Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

STUDI PEMBORAN DAN PELEDAKAN TAMBANG BAWAH TANAH KABUPATEN HALMAHERA UTARA PROVINSI MALUKU UTARA Nur Asmiani
Jurnal Geomine Vol 4, No 2 (2016): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.606 KB) | DOI: 10.33536/jg.v4i2.57

Abstract

Kegiatan operasi penambangan dengan menggunakan metode tambang bawah tanah sangat bergantung pada keberhasilan proses penggalian batuan itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi pemboran dan peledakan tambang bawah tanah serta efisiensi pengeboran dan kemajuan heading dalam 1 round. Pengamatan dan pengambilan data yang meliputi drill patern, geometri peledakan, spesifikasi explosive, drill and blast equipment, penggunaan bahan peledak, perlengkapan pemboran. Aktual rata-rata pemboran yang didapatkan pada saat pengamatan lapangan adalah sebesar 2,986 meter. Rata-rata kemajuan heading yang didapatkan dalam 1 round peledakan adalah sebesar 2,876 meter dengan persentase kemajuan heading 96% dari rata-rata kedalaman pemboran aktual. Efisiensi pemboran yang didapatkan pada saat pengamatan lapangan adalah sebesar 85,44%.
ANALISIS MANFAAT SEKTOR PERTAMBANGAN TERHADAP PREKONOMIAN KAB LUWU TIMUR MENGGUNAKAN METODE ANALASIS LOCATION QUENTION DAN ANALISIS SHIFT-SHARE Pangeran Sulfahmi; Nur Asmiani; Alam Budiman Thamsi
Geosapta Vol 6, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v6i2.7094

Abstract

Keberadaan perusahaan tambang di tengah-tengah masyarakat merupakan wujud dan partisipasi dalam peningkatan dan pengembangan pembangunan masyarakat. Menurut Penjelasan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009, UU tersebut mengandung pokok-pokok pikiran sebagai berikut; Ayat 4) usaha pertambangan harus memberi manfaat ekonomi dan sosial bagi kesejahteraan rakyat Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat dan pergeseran nilai perekonomian pada sektor pertambangan di Kabupaten Luwu Timur. Penelitian ini merupakan penelitan yang menganalisis data Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) lapangan usaha khususnya pada sektor pertambangan dan penggalian dengan menggunakan metode analisis Location Quentiont dan metode analisis Shift-share. Metode ini dapat memberikan gambaran data nilai pemasukan setiap daerah dari setiap sektor untuk menunjukkan basic dan non-basis pada daerah tersebut, serta menunjukkan pergeseran nilai dari setiap sektor pada daerah penelitian yang dibandingkan dengan wilayah yang lebih luas (nasional). Hasil penelitian ini menyatakan bahwa sektor pertambangan dan penggalian pada Kabupaten Luwu Timur merupakan sektor basis dengan sektor ini mampu memenuhi kebutuhan daerahnya bahkan mampu untuk mengekspor hasil produk sektor pertambangan untuk memenuhi kebutuhan daerah lain, Luwu Timur juga khususnya pada sektor pertambangan dan penggalian merupakan sektor yang memiliki nilai pendapatn tertinggi dibandingkan sektor pada kabupaten lain se-Sulawesi Selatan, namun sektor pertambangan dan penggalian daerah Luwu Timur memiliki pertumbuhan ekonomi yang tergolong lamban atau tidak progresif berdasarkan analisis Shitf-shareKata-kata kunci: sektor pertambangan, PDRB, locations quentiont, shift-share.
ANALISA KUALITAS BATUGAMPING SEBAGAI BAHAN BAKU SEMEN PADA DAERAH WAANGU-ANGU KAB. BUTON PROV. SULAWESI TENGGARA Muhamad Hardin Wakila; Citra Auliani Chalik; Nur Asmiani; Abdul Salam Munir; Muhammad Idris Juradi; Annisa Annisa
Geosapta Vol 7, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v7i1.8623

