Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Perilaku Phubbing ditinjau dari Jenis Kelamin dan Usia pada Siswa SMA Sahin, Arif; Ernawati, Renatha; Hesta, Ogy Yan
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1598

Abstract

Peningkatan waktu yang dihabiskan untuk mengakses ke internet dan keinginan untuk mengakses sejumlah besar konten melalui internet menunjukkan bahwa penggunaan internet mungkin menjadi masalah. Phubbing dapat digambarkan untuk istilah individu yang melihat ponselnya selama percakapan dengan individu lain atau berurusan dengan ponselnya dan melarikan diri dari komunikasi antar pribadi. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Perilaku Phubbing ditinjau dari Jenis Kelamin dan Usia pada Siswa SMA. Populasi sebanyak 12.526 siswa dan sampel yang diambil yaitu sebanyak 635 Siswa. Teknik analisis data penelitian ini adalah dengan melakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji two-way anova. Hasil Analisis menunjukan bahwa (1) Tidak terdapat perbedaan tingkat phubbing ditinjau dari usia (2) Tidak terdapat perbedaan phubbing berdasarkan jenis kelamin dan (3) Tidak terdapat perbedaan interaksi tingkat phubbing ditinjau dari jenis kelamin dan usia.
Pengaruh Kontrol Diri terhadap Penggunaan Media Sosial pada Siswa SMK Rodiah, Siti; Triasyifa, Adjeng Vivi; Clara, Sondang Tri; Sahin, Arif
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1680

Abstract

Media sosial adalah alat komunikasi interaktif yang memfasilitasi interaksi dan umpan balik dua arah, dan digunakan hampir di setiap lapisan masyarakat. Di hampir setiap bidang masyarakat, media sosial telah menjadi hal yang penting, terutama bagi kaum muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kontrol diri terhadap penggunaan media sosial pada siswa SMK Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survey deskriptif. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XI di SMK Jakarta Timur. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti yaitu kuesioner/angket. Teknik analisis data dalam penelitian ini mengggunakan uji t, yang dilakukan setelah diketahui uji normalitas, homogenitas dan linieritas. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai t: Diketahui t hitung sebesar 4.085 > 2.035, sehingga dapat disimpulakn bahwa variabel Kontrol Diri (X) berpengaruh terhadap variabel Penggunaan Media Sosial (Y).
Pengaruh Tingkat Kepercayaan Diri terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X Akuntansi SMK Darul Ma’arif Jakarta Utara Nuriansari, Desi; Rendyantama, Muhammad Dika; Putri, Andini Miranda; Sahin, Arif
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.2047

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kepercayaan diri terhadap hasil belajar akuntansi pada siswa SMK.Kepercayaan diri merupakan faktor psikologis yang penting dalam proses belajar, namun belum banyak penelitian yang mendalam mengenai pengaruhnya terhadap hasil belajar akuntansi. Penelitian ini penting karena hasil belajar akuntansi yang baik merupakan salah satu kunci kesuksesan siswa dalam dunia kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah 60 siswa kelas X SMK Darul Ma’arif, sedangkan sampel diambil seluruh populasi. Pengumpulan data dilakukan melalui angket skala Likert untuk mengukur tingkat kepercayaan diri dan hasil belajar akuntansi. Analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif dan uji korelasi. Semakin tinggi tingkat kepercayaan diri siswa, maka semakin tinggi pula hasil belajar yang dicapainya. Selain itu, guru juga perlu memberikan dukungan dan motivasi kepada siswa agar mereka dapat meningkatkan kepercayaan diri dan mencapai prestasi akademik yang lebih baik.
Hubungan Motivasi Belajar terhadap Prestasi Akademik Siswa di SMP Hasanah, Nur; Pratiwi, Mella Indah; Ismail, Mardhiyah; Apriliani, Tanti; Naungi, Indah Islam; Yudiansyah, Yudiansyah; Sahin, Arif
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 2 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i2.2084

Abstract

Prestasi akademik yang kurang memuaskan seringkali menjadi permasalahan dalam dunia pendidikan. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi prestasi ini adalah motivasi belajar. Rendahnya motivasi belajar dapat menghambat siswa dalam mencapai target akademik yang diharapkan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi belajar terhadap prestasi akademik siswa di SMP As Syarifah Jonggol. Dalam penelitian ini melibatkan 144 siswa. Data tersebut dianalisis menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan menggunakan Uji Korelasi Product Moment pada program SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar terhadap prestasi akademik siswa di SMP AS SYARIFAH Jonggol. Implikasi lebih lanjut bab Pembahasan.
Hubungan Intensitas Pengunaan Game Online dengan Interaksi Sosial pada Remaja di SMK Bhakti Praja Purwakarta M, Nanda Ayu; Wirdaningsih, Amanda; Apriani, Rini Sri; Santosa, Septia Aulia; Salsabila, Shelma; Ashilah, Salma; Sahin, Arif
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 2 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i2.2087

Abstract

Penurunan kualitas interaksi sosial dikarenakan perkembangan teknologi dan game online . Penggunaan game online yang tidak terkontrol dapat mengganggu aktivitas sosial remaja dalam keluarga dan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas interaksi sosial remaja Ketika kecanduan game online dan Untuk mengetahui dampak penggunaan game online terhadap aspek-aspek lain dalam kehidupannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional untuk mengidentifikasi hubungan antara dua variabel: Intensitas Bermain Game Online (variabel X) dan Interaksi Sosial (variabel Y).  Penelitian korelasional bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih tanpa melakukan perubahan, tambahan, atau manipulasi terhadap data yang sudah ada.  Penelitian kuantitatif korelasional ini diharapkan dapat menghasilkan hasil yang akurat dan dapat digeneralisasi tentang hubungan antara intensitas bermain game online dan interaksi sosial. dalam penelitian ini, peneliti mengambil populasi siswa SMK Bhakti Praja Purwarkata yang berjumlah 171 siswa.  Adapun penentuan jumlah sampel yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan random sampling. teknik pencatatan data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini dengan menggunakan metode amgket tertutup. teknologi yang canggih ini menjadikan interaksi sosial mengalami perubahan dalam berintraksi sosial diantara penyebab interaksi sosial menjadi menurun.
Self-Efficacy Pada Siswa: Systematic Literatur Review Sahin, Arif; Renatha Ernawati; Rizki Amalia; Raudah Zaimah Dalimunthe; Amalia Rizki Pautina; Sya'ban Maghfur; Dini Chairunnisa; Ahmad Fasya AlfayyadI
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5549

Abstract

Dunia pendidikan memegang peranan penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas di masa yang akan datang. Self Efficacy memiliki andil yang sangat penting dalam kegiatan pembelajaran, seseorang akan berupaya memanfaatkan potensi dirinya secara optimal apabila self efficacy–nya mendukung. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana dampak dari Self-efficacy rendah dan Self-efficac tinggi dan faktor-faktor penyebab Self efficacy rendah dan Self-efficacy tinggi pada siswa. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review. Penelitian ini menghasilkan 1) dampak dari Self-efficacy tinggi siswa mampu beradaptasi karir, prestasi akademik dan minat karir yang lebih baik 2) dampak dari Self-efficacy rendah yaitu siswa melakukan tindakan tidak jujur atau menyontek untuk meraih nilai tinggi 3) Faktor dari self-efficacy adalah prestasi, motivasi akademik, kesuksesan, dan pilihan karier di masa depan dan 4) faktor dari Self-efficacy siswa yang rendah yaitu bingung dengan materi pelajaran yang banyak dan  mengeluh dengan soal yang sulit. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu self-efficacy memiliki peran penting dalam proses keberhasilan akademik dan pemilihan karier  siswa. Kata kunci: self-efficacy, pendidikan, tinjauan
Penguatan Identitas Karier Siswa SMK di Era Digital melalui Pendekatan Career Construction Theory: Program Pengabdian Berbasis Pelatihan Reflektif Sahin, Arif; Wulandari, Wenny; Rahmawan, Wise; Fathurrahman, Farouq; Salsabila, Salma Syahidah; Aprilia, Zahwa; Mubarak, Muh. Azhar
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ms1krd27

Abstract

Perubahan dunia kerja di era digital yang semakin dinamis dan tidak linier menuntut siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki identitas karier yang jelas dan adaptif. Namun, banyak siswa masih mengalami kebingungan, ketidakpastian, dan kecemasan dalam menentukan arah karier setelah lulus. Hal ini menunjukkan bahwa layanan karier di sekolah belum sepenuhnya memfasilitasi proses refleksi diri dan konstruksi makna karier secara personal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui pelatihan kelompok secara luring di SMK Multicomp Depok dengan melibatkan siswa SMK sebagai peserta. Pelatihan menggunakan pendekatan reflektif-partisipatif berbasis naratif yang memfasilitasi siswa untuk mengeksplorasi nilai hidup, pengalaman bermakna, serta menyusun narasi karier pribadi. Kegiatan dilakukan melalui pemaparan materi menggunakan media PowerPoint, penggunaan lembar kerja reflektif, serta diskusi dan refleksi terbimbing. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai makna karier, memperjelas arah karier, serta memperkuat kesiapan psikologis dalam menghadapi transisi dari sekolah ke dunia kerja di era digital. Siswa juga menunjukkan perubahan cara pandang terhadap karier dari yang semula bersifat sempit dan eksternal menjadi lebih reflektif, personal, dan adaptif. Pelatihan penguatan identitas karier berbasis Career Construction Theory terbukti relevan dan aplikatif sebagai model layanan karier dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat serta berpotensi menjadi alternatif pengembangan layanan bimbingan karier di SMK yang lebih reflektif, partisipatif, dan berkelanjutan.
GENDER DIFFERENCES IN HIGH SCHOOL STUDENTS' CAREER ADAPTABILITY Sahin, Arif; Sugiharto, Dwi Yuwono Puji; Sunawan, Sunawan; Mulawarman, Mulawarman
Counsenesia Indonesian Journal Of Guidance and Counseling Vol 6 No 2 (2025): COUNSENESIA 2025
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/cijgc.v6i2.5628

