Claim Missing Document
Check
Articles

Back Matter Vol. 9 No. 1 Muhamad Zulfatul A'la
NurseLine Journal Vol 9 No 1 (2024): May 2024
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CASE STUDY : ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DENGAN VENTILATOR TERHADAP RISIKO DEKUBITUS DI RUANG ICU (INTENSIVE CARE UNIT) Kurniasari, Reni Hesti; A'la, Muhamad Zulfatul; Murtaqib, Murtaqib; Gunarto, Sugito Tri
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 8, No 1 (2024): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v8i1.737

Abstract

ABSTRACTBackground: Non-Hemorrhagic Stroke causes dysphagia, physical weakness, impaired physical mobility, and lack of self-care. Physical weakness in stroke patients occurs due to prolonged bed rest or immobilization, which can increase the risk of decubitus ulcers. Management of right and left oblique mobilization is one of the treatment measures that can prevent the development of decubitus ulcers. The aim of this study was to analyze the effectiveness of changing the right and left tilt position in non-hemorrhagic stroke patients with a ventilator on the risk of decubitus in the ICU. Method: This research utilized a case study method. The samples in this case study were one adult patients in the ICU with ventilators, according to the inclusion and exclusion criteria. This research was carried out for 5 days started from 2 October to 6 October 2023 in one of hospital in Bali Island  Results: Evaluation of the implementation criteria showed that on day 1 to day 5 the patient did not show signs and symptoms of pressure ulcers. Implementation of changes in right and left tilt positions can reduce the incidence of pressure ulcers in non-hemorrhagic stroke patients in the intensive care unit (ICU). Conclusion: Based on the results of the study, after changing the position of the right tilt and left tilt on the first to the last day, there was redness at the location of the body that was under pressure but it did not get worse after applying the right tilt and left tilt. Further studies related factor influence in pressure ulcer can be developed.ABSTRAKABSTRAKLatar Belakang : Stroke Non Hemoragik mengakibatkan disfagia, kelemahan fisik, gangguan mobilitas fisik, Kurangnya perawatan diri. Kelemahan fisik pada pasien stroke terjadi akibat tirah baring dalam waktu lama atau imobilisasi sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya ulkus dekubitus. Penatalaksanaan mobilisasi miring kanan dan kiri merupakan salah satu tindakan pengobatan yang dapat mencegah berkembangnya ulkus dekubitus. Tujuan studi kasus ini untuk menganalisis keefektifan perubahan posisi miring kanan dan kiri pada pasien stroke non hemoragik dengan ventilator terhadap risiko dekubitus di ruang ICU. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian studi kasus. Sampel pada studi kasus ini adalah satu pasien dewasa di ruang ICU dengan ventilator, sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Studi kasus ini dilakukan selama 5 hari pada tanggal 2-6 Oktober 2023 di salah satu rumah sakit di Bali. Hasil : Evaluasi kriteria hasil pelaksanaan implementasi didapatkan bahwa pada hari ke-1 hingga hari ke- 5 pasien tidak menunjukkan tanda dan gejala mengalami dekubitus. Implementasi perubahan posisi miring kanan dan kiri dapat memberikan dapat penurunan kejadian dekubitus pada pasien stroke non hemoragik di ruang instalasi pelayanan intensif (ICU). Kesimpulan : Berdasarkan hasil studi kasus, setelah dilakukan pemberian perubahan posisi miring kanan dan miring kiri pada hari pertama hingga hari terakhir didapatkan data bahwa terdapat kemerahan pada lokasi tubuh yang mendapatkan tekanan namun tidak semakin parah setelah dilakukannya implementasi miring kanan dan miring kiri. Penelitian selanjutnya terkait faktor yang mempengaruhi risiko luka tekan dapat dilakukan.
Identifying Enablers and Barriers of Palliative Care Learning in Undergraduate Nursing Education: Systematic Narrative Review Agustina, Hana Rizmadewi; Rochmawati, Erna Rochmawati; Ala, Muhamad Zulfatul; Fitri, Siti Ulfah Rifaatul; Esoh, Nahyeni Bassah; Karisa, Putri Karisa; Fauziah, Oktaviani Fauziah; Chyntia, Meideline Chyntia
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 8, No 1 (2023): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24990/injec.v8i1.591

