Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Perbedaan Siriraj Stroke Score (3S) & Dave and Djoenadi Stroke Score System (3S2D) Terhadap Durasi Penentuan Diagnosa Keperawatan Pasien Stroke di IGD Jamilah, Siti; Mohtar, M. Sobirin; Tjomiadi, Cynthia Eka Fayuning; Santoso, Bagus Rahmat
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 4 No. 3 (2023): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v4i3.598

Abstract

Stroke patient service in the emergency room provided by nurses and must do it quickly, effectively, and efficiently, this can be achieved with the right assessment instrument. Knowing the difference in the assessment of Siriraj Stroke Score (3S) and Dave and Djoenaidi Stroke Score System (3S2D) on the duration of determining the nursing diagnosis of stroke patients in the emergency room. Quantitative research with one group post test only design, and sampling using purposive sampling of 30 respondents. The statistical test uses the Paired Sample T-test test. The results of the Paired Sample T-test test showed that the average difference in the duration of determining nursing diagnoses in 3S and 3S2D assessment was 7.6 minutes. The lowest difference is 7.1 minutes, and the highest difference is 8.1 minutes. It is known that the t value is 29.135> t table 2.045 and Sig. value of 0.000 <0.05. The use of the 3S assessment method is more compatible to be used during emergencies because the assessment method is simple and fast, while the 3S2D assessment is quite time consuming so that this assessment will be easier if it is carried out by 2 nurses
Hubungan Konsumsi Minuman Manis dengan Kejadian Diabetes Melitus pada Remaja Perempuan Christy, Arisa Angelia; Tjomiadi, Cynthia Eka Fayuning; Asmadiannor, Asmadiannor; Syahlani, Ahmad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3803

Abstract

Diabetes mellitus, with a global prevalence of 10.5% in 2021 and projected to reach 12.2% by 2045, particularly in middle-income countries, recorded 2,866 cases in Banjarmasin in 2023, with a significant increase among adolescents, including a 70 fold rise in cases among children since 2010. High-sugar beverage consumption, such as soda and packaged juices, elevates the risk of obesity and diabetes in adolescent girls due to hormonal factors, leading to complications like hypoglycemia, hyperglycemia, retinopathy, nephropathy, and heart disease, with observations at Puskesmas S. Parman Banjarmasin indicating daily consumption of sugary drinks linked to obesity and prediabetes symptoms. To analyze the relationship between the habit of consuming sugary drinks and the incidence of diabetes mellitus among adolescent girls in the working area of Puskesmas S. Parman, Banjarmasin. This study employed a quantitative method with a cross-sectional design, involving 83 adolescents in the Puskesmas S. Parman area, Banjarmasin, selected through purposive sampling. Data were collected using the SQ-FFQ questionnaire and digital glucometer, then analyzed univariately and bivariately with chi-square tests and Odds Ratio. This study found that 42.16% of 83 respondents had a high habit of consuming sugary drinks and exhibited symptoms of elevated blood sugar levels. Statistical test results indicated a significant relationship between the habit of consuming sugary drinks and the incidence of diabetes mellitus in adolescents (p < 0.05). Frequent consumption of sugary drinks among adolescent females, is significantly correlated with a higher risk of diabetes mellitus and elevated blood sugar levels.
Hubungan tingkat stress dengan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus tipe 2 Hidayah, Andi Nurul; Syahlani, Ahmad; Tjomiadi, Cynthia Eka Fayuning
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/4x6jgw44

