Claim Missing Document
Check
Articles

PERBEDAAN KONSUMSI FAST FOOD DAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA RANTAU DAN NON RANTAU FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS AIRLANGGA Arvia, Aurelita Dwiokti; Sumarmi, Sri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.23190

Abstract

Mahasiswa merupakan seorang pelajar yang sedang melakukan proses belajar di perguruan tinggi. Mahasiswa sendiri dibedakan menjadi dua kelompok yaitu, mahasiswa rantau dan non rantau. Kondisi pada kedua kelompok ini memiliki perbedaan dari segi paparan sosial dan budaya. Hal ini tak luput pula dengan perbedaan tingkat stres yang bisa saja memengaruhi konsumsi seseorang, terutama konsumsi fast food. Sehingga adanya masalah yang timbul akibat konsumsi fast food dalam jangka panjang pada status gizi mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan konsumsi fast food pada mahasiswa rantau dengan non rantau Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain cross sectional dalam bentuk studi komparasi. Populasi dari penelitian ini ialah mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat yang merantau yaitu sebanyak 93 mahasiswa dan mahasiswa non rantau dengan jumlah yang sama. Pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah kuesioner SQ-FFQ konsumsi fast food. Analisis data penelitian ini menggunakan uji Mann Whitney. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan pada konsumsi fast food (p = 0,003), sedangkan pada status gizi tidak terdapat perbedaan (p = 0,471) antara mahasiswa rantau dan non rantau. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan konsumsi fast food yang signifikan dan tidak terdapat perbedaan pada status gizi antara mahasiswa rantau dan non rantau. Upaya yang dapat dilakukan oleh pihak institusi ialah meningkatkan edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya mengonsumsi makanan bergizi dan bahaya konsumsi fast food dalam jumlah besar serta bekepanjangan.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK, KUALITAS TIDUR DAN ASUPAN ENERGI DENGAN STATUS GIZI SOPIR KARGO Qurratu'aini, Afifah Detyasputri; Sumarmi, Sri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.23892

Abstract

Tingginya angka usia produktif perlu ditunjang dengan status gizi yang baik untuk menghasilkan sumber daya manusia yang sejahtera dan dapat meningkatkan keterampilan dan produktivitas sumber daya manusia. Pada sopir kargo, diketahui memiliki waktu kerja yang tidak beraturan dan lebih sering memulai kerja pada malam hari. Hal tersebut menimbulkan permasalahan terhadap kualitas tidur, aktivitas fisik dan asupan energi yang dapat berdampak pada status gizi sopir kargo. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kekuatan hubungan antara aktivitas fisik, kualitas tidur dan asupan energi dengan status gizi sopir kargo. Merupakan penelitian dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel total sampling sejumlah 46 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran dan wawancara secara langsung kemudian dianalisis menggunakan SPSS dengan uji Spearman dan uji Kendall’s tau-b. Sebagian besar sopir kargo memiliki status gizi obesitas (41.3%), tingkat aktivitas fisik ringan (60.9%), kualitas tidur buruk (69.6%) dan asupan energi defisit tingkat berat (45.7%). Uji statistik menunjukkan hasil terdapat kekuatan hubungan cukup antara aktivitas fisik (r=-0.320), asupan energi (r=0.396) dengan status gizi sopir kargo. Dan kekuatan hubungan antara kualitas tidur (r=0.015) dengan status gizi sopir kargo sangat lemah. Terdapat kekuatan hubungan cukup antara aktivitas fisik dan asupan energi dengan status gizi sopir kargo. Sedangkan kekuatan hubungan antara kualitas tidur dengan status gizi sopir kargo sangat lemah, sebaiknya sopir kargo menjaga asupan energi yang sesuai dengan kebutuhan gizi dan meningkatkan aktivitas fisik untuk mencegah terjadinya peningkatan status gizi
HUBUNGAN POLA KONSUMSI ZAT BESI, INHIBITOR ZAT BESI, DAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA SISWI DI MTSN BANGKALAN Mardlotillah, Ika Auliya; Sri Sumarmi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.24119