Abstract

Introduction: The development of a structured curriculum, relevant teaching and learning methods, and support facilities and access is necessary to improve palliative care education by preparing nursing students as future professional nurses in the palliative care area. This review aims to synthesize available literature explaining the barriers and enablers in implementing palliative care education in undergraduate nursing students.Method: This review uses a systematic narrative review approach. Studies were identified from the PubMed, Scopus, CINAHL, and ProQuest Nursing databases from January 2012 to August 2022 and then selected based on the inclusion criteria that had been set.Results: The search results found that 23 of 890 studies were included. The findings were grouped into obstacles and enablers in four parts, namely curriculum and learning strategies, personal and professional competencies, relationships and enablers, and facilities and access.Conclusions: Identifying barriers and enablers can help educational institutions to provide palliative care education according to the needs and expected developments in clinical practice. Collaboration and cooperation between stakeholders must be increased effectively to help provide maximum education.Keywordsbarriers, enablers, nursing students, palliative care education, undergraduate student
Perbedaan Sikap Mahasiswa dalam Merawat Pasien Menjelang Ajal di Institusi Keperawatan Umum dan Berciri Agama A'la, Muhamad Zulfatul; Siswoyo, Siswoyo; Maghfiroh, Rahmawati L.
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 4 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jini.v4i1.24890

Abstract

Students attitude towards palliative care is essential to improve the quality service for dying patients. Ideally, this positive attitudes must be flexible in interpersonal relationship and build up a direct communication, psycological relationship between patient and family, and considering of taking care of dying patients. This research determined the differences between attitude of nursing students at nursing institution with general nursing curriculum and nursing curriculum of religion in caring for dying patients. This research used stratified random sampling method and cross-sectional design. The data used Frommelt Attitudes towards the Care of the Dying Care Form B of Indonesian version (FATCOD-B-I) quesionnarrie in 102 correspondents. The result of this research showed that there is difference attitudes between nursing students from nursing institution with general nursing curriculum (104,18±7,557) and at nursing institution with curriculum of religion (99,82±8,532) in taking care of dying patients with P=0.008. The factors that affect the result is academic background, level of experience, training education of nursing students. For future to know about other factor of attitude toward caring of dying patient such as age and culture.   Abstrak Sikap mahasiswa dalam perawatan menjelang ajal merupakan hal yang esensial dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan menjelang ajal. Idealnya, fleksibel dalam hubungan interpersonal, adanya keinginan untuk menjalin komunikasi terbuka, pemikiran psikologis yang berkaitan dengan pasien dan keluarga, dan menganggap merawat pasien menjelang ajal merupakan hal yang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sikap mahasiswa dalam merawat pasien menjelang ajal di institusi pendidikan dengan kurikulum keperawatan umum dan kurikulum keperawatan berciri agama di wilayah Jember. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif komparatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Frommelt Attitudes towards the Care of the Dying Care Form B of Indonesian version (FATCOD-B-I) dengan 102 responden. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sikap mahasiswa dari institusi pendidikan dengan kurikulum keperawatan umum (104,18±7,557) dan mahasiswa dari institusi pendidikan dengan kurikulum keperawatan berciri agama (99,82±8,532) dalam merawat pasien menjelang ajal dengan P=0.008. Faktor – faktor yang dapat mempengaruhi yaitu level akademik, pengalaman dalam merawat pasien menjelang ajal, pelatihan perawatan pasien menjelang ajal. Penelitian menyarankan untuk meneliti faktor lain terkait faktor usia dan budaya yang dapat mempengaruhi sikap mahasiswa dalam merawat pasien menjelang ajal. Kata Kunci: Kurikulum, Mahasiswa, Sikap, Perawatan Paliatif  
Perbedaan Tingkat Depresi Pasien Kanker Sebelum dan Sesudah Kemoterapi Pertama A'la, Muhamad Zulfatul; Arini, Puji; Wantiyah, Wantiyah; Setioputro, Baskoro; Ridla, Akhmad Zainur
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 4 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jini.v4i2.27472