Abstract

Latar Belakang: Penyakit diabetes melitus termasuk penyakit kronis dengan tanda glukosa darah meningkat. Kondisi ini terjadi akibat produksi insulin yang tidak adekuat. Stress merupakan factor pemicu hiperglikemia kronis pada diabetes. Begitu juga sebaliknya orang dengan penyakit kronis diabetes melitus dapat mengalami stress hingga mengganggu keseimbangan fisiologis dan menurunkan kualitas hidup penderita. Melihat hal tersebut maka analisa hubungan tingkat stress dengan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus tipe 2 menjadi tujuan dalam penelitian ini.Metode: Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif desain survey analitik pendekatan cross sectional. Populasi 406 orang, kemudian sampel diambil menggunakan purposive sampling dan ditentukan ada 60 responden. Uji dianalisa menggunakan chi square.Hasil: Sebagian besar responden dalam tingkat stress ringan 41 orang (68,3%) dan hampir seluruhnya 49 orang (81,7%)  dengan kualitas hidup baik. Hasil uji analisis didapatkan p-value 0,027.Kesimpulan: Hasil uji menunjukkan bahwa ada hubungan tingkat stress dengan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus tipe 2. Melihat hasil yang ada tenaga kesehatan diaharapkan meningkatkan pelayanan pendidikan kesehatan terkait pengelolaan stress kepada pasien.
Tingkat pengetahuan runners terhadap teknik kompres dingin dan kompres hangat dalam mengatasi cedera kaki Marisa, Marisa; Mahmudah, Rifa’atul; Latifah, Latifah; Tjomiadi, Cynthia Eka Fayuning
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/7k3th809

Abstract

Latar Belakang: Cedera kaki merupakan salah satu risiko yang sering dialami oleh runners. Pemahaman runners tentang teknik dan waktu penggunaan kompres dingin dan kompres hangat untuk mengatasi cedera masih bervariasi. Pemahaman para runners yang bervariasi ini dapat berisiko terhadap penanganan cedera yang tidak tepat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat pengetahuan runners terhadap teknik kompres dalam mengatasi cedera kaki di Stadion Lambung Mangkurat.Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Sebanyak 133 responden dipilih menggunakan accidental sampling. Kuesioner tingkat pengetahuan berjumlah 12 item meliputi aspek indikasi, waktu penggunaan, teknik dan cara aplikasi yang benar, keamanan dan risiko serta efektivitas dan tujuan kompres digunakan dalam penelitian ini. Hasil uji validitas > 0,361 dan reliabilitas 0,640. Data dianalisis secara univariat.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar berjenis kelamin laki-laki (58,6%), berusia 18-35 tahun (82,7%), dengan pendidikan terakhir SMA (66,2%). Hasil analisa pengetahuan  sebagian besar responden berada dalam pengetahuan cukup (54,9%).Kesimpulan: Sebagian besar tingkat pengetahuan runners terhadap teknik kompres dingin dan kompres hangat dalam mengatasi cedera kaki kategori cukup. Disarankan runners memilih teknik pertolongan pertama yang tepat, termasuk indikasi dan waktu penggunaan kompres dingin maupun hangat.
Hubungan dukungan keluarga terhadap kondisi psikologis: stres pada pasien diabetic foot ulcer Mahbub, Muhammad Zaini; Tjomiadi, Cynthia Eka Fayuning; Manto, Onieqie Ayu Dhea; Mahmudah, Rifa’atul
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/3zx16y05

Abstract

Latar Belakang: Diabetic foot ulcer merupakan salah satu komplikasi kronis diabetes mellitus yang tidak hanya berdampak pada kondisi fisik pasien, tetapi juga berpengaruh signifikan terhadap kondisi psikologis, termasuk tingkat stres. Luka yang sulit sembuh, risiko amputasi, dan keterbatasan aktivitas seringkali menimbulkan tekanan emosional yang berat pada pasien. Situasi ini, dukungan keluarga memegang peranan penting sebagai sumber kekuatan psikologis yang dapat membantu pasien menghadapi penyakitnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap kondisi psikologis: stres pada pasien diabetic foot ulcer.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross Sectional Study. Jumlah sampel sebanyak 64 orang yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan tingkat stres, kemudia data dianalisis menggunakan uji Chi-square.Hasil: Hampir seluruhnya responden dalam kategori dukungan keluarga cukup (79,7%). Sebagian besar responden dengan kategori tingkat stres sedang (51,5%). Hasil uji analisa didapatkan nilai p = 0,002.Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan kondisi psikologis: stres pada pasien diabetic foot ulcer. Melihat hal ini maka dukungan keluarga diperlukan sebagai sumber kekuatan penting dalam menghadapi kondisi psikologis: stress pada pasien diabetic foot ulcer.