Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Telaah terhadap Kesederhanaan Redaksi Tafsir Jalalain dan Dampaknya bagi Pemula Studi Tafsir Rizal; Rahmad Dzailani Al Thamim; Rasyid Hidayatullah; Akhmad Dasuki
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 1 No. 6 (2025): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (Bulan Desember 2025)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v1i6.222

Abstract

This study aims to examine the characteristics of the concise diction in Tafsir al-Jalalain and to assess its impact on beginner readers in the study of Qur’anic exegesis. This research employs a qualitative method through library research by exploring relevant academic literature, which is then analyzed descriptively and analytically to identify the ijmālī interpretive patterns underlying the composition of the tafsir. The findings indicate that the simplicity of Jalalain’s diction represents a methodological strategy intended to facilitate readers in grasping the essential meaning of verses quickly and systematically, thereby making it effective as a foundational resource for early Qur’anic learning. However, this concise nature also presents limitations, particularly in terms of contextual breadth and analytical depth, thus requiring the support of more comprehensive references. The study concludes that the concise diction of Jalalain holds significant pedagogical value for beginners, while simultaneously underscoring the need for adaptive learning approaches to ensure the development of a more holistic understanding of Qur’anic interpretation.
Urgensi Ulumul Qur`an Dalam Menajaga Otentisitas Al-Quran Ridwan Noorwahid Mohtar; Abdul Azis; Yazied Mauvi Nazier; Tegar Pria Utama; Azkya Raudi Ardillah; Akhmad Dasuki
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 2 No. 1 (2026): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (Januari 2026)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v2i1.271

Abstract

Ulumul Qur’an is a scientific discipline that plays a crucial role in preserving the authenticity of the Qur’an, both in terms of text and meaning. Amid the growing trend of instant interpretations of the Qur’an that lack a solid methodological foundation, the role of Ulumul Qur’an has become increasingly urgent. This article aims to examine the importance of Ulumul Qur’an in safeguarding the authenticity of the Qur’an and its relevance in addressing contemporary interpretative challenges. This study employs a library research method with a descriptive-analytical approach to classical and contemporary works on Ulumul Qur’an. The findings indicate that Ulumul Qur’an serves as a methodological foundation for Qur’anic interpretation and as an academic filter to prevent distortion of the divine message. Therefore, strengthening the study of Ulumul Qur’an is an essential necessity to maintain an authentic and responsible understanding of the Qur’an.
Analisis Komparatif Kitab Shafwah al-Tafāsīr dan Al-Wasīṭ: Telaah Sejarah, Sumber, Manhaj, Mazhab, dan Distingsi Corak Penafsiran Amin, Sholihudin; Fitri A; Akhmad Dasuki
Jurnal Studi Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jsiat.v2i2.275

Abstract

Artikel ini mengkaji secara komparatif dua karya tafsir modern yang berpengaruh, yaitu Shafwah al-Tafāsīr karya Muḥammad ‘Alī ash-Ṣābūnī dan al-Tafsīr al-Wasīṭ karya Muḥammad Sayyid al-Ṭanṭāwī. Keduanya hadir sebagai respons atas kebutuhan umat Islam modern terhadap penafsiran Al-Qur’an yang sistematis, ringkas, dan kontekstual, namun dibangun di atas manhaj dan orientasi keilmuan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan analisis komparatif, dengan menelaah aspek sejarah penulisan, sumber penafsiran, manhaj metodologis, kecenderungan mazhab, serta distingsi corak penafsiran masing-masing mufassir. Hasil kajian menunjukkan bahwa Shafwah al-Tafāsīr bercorak tahlīlī dengan kecenderungan ijmālī dan fokus kuat pada ayat-ayat hukum (fiqhiyyah), serta berupaya merangkum otoritas tafsir klasik secara sistematis. Sementara itu, al-Wasīṭ menampilkan pendekatan adabī-ijtima‘ī dengan penekanan pada analisis kebahasaan, rasionalitas moderat, dan kontekstualisasi sosial yang mencerminkan tradisi intelektual al-Azhar. Studi ini menegaskan bahwa perbedaan manhaj kedua tafsir tersebut tidak bersifat kontradiktif, melainkan saling melengkapi dalam memperkaya khazanah metodologi tafsir kontemporer.
Social Alienation in the Digital Age: Roland Barthes' Semiotic Analysis of The Meaning of 'Ghaflah' in Qs. Al-A'raf Verse 205 Akhmad Dasuki; Rian Hidayat; Marwa; Shafa; Siti Mudthiya Arpijayanti; Cecep Zakarias El Bilad
Medina-te : Jurnal Studi Islam Vol 22 No 1 (2026): Medina-Te: Jurnal Studi Islam
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/medinate.v21i3.29796

