Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Urgensi Manajemen Pendidikan Islam Dalam Pelaksanaan Tri Pusat Pendidikan Suriansah; Suryani; Agung Setiabudi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4699

Abstract

Dalam islam, setiap orang dituntut untuk mempelajari pendidikan agama agar mereka memiliki ilmu pengetahuan sehingga mampu mengaktualisasikan nilai-nilai keagamaan dan keimanan sebagaimana yang diperintahkan dalam agama islam itu sendiri. Tri pusat pendidikan merupakan tiga pusat atau dasar acuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui petingnya manajemen pendidikan islam dalam tri pusat pendidikan. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian studi Pustaka (Library Research). Hasil penelitian menunjukan bahwa manajemen pendidikan islam memiliki peranan yang besar terhadap tri pusat pendidikan, dimana dengan adanya manajemen pendidikan islam akan memberikan acuan dalam pengelolaan sistem berdasarkan dengan nilai-nilai keislaman yang dapat dipergunakan untuk keperluan apapun baik dalam lingkungan keluarga, sekolah maupun dilingkungan masyarakat.
Peran Admin Media Sosial Dalam Upaya Meningkatkan Engagement Publik Terhadap Kegiatan Pesantren Herlina; Maimunah; Agung Setiabudi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4749

Abstract

Perkembangan media sosial di era digital telah mendorong lembaga pendidikan, termasuk pesantren, untuk mengadopsi strategi komunikasi yang lebih adaptif dan interaktif. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga sebagai media untuk membangun keterlibatan publik terhadap berbagai kegiatan pesantren. Dalam konteks ini, peran admin media sosial menjadi sangat penting sebagai pengelola komunikasi digital, pembentuk citra lembaga, serta penghubung antara pesantren dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran admin media sosial dalam upaya meningkatkan engagement publik terhadap kegiatan pesantren. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan Systematic Literature Review (SLR) terhadap artikel-artikel ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan media sosial yang dilakukan secara konsisten, kreatif, dan berlandaskan etika digital mampu meningkatkan interaksi dan partisipasi publik, baik dalam bentuk keterlibatan digital maupun partisipasi nyata dalam kegiatan pesantren. Selain itu, penerapan nilai-nilai keislaman dalam pengelolaan konten media sosial turut memperkuat kepercayaan dan citra positif pesantren di mata masyarakat. Oleh karena itu, optimalisasi peran admin media sosial melalui peningkatan kompetensi dan perencanaan strategi komunikasi digital menjadi langkah strategis dalam mendukung keberlanjutan pesantren di era digital.
Strategi Kepala Madrasah Dalam Menghadapi Keterbatasan Sarana Dan Prasarana Di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Wasilatul Jannah Sarah, Siti; Nurkomariah; Agung Setiabudi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4779

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Wasilatul Jannah dalam menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan, serta mengidentifikasi upaya manajerial yang dilakukan untuk menjaga efektivitas proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur dengan kepala madrasah dan guru, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah menerapkan tiga strategi utama: Optimalisasi sarana dan prasarana dengan menetapkan skala prioritas penggunaan ruang kelas yang masih layak guna menjamin keselamatan santri; Peningkatan partisipasi dan kepedulian warga madrasah melalui komunikasi intensif dan forum musyawarah; dan Manajemen pembelajaran secara kolaboratif yang melibatkan fleksibilitas jadwal dan kerja sama antar guru dalam mengelola kelas. Meskipun dihadapkan pada kendala ruang kelas yang rusak, minimnya media pembelajaran, dan keterbatasan finansial, kepemimpinan yang adaptif dan kreatif terbukti mampu menjaga keberlangsungan pendidikan yang aman dan kondusif.
Strategi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Mardani; Nurmadiah; Agung Setiabudi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4787