Abstract

Saat ini industri semen tengah gencar dikembangkan di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur, sehingga eksplorasi batugamping sebagai bahan baku semen sedang intens dilakukan. Salah satu daerah yang prospek untuk eksplorasi batugamping adalah daerah Waangu-angu Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara. Hal ini dikarenakan kondisi geologi daerah penelitian yang didominasi oleh batuan sedimen, khususnya batugamping. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kualitas batugamping di daerah penelitian untuk digunakan sebagai bahan baku semen dan menentukan sebaran batugamping di daerah penelitian. Metodologi penelitian dilakukan dengan beberapa tahapan yang terdiri dari pengambilan data lapangan, analisa laborotorium, dan interprestasi peta. Berdasarkan hasil analisa XRF, dapat diketahui bahwa keseluruhan sampel pada 3 stasiun pengamatan menunjukkan kandungan CaO yang cukup tinggi yakni mencapai 55 %, sehingga batugamping pada daerah penelitian dapat dikategorikan ke dalam batugamping kualitas tinggi (high grade limestone) karena memiliki kandungan CaO > 48 %. Sedangkan dari hasil interpretasi peta dapat diketahui arah sebaran umum batugamping di daerah peneltian adalah relatif ke arah timur laut-barat daya. Jadi dapat disimpulkan batugamping pada daerah penelitian memiliki kualitas yang tinggi (high grade limestone) sehingga baik digunakan untuk bahan baku semen dan arah sebarannya relatif ke arah timur laut-barat daya. Kata-kata kunci: batugamping, semen, XRF, arah sebaran, CaO.  
STUDI KARAKTERISTIK MINERAL PIRIT PADA BATUBARA BERDASARKAN HASIL ANALISIS MIKROSKOPI, PROKSIMAT, SULFUR TOTAL, DAN X-RAY DIFRACTION Sri Widodo; Sufriadin Sufriadin; Ansyariah Ansyariah; Agus Ardianto Budiman; Nur Asmiani; Nurlia Jafar; Muh. Firman Babay
Geosapta Vol 5, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.068 KB) | DOI: 10.20527/jg.v5i2.6224

Abstract

Mineral pirit merupakan salah satu mineral sulfida yang sangat sering dijumpai di dalam batubara. Kehadiran mineral pirit sangat berpotensi menimbulkan masalah pada kegiatan penambangan dan pemanfaatan batubara. Terkhusus pada kegiatan penambangan, mineral pirit berpotensi menimbulkan air asam tambang (acid mine drainage) dan pada pemanfaatannya menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Permasalahan tersebut melatarbelakangi penulis untuk melakukan kegiatan penelitian dan analisis terhadap karakteristik mineral pirit yang terkandung pada batubara di Desa Massenrengpulu, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis mikroskopi (petrografi), ultimat (total sulfur) dan X-Ray Diffraction. Hasil analisis mikroskopi menunjukkan bahwa mineral pirit pada batubara di bawah mikroskop terlihat dalam keadaan bebas (tidak terikat) dan tidak terinklusi oleh mineral lain. Kenampakan di bawah mikroskop juga memperlihatkan adanya mineral kuarsa yang diinklusi oleh mineral karbonat. Kenampakan mineral pirit (FeS2) (iron sulfide) memperlihatkan warna krem pucat, isotropik, relief tinggi, berbutir halus, tersebar tidak merata pada massa maseral. Hasil pengamatan mikroskop menunjukkan bahwa bentuk mineral pirit yang dominan adalah bentuk pirit framboidal yang terdiri dari kristal oktahedral, ukuran halus dan speroidal. Hasil analisis XRD memperlihatkan mineral pirit terdeteksi dalam difaktogram pada semua conto batubara ML-1, ML-2A, ML-3, ML-4 dan ML-F. Pada sampel ML-1 terlihat peak tertinggi dengan sudut 2θ 33.26o dan  intensitas 2.6195Å. Pada Conto ML-1 juga terlihat di sudut 2θ 57.982o dengan intensitas 1.5893Å dan peak pirit masih sangat mendominasi dan mempunyai sistem kristal isometrik. Hasil analisis ultimat (total sulfur) conto batubara yang diteliti memiliki kandungan sulfur minimum 1,54% (sampel ML-F) dan  maksimum 11,86% (sampel ML-1). Rata-rata kandungan sulfur total pada sampel batubara di daerah penelitian memperlihatkan nilai rata-rata sebesar 5,18%. Hal ini menunjukkan bahwa batubara yang dianalisis dikatagorikan sebagai batubara dengan kandungan sulfur yang tinggi. Mineral pirit merupakan mineral sulfida yang paling umum dijumpai pada batubara dan memberikan kontribusi yang besar terhadap kandungan sulfur pada batubara. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, karakteristik pirit pada batubara yang terdapat di daerah penelitian berpotensi memicu terbentuknya air asam tambang dan dapat menimbulkan masalah dalam pemanfaatannya.Kata Kunci: batubara, mineral pirit, total sulfur, mikroskopi, XRD, air asam tambang.
Analisis Pemanfaatan Briket Tempurung Kenari Sebagai bahan Bakar Nur Asmiani; Alfian Nawir; Muhammad Ainul Az; Suriyanto Bakri; Agus A Budiman; Firman Nullah Yusuf
Jurnal Geomine Vol 10, No 1 (2022): Edisi April 2022
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v10i4.1143