Abstract

Cancer is one of the main causes of death in the world. The most common cancer treatment is chemotherapy. Chemotherapy in its implementation has a physical and psychological impact on cancer patients. This study aims to determine the differences in depression in cancer patients before and after the first chemotherapy at Baladhika Husada Hospital, Jember. It was a longitudinal study with a comparative design. A total of 39 respondents were recruited using purposive sampling. Respondents before chemotherapy were 39 patients and after chemotherapy there were 39 patients. Beck Depression Inventory II with 21 statement items is utilized as a measuring tool to see the level of depression. Data were analyzed using the Wilcoxon test with a significance level <0.05. The results showed that 3 patients experienced a decrease, 5 patients did not change, and 31 patients experienced an increase in depression after 7 days of first chemotherapy. The Wilcoxon test showed no difference in depression in cancer patients before and after the first chemotherapy (p = 0.000; Z = -4.574). The conclusion of this study showed that there were differences in depression in cancer patients before and seven days after the first chemotherapy at Baladhika Husada Hospital, Jember. This difference is influenced by the side effects of chemotherapy that cause depression in cancer patients. Further research recommends exploring at the factors that influence depression after the first chemotherapy and subsequent chemotherapy. ABSTRAK Kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di dunia. Perawatan kanker yang paling umum adalah kemoterapi. Kemoterapi dalam implementasinya memiliki dampak fisik dan psikologis pada pasien kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan depresi pada pasien kanker sebelum dan sesudah kemoterapi pertama di rumah sakit Baladhika Husada, Jember. Ini adalah studi longitudinal dengan desain komparatif. Sebanyak 39 responden direkrut dengan menggunakan purposive sampling. Responden sebelum kemoterapi adalah 39 pasien dan sesudah kemoterapi ada 39 pasien. Beck Depression Inventory II dengan 21 item pernyataan digunakan sebagai alat ukur untuk melihat tingkat depresi. Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon dengan tingkat signifikansi <0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 pasien mengalami penurunan, 5 pasien tidak berubah, dan 31 pasien mengalami peningkatan depresi sesudah 7 hari pasca kemoterapi pertama. Uji Wilcoxon menunjukkan ada perbedaan dalam depresi pada pasien kanker sebelum dan sesudah kemoterapi pertama (p = < 0,01; Z = -4,574). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan depresi pada pasien kanker sebelum dan tujuh hari sesudah kemoterapi pertama di Rumah Sakit Baladhika Husada Jember. Perbedaan ini dipengaruhi oleh efek samping kemoterapi yang menyebabkan depresi pada pasien kanker Penelitian selanjutnya merekomendasikan untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi depresi pasca kemoterapi pertama maupun kemoterapi selanjutnya. Kata Kunci: Depresi, Pasien Kanker, Kemoterapi Pertama
Asuhan Keperawatan Pada Penurunan Curah Jantung Dengan Intervensi Posisi Semi fowler: Studi Kasus Pada Pasien Acute Decompensated Heart Failure (ADHF) Di Ruang ICCU Ardiyanto, Makhrufi M.A.S.; Zulfatul A'la, Muhamad; Tri Gunarto, Sugito; Zainur Ridla, Akhmad
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 5 No 1 (2024): May 2024
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jini.v5i1.31655

