Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH KOMBINASI GLISEROL DAN FRUKTOSA DALAM PENGENCER SITRAT-KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN CAIR BABI LANDRACE Yakobus Lewolein; Aloysius Marawali; Alvrado Bire Lawa; Agustinus Ridlof Riwu
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.3103

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek kombinasi gliserol dan fruktosa dalam pengencer sitrat kuning telur (S-KT) terhadap kualitas semen cair babi Landrace. Penelitian ini adalah eksperimental menggun rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan. Adapun perlakuan yang dimaksud adalah S-KT (P0), S-KT+gliserol 2%+fruktosa 1,0% (P1), S-KT+gliserol 2%+fruktosa 1,5% (P2), S–KT+gliserol 3%+fruktosa 1,0% (P3), S-KT+gliserol 3%+fruktosa 1,5% (P4). Semen yang telah di encerkan ini  disimpan pada suhu 18-20º C untuk evaluasi terhadap motilitas, viabilitas, abnormalitas dan daya tahan hidup spermatozoa dilakukan setiap 12 jam penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan P4 dengan kombinasi S-KT+3% gliserol+1,5% fruktosa pada penyimpanan jam ke 48 memberikan hasil terbaik (P<0,05) dibandingkan perlakuan lainnya, dengan nilai motilitas (43±2,74%), viabilitas (47,60±2,07%), abnormalitas (6,40±0,89%) dan daya tahan hidup sebesar (51,60±3,29 jam). Disimpulkan bah a kombinasi gliserol 3% dan fruktosa 1,5% dalam pengencer sitrat kuning telur mampu mempertahankan motilitas, viablitas dan abnormalitas dengan baik.   Kata kunci: Fruktosa, gliserol, kualitas semen cair babi Landrace, sitrat-kuning telur
PENGARUH PENAMBAHAN SARI BUAH ANGGUR (Vitis Vinifera L) DALAM PENGENCER SITRAT-KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN CAIR BABI PERSILANGAN LANDRECE X DUROC Boimau, Juanttri; Kune, Petrus; Lawa, Alvrado Bire; Uly, Kirenius
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.21838

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penambahan level sari buah anggur (SBA) dalam pengencer Sitrat-kuning telur (S-KT) guna mempertahankan kualitas spermatozoa babi persilangan landrace x duroc selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan semen segar yang berasal dari seekor babi persilangan landrace x duroc yang berumur 1,5 tahun dalam kondisi yang sehat dan sudah terlatih dalam penampungan semen. Penelitian ini dirancang menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan yakni: P0 = S-KT, P1: S-KT + SBA 3%, P2: S-KT + SBA 6%, P3: S-KT + SBA 9%, P4: S-KT + SBA 12%. Semen yang telah diencerkan disimpan dalam styrofom box pada suhu 18-20oC.Variabel yang diuji meliputi: motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan hidup spermatozoa. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan Analisis of Variance dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 pada jam pengamatan ke-60 menghasilkan kualitas spermatozoa dengan perbedaan nilai yang signifikan (P0,05) dibandingkan perlakuan lainnya dengan nilai motilitas: 57,00%, viabilitas: 66,50%, abnormalitas: 5,10%, dan daya tahan hidup spermatozoa: 56,28 jam. Simpulan dari penelitian ini adalah penambahan sari buah anggur dengan level 9% dalam pengencer Sitrat-kuning telur memberikan respon yang terbaik dalam mempertahankan kualitas spermatozoa babi persilangan landrace x duroc.
Efektivitas Pengencer Air Buah Lontar dan Sari Tebu sebagai Suplementasi terhadap Kualitas Semen Babi Duroc Banamtuan, Adyanto Nessy; Lawa, Alvrado Bire
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.21690