Abstract

This study explores the concept of ghaflah in Surah Al-A'raf verse 205 as an entry point to examine the phenomenon of social alienation in the digital age through Roland Barthes' semiotic approach. The term ghaflah, which literally means negligence or forgetfulness, is analysed on two levels: denotative (literal meaning) and connotative (symbolic/ideological meaning). The main research questions focus on how ghaflah is interpreted semiotically and whether its meaning is relevant to current social phenomena such as doomscrolling, digital alienation, and collective awareness crises. The objective of this study is to uncover the hidden meanings of ghaflah and explain how the concept reflects the socio-psychological conditions of modern society. This research employs a qualitative-descriptive method based on literature review, using Barthes' semiotic theory as the primary analytical framework. Core references include Tafsir al-Misbah, Lisan al-‘Arab, semiotic literature, and contemporary studies on digital media. The analysis is conducted in two stages: (1) interpreting the literal meaning of ghaflah using exegetical and linguistic sources, and (2) extracting the connotative meaning through Barthes' framework to uncover its ideological and mythological dimensions. The findings show that ghaflah is not merely spiritual negligence but also a metaphor for modern human alienation caused by the domination of technology and digital media. In this context, ghaflah functions as a sign of existential, spiritual, and social crises deeply rooted in contemporary life patterns. In conclusion, Surah Al-A’raf: 205 is not only theologically significant but also offers a critical reflection on the destructive impacts of the digital era on human consciousness, meaning, and spiritual values.
HADIS DAN KEADILAN SOSIAL: MEMAHAMI NILAI KEADILAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Rizal; Risko Ari Saputra; Akhmad Dasuki
Journal of Golden Generation Religious Vol. 2 No. 2 (2026): In Progress 2026: Journal of Golden Generation Religious
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggr.v2i2.631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hadis tentang larangan berbuat zalim dalam kerangka keadilan sosial melalui pendekatan interdisiplin yang meliputi perspektif sosiologi, filsafat, dan maqāṣid al-syarī‘ah. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), di mana sumber data utama berupa hadis dalam Shahih Muslim beserta syarahnya, serta didukung oleh literatur ilmiah dari bidang sosiologi, filsafat, dan ushul fikih. Mekanisme pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran, seleksi, dan analisis kritis terhadap sumber-sumber yang relevan, kemudian diolah dengan teknik analisis deskriptif-analitis untuk menemukan keterkaitan makna hadis dengan konsep keadilan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan berbuat zalim dalam hadis memiliki dimensi luas, mencakup aspek moral, sosial, dan normatif, yang berfungsi menjaga keseimbangan kehidupan manusia. Pembahasan mengungkap bahwa keadilan sosial tidak hanya dipahami sebagai prinsip etis, tetapi juga sebagai sistem yang menopang keteraturan masyarakat, menjamin distribusi hak secara proporsional, serta mewujudkan kemaslahatan melalui perlindungan jiwa dan harta. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi tiga perspektif keilmuan dalam membaca hadis secara tematik sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif dan kontekstual. Implikasi penelitian ini bagi dunia pendidikan adalah memberikan kerangka analisis yang lebih luas dalam studi hadis, khususnya dalam mengaitkan teks keagamaan dengan realitas sosial, sehingga dapat dijadikan referensi bagi penelitian lanjutan yang mengembangkan pendekatan interdisiplin dalam kajian keislaman.
Epistemologi Tafsir bi al-Ra'yi: Sumber, Metode, dan Karakteristik dalam Tradisi Tafsir Islam Evi Aulia; Sholihudin Amin; Akhmad Dasuki
Journal of Golden Generation Religious Vol. 2 No. 2 (2026): In Progress 2026: Journal of Golden Generation Religious
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggr.v2i2.660

Abstract

Artikel ini mengkaji epistemologi tafsir bi al-ra'yi dalam tradisi penafsiran Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan menjelaskan genealogi historis, sumber-sumber epistemologis, prosedur metodologis, dan karakteristik tafsir rasional dalam tradisi tafsir Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka (library research) dengan metode analisis historis-intelektual dan epistemologis, penelitian ini menganalisis literatur klasik dan kontemporer bidang Ulumul Qur'an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir bi al-ra'yi bukan sekadar penafsiran berbasis pendapat pribadi, melainkan proses intelektual terstruktur yang berpijak pada tiga sumber epistemologis utama: akal ('aql), bahasa Arab (lughat al-'Arab), dan prinsip metodologi hukum Islam (usul al-fiqh). Secara metodologis, penafsiran ini mengikuti prosedur sistematis: pembacaan teks, analisis linguistik, elaborasi rasional, dan validasi normatif melalui kaidah syar'i. Tujuh karakteristik utama tafsir bi al-ra'yi berhasil dirumuskan: rasional-argumentatif, berbasis linguistik, bersifat istinbati, terbuka terhadap konteks, tidak bebas nilai, integratif antara naql dan 'aql, serta bersifat ijtihadi. Secara historis, metode ini berkembang bertahap dari era sahabat hingga periode klasik dan modern. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tafsir bi al-ra'yi terbagi menjadi dua kategori: al-ra'yi al-mahmud (terpuji) yang mengikuti kaidah ilmiah, dan al-ra'yi al-madhmum (tercela) yang didasarkan pada opini tanpa landasan keilmuan memadai.
Mazhab Tafsir Syiah, Kelahiran dan Perkembangan, Sumber, Metode dan Karakteritik Tafsir, Tokoh-Tokoh Tafsir Syi’ah dan Karyanya Muhammad Ramdani; Muhammad Jiddan Alamsyah; Agung; Akhmad Dasuki
Journal of Golden Generation Religious Vol. 2 No. 2 (2026): In Progress 2026: Journal of Golden Generation Religious
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggr.v2i2.674

