Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

CHILD MARRIAGE AND EDUCATION: STRATEGIES FOR INTERVENTION AND PREVENTION THROUGH LIBRARY RESEARCH AND CRITICAL PEDAGOGY Rizqi, Sofan; Guefara, Rahmat Lutfi; Adawiyah, Siti Robiah; Roqib, Moh.
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 4 (2025): Vol. 2 No. 4 Edisi Oktober 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i4.1445

Abstract

Child marriage remains a significant global issue, particularly affecting young girls' education and future prospects. This study explores strategies for intervention and prevention of child marriage through a critical literature review, focusing on the role of education. Using a library research approach, the study highlights the intersectionality of child marriage with socioeconomic factors, gender inequality, and cultural traditions. The findings suggest that increased access to education and critical pedagogy can serve as effective tools for empowering girls and preventing early marriages. Moreover, the study emphasizes the importance of collaborative efforts between educational institutions, communities, and policymakers to create sustainable change.  
Al-Qur’an dan Hadis sebagai Fondasi Pendidikan Tasawuf di Perguruan Tinggi Islam Reno Aji Nugroho; Dwi Anna Astuti; Qorie Fadli Yani; Rahmat Lutfi Guefara
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6700

Abstract

Pendidikan tasawuf di perguruan tinggi Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, spiritualitas, dan akhlak mahasiswa, sehingga mereka tidak hanya unggul secara intelektual tetapi juga matang secara moral dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Al-Qur’an dan Hadis sebagai fondasi pendidikan tasawuf, strategi integrasinya dalam kurikulum, serta dampaknya terhadap pembentukan karakter mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka, dengan sumber data utama berupa teks Al-Qur’an, Hadis Nabi Muhammad SAW, serta literatur akademik terkait pendidikan tasawuf. Analisis dilakukan melalui content analysis untuk menafsirkan makna edukatif dari sumber-sumber tersebut dan mengaitkannya dengan praktik pendidikan tasawuf di perguruan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an berperan sebagai landasan normatif dan epistemologis yang memberikan pedoman dalam pemurnian jiwa (tazkiyah al-nafs), pengendalian hawa nafsu, dzikrullah, dan penguatan akhlak mulia. Hadis berfungsi sebagai panduan praktis yang memungkinkan mahasiswa menginternalisasi ajaran Qur’ani melalui praktik dzikir, muhasabah, kesabaran, dan sikap ikhlas dalam kehidupan sehari-hari. Integrasi Al-Qur’an dan Hadis dalam kurikulum tasawuf terbukti meningkatkan kesadaran spiritual, kedisiplinan, toleransi, empati, dan akhlak mulia mahasiswa, sehingga pendidikan tasawuf menjadi proses transformasional yang menyeluruh dan holistik. Kesimpulannya, Al-Qur’an dan Hadis bukan hanya menjadi sumber teori, tetapi juga instrumen pendidikan efektif dalam membentuk karakter, moral, dan spiritualitas mahasiswa. Temuan ini menegaskan pentingnya pengintegrasian kedua sumber wahyu tersebut dalam kurikulum perguruan tinggi Islam untuk mencetak generasi mahasiswa yang cerdas secara intelektual, matang secara spiritual, dan berakhlak mulia, sekaligus mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
INTEGRASI DALIL AL-QUR’AN DAN HADIS DALAM PENDIDIKAN ETIKA DIGITAL: TELAAH AKHLAK ISLAM UNTUK GENERASI Z Novia Rahmadani; Delta Fitriani; Harir Ulil Abshor; Rahmat Lutfi Guefara
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.7057

