Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stomatitis Di Wilayah Kerja Puskesmas Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan Masriwati, Sitti; Kartini, Novi
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v2i1.499

Abstract

Data penyakit stomatitis di Puskesmas Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan setiap tahunnya mengalami peningkatan, dimana pada tahun 2017 berjumlah 798 kasus, dan meningkat lagi tahun 2018 sebesar 801 kasus. Pada periode Januari-April 2019 sebesar 82 kasus terdiri dari umur 12 tahun-34 tahun 24 kasus (29,3%), umur 35-44 tahun sebesar 43 kasus (52,4%) dan umur 45-54 tahun sebesar 15 kasus (18,3%), dengan penyebab utama adalah oral hygiene, nutrisi dan trauma. Tujuan peneilitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stomatitis di wilayah kerja Puskesmas Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah Populasi dalam penelitian ini sebanyak 82 responden, dengan jumlah sampel sebanyak 68 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis chi square dan uji koefisien phi (Ø). Hasil penelitian bahwa ada hubungan yang sedang antara oral hygiene dengan kejadian stomatitis di Wilayah Kerja Puskesmas Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan, dengan koefisien korelasi phi yang sedang yakni sebesar 0,329. Ada hubungan yang sedang antara nutrisi/ makanan yang mengandung vitamin C dengan kejadian stomatitis di Wilayah Kerja Puskesmas Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan, dengan koefisien korelasi phi yang sedang yakni sebesar 0,490. Ada hubungan yang kuat antara trauma dengan kejadian stomatitis di Wilayah Kerja Puskesmas Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan, dengan koefisien korelasi phi yang sedang yakni sebesar 0,527. Disarankan bagi responden harus meningkatkan perilaku oral hygiene, konsumsi makanan yang mengandung vitamin C serta menghindari trauma terutama untuk pengunaan alat tambahan seperti tusuk gigi atau benang gigi, dengan demikian dapat meningkatkan lagi derajat kesehatan dan secara tidak langsung mencegah terjadinya kejadian stomatitis.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Mencuci Tangan Selama Pandemi Covid-19 Pada Siswa Di SDN 1 Mawah Kecamatan Wawonii Kabupaten Konawe Kepulauan Masriwati, Sitti; Armayani, Armayani; Pongdatu, Merry; Ismawati, Ismawati
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v2i2.618

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di SD Negeri 1 Mawah menunjukkan bahwa jumlah seluruh siswa kelas I-VI sebanyak 131 siswa. Pelaksanaan pendidikan kesehatan (perilaku mencuci tangan) masih jarang dilakukan oleh pendidik khususnya dalam menanamkan perilaku mencuci tangan yang benar.  Selain itu orang tua masih sering membiarkan anaknya tidak mencuci tangan sesudah bermain atau mengkomsumsi makanan ringan. Mencuci tangan pakai sabun adalah salah satu  proses yang  secara tepat dan benar merupakan cara termudah dan efektif untuk mencegah berjangkitnya penyakit. Mencuci tangan dengan air dan sabun dapat lebih efektif menghilangkan kotoran dan debu secara mekanis dari permukaan kulit dan secara bermakna mengurangi jumlah mikroorganisme penyebab penyakit seperti virus, bakteri dan parasit lainnya pada kedua tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan mencuci tangan selama pandemi Covid-19 pada siswa di SDN 1 Mawah Kecamatan Wawonii Kabupaten Konawe Kepulauan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pre eksperimen dengan pendekatan “One Group Pre dan Post Test Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SDN 1 Mawah sebanyak 131 orang dengan jumlah sampel 57 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental sampling, Metode analisis menggunakan Uji Paired T test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan mencuci tangan selama pandemi Covid-19 pada siswa di SDN 1 Mawah Kecamatan Wawonii Kabupaten Konawe Kepulauan (p value = 0,000 < 0,05), dimana terdapat 35 responden (61,4%) yang memiliki pengetahuan mencuci tangan kategori cukup dan 22 responden (38,6%) yang memiliki pengetahuan mencuci tangan kategori kurang. Sedangkan untuk pemberian pendidikan kesehatan dari 57 responden, terdapat 50 responden (87,7%) yang memiliki pengetahuan mencuci tangan kategori cukup dan terdapat 7 responden (12,3%) yang memiliki pengetahuan mencuci tangan kategori kurang.
Pengaruh Focus Group Discussion Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Lansia Yang Menderita Hipertensi Tentang Gaya Hidup Dipuskesmas Kemaraya Kota Kendari Masriwati, Sitti; Krismiadi, Dedi; Dina, Hasniah; Amirudin, Nursoleha
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v3i2.890