Abstract

Anemia adalah kondisi rendahnya kadar  hemoglobin dan hematokrit dalam darah.. Penyebab anemia antara lain defisiensi zat besi, adanya gangguan penyerapan zat besi, pola menstruasi yang tidak normal, adanya penyakiit infeksi, kurang pengetahuan terkait gizi dan anemia, serta ketidakrutinan konsumsi tablet tambah darah. Remaja putri memiliki resiko mengalami anemia karena setiap bulannya mengalami menstruasiTujuan dari penelitian ini adalah untung menganalisis hubungan pola konsumsi sumber zat besi dan inhibitor zat besi, serta konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada remaja putri di MTsN Bangkalan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah siswi kelas IX MTsN Bangkalan sebesar 59 orang, diambil dengan metode simple random sampling. Data variabel pola konsumsi diambil menggunakan Food Frequency Quitionare dan Food Recall 1x24 jam dan konsumsi tablet tambah darah diambil melalui wawancara dan kuisioner dan kadar hemoglobin melalui pemeriksaan darah menggunakan alat hemoglobinmeter digital. Data dianalisis menggunakan uji korelasi chi square. Hasil uji statistik menyatakan terdapat hubungan antara pola konsumsi inhibitor zat besi (p=0,030) dan konsumsi tablet tambah darah (p=0,000) dengan kejadian anemia dan tidak terdapat hubungan antara pola konsumsi zat besi (p=0,233) dengan kejadian anemia Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara konsumsi tablet tambah darah dan pola konsumsi sumber inhibitor zat besi dengan anemia.
PENATALAKSANAAN ASUHAN GIZI TERSTANDAR DIABETES MELITUS B1 DAN SUSP ABSES MAMAE S Maulidyah, Anastesya Putri Karenina; Sumarmi, Sri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29560

Abstract

Diabetes melitus merupakan Kumpulan gejala yang timbul karena peningkatan kadar gula darah akibat hormon insulin tidak bekerja secara optimal. Penyakit ini merupakan penyakit degenartif yang diperkirakan akan terus meningkat prevalensinya. Penyebab terjadinya diabetes mellitus diakibatkan oleh kurangnya pengaturan pola hidup sehat terutama pada pola makan Diet yang diberikan pada pasien dalam kasus ini adalah diet DM B1 dengan bentuk makanan lunak. Diet DM B1 merupakan diet yang ditujukan untuk pasien DM dengan komposisi zat gizi makro yaitu 60% karbohidrat, 20% lemak, dan 20% protein. Diet B1 dapat diberikan kepada Diabetisi yang memerlukan protein tinggi. Studi kasus  ini  bertujuan  untuk  mengetahui keberhasilan proses asuhan gizi klinis pada pasien sups abses mamae s dengan diabetes melitus. Studi kasus dilakukan pada bulan November 2023 pada pasien rawat inap di RSI Jemursari Surabaya dengan melakukan monitoring dan evaluasi selama 3 hari pada tanggal 18-21 November 2023 pada asupan makan, fisik/klinis, dan biokimia. Hasil monitoring dan evaluasi asuhan gizi selama tiga hari yang telah dilakukan didapatkan asupan selama tiga hari mengalami peningkatan yang signifikan disetiap harinya meskipun hingga hari ketiga masih belum mencapai nilai kebutuhan asupan di setiap harinya. Hal ini dikarenakan kemampuan pasien untuk penerimaan makanan yang diberikan masih kurang baik dan adanya faktor nyeri yang dialami pasien pasca pembedahan.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DAN KONSUMSI TEH DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA SANTRIWATI Salwa, Salwa; Sumarmi, Sri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30035

Abstract

Anemia terus menjadi isu kesehatan masyarakat karena tingkat prevalensinya yang tinggi dan konsekuensi negatifnya terhadap kesehatan. Prevalensi anemia menurut umur 15-24 tahun pada tahun 2018 mencapai angka 32%. Anemia dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk diantaranya konsumsi inhibitor zat besi dan memiliki kualitas tidur yang buruk. Remaja putri lebih beresiko untuk mengalami anemia dibandingkan dengan laki-laki karena mereka mengalami menstruasi pada setiap bulannya. Salah satu kelompok remaja yang lebih rentan mengalami anemia adalah santriwati yang tinggal di pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas tidur, kebiasaan konsumsi teh dan konsumsi suplemen dengan kejadian anemia pada santriwati di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 111 santriwati yang diperoleh menggunakan metode simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengisian kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQFFQ), kuesioner konsumsi suplemen, dan dilakukan pula pemeriksaan kadar hemoglobin. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji korelasi chi-square, kemudian didapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara kualitas tidur (p=0,759) dengan kejadian anemia dan terdapat hubungan antara waktu (p=0,007), volume (0,000) dan frekuensi (p=0,010) konsumsi teh, serta jenis (p=0,036) dan frekuensi (p=0,010) konsumsi suplemen dengan kejadian anemia. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan kejadian anemia. Namun, terdapat hubungan antara kebiasaan konsumsi teh dan konsumsi suplemen dengan kejadian anemia.
PENGARUH EDUKASI RESPONSIVE FEEDING TERHADAP PENGETAHUAN PADA IBU BALITA USIA 6-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALIRUNGKUT Manuputty, Njesela Hobertina Kartika; Sumarmi, Sri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32170