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi air buah lontar dan sari tebu  ke dalam pengencer Bestville Thawing Solution (BTS) terhadap kualitas semen cair babi Duroc. Sampel semen dikoleksi dari dua ekor pejantan Duroc berusia 2–3 tahun menggunakan metode message dengan frekuensi dua kali dalam seminggu. Evaluasi kualitas semen dilakukan secara makroskopis dan mikroskopis. Hanya semen dengan motilitas awal di atas 70% yang digunakan, kemudian dibagi menjadi tiga perlakuan: P0 (BTS), P1 (BTS+AbL), dan P2 (BTS+ST), dengan konsentrasi sel minimal 234,9×10? sel/ml. Seluruh sampel disimpan dalam kotak Styrofoam pada suhu 18–20°C, dan pengamatan dilakukan setiap delapan jam. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dan data dianalisis menggunakan uji ANOVA. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan BTS+AbL memberikan hasil terbaik, meskipun tidak berbeda nyata secara statistik (P0,05) dibandingkan dua perlakuan lainnya, dengan motilitas akhir 35,00%, viabilitas 45,26%, membran plasma utuh 47,26%, dan daya tahan hidup mencapai 56 jam. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengencer BTS yang diperkaya dengan air buah lontar lebih efektif dalam mempertahankan kualitas semen selama penyimpanan.
Correlation Between Chest Girth, Body Length, and Body Height on Wither Weight of Rote Sheep Ewes Setyani, Ni Made Paramita; Nalley, Wilmientje Marlene; Hine, Thomas Mata; Riwu, Agustinus Ridlof; Uly, Kirenius; Kune, Petrus; Bette, Yustiany Yuliana; Lawa, Alvrado Bire; Mulik, Simon Edison; Banamtuan, Adyanto Nessy; Riwu, Roni Markus Jami; Zulfa, Yanna Nailla; Listyadi, Rut
Journal of Tropical Animal Science and Technology Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Tropical Animal Science and Technology
Publisher : Animal Husbandry Study Program, Faculty of Agriculture, Timor University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jtast.v8i1.10617

Abstract

This study aimed to analyze the relationship between linear body measurements including chest girth (CG), body length (BL), and wither height (WH) and body weight (BW) in Rote sheep ewes across different age groups to determine the most reliable predictor of body weight. The research employed a quantitative method through direct field measurements and weighing. Data collected including vital statistics (CG, BL, WH) and BW from Rote sheep ewes categorized into three age groups (I0, I2, and I4). The data were analyzed statistically using correlation coefficient (r), the coefficient of determination (R²), and bias analysis to evaluate the accuracy of weight estimation. The results revealed that chest girth exhibited the highest correlation with body weight, particularly in the I0 group (r = 0.93; R² = 86.05%), indicating a strong positive relationship and high predictive accuracy. Body length showed a moderate relationship (r = 0.87; R² = 76.11%) in the same group, while wither height demonstrated a relatively weaker correlation (r = 0.73; R² = 53.94%). Across all age groups, the predictive strength of body measurements decreased with increasing age, suggesting that skeletal growth contributes less to body weight variation in mature sheep. In conclusion, chest girth was identified as the most accurate and reliable linear measurement for predicting body weight in Rote sheep ewes, particularly in younger age groups, and can therefore be used as a practical and non-invasive tool for estimating livestock weight.
Peningkatan perekonomian masyarakat melalui pelatihan pengolahan Se’i di Desa Ponain Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur Sulmiyati, Sulmiyati; Malelak, Gemini E. M.; Jelantik, I Gusti Ngurah; Lalus, Matheos Filipus; Benu, Imanuel; Telupere, Frangky M.S.; Lawa, Alvrado Bire
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37662

