Claim Missing Document
Check
Articles

Integrasi Aplikasi Let’s Read dalam Model RADEC untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Di Sekolah Dasar Feby Inggriyani
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 6 No. 4 (2026): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v6i4.2916

Abstract

Reading comprehension remains a challenge in primary school education. Teacher-centered instructional methods, limited use of digital learning resources, and a lack of diversity in reading materials can hinder student engagement with texts. This study examines the implementation of the "Let’s Read" application integrated with the RADEC (Read-Answer-Discuss-Explain-Create) model for teaching reading comprehension to fourth-grade primary school students. A quantitative approach using a quasi-experimental design was employed with 52 students at an A-accredited primary school in Bandung Regency. Students were divided into an experimental group receiving RADEC instruction supported by "Let’s Read" and a control group receiving conventional instruction. Reading comprehension skills were measured using 32 multiple-choice questions that had undergone instrument quality testing. Data were analyzed using the Shapiro-Wilk test, homogeneity test, Independent Samples t-Test, and N-Gain analysis. The results showed a significant difference in post-test scores between the two groups, with a Sig. (2-tailed) value of 0.000. The experimental group achieved a mean score of 87.77, surpassing the control group's mean of 76.58. N-Gain calculations revealed an improvement of 30% in the experimental group and 17% in the control group, with both falling into the "moderate" category. Beyond academic achievement, teacher and student engagement during instruction was also higher in the experimental group. These findings indicate that integrating "Let’s Read" into RADEC-based instruction has the potential to foster a more active reading experience while supporting the development of reading comprehension skills among primary school students.
Implementation of Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) assisted by interactive e-books to improve students’ reading comprehension skills Feby Inggriyani; Rahayu Rizky Utami; Arifin Ahmad
Proceedings Series of Educational Studies 2026: International Conference of Research Innovation and Technology on Elementary Education (ICRITE
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The reading comprehension ability of elementary school students is still relatively low, including in fourth grade students in one of the public elementary schools in Bandung Regency, West Java, most of whom have not yet achieved the criteria for achieving learning objectives. This study aims to describe the learning process and determine the improvement in fourth grade elementary school students’ reading comprehension ability through the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) cooperative learning model assisted by interactive E-Book media. The method used is quantitative with a quasi-experimental approach in the form of a non-equivalent control group design, involving 60 students divided into an experimental class (CIRC model assisted by interactive E-Book) and a control class (conventional learning). The learning process in the experimental class follows the syntax of the CIRC model assisted by interactive E-Book, while the control class uses conventional learning with the lecture method; both show an increase in teacher and student activity at each meeting, with a higher increase in the experimental class. Data were collected through tests (pretest-posttest) and analyzed using the N-Gain calculation. The results of the study showed that the average posttest score of the experimental class (82.50) was higher than that of the control class (74.67). The N-Gain results showed that the increase in reading comprehension ability of the experimental class (0.53 or 53.47%, medium category) was higher than that of the control class (0.41 or 40.79%, medium category). These findings indicate that the CIRC model assisted by interactive E-Book media provides a better increase in reading comprehension ability compared to conventional learning in fourth grade elementary school students.
Pengaruh Model RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, and Create) Berbantuan Media Padlet terhadap Keterampilan Menulis Puisi Siswa di Sekolah Dasar Khanisa Raihan Maharani; Arifin Ahmad; Feby Inggriyani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini didasari oleh isu yang dijumpai di kelas IV SDN Cibeureum 01, yakni rendahnya keahlian siswa dalam menulis puisi. Tujuan dari penelitian ini guna menumbuhkan keterampilan menulis puisi siswa kelas IV dengan mengaplikasikan model pembelajaran RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, and Create) yang didukung oleh media padlet. Metode penelitian yang dimanfaatkan ialah pendekatan kuantitatif berdesain eksperimen semu (quasi-experiment) serta tipe desain kelompok kontrol yang tidak setara (nonequivalent control group design). Populasi penelitian terdiri dari semua siswa kelas IV di SDN Cibeureum 01, disamping itu, sampel yang dipilih yakni kelas IV-A sebagai grup eksperimen serta kelas IV-B sebagai grup kontrol. Prosedur pengambilan sampel yang dipakai yakni purposive sampling. Data dikumpulkan melalui hasil pretest, posttest, dan lembar observasi, lalu dianalisis memakai uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis, uji N-Gain, dan uji effect size. Perolehan penelitian membuktikan bahwasanya model pembelajaran RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, and Create) menciptakan sebuah ketidaksamaan pada keahlian menulis puisi dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Pada kelas IV-A, skor rerata pretest yakni 58,33 serta skor rerata posttest yakni 78,57. Sebaliknya, di kelas IV-B, skor rerata pretest yakni 52,14 serta skor rerata posttest yakni 60,71. Kemudian, perolehan penelitian membutikkan bahwasanya model RADEC memberikan pertumbuhan kapabilitas menulis puisi yang signifikan, dengan nilai N-Gain pada kelas IV-A sebanyak 76,89 yang diklasifikasikan tinggi, sementara kelas IV-B hanya 0,16 yang diklasifikasikan rendah. Selain itu, model RADEC membuktikan dampak yang besar dengan nilai effect size sebanyak 1,28, yang termasuk pada klasifikasi tinggi.
Pengaruh Model Kooperatif Tipe Talking Stick terhadap Keterampilan Berbicara Peserta Didik di Sekolah Dasar Rachmawati Vitri Wulansari; Arifin Ahmad; Feby Inggriyani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen. Peneliti mendapati permasalahan mengenai keterampilan berbicara yang masih 23% dari KKM, peserta didik lebih pasif, kurang percaya diri, dan ragu ketika berbicara, guru belum melakukan eksplor lebih terhadap upaya peningkatan keterampilan berbicara. Maka dari itu, maksud dari penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi pengaruh model kooperatif tipe talking stick terhadap keterampilan berbicara. Populasi dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas V SDN 057 Bina Harapan. Pengambilan sampel dengan purposive sampling pada dua kelas yaitu V-B 28 orang dan V-C 28 seluruhnya berjumlah 56 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata keterampilan berbicara sebelum dilakukan perlakuan (pretest) yaitu 51,14 pada kelas eksperimen (V-C) dan 48,82 pada kelas kontrol (V-B). Sedangkan hasil setelah diberikan perlakuan (posttest) yaitu 86,29 pada kelas eksperimen dan 71,21 pada kelas kontrol. Dengan demikian, dari hasil uji effect size telah membuktikan adanya pengaruh model kooperatif tipe talking stick terhadap keterampilan berbicara sebesar 1,75 dan dapat dikategorikan pengaruh yang “tinggi” berdasarkan interpretasi kriteria effect size tersebut.
Pengaruh Penggunaan Metode SAS (Struktural Analitik Sintetik) dengan Berbantuan Media Kartu Flashcard terhadap Kemampuan Membaca Permulaan di Sekolah Dasar Lilis Komariah; Dindin M.Z. M; Feby Inggriyani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31175