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola interaksi sosial, terutama bagi Generasi Z yang tumbuh bersama media sosial dan platform daring. Meskipun membawa kemudahan dalam komunikasi dan akses informasi, era digital ini juga menimbulkan tantangan moral seperti penyebaran informasi palsu, ujaran kebencian, perundungan daring, serta penurunan sensitivitas terhadap privasi dan kehormatan orang lain. Penulisan ini mengkaji bagaimana dalil-dalil dari Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW dapat menjadi landasan utama dalam membangun etika digital yang berakar pada akhlak Islam. Melalui pendekatan analisis tematik terhadap sumber-sumber normatif Islam, pembahasan ini mengeksplorasi prinsip-prinsip akhlak seperti kejujuran, pengendalian lisan, penahanan amarah, serta penghormatan terhadap sesama, dan mengaitkannya dengan perilaku bermedia sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai ini tidak hanya relevan, tetapi juga esensial untuk membentuk generasi muda yang mampu berinteraksi di dunia digital dengan penuh tanggung jawab dan kebajikan.
TAZKIYATUN NAFS SEBAGAI PENDEKATAN HOLISTIK MENGATASI KECEMASAN MAHASISWA DI ERA DIGITAL INTEGRASI TASAWUF KLASIK DAN PSIKOLOGI KONTEMPORER guefara, rahmat lutfi; El Syam, Robingun Suyud; Linnaja, Ngatoillah
PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 8 No 2 (2025): Paramurobi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/h8eg5v84

Abstract

This study examines tazkiyatun nafs (soul purification) as a culturally-grounded approach to addressing student anxiety in the digital era. Contemporary university students face unprecedented challenges including information overload, social media-induced anxiety, and intense academic pressure, contributing to escalating mental health concerns. Employing a qualitative library research methodology, this study analyzes classical and contemporary Sufism literature on tazkiyatun nafs and its application to digital-age student anxiety. Findings reveal that tazkiyatun nafs encompasses three progressive stages: takhalli (elimination of negative traits), tahalli (cultivation of virtuous qualities), and tajalli (spiritual illumination). These stages provide a comprehensive framework for managing digital anxiety through: (1) digital detox as takhalli, (2) positive spiritual habit formation as tahalli, and (3) mindful awareness as tajalli. The practical contribution of this research is a tazkiyatun nafs-based spiritual guidance model integrable into Islamic higher education student well-being programs. This approach offers a holistic, culturally-resonant solution that transcends symptom reduction to foster character transformation and life reorientation toward authentic flourishing (sa'ādah ḥaqīqiyyah).
Pembelajaran Berbasis MPABT Untuk Meningkatkan Akhlak Dan Kompetensi Linguistik Mahasiswa PBA UNSIQ: MPABT-Based Learning to Improve the Morals and Linguistic Competence of PBA UNSIQ Students Guefara, Rahmat Lutfi; Sunarko, Asep; Sakir, Moh.
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 6 (2025): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v5i6.1052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas Model Pembelajaran Bahasa Arab Transformatif Berbasis Tasawuf (MPABT) dalam meningkatkan akhlak dan kompetensi linguistik mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) di Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Wonosobo. Penelitian ini dilakukan pada semester genap 2024/2025 dengan melibatkan 100 mahasiswa dari semester 2, 4, dan 6, serta 5 dosen pengampu. Desain penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dua siklus yang mengintegrasikan tahapan takhalli-tahalli-tajalli melalui pembelajaran yang menekankan resonansi linguistik-spiritual, komunitas praktik (halaqah), dan refleksi murāqabah. Data dikumpulkan melalui tes kompetensi linguistik, rubrik observasi akhlak, jurnal refleksi, skala resonansi, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam Indeks Akhlak (Δ = +9.1 poin, p < .001, Hedges' g = 1.22) dan kompetensi linguistik (Δ = +7.4 poin, p < .001, g = 0.92) pada seluruh semester. Analisis kualitatif mengungkapkan bahwa mekanisme resonansi antara struktur bahasa Arab dan konsep spiritual Islam, serta dukungan komunitas praktik, menjadi faktor kunci dalam internalisasi nilai. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis pada pedagogi transformatif berbasis tasawuf dan implikasi praktis bagi pengembangan kurikulum PBA di PTKI.
TOKOH TOKOH TASAWUF NUSANTARA DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP ISLAMISASI INDONESIA Zulfa lailatul Izzah; Lisda Fadhilah; Ratri Wulandari; Fathma Dzakiyah Annuroni; Rahmat Lutfi Guefara
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6864