Abstract

Pemberian makanan pada anak usia 6-24 bulan memerlukan perhatian khusus, termasuk dalam hal pemberian makanan pendamping seperti MP-ASI. Peran ibu sangat krusial dalam membentuk perilaku makan anak melalui responsive feeding, yaitu pendekatan pemberian makan secara aktif dan responsif. Responsive feeding diketahui memiliki dampak positif terhadap kualitas dan kuantitas asupan makanan serta status gizi anak. Meskipun manfaatnya signifikan, pengetahuan, sikap, dan praktik responsive feeding di Indonesia masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi responsive feeding terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kalirungkut, Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment. Sampel penelitian terdiri dari 50 ibu balita yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian berlangsung selama satu bulan, dan data dikumpulkan melalui kuesioner serta menggunakan booklet responsive feeding dan leaflet PMBA sebagai instrumen. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney.Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam tingkat pengetahuan responsive feeding antara sebelum dan sesudah edukasi, baik pada kelompok perlakuan maupun kelompok kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi responsive feeding efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu balita terkait pemberian makan secara aktif dan responsif.
FAKTOR SOSIAL BUDAYA YANG MEMPENGARUHI KERAGAMAN KONSUMSI PANGAN PADA BALITA Khasanah, Putri Wardani Zumratul; Sumarmi, Sri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32196

Abstract

Masa balita adalah periode kritis dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga sangat penting untuk memastikan bahwa kebutuhan gizi makro dan mikro terpenuhi melalui keragaman konsumsi pangan yang adekuat. Faktor sosial budaya, seperti tradisi, kepercayaan, dan kebiasaan, sangat mempengaruhi pola makan dan pilihan makanan yang diberikan kepada balita. Penelitian mengenai bagaimana faktor sosial budaya mempengaruhi keragaman konsumsi pangan pada balita masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor sosial budaya terhadap keragaman konsumsi pangan balita. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 106 responden yang memiliki anak berusia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kenjeran. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner untuk faktor sosial budaya, serta food recall 24 jam dan kuesioner Individual Dietary Diversity Score untuk menilai keragaman konsumsi pangan. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistik inferensial antara faktor sosial budaya ibu dengan keragaman konsumsi pangan balita menunjukkan p-value < 0,05 (p=0,004). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat faktor sosial budaya yang mempengaruhi keragaman konsumsi pangan balita. Masyarakat disarankan untuk meningkatkan kesadaran terkait pentingnya keragaman konsumsi pangan dan terbuka terhadap informasi pola makan sehat untuk balita, serta pemantauan status gizi balita secara berkala oleh petugas kesehatan untuk mencegah terjadinya masalah gizi sejak dini.
Perbandingan Perbandingan Tingkat Kepatuhan Mengkonsumsi Multi Mikronutrien Suplemen (MMS) dan Tablet Tambah Darah (TTD) pada Ibu Hamil di Puskesmas Mulyorejo Surabaya: Perbandingan Tingkat Kepatuhan Mengonsumsi Multi Mikronutrien Suplemen dan Tablet Tambah Darah pada Ibu Hamil di Puskesmas Mulyorejo, Surabaya Abidah, Nisrina; Sumarmi, Sri
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 1 (2024): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i1.2024.17-25