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan membaca permulaan peserta didik kelas II SDN 042 Gambir. Hal ini dikarenakan pembelajaran lebih sering berpusat pada guru dan penyebab lainnya juga berasal dari dalam diri peserta didik (internal) maupun dari lingkungan sekitar (eksternal). Faktor internal meliputi kurangnya minat dan motivasi membaca, kurangnya perhatian dan fokus, serta kesulitan dalam membedakan huruf dan merangkai suku kata. Sementara faktor eksternal bisa berupa kurangnya bimbingan dan dukungan dari orang tua, lingkungan keluarga yang kurang mendukung kegiatan membaca, dan metode pembelajaran yang kurang tepat. Peneliti memfokuskan penelitian mengenai penggunaan model SAS (Struktural Analitik Sintetik) untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya terhadap kemampuan membaca permulaan peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment. Teknik pengumpulan data yaitu melalui tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling sebanyak 54 dari jumlah dua kelas, yaitu kelas II-B sebagai kelas eksperimen dan kelas II-A sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata kemampuan membaca permulaan sebelum dilakukan perlakuan (pretest) yaitu 49,66 pada kelas eksperimen (II-B) dan 44,18 pada kelas kontrol (II-A). Sedangkan hasil rata-rata kemampuan membaca permulaan setelah diberi perlakuan (postest) yaitu 87,77 pada kelas eksperimen dan 44,18 yang menggunakan metode SAS dengan berbantuan media kartu flashcard dan 75,48 pada kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Dengan demikian, dari hasil uji effect size dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh metode SAS dengan berbantuan media kartu flashcard terhadap peserta didik kelas II di SDN 042 Gambir sebesar 4,45 dan dapat dikategorikan sebagai pengaruh yang “tinggi” dibandingan dengan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional.