit diantara pasien Diabetes Mellitus. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui gambaran persepsi penyakit penderita DM tipe 2 di UPT Puskesmas Bereng Kabupaten Pulang Pisau. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain observasional deskriptif. Sampel berjumlah 53 penderita DM tipe 2 di Puskesmas Bereng yang diambil menggunakan Accidental Sampling. Data penelitia dikumpukan menggunakan kuesioner identitas responden dan persepsi penyakit penderita DM tipe 2 yaitu The Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ). Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat. Sebagian besar penderita DM tipe 2 berusia 56-65 tahun sebanyak 27 orang (50,9%). Sebagian besar penderita DM tipe 2 berjenis kelamin perempuan sebanyak 37 orang (69,8%). Sebagian besar penderita DM tipe 2 sudah menderita penyakit DM tipe 2 selama ≥3 tahun sebanyak 38 orang (71,7%). Sebagian besar persepsi penyakit penderita DM tipe 2 dengan persepsi penyakit negatif sebanyak 46 orang (86,8%). Sebagian besar persepsi penyakit penderita DM tipe 2 di UPT Puskesmas Bereng dengan persepsi penyakit negatif dan sebagian kecil lainnya persepsi positif. Pihak Puskesmas diharapkan memberikan edukasi 5 pilar Diabetes Mellitus kepada pasien DM tipe 2 sebagai upaya pembentukan persepsi penyakit yang baik sehingga dapat berpengaruh pada kecerdasan emosional pada pasien DM tipe 2 agar ke arah yang positif.