Abstract

Artikel ini mengkaji mazhab tafsir Syiah dengan menyoroti kelahiran dan perkembangannya, sumber-sumber penafsiran, metode serta karakteristiknya, dan tokoh-tokoh utama beserta karya-karyanya. Kajian ini penting karena penelitian tentang tradisi tafsir Syiah di Indonesia masih relatif terbatas, padahal tradisi ini memiliki posisi penting dalam sejarah intelektual Islam dan terus berkembang hingga masa modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan melalui penelaahan terhadap kitab tafsir, karya ulama, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir Syiah lahir dari pengakuan terhadap otoritas Ahlul Bait dan doktrin imamah, lalu berkembang dari corak riwayat yang cenderung apologetik menuju bentuk penafsiran yang lebih rasional, linguistik, filosofis, dan dialogis. Sumber tafsir Syiah mencakup Al-Qur’an, riwayat Nabi dan imam Ahlul Bait, hadis internal Syiah, akal, serta ta’wil. Tokoh-tokoh seperti al-‘Ayyasyi, al-Qummi, al-Tusi, al-Tabarsi, dan Muhammad Husayn Tabataba’i menunjukkan dinamika tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tafsir Syiah merupakan tradisi intelektual yang dinamis, berlapis, dan terus beradaptasi dalam ruang akademik serta dialog antar mazhab.
Analisis Pinjaman Online dalam Mazhab Tafsir Reformatif fiqih: Kajian Riba Islam Kontemporer Raihannur, Muhammad; Siti Sa’adatul Rizkyah; Akhmad Dasuki
Journal of Golden Generation Multidisciplinary Vol. 2 No. 2 (2026): April 2026: Journal of Golden Generation Multidisciplinary
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggm.v2i2.580

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya praktik pinjaman online sebagai bagian dari keuangan digital kontemporer yang menimbulkan hukum dalam Islam, terutama terkait riba, keadilan akad, dan perlindungan terhadap pihak pemberi pinjaman. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana hukum pinjaman online dalam Islam kontemporer dan bagaimana tafsir serta fikih memandang syarat-syarat yang harus dipenuhi agar praktik tersebut tidak bergeser dari boleh menjadi haram. Penelitian ini bertujuan menganalisis status hukum pinjaman online serta menjelaskan batas-batas fikih muamalah yang menentukan kebolehannya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis perpustakaan penelitian dengan sumber data berupa jurnal ilmiah, buku, fatwa, dan pendapat ulama tahun 2020–2025. Pendekatan teori yang digunakan adalah mazhab tafsir fikih reformatif untuk membaca ulang konsep riba dalam konteks transaksi digital modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pinjaman online pada dasarnya boleh sebagai bentuk muamalah, tetapi menjadi haram apabila mengandung riba, gharar, tadlis, dharar, zhulm, biaya tersembunyi, dan pengumpulan yang eksploitatif. Oleh karena itu, kebolehan pinjaman online bersifat bersyarat, yakni mensyaratkan akad yang jelas, transparansi biaya, proporsionalitas, dan perlindungan terhadap martabat peminjaman dalam transaksi digital modern.
PERKEMBANGAN MAZHAB TAFSIR: ANALISIS SUMBER, METODE, KARAKTERISTIK, DAN TOKOH-TOKOH MUFASIR PADA PERIODE FORMATIF DAN AFIRMATIF Rizal; Nor Aisyah; Akhmad Dasuki
Journal of Golden Generation Multidisciplinary Vol. 2 No. 2 (2026): April 2026: Journal of Golden Generation Multidisciplinary
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggm.v2i2.701