Abstract

Islamisasi Indonesia merupakan proses historis yang berlangsung secara bertahap dan damai, dengan tasawuf sebagai salah satu faktor kunci keberhasilannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan kontribusi tokoh-tokoh tasawuf Nusantara dalam proses Islamisasi Indonesia melalui pendekatan yang beragam. Kajian ini memfokuskan pada tiga tokoh utama, yaitu Hamzah Fansuri, Syekh Yusuf Al-Makassari, dan Syekh Nawawi Al-Bantani, yang masing-masing merepresentasikan strategi Islamisasi berbasis sastra, perjuangan sosial-politik, dan keilmuan tradisional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis-deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi pustaka terhadap sumber-sumber primer berupa karya-karya para tokoh serta sumber-sumber sekunder yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tasawuf memainkan peran strategis dalam membentuk corak Islam Nusantara yang moderat, inklusif, dan kontekstual. Hamzah Fansuri berkontribusi melalui sastra sufistik yang mengakomodasi budaya lokal, Syekh Yusuf Al-Makassari melalui integrasi spiritualitas dan perlawanan terhadap kolonialisme, serta Syekh Nawawi Al-Bantani melalui penguatan jaringan intelektual transnasional dan pembakuan tasawuf sunni berbasis syariat. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa tasawuf merupakan elemen penting dalam proses Islamisasi Indonesia, baik dalam aspek kultural, sosial, maupun intelektual, yang membentuk karakter Islam Nusantara hingga saat ini.
TASAWUF MASA AWAL SEBAGAI FONDASI ETIKA DAN AKHLAK DALAM ISLAM Lailatul Maulida Kafa; Ahza Zahi Sofa; Hilwa Salsabila; Rahmat Lutfi Guefara
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6916

Abstract

Tasawuf masa awal merupakan dimensi spiritual Islam yang berperan penting dalam pembentukan etika dan akhlak umat Islam. Pada fase awal perkembangannya, tasawuf belum terlembagakan sebagai disiplin ilmu formal, melainkan hadir sebagai praktik hidup rohani yang menekankan penyucian jiwa (tazkiyat al-nafs), pengendalian hawa nafsu, dan pembinaan akhlak mulia yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tasawuf masa awal sebagai fondasi etika dan akhlak dalam Islam serta menelaah relevansinya dalam kehidupan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode historis-normatif. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap sumber-sumber primer berupa karya-karya klasik tasawuf, seperti al-Risālah al-Qusyairiyyah karya al-Qusyairī dan Iḥyā’ ‘Ulūm al-Dīn karya al-Ghazālī, serta sumber-sumber sekunder dari pemikir modern dan kontemporer. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi dan analisis tematik untuk mengidentifikasi konsep-konsep utama tasawuf dan keterkaitannya dengan etika dan akhlak Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tasawuf masa awal berfungsi sebagai fondasi etika Islam melalui internalisasi nilai-nilai ihsan, keikhlasan, zuhud, kesabaran, cinta ilahi, dan kesadaran moral yang mendalam. Tasawuf tidak hanya membentuk kesalehan individual, tetapi juga melahirkan etika sosial yang menekankan keadilan, empati, dan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, tasawuf masa awal merupakan basis fundamental bagi pembentukan akhlak Islam yang holistik dan relevan lintas zaman.
PERKEMBANGAN PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM DARI ERA KLASIK HINGGA ERA KONTEMPORER Fitri Nur Amanah; Wahidah Nur Khasanah; Zahi Durotun Aliyah; Rahmat Lutfi Guefara
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6985