Abstract

Background: The level of adherence is an indicator of the successful implementation of a program to provide both multiple micronutrient supplements (MMS) and iron folic acid (IFA). Moreover, factors that may have an impact on the level of adherence are knowledge level, consumption acceptability, characteristic acceptability, and family support. Objectives: To analyze the relationship and differences in the level of adherence of pregnant women to consuming MMS and IFA in the work area of Mulyorejo Public Health Center, Surabaya. Methods: This study is an observational study (prospective cohort design). A total of 244 samples from each of the two sample groups, which are the MMS group and the IFA group, were observed for 30 days. This study was expected to discover the adherence level of pregnant women to consuming MMS or IFA. In addition, the Mann-Whitney test was used in the comparative analysis, and the chi-square test was used in the relationship analysis. Results: According to the findings, it was discovered that pregnant women who consumed MMS had a higher average adherence rate (79.9%) compared to those who consumed IFA (71.2%). However, the results showed that there was no significant difference between the two (p-value = 0.400), and identical results applied for knowledge level, consumption acceptability, and characteristic acceptability. Moreover, in comparison to the IFA group (32.2), the MMS group had a higher average family support (34.9). Additionally, there was a relationship between the adherence level and both knowledge level and consumption acceptability (p-value<0,05), but there was no relationship between the adherence level and family support (p-value>0.05). Conclusions: There was no significant difference among the variables. In addition, there was a relationship between the adherence level and both knowledge level and consumption acceptability, but not between the adherence level and family support.
Hubungan Asupan Kalsium dan Zink dengan Kejadian Stunting Pada Siswi SMP Unggulan Bina Insani Surabaya Sudiarmanto, Andri Rahmad; Sumarmi, Sri
Media Gizi Kesmas Vol 9 No 1 (2020): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2020)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v9i1.2020.1-9

Abstract

Latar Belakang: Remaja merupakan salah satu kelompok rawan terhadap stunting karena remaja beresiko mengalami defisiensi asupan makanan baik makronutrien maupun mikronutrien. Defisiensi asupan kalsium dan zink yang merupakan mikronutrien penting bagi pertumbuhan adalah faktor resiko stunting. Stunting pada masa remaja ini akan menurunkan kapasitas dan produktivitas kerja serta dapat meningkatkan resiko kematian ibu pada saat melahirkan.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan asupan kalsium dan asupan zink dengan kejadian stunting pada siswi SMP Unggulan Bina Insani Surabaya.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Dengan besar sampel 68 orang yang diambil secara acak sederhana. Pengumpulan data menggunakan pengukuran tinggi badan, food recall 2x24 jam. Data dianalisis menggunakanare teknik analisis deskriptif dan uji korelasi Kendall's-Tau serta uji ANCOVA.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan responden yang mengalami stunting sebesar 22,1% dan 77,9% normal, rata-rata nilai Z-score 1,13 ± 0,94. Tingkat konsumsi asupan kalsium cukup sebesar 7.4% dan 92.6% asupannya kurang, dengan rata-rata asupan sebesar 336,7 ± 326,2 mg/hari. Tingkat konsumsi asupan zink cukup sebesar 5.9% dan 94.1% asupannya kurang, dengan rata-rata asupan sebesar 5,7 ± 3,0 mg/hari. Tidak ada hubungan antara asupan kalsium (r=0.072;p=0.385), asupan zink (r=0.124;p=0.138), asupan kalsium dan zink (p=0,478) dengan kejadian stunting.Kesimpulan: Asupan kalsium dan zink tidak berhubungan dengan kejadian stunting pada siswi SMP Unggulan Bina Insani Surabaya. Agar dapat mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai, siswi dapat melakukan pemantauan status gizinya secara rutin serta berperilaku hidup bersih dan sehat.ABSTRACTBackground: Adolescence is a vulnerable stunting group because adolescents are at risk of macronutrient or micronutrients intake deficiency. Calcium and zinc intake deficiency are vital micronutrients for the growth factor and the risk of stunting. Stunting in adolescence will reduce the work capacity and productivity and increase the risk of maternal death in childbirth.Objectives: This study was aimed to analyze the correlation between calcium, zinc intake and stunting prevalence on SMP Unggulan Bina Insani Surabaya schoolgirls.Methods: The research was a cross sectional study with quantitative approach. The sample size was 68 schoolgirls, were taken by simple random sampling. The data were collected by measuring height, food recall 2x24 hours. Analysis of data used in descriptive, Kendall's-Tau and ANCOVA Test.Results: The results showed the proportion of respondents who experienced stunting 22% and normal 78%, with Zscore average at 1,13 ± 0,94. The consumption rate of calcium intake was sufficient at 7,4% and insufficient at 92,6%, with an average at 336,7 ± 326,2 mg/day. The consumption rate of zinc intake was sufficient at 5,9% and insufficient at 94,1%, with an average at 5,7 ± 3,0 mg/day. There is no relationship between the calcium intake (r=0.072;p=0.385), zinc intake (r=0.124;p=0.138), calcium and zinc intake (p=0,478) with the stunting prevalence.Conclusions: The intake of calcium and zinc doesn't related to the stunting prevalence of the schoolgirls. The scoolgirls should to regularly monitor their nutritional status and behave in clean and healthy life, in order to achieve appropriate growth and development
Hubungan Usia Ibu, Pekerjaan Ibu dan Pendapatan Keluarga dengan Waktu Pertama Pemberian MP-ASI di Posyandu Kelurahan Bugel Kota Salatiga Pramita, Adiene; Sumarmi, Sri
Media Gizi Kesmas Vol 13 No 1 (2024): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2024)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v13i1.2024.8-14