Abstract

Walnuts is one of the bio-masses whose quantity is quite abundant but its use has not been optimized. One of them is the walnut shell as one of the fuel replacement solutions which is increasingly thinning. This study aims to produce walnut shell briquettes that have economic value and are able to replace or equal to coal briquettes. The briquettes are grouped in 3 samples. Sample I with a composition of 100% walnut shell, sample II with a composition of 50%: 50% between shell walnuts with coal while sample III with a composition of 100% coal. Furthermore, for samples with walnut shell compositions, sample I and sample II are divided into 3 sizes, namely mesh 28, mesh 65 and mesh 80. In the first sample is a benchmark for samples II and III that will be seen by each composition they have like nilia calories, ash content, total sulfur flying content and water content. The process of making briquettes with 250 gr walnut shell composition, 50 gr tapioca flour and 100 ml water. From the results of this study, the authors get the results that canary shell briquettes are able to compete and replace coal briquettes can be seen in the grain size of 65 walnut shell briquettes.
Analisis Penggunaan Balldeck pada Kegiatan Peledakan untuk Meminimalisir Flyrock Arif Nurwaskito; Rahmat Agam Putra; Abdul Salam Munir; Habibie Anwar; Firman Nullah Yusuf; Muhammad Idris Juradi; Suriyanto Bakri; Sitti Ratmi Nurhawaisyah; Citra Aulia Khalik; Nur Asmiani; Mubdiana Arifin; Jamal Rauf Husain
Jurnal Geomine Vol 10, No 3 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v10i3.1462

Abstract

Kegiatan peledakan akan menimbulkan dampak yang berisiko bagi lingkungan sekitar, salah satunya flyrock (batu terbang) hasil ledakan. Lemparan fragmen batuan yang melewati radius aman dapat merusak peralatan, mengakibatkan cidera, dan kehilangan nyawa pada manusia. Oleh karena itu digunakan balldeck sebagai instrumen tambahan untuk meminimalisir flyrock. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ukuran geometri peledakan yang digunakan, mengetahui cara meminimalisir flyrock pada saat peledakan, dan mengetahui cara perhitungan hasil lemparan maksimal flyrock secara teoritis dengan penggunaan balldeck. Metode penelitian dilakukan dengan cara pengumpulan data berupa geometri peledakan, data jarak lemparan maksimum flyrock  sebelum dan setelah menggunakan balldeck. Hasil penelitian diperoleh hasil rata-rata volume geometri peledakan yaitu 46.231,94 BCM, hasil rata-rata lemparan maksimum flyrock sebelum menggunakan balldeck 149,1 m, hasil rata-rata lemparan maksimum flyrock menggunakan balldeck 58,7 m, dan hasil rata-rata jarak lemparan maksimum flyrock menggunakan balldeck berdasarkan teori Richard and Moore, yaitu 80,43 m (Face Burst) dan 59,54 m (Cratering ). Adapun faktor yang meminimalisir flyrock yaitu kedalaman lubang tidak dangkal, kolom stemming tidak pendek, dan juga penggunaan balldeck di dalam lubang bor. 
MODEL OF LATERITE NICKEL DEPOSITS BASED ON LGSO AND HGSO VALUES PT MITRA KARYA AGUNG LESTARI Asmiani, Nur; Thamsi, Alam Budiman; Nompo, Supardin; Bakri, Suryanto; Tukloy, Muh. Yusril Affandy; Harmitun, Harmitun
JGE (Jurnal Geofisika Eksplorasi) Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Engineering Faculty Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jge.v10i1.305

Abstract

The laterite nickel deposit model provides information about the form of laterite nickel deposits below the surface, which can be used as one of the considerations in the implementation of mining activities. The purpose of conducting this research is to determine the distribution model of nickel laterite deposits in 3 dimensions (3D) and to determine the amount of nickel laterite reserves based on high-grade saprolite ore (HGSO) and low-grade saprolite ore (LGSO) values in the DH Block. In this research, Inverse Distance Weighted (IDW) is used to estimate nickel laterite resources, which are applied using mining software Surpac 6.3.2 to produce a model in 3D form. The data used are laterite nickel content data (assay), x, y, and z coordinate data (collar), survey data, and lithology data. Based on IDW estimation results with a Cut Off Grade (COG) value of 1.3 in the DH Block of PT Mitra Karya Agung Lestari, High-Grade Saprolite Ore (HGSO) values were obtained at Ni content 1.7 and Low-Grade Saprolite Ore (LGSO) at Ni content 1.3, with a tonnage value of 111.994 tons of HGSO and 371.044 tons of LGSO.
ANALISIS PRODUKSI MINYAK PADA SUMUR PRODUKSI PT. MEDCO E&P Idham, Idham; Dzakir, La Ode; Husain, Jamal Rauf; Asmiani, Nur
Mining Science And Technology Journal Vol 1 No 1 (2022): Mining Science and Technology Journal
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (899.364 KB) | DOI: 10.54297/minetech-journal.v1i1.260

Abstract

Untuk dapat meningkatkan produksi minyak pada sumur produksi, maka perlu dilakukan penelitian mengenai penyebab kurangnya produksi minyak dalam sumur produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui oil cut minyak, produksi minyak pada tiap sumur minyak dan untuk membandingkan produksi minyak tiap sumur. Berdasarkan penelitian bahwa MBR#09, dalam setahun mengalami penurunan produksi dibanding sumur yang lainnya, MBR#10, sumur yang paling banyak mengalami peningkatan produksi dalam 9 bulan 4 hari adalah sumur MBR#10 dibanding sumur yang lainnya dan MBR#11 dan MBR#12 kedua sumur ini dalam waktu 9 bulan 4 hari mengalami sedikit peningkatan dibanding sumur MBR#09. Produksi minyak dipengaruhi oleh jumlah gross (kotor), net (bersih), jumlah water cut dan oil cut pada tiap sumur. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa sumur MBR#09, MBR#10, MBR#11, MBR#12 setiap tahunnya mengalami indikasi peningkatan dan penurunan produksi.
Evaluasi Kinerja Mesin Bor Dalam Pembuatan Lubang Ledak Di Quarry Batu Gamping B3 PT. Semen Bosowa Prianata, Yogi La Ode; Jayadi, Adi; Widodo, Sri; Asmiani, Nur
Mining Science And Technology Journal Vol 1 No 2 (2022): Mining Science and Technology Journal
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.192 KB) | DOI: 10.54297/minetech-journal.v1i2.353

Abstract

Kemampuan pemboran dipengaruhi oleh kinerja dari alat bor dan sifat-sifat batuan yang dibor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil dari evaluasi kinerja mesin bor dan efisiensi kerja mesin bor dalam pembuatan lubang ledak. Metode teknik pengolahan data yang digunakan yaitu metode statistik, sedangkan metode analisis data yang digunakan yaitu metode analisis data kuantitatif, dimana data yang diolah dan dianalisis yaitu data cycle time, efisiensi kerja, kecepatan pemboran dan ke mampuan alat bor serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Berdasarkan penelitian kemampuan pemboran untuk 3 (tiga) steel berdasarkan data lapangan yaitu 32 lubang/hari dan unutk hasil penelitian nilai efisiensi waktu kerja (EU) yaitu 76,73 %, hasil tersebut mengindikasikan bahwa kemampuan pemboran dapat ditingkatkan agar jumlah lubang ledak dapat melebihi target sebagai antisipasi apabila terjadi kendala/hambatan sehingga dibuat beberapa solusi untuk meningkat kinerja dari penggunaan alat yakni dengan mengurangi waktu standby dan waktu repair, serta menambah waktu operasi dari alat. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa produksi lubang ledak dapat terpenuhi sesuai dengan target dan dapat ditingkatkan untuk menutupi kekurangan lubang ledak apabila terjadi hambatan.
Analisis Biaya Pengeboran dan Peledakan Pada PT. Bosowa Mining Maros Sulawesi Selatan Usman, Ibrahim Mappa; Asmiani, Nur; Nurwaskito, Arif
Mining Science And Technology Journal Vol 2 No 1 (2023): Mining Science and Technology Journal
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.32 KB) | DOI: 10.54297/minetech-journal.v2i1.392

Abstract

Peningkatan kebutuhan bahan baku semen semakin menuntut kepada para pengusaha semen agar terus berupaya meningkatkan kualitas produknya untuk bisa bersaing dengan perusahaan lainnya dengan seoptimal mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung biaya produksi pengeboran dan peledakan yang dibutuhkan serta optimalisasi biaya untuk dapat memenuhi target produksi perusahaan. Jenis data yang dibutuhkan adalah harga dari bahan bakar alat bor serta harga dari setiap peralatan dan perlengkapan proses peledakan. Hasilnya didapatkan bahwa biaya operasional pengeboran sebesar Rp 107.160.000/ bulan dan proses peledakan memiliki total biaya produksi sebesar Rp. 144.041.650/ bulan dengan estimasi 70 lubang ledak. Alternatif optimalisasi biaya dengan penggunaan oli bekas dapat menghemat biaya pengeboran sebesar Rp 11.400.000/ bulan dan penggunaan campuran sekam padi untuk biaya peledakan menghemat biaya sebesar Rp 142.459.120/ bulan.. Kata kunci: biaya, optimalisasi, pengeboran, peledakan.