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti lebih mendalam tentang Strategi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru. Penelitian ini menerapkan metode studi kepustakaan (library research), yaitu teknik pengumpulan data yang bersumber dari berbagai bahan tertulis, seperti buku, artikel ilmiah, jurnal, serta dokumen lain yang relevan dengan fokus penelitian. Teknik pengumpulan data dalam artikel ini dengan menghimpun berbagai referensi berupa buku dan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan fokus kajian. Selanjutnya, sumber-sumber tersebut dianalisis secara mendalam untuk memperoleh kesimpulan yang relevan dengan tema penelitian. Adapun teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, yaitu proses penyederhanaan dan pemilahan data yang telah dikumpulkan, kemudian penyajian data dalam bentuk yang sistematis, serta tahap verifikasi atau penarikan kesimpulan berdasarkan hasil analisis tersebut dari data yang telah didapatkan yang berkaitan dengan tema artikel. Hasil penelitian ini adalah; strategi kepala sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kinerja guru sebagai upaya mewujudkan mutu pendidikan yang optimal. Strategi tidak hanya dipahami sebagai perencanaan, tetapi sebagai rangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang didukung oleh kepemimpinan kepala sekolah yang efektif, penguasaan kompetensi profesional, serta pendekatan yang sistematis dan humanistik. Kinerja guru juga diukur melalui lima indikator, yaitu kualitas kerja, kecepatan dan ketepatan, inisiatif dalam bekerja, kemampuan kerja, dan komunikasi. Dengan demikian, semakin baik strategi dan kepemimpinan kepala sekolah maka semakin tinggi pula kinerja guru dan keberhasilan sekolah secara keseluruhan.
Peran Orang Tua Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di PAUD Permata Delima Jumiati; Agung Setiabudi; Asmariani
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5017

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran orang tua dalam meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini. Orang tua memiliki peranan strategis dalam hal membentuk karakter, kebiasaan belajar, dan nilai-nilai moral moral yang positif, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlibatan orang tua dalam meningkatkan mutu pendidikan di PAUD Permata Delima. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk‑bentuk keterlibatan orang tua dan kontribusinya dalam meningkatkan mutu pendidikan di PAUD Permata Delima. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan jenis penelitian lapangan (field research) subjek penelitian meliputi orang tua siswa, guru, dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk keterlibatan orang dalam mendampingi anak belajar dirumah dan berkomunikasi aktif kepada guru, serta keterlibatan di sekolah sangat berpengaruh terhadap perkembangan kognitif, sosial dan emosi anak. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa keterlibatan orang tua yang intensif mampu meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini di pedesaan secara berkelanjutan.
Transformasi Digital Dalam Humas Pendidikan Sahrani; Agung Setiabudi; Ali Murtopo
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5041

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang Transformasi Digital Dalam Humas Pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode library research, yaitu teknik pengumpulan data yang bersumber dari berbagai bahan tertulis, seperti buku, artikel ilmiah, jurnal, serta dokumen lain yang relevan dengan fokus penelitian. Hasil penelitian ini adalah humas pendidikan memegang peran strategis sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat dalam membangun komunikasi yang harmonis, membentuk citra positif, serta mendorong partisipasi publik. Seiring berkembangnya era digital, peran humas pendidikan semakin diperkuat melalui pemanfaatan media digital, big data, kecerdasan buatan (AI), dan inovasi konten yang memungkinkan komunikasi berlangsung lebih cepat, luas, personal, dan berbasis data. Pemanfaatan teknologi tersebut membantu humas dalam memahami kebutuhan audiens, menganalisis sentimen publik, memprediksi tren, serta meningkatkan efektivitas strategi komunikasi. Oleh karena itu, transformasi digital dalam humas pendidikan merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Implementasi transformasi digital yang terencana, didukung oleh kompetensi sumber daya manusia, infrastruktur yang memadai, serta komitmen pimpinan, akan berkontribusi signifikan dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan, memperkuat hubungan sekolah dengan masyarakat, serta menjaga kepercayaan dan reputasi lembaga pendidikan di tengah pesatnya perkembangan teknologi.