Abstract

Pendidikan Islam merupakan pilar penting dalam membentuk kepribadian dan peradaban umat Islam sejak masa Rasulullah hingga era kontemporer saat ini. Studi ini bertujuan untuk menelaah perkembangan pemikiran pendidikan Islam dari era klasik, pertengahan, modern, hingga kontemporer melalui pendekatan studi literatur. Era klasik ditandai dengan pemikiran para ulama seperti Al-Ghazali dan Ibnu Sina yang menekankan harmonisasi antara ilmu agama dan rasionalitas. Pada era pertengahan, pemikiran pendidikan lebih terfokus pada institusionalisasi pendidikan dengan munculnya madrasah dan kurikulum formal. Sementara pada era modern, terjadi transformasi pemikiran akibat pengaruh kolonialisme dan kebangkitan dunia Islam, dengan tokoh seperti Muhammad Abduh dan Syed Naquib al-Attas. Di era kontemporer, pendidikan Islam menghadapi tantangan globalisasi, digitalisasi, serta isu-isu relevansi dan integrasi nilai-nilai Islam dalam konteks masyarakat modern. Hasil studi menunjukkan bahwa pemikiran pendidikan Islam terus mengalami evolusi dengan mempertahankan nilai-nilai dasar Islam sembari beradaptasi dengan tantangan zaman. Implikasi dari studi ini adalah perlunya perumusan kurikulum dan strategi pembelajaran yang kontekstual dan transformatif agar pendidikan Islam tetap relevan dan solutif terhadap permasalahan zaman. Kajian ini juga mendorong pengembangan pemikiran kritis dan inovatif dalam pendidikan Islam berbasis nilai-nilai tauhid, kemanusiaan, dan keadilan.
Etika Digital dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadis: Upaya Membentuk Akhlak Generasi Z di Era Media Sosial Maria Ulfa Assyifa; Prima Pandu Kurniawan; Zahra Mila Karima; Rahmat Lutfi Guefara
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6993

Abstract

Dalam era digital, penggunaan media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan generasi Z. Namun, kebebasan berekspresi di ruang digital sering kali menimbulkan pergeseran nilai moral dan etika. Dalam perspektif Islam, etika digital seharusnya berlandaskan pada ajaran Al-Qur’an dan Hadis yang menuntun manusia untuk berperilaku dengan akhlak mulia, baik di dunia nyata maupun di ruang maya. Tulisan ini membahas bagaimana prinsip-prinsip etika Islam dapat diterapkan dalam aktivitas digital, seperti menjaga lisan (komentar), menghindari hoaks, gibah, dan ujaran kebencian. Dengan pendekatan analisis nilai-nilai Qur’ani dan hadis, penelitian ini menekankan pentingnya pembentukan akhlak digital bagi generasi Z agar mereka mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, beradab, dan berorientasi pada kebaikan. Etika digital dalam Islam bukan sekadar aturan perilaku daring, melainkan cerminan iman dan kesadaran spiritual dalam setiap tindakan di dunia maya.
AKHLAK SEBAGAI JALAN LURUS MORALITAS Deva Ananda Lestari; Laklak Zuharotun Nafiah; Riska Fitriyani; Rahmat Lutfi Guefara
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.7006

Abstract

Krisis moral yang melanda masyarakat modern menunjukkan lemahnya landasan etis yang bersifat transendental. Globalisasi, kemajuan teknologi, dan relativisme nilai telah mendorong pergeseran standar baik dan buruk yang bergantung pada rasionalitas dan konsensus sosial. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji akhlak dalam perspektif Islam sebagai jalan lurus moralitas yang mampu memberikan arah dan konsistensi nilai dalam kehidupan individu, sosial, dan peradaban. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Sumber data primer berasal dari al-Qur’an dan hadis, sedangkan sumber sekunder meliputi buku, jurnal, dan karya ilmiah yang membahas akhlak, moralitas, dan etika sekuler. Analisis data dilakukan dengan pendekatan analisis kritis untuk membandingkan konsep akhlak Islam dengan moralitas sekuler. Hasil kajian menunjukkan bahwa akhlak Islam memiliki keunggulan sebagai moralitas transendental yang bersumber dari wahyu, sehingga mampu menjaga konsistensi nilai baik dan buruk serta mencegah relativisme moral. Akhlak berimplikasi langsung pada pembentukan kepribadian individu yang berintegritas, penciptaan tatanan sosial yang adil dan harmonis, serta pembangunan peradaban yang bermartabat dan berkelanjutan. Dengan demikian, akhlak sebagai jalan lurus moralitas merupakan fondasi fundamental yang relevan dan mendesak untuk diaktualisasikan dalam menghadapi kompleksitas kehidupan modern.