Abstract

Acute Decompensated Heart Failure (ADHF) is characterized by initial complaints such as fatigue, jugular vein distention, cough, shortness of breath, paroxysmal nocturnal dyspnea, CRT<3 seconds, and arrhythmia indicated by auscultation results. In this case study, observations were made of individuals diagnosed with ADHF and a low heart rate, who underwent treatment in a semifowler position for three days in a Bali hospital. An increase in heart rate was observed as a result of the intervention in this case study, along with reduced shortness of breath or dyspnea, less fatigue, and increased ability to engage in minimal bed activity in patients.Similarly, jugular vein distention, coughing, and muscle contractions all contribute to reduced breathing. Semi-fowler positions are used with patients as an alternative to diuretic treatment in cases of elevated heart rate. It is hoped that future researchers will be able to combine a semi-Fowler intervention with other more complex research designs that include more detailed observation sheets or monitoring in order to monitor not only the patient's hemodynamic status, but also the oxygenation status and other factors that contribute to improvement in patients with heart rate reduction disorders Abstrak Gagal jantung dekompensasi atau yang disebut juga Acute Decompensated Heart Failure (ADHF) terjadi secara langsung (akut atau subakut) dengan gejala yang bertahap dari keluhan awal berupa keletihan, distensi vena jugularis, batuk disertai sesak napas, paroksimal nocturnal dispnea, hingga CRT > 3 detik dan hasil auskultasi dengan interpretasi aritmia pada irama bunyi jantung. Penurunan curah jantung menjadi salah satu masalah keperawatan prioritas pada pasien ADHF. Metode dalam studi kasus ini yakni berupa pengamatan yang dilakukan pada pasien ADHF dengan diagnosa keperawatan penurunan curah jantung dan diberikan intervensi posisi semi fowler selama tiga hari di rumah sakit di Bali. kondisi sadar dan tidak takut untuk mengikuti serangkaian intervensi yang diberikan. Hasil dari pemberian intervensi yang dilakukan dalam studi kasus ini yakni berupa peningkatan curah jantung dan hasil evaluasi yang diperoleh dari keluhan pasien berupa sesak napas atau dispnea yang menurun, keletihan menurun, dan juga mampu beraktivitas dengan minimum di tempat tidur. Begitu juga tidak teraba distensi vena jugularis, batuk dan otot bantu napas menurun. Pemberian posisi semi fowler yang diimplementasikan kepada pasien sebagai bentuk alternatif selain pemberian obat diuretik dalam meningkatan curah jantung. Harapan peneliti selanjutnya dapat menerapkan intervensi semi fowler dengan desain penelitian lain yang lebih kompleks dengan lembar observasi atau pengamatan yang lebih lengkap dalam melakukan pengamatan tidak hanya status hemodinamik pasien, namun juga status oksigenasi dan juga faktor lainnya yang menjadi aspek peningkatan pasien dengan gangguan penurunan curah jantung. Kata kunci : Acute Decompensated Heart Failure, Penurunan curah jantung.
Optimizing Knowledge of Clean and Healthy Living Behavior among Santri in Az Zahro Islamic Boarding School through Public Health Podcast Media: Optimalisasi Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Santri di Pondok Pesantren Az Zahro, Curahdami Melalui Media Podcast Kesehatan Masyarakat Puskesmas Curahdami, Bondowoso Wira Mustapa, Gesit; Tri Handoko, Yudho; A'la, Muhamad Zulfatul; Retno Wardani, Hamidah
Journal of Community Empowerment for Multidisciplinary (JCEMTY) Vol. 2 No. 1 (2024): May 2024
Publisher : KHD Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/jcemty.v2i1.196

Abstract

Clean and Healthy Behavior (PHBS) is a behavior carried out on consciousness as a result of learning that makes a person. Problems of clean and healthy living behavior are most commonly found in groups, for instance, in the Training Houses.  This is often demonstrated by inappropriate environmental codes, including the availability of post-training health posts, the low level of knowledge of healthcare professionals such as managers and healthcare providers about clean and healthy living behaviour, and the high number of frequently occurring medical conditions such as scabies, diarrhea, and cold cough. This dedication to the community aims to provide knowledge and understanding of Clean and Healthy Living Behavior to the centurion so that there is a change in behavior and able to practice in his daily life in the Islamic boarding school Az Zahro Curahdami Bondowoso district. The method of implementation is done by means of giving education developed through viewing the public health podcast Primary Health Service Curahdami and is presented with questions and answers. Before conducting the education on Clean and Healthy Living Behavior, 75% of respondents had less knowledge, and 25% had sufficient knowledge about clean and healthy living behavior. Based on the results of observations showed that the activities of devotion to the community can improve the central knowledge about the behavior of a clean and healthy life through watching the Podcast Health Society Primary Health Service Curahdami district of Bondowoso.
Hubungan Fatigue dengan Kualitas Hidup pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di RSD dr. Soebandi Jember Maulidiyah, Dewi Diniyatul; Murtaqib, Murtaqib; A'la, Muhamad Zulfatul
Jurnal Ilmiah Ners Indonesia Vol 5 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jini.v5i2.35531