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika perkembangan mazhab tafsir dengan fokus pada periode formatif dan afirmatif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada periode formatif, penafsiran didominasi oleh metode bi al-ma’tsur yang bersifat riwayati dan global (ijmali), dengan Imam ath-Thabari sebagai tokoh kunci yang melakukan kodifikasi sistematis. Sebaliknya, periode afirmatif menandai era spesialisasi dan penggunaan rasio (bi al-ra’yi) secara intensif melalui metode tahlili (analitik). Pada masa ini, tafsir berfungsi sebagai alat afirmasi ideologi dan mazhab mufasirnya, seperti terlihat dalam corak linguistik al-Zamakhsyari dan corak teologis-ilmiah Fakhruddin al-Razi. Transformasi ini mencerminkan adaptasi intelektual umat Islam dalam merespons tantangan zaman serta kebutuhan sosiopolitik yang semakin kompleks.
Mazhab Tafsir Ilmi dalam Tradisi Penafsiran Al-Qur’an: Kajian atas Perkembangan, Metode, dan Tokoh-Tokohnya Hilmia Dwi Putri; Shilvana Anggun Zaskia; Akhmad Dasuki
Journal of Golden Generation Multidisciplinary Vol. 2 No. 3 (2026): In Progress 2026: Journal of Golden Generation Multidisciplinary
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggm.v2i3.705

Abstract

Kajian tentang mazhab tafsir ilmi penting dikembangkan karena menunjukkan hubungan antara Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan dalam tradisi penafsiran Islam. Penelitian ini berangkat dari pertanyaan mengenai bagaimana kelahiran dan perkembangan mazhab tafsir ilmi, apa sumber dan metode yang digunakannya, siapa tokoh-tokohnya, serta mengapa corak ini penting dikaji dalam studi Al-Qur’an kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perkembangan historis tafsir ilmi, menganalisis sumber dan metodenya, mengidentifikasi tokoh-tokoh utama beserta karya-karyanya, serta menegaskan urgensinya dalam kajian tafsir modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui telaah literatur dari jurnal, buku, dan karya tafsir yang relevan, lalu dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir ilmi merupakan corak penafsiran yang memadukan wahyu, akal, dan ilmu pengetahuan untuk memahami ayat-ayat kauniyah. Kesimpulannya, mazhab tafsir ilmi memiliki posisi penting dalam studi Al-Qur’an kontemporer selama digunakan secara proporsional, kritis, dan tetap berpijak pada kaidah tafsir.
Co-Authors Abdul Azis Abdul Khair Abdurahman Abdurrahman Afifatul Aspia Agna Azkia Agung Agusti Sukma Wati Ahmad Al Amin Ahmad Faisal Kamil Mabarak Ahmad Fauzan Maulidan Amin, Sholihudin Annisa Azizah Aufa Sholeha Aulia Azizah Aulia Rahmawati, Aulia Auliya Yulanda Azkia Azkya Raudi Ardillah Badarulzaman, Muhammad Hafiz Baihaki Cecep Zakarias El Bilad Dedi Siswanto Edy Surianto Evi Aulia Fadlianor Rahman Felycia Ade Irawati Fitri A Haikal Habibi Hana, Rima Rayhana Hanief Monady Hapijah Helda Pauziah Helga Juliya Hidayat Azhar Al Ikhlash Hilmia Dwi Putri Intan Anggrini Iqbal Ilmi Iqlima Dhuha Anwar Isma Suci Joan Rifky Maulana Khairun Nada Krisna Mukti Ragil Pamungkas Laelatul Musdallifah Leni Maulida M. Rifky Juliansyah Mahda Marwa Mauizah Maulida Apriliatama Meiva Putri Evandra Monica Putri Muhamad Rulyawan Sihab Muhammad Amzad Muhammad Fadhil Mubarok Muhammad Hafizh Muhammad Iqbal Jamalul Lael Muhammad Jiddan Alamsyah Muhammad Ramdani Muhammad Samman Munirah Najwa Khoiriyah Noor Eliyen Nor Aisyah Norsafwati Nur Elma Nur Fathia Sari Nurul Hidayah Putri Mandarisma Rahmad Dzailani Al Thamim Raihannur, Muhammad Rasyid Hidayatullah Rian Hidayat Rian, Rian Hidayat Ridwan Noorwahid Mohtar Risko Ari Saputra Rizal Rizki Rahmadani Rusyda Assyifa Dewi Salma Ananda Nuraini Savita Eka Fitria Serlyana Yuriska Shafa Shilvana Anggun Zaskia Sholihudin Amin Sibawaihi Sibawaihi Siti Mudthiya Arpijayanti Siti Sa’adatul Rizkyah Sri Juwita Sugiro Abdillah Syaripah Talita Zahra Karima Taufik Warman Mahfuzh Tegar Pria Utama Tri Abna Br Meliala Yazied Mauvi Nazier Zahra Vica Amelia Zesar Rahmat Syafe’i