Abstract

The Industrial Era 5.0 has brought significant changes to the fields of education and employment, including the financial and educational sectors, through the utilization of AI and blockchain technologies. This study aims to explore the influence of career adaptability among high school students in terms of gender differences. The research involved 452 students from public senior high schools across Semarang City. Data analysis was conducted using hypothesis testing through the Mann Whitney U Test, preceded by tests of normality and homogeneity using the JASP software. The results indicated that male students demonstrated a higher level of career adaptability compared to female students. This study also highlights the importance of social support and education that is responsive to adolescents' needs, as well as the necessity for inclusive and relevant career education policies in alignment with the demands of Era 5.0. Recommendations for future research include exploring broader social and cultural contexts and examining the impact of technology on career adaptability
Teacher Support and Career Decision-Making Self-Efficacy Across Gender Sahin, Arif; Sugiharto, Dwi Yuwono Puji; Sunawan; Mulawarman
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 03 (2026): July 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i03.9120

Abstract

The career decision-making process is a critical developmental task during adolescence, especially for senior high school students transitioning from further education to employment. This study examined the effect of teacher support on career decision-making self-efficacy (CDMSE), with gender tested as a potential moderator, among 542 students from public senior high schools in Semarang City, Indonesia. Data were analyzed using Hayes’ PROCESS Model 1. The findings revealed that teacher support significantly predicted students’ CDMSE (β = 0.60, p < .01, 95% CI: 0.50–0.72). Gender differences were also observed, with female students reporting higher CDMSE than male students (β = -2.40, p < .05, 95% CI: -4.46 to– 0.35). However, the interaction between teacher support and gender was non-significant (β = -0.19, p > .05), indicating that teacher support contributes similarly to CDMSE across genders. This study offers novel empirical evidence from the Indonesian secondary school context, enriching the Social Cognitive Career Theory (SCCT) through gender-based moderation testing. Practically, the findings highlight the importance of strengthening teachers’ roles in school-based career guidance to enhance students’ confidence in making informed career choices. Keywords: career decision-making self-efficacy, gender, teacher support
The Impact of Parental Career-Related Interference on School Burnout: A Mediation Analysis of Career Decision-Making Self-Efficacy Ardianti, Tanti; Sahin, Arif; Fathurrahman, Farouq; Bangkit, Jean Rala; Rufaidah, Anna; Kiranida, Oktafiana; Nur'aini, Desi
KONSELING RELIGI Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v16i2.33802

Abstract

School burnout characterized by emotional exhaustion, cynicism toward learning, and feelings of incompetence—remains a critical issue in adolescent education, often exacerbated by parental interference in career decision-making. This study examined the direct and indirect effects of parental career-related interference on school burnout, with career decision-making self-efficacy as a mediator. The sample consisted of 383 students from Madrasah Aliyah Negeri (Islamic Senior High Schools) in Bekasi City, Indonesia. Using a quantitative cross-sectional design, data were analyzed through Hayes’ PROCESS Macro Model 4 to test mediation effects. The results revealed that parental career-related interference positively predicted school burnout (β = 0.27, p < 0.05) and career decision-making self-efficacy (β = 0.31, p < 0.05). In turn, career decision-making self-efficacy negatively predicted school burnout (β = –0.19, p < 0.05). The mediation analysis confirmed a significant indirect effect of parental interference on school burnout through self-efficacy (β = –0.060; 95% CI [–0.14, –0.01]). Descriptive statistics showed that the mean scores for school burnout (M = 58.28, SD = 13.93), parental interference (M = 44.83, SD = 6.51), and career decision-making self-efficacy (M = 87.03, SD = 13.27) reflected a relatively consistent response pattern among participants. These findings highlight the contextual nature of parental involvement. In collectivist societies, some forms of parental career-related interference may be viewed as supportive guidance, which can enhance students’ self-efficacy and reduce school burnout. Practical implications for school counseling interventions and strategies to cultivate constructive parental engagement are discussed.