Abstract

Chronic kidney failure was a disease that occurred due to progressive problems with kidney function that could not be changed, often requiring kidney replacement therapy, specifically hemodialysis. Hemodialysis was a treatment that individuals with chronic kidney failure had to undergo throughout their lives. However, hemodialysis therapy could cause several side effects, such as fatigue. Sustained fatigue that was not treated promptly reduced a patient’s quality of life. This study aimed to analyze the relationship between fatigue and quality of life in chronic kidney failure patients who underwent hemodialysis at RSD dr. Soebandi Jember. This research used a correlative quantitative research design with a cross-sectional approach. The total sample consisted of 93 respondents, with a 10% addition for potential dropouts, processed using G*Power. The sampling technique used non-probability sampling in the form of consecutive sampling. The instruments that were used were the FACIT-Fatigue Scale and WHOQOL-BREF. The hypothesis test employed Kendall's Tau-C. The results of the correlation test analysis showed a p-value of 0.000 (< 0.05) and a calculated r value of -0.418. The conclusion of this study was that there was a relationship between fatigue and quality of life in hemodialysis patients, with the strength of the relationship being moderate and the direction negative. This meant that the higher the level of fatigue felt, the more a patient’s quality of life decreased. Therefore, it was necessary to conduct a more in-depth study regarding the symptoms of fatigue so that appropriate interventions could reduce fatigue levels, thereby improving patients’ quality of life. Abstrak Gagal ginjal kronik merupakan penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan fungsi ginjal yang bersifat progresif dan tidak dapat diubah sehingga memerlukan terapi pengganti ginjal yaitu hemodialisis. Hemodialisis merupakan terapi yang harus dijalani oleh penderita gagal ginjal kronis sepanjang hidupnya. Namun terapi hemodialisis dapat menimbulkan beberapa efek samping seperti fatigue atau kelelahan. Fatigue yang berkepanjangan dan tidak segera ditangani dapat menurunkan Kualitas Hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan fatigue dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSD dr. Soebandi Jember. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel adalah 93 responden yang diolah menggunakan G*Power dengan penambahan 10% untuk dropout. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling yang berbentuk konsekutif sampling. Instrumen yang digunakan adalah FACIT-Fatigue Scale dan WHOQOL-BREF. Uji hipotesis yang digunakan adalah Kendall Tau-C. Hasil analisis uji korelasi menunjukkan nilai p sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai r hitung sebesar -0,418. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antar fatigue dengan kualitas hidup pada pasien hemodialisis dengan kekuatan hubungan kedua variabel adalah sedang dan arah hubungan negatif. Artinya semakin menurun fatigue yang dirasakan maka semakin tinggi kualitas hidup pasien. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian lebih mendalam mengenai gejala – gejala fatigue sehingga dapat diberikan intervensi yang tepat untuk menurunkan tingkat fatigue sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Kata kunci : Fatigue, Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisis, Kualitas Hidup.
Pengaruh Pelatihan dan Kompetensi Tenaga Medis terhadap Daya Tanggap Stroke Center: Suatu Tinjauan Sistematis Kustiarini, Ari; Rondhianto, Rondhianto; A'la, Muhamad Zulfatul
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 15 No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v15i3.3754

Abstract

Pelatihan dan peningkatan kompetensi tenaga medis memainkan peran penting dalam meningkatkan daya tanggap pusat layanan stroke, terutama dalam mempercepat penanganan dan meningkatkan kualitas perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis pengaruh pelatihan dan kompetensi tenaga medis terhadap daya tanggap Stroke Center serta dampaknya pada kualitas perawatan dan keselamatan pasien  stroke.  Penelitian ini merupakan tinjauan sistematis terhadap enam artikel yang dipilih dari berbagai basis data daring terkemuka antara tahun 2020 hingga 2024, yang membahas pengaruh pelatihan dan kompetensi terhadap respons pusat layanan stroke. Seleksi artikel dilakukan secara ketat dengan menggunakan alat penilaian kritis dari lembaga internasional. Sumber data diperoleh dari pencarian di Google Scholar, ProQuest, Wiley, dan BMC untuk mengidentifikasi studi yang relevan. Artikel yang disertakan adalah yang menggunakan metode kuantitatif, kualitatif, atau campuran. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelatihan tenaga medis berdampak positif dalam mempercepat respons waktu, meningkatkan akurasi diagnosis, dan memperbaiki koordinasi tim dalam pelayanan stroke. Meskipun terdapat temuan bahwa pelatihan tertentu dapat menambah beban kerja, manfaatnya terhadap keselamatan pasien dan efisiensi layanan lebih menonjol. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelatihan dan pengembangan kompetensi tenaga medis secara berkelanjutan sangat esensial untuk peningkatan respons pusat layanan stroke.
Eksplorasi Resiliensi Psikologis dan Mekanisme Koping pada Pasien Kanker: Tinjauan Scoping Sanaah, Sanaah; Rahmawati, Iis; A'la , Muhamad Zulfatul
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 15 No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v15i4.3817