Abstract

Background: Complementary feeding at six months old has an important role in the nutritional adequacy infants. Complementary feeding last than six months and more than six months had the same risk for lack of nutrition cases. Characteristics of mothers like mother’s age, mother’s work status, and family income can influence the first time complementary feeding. Objectives: This study aims to analyzed correlations between mother’s age, mother’s work  status, and family income with first time complementary feeding. Methods: This research was an observational with cross-sectional method. Population of the study was 176 toddlers with total sample 69 toddlers and their mother became the respondents. The instrument that used in this research were interview and questionnaire. For knowing the correlation, this research using Chi-Square test. Results: Based on the results of the study, most of the respondents were in the adult age group (26-45 years) as many as 63 respondents (91.3%), the non-working group were 57 respondents (82.6%), and the income group was IDR 2,000,001 – IDR 4,200,000 as many as 36 respondents (52.1%). From the results of  Chi-Square test, there was negative correlations between mother’s age (p=0.571) and family income (p=0.672) with first time complementary feeding but positive correlations between mother’s work status with first time complementary feeding (p=0.001). Conclusions: There were no correlations between mother’s age and family income with first time complementary feeding. There was a correlation between mother’s work status with first time complementary feeding. However the more time mother could spent, the more first-time complementary feeding would exact time.
Co-Authors Abidah, Nisrina Adiningsih, Sri Agung Dwi Laksono Agus Sulistyono Airin Levina Ali Khomsan Alfian Destiadi Amaral, Pedro Andhita Riana Andriani, Merryana Annas Buanasita Arum, Ristanti Sekar Arvia, Aurelita Dwiokti Bagong Suyanto Bambang Wirjatmadi Belinda Ardianti Dadang Sukandar Dea Dellyana Wahyutia Ady Dhita Kusuma Astuti Dzulkifli, Achmad Fadilah, Annisa Nur Fahmi Hafid Firdaus, Hadiq Fitria Laras Azadirachta Galuh Purwaningsih Hana Dwi Prastika Haryana, Nila Reswari Hidayatush Sholiha husna, kholidatul Imaculata Tinneke Tandiono Irba, Prajda Bahira Irohatul A'ila Isaura, Emyr Reisha Isnaini Fajariah Kamila, Salwa Naura Kartika Indaswari Dewi Khasanah, Putri Wardani Zumratul Kusumawardani, Hastin Dyah Mahmudah Mahmudah Manuputty, Njesela Hobertina Kartika Mardlotillah, Ika Auliya Maulidyah, Anastesya Putri Karenina Melaniani, RR Soenarnatalina Mohamad Samsudin Nadia Shafira Ristyaning Putri Novianto Novianto Novira Widajanti, Novira Nuansa, Maria Khana Nunik Puspitasari Nur Laila Syarifah Nuramalia, Salma Aulia Rizqi Oky Nor Sahana Pramita, Adiene Qurratu'aini, Afifah Detyasputri Rachma, Rizky Aulia Ratih Wirapuspita Wisnuwardani Rimbawan , Riska Mayang Saputri Ginting Rohmah, Nikmatur Rosyida, Ade Riezma Amrina Salim, Lutfi A. Salmiah Ibrahim Baswedan Salwa Salwa Sari, Nur MW. Setyanurlia, Anggita Rifky Shofiya, Dian Siti Rahayu Nadhiroh Soenarnatalina Melaniani Sokvy, Ma Sri Wahyu Angga Dewi Sudiarmanto, Andri Rahmad Suryadinata, Rivan Virlando Syahdana, Achidah Nur Sylvi Natalia Trias Mahmudiono Triska Susila Nindya Widati Fatmaningrum Yuvienta Ernovitania