Abstract

Kurangnya pengetahuan dan sikap lansia tentang gaya hidup menyebabkan lansia mengalami hipertensi. Kasus hipertensi pada lansia dengan usia 60 keatas di Puskesmas Kemaraya pada tahun 2021 berjumlah 350 jiwa dan pada kasus 3 bulan terakhir tahun 2022 sebanyak 40 lansia. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh focus group discussion terhadap pengetahuan dan sikap lansia Penderita hipertensi tentang gaya hidup di Puskesmas Kemaraya Kota Kendari. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian pra-eksperimental menggunakan desain penelitian pre-test dan post test (one pretest-posttest). Populasi penelitian ini meliputi lansia  penderita hipertensi usia ≥ 60 tahun sebanyak 40 responden. Jumlah sampel adalah 29 responden. Tehnik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan pendekatan simple random sampling, metode analisis menggunakan uji wilcoxon. Berdasarkan hasil analisis statistic dengan uji wilcoxon pengetahuan lansia didapatkan nilai p-value = 0,000. Karena p-value < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima dan sikap lansia didapatkan p-value = 0,000. Karena p-value < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil menunjukan ada pengaruh focus group discussion terhadap pengetahuan dan sikap lansia Penderita hipertensi tentang gaya hidup di Puskesmas Kemaraya Kota Kendari. Diharapkan lansia dapat meningkatkan pengetahuan tentang gaya hidup yang berkaitan dengan penyakit hipertensi sehingga dapat mempengaruhi sikap lansia.
Fatigue In Breast Cancer Patients: Correlation With Hemoglobin Heltty, Heltty; Masriwati, Sitti; Krismiadi, Dedi; Nofitasari, Ari
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 17 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v17i3.1728

Abstract

Latar belakang: Prevalensi kanker payudara terus meningkat dengan kelelahan sebagai gejala debilitating yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk penurunan kadar hemoglobin akibat kemoterapi. Tujuan: Menganalisis hubungan antara kadar hemoglobin dengan tingkat kelelahan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain korelasional menggunakan total sampling terhadap 34 pasien kanker payudara di RSUD Bahteramas Kendari pada Agustus-September 2024. Kadar hemoglobin diukur menggunakan Easy Touch GCHb terkalibrasi, sedangkan kelelahan dinilai dengan Brief Fatigue Inventory versi Indonesia. Data dianalisis menggunakan uji Pearson correlation (?=0,05). Hasil: Ditemukan korelasi negatif kuat antara kadar hemoglobin dengan tingkat kelelahan (r=-0,675; p<0,001), menunjukkan semakin rendah hemoglobin, semakin berat kelelahan yang dialami. Simpulan: Kadar hemoglobin berkorelasi signifikan dengan tingkat kelelahan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Saran: Monitoring hemoglobin rutin sebagai bagian manajemen kelelahan pasien kanker payudara perlu dipertimbangkan dalam praktik ilmu keperawatan onkologi
Optimalisasi Peran Perawat Sebagai Edukator Dalam Meningkatkan Pengetahuan Remaja tentang  Jajanan Sehat Di SMPN 7 Kendari Masriwati, Sitti; Saltar, La Ode; Heltty; Krismiadi, Dedi; Yati, Mimi; Pongdatu, Merry
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmba.v4i2.1488

Abstract

Jajanan sehat merupakan  makanan atau minuman yang mengandung zat gizi seimbang yang dibutuhkan oleh tubuh manusia seperti protein, karbohidrat, lemak, dan berserat tinggi. Konsumsi makanan jajanan merupakan hal yang sangat melekat pada anak khususnya anak sekolah. Anak-anak sering membeli makanan diluar dan tidak memperhatikan kebersihan serta kandungan yang ada pada makanan tersebut. Kurangnya pengetahuan menjadi salah satu penyebab anak tetap mengkonsumsi jajanan tidak sehat dan tidak memperhatikan kandungannya sehingga memicu berbagai permasalahan kesehatan seperti gagal ginjal kronik dan diabetes melitus. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa siswi SMPN 7 Kendari tentang jajanan makanan sehat sebagai kunci utama dalam pencegahan penyakit diabetes melitus. Metode yang digunakan meliputi edukasi mengenai  makanan jajanan sehat,  jenis makanan sehat yang bisa memicu  penyakit diabetes melitus dan dampak dari mengkonsumsi jenis makanan jajanan yang tidak sehat. Kegiatan diikuti oleh anak siswa siswi SMPN 7 Kendari sebanyak 45 siswa  dengan sangat antusias tinggi terhadap informasi yang diberikan. Hasil kegiatan menunjukan adanya peningkatan pemahaman  anak siswa SMP mengenai makanan jajanan sehat yaitu dilihat dari hasil evaluasi pre test 30% siswa siswa memiliki pengetahuan yang cukup dan setelah post test penyuluhan  menunjukan adanya peningkatan pengetahuan yang cukup sebanyak 75%.  Diharapkan kegiatan ini dapat mendorong siswa siswi SMPN 7 Kendari  untuk lebih telaten dalam pemilihan makanan jajanan sehat.