Abstract

Ketahanan psikologis sangat penting bagi pasien kanker dalam menyesuaikan diri dengan tantangan emosional dan psikologis setelah diagnosis. Mekanisme koping yang efektif membantu mengelola stres, kecemasan, dan depresi, yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan. Namun, interaksi antara faktor psikologis, sosial, dan budaya dalam mengembangkan ketahanan, terutama pada tahap awal diagnosis, masih kurang dieksplorasi. Tinjauan scoping ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan psikologis dan mekanisme koping pada pasien kanker, dengan fokus pada dampaknya terhadap penyesuaian psikologis dan kesejahteraan pada tahap awal diagnosis serta mengidentifikasi intervensi yang efektif untuk meningkatkan ketahanan. Tinjauan ini mengikuti kerangka tinjauan scoping oleh Arksey dan O'Malley, yang kemudian disempurnakan oleh Levac et al. Pencarian sistematis dilakukan di berbagai basis data (Scopus, Science Direct, PLOS ONE, Wiley) dengan menggunakan istilah pencarian Boolean yang berkaitan dengan kanker, ketahanan, dan strategi koping. Kriteria inklusi adalah studi empiris dari tahun 2020 hingga 2025, yang melibatkan pasien kanker dari berbagai jenis kanker, dengan fokus pada ketahanan psikologis, koping, dan penyesuaian psikologis pada tahap awal pasien di diagnosa kanker. Tujuh belas studi memenuhi kriteria inklusi. Temuan menunjukkan bahwa pasien kanker menggunakan mekanisme koping yang berfokus pada masalah, berfokus pada emosi, dan berbasis agama. Strategi koping positif (misalnya, penerimaan, dukungan sosial, praktik spiritual) dikaitkan dengan peningkatan kesehatan mental, sementara strategi negatif (misalnya, penyangkalan, koping agama yang maladaptif) berhubungan dengan stres yang lebih tinggi. Pengaruh budaya membentuk strategi koping, yang bervariasi tergantung pada konteks budaya dan agama. Ketahanan psikologis dan strategi koping sangat penting bagi penyesuaian psikologis pasien kanker. Strategi positif seperti penerimaan dan dukungan sosial meningkatkan kesehatan mental, sementara koping maladaptif memperburuk stres. Intervensi yang menargetkan koping adaptif dan dukungan sosial sangat penting.
Co-Authors Agus Meriroja Agustina, Baiq Linda Agustiningsih Agustiningsih Akhmad Zainur Ridla Amaningrum, Nurfika Anggun Afrix Rozana Anisah Ardiana Ardiyanto, Makhrufi M.A.S. Arif Eko Cahyono Arini, Puji Artha, Artha Baiq Reny Ermayuningsih Baskoro Setioputro Batrisyia, Irdina Benjayamas Pilayon Chanicha Chaitonthueng Chyntia, Meideline Chyntia Defi Efendi Dewi, Dwi Puspita Dodi Wijaya Emi Wuri Wuryaningsih Endrian Kurniawan, Dicky Esoh, Nahyeni Bassah Evita Rohmaniah Fauziah, Oktaviani Fauziah Gunarto, Sugito Tri Hafan Sutawardana, Jon Hana R. Agustina Hana Rizmadewi Agustina Heri Siswanto Ifka Wardaniyah Ika Adelia Susanti Iwan Setiawan Iyus Yosep Juthaluck Saentho Juwarti Juwarti Karisa, Putri Karisa Khanitta Nuntaboot, Khanitta Komarudin Komarudin Kurniasari, Reni Hesti Kushariyadi Kushariyadi Kustiarini, Ari Latifa Aini Susumaningrum Lianawati Lianawati Linda Novema Maghfiroh, Rahmawati L. Mas’ulyatul Hukmiyah Maulidiyah, Dewi Diniyatul Maysaroh, Salma Miftah Salsabila Misni, Yulia Muhamad Hasan Basri Muhamad Hasan Basri Mulia Hakam Murtaqib Murtaqib Musarrofa, Faise Lailatul Niruwan Turnbull Nurfika Asmaningrum Pairin Yodsuban Rahmawati, Iis Retno Wardani, Hamidah Rismawan Adi Yunanto Rochmawati, Erna Rochmawati Rondhianto Rondhianto Rungreangkulkij, Somporn Ruris Haristiani Sanaah, Sanaah Sholihah, Mar'atus Siswoyo Siswoyo Siswoyo Siswoyo Siswoyo Siswoyo Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Sriwardani, Endang SUJARWANTO Sulis Setyowati Tantut Susanto Tita Saskia Asmoro Tri Gunarto, Sugito Tri Handoko, Yudho Ulfi Bini’Matillah Wantiyah Wantiyah Wijaya, Dodi Wira Mustapa, Gesit Yudho Tri Handoko Yudho Tri Handoko Yunanto, Rismawan Zetti Finali Zumrotul Farikhah