Abstract

AbstrakPelaksanaan kegiatan PKM pada kelompok Tani Nefo Tua Desa Ponain Kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang bertujuan untuk meningkatan peningkatan kesejahtraan anggota kelompok melalui penyelsaian masalah belum maksimalnya pengelolaan daging dalam pembuatan se’i, kemasan daging se’i dan pemasaran produk hasil yang lebih luas. Solusi yang ditawarkan adalah penggunaan alat pengasapan yang dirancang khusus dalam pengolahan se’i, penggunaan teknologi alat vakum untuk pengemasan serta starategi membangunan jaringan penjualan melalui pemanfaatan toko modern. Metode  yang digunakan melalui penyuluhan partisipatif, praktek pelatihan secara langsung. Hasil kegiatan ini telah memberikan dampak positif bagi kelompok tani terkait pengetahuan tentang dinamika kelompok, analisis pemasaran serta penggunaan alat pengasapan yang benar dan efektif dalam menghasilkan produk se’i yang memiliki kualitas gizi dan layak. Berdasarkan hasil evaluasi, tingkat penerimaan Kelompok Tani Nefo Tua terhadap produk se’i menunjukkan respons yang baik, yang ditunjukkan 50% anggota menyukai produk dan menilai cita rasa produk memiliki karakteristik khas se’i. Aspek peningkatan kapasitas, terjadi peningkatan pengetahuan 66,67% setelah pelatihan, yang didukung dengan penilaian 66,67% keterampilan tim pelaksana. Aspek pengembangan usaha 83,33% menilai se’i memiliki prospek ekonomi, dan 66,67% menyatakan minat untuk mengembangkannya, meskipun daya tari kemasan berada pada kategori sedang dengan 50% menilai menarik. Kesimpulan pelatihan pembuatan se’i daging sapi menghasilkan produk yang layak dipasarkan dan berpotensi menjadi usaha prospektif bagi kelompok tani melalui penerapan standarisasi produk, ketersediaan bahan baku, dan manajemen pemasaran yang mendukung peningkatan kesejahteraan. Kata kunci: ekonomi; kelompok tani nefo tua; kupang; se’i. Abstract The first problem faced by the Nefo Tua Farmers Group community engagement partners is Ponain Village, Amarasi District, Kupang Regency. The development of se'i as a processed meat business product has yet to be developed optimally. The second problem is that the marketing of se'i products needs to be maximised by improving packaging. The third problem is marketing analysis and development prospects for se'i. The solution offered consists of two programs, namely the first program, carrying out se'i processing using smoking equipment and the second program, marketing se'i products using labelled vacuum packaging. The third program is marketing analysis and product development of se’i. The methods provided include participatory counselling, practical training, and direct demonstrations in processing beef se'i and packaging the resulting se'i products, as well as guidance and mentoring. As a result of the service activities, the Nefo Tua Farmers group gained knowledge about group dynamics and business and marketing analysis, as well as applying and demonstrating knowledge about processing beef into se'i using a closed smoker and practically packaging the products produced. Based on the evaluation, the acceptance of the se’i product by the Nefo Tua Farmer Group was categorized as favourable, with 50% of participants reporting a preference for the product and perceiving its sensory attributes as representative of the distinctive characteristics of se’i. In terms of capacity building, a 66.67% increase in knowledge was observed following the training, supported by a 66.67% positive assessment of the facilitation team’s technical competence. From a business development perspective, 83.33% of identified se’i as having economic potential, and 66.67% expressed an intention to pursue their development as an entrepreneurial activity, although the perceived attractiveness of the packaging remained moderate, with 50% of rating it as appealing. In conclusion, the training on beef se’i production yielded a marketable product and demonstrated its potential as a viable opportunity for farmer groups through the implementation of product standardization, ensured raw material availability, and effective marketing management to support improved livelihoods Keywords: economy; nefo tua farmer groups; kupang; se’i
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK BIJI PINANG (Areca catechuLl) DALAM PENGENCER MULBERRY III (MIII) TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA BABI LANDRACE: Effect of Addition of Areca Nut Seed Extract (Areca catechu L) in Diluent Mulberry III (MIII) on the Quality of Spermatozoa of Landrace Boars Serliana Sutrilensi; Kireinus Uly; Alvrado Bire Lawa; Agustinus Ridlof Riwu
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.2335

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari dosis terbaik ekstrak biji pinang (Areca catechu L.) dalam pengencer MIII terhadap kualitas spermatozoa babi Landrace. Penelitian ini dirancang menggunakan metode penelitian rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dengan empat kali ulangan. Pengencer yang diuji dalam penelitian ini adalah pengencer komersial MIII (Mulberry III) dengan level penambahan bahan pengencer ekstrak biji pinang. Adapun perlakuan tersebut adalah  P0: MIII KT+ekstrak biji pinang 0%, P1: MIII KT+ekstrak biji pinang 1%,  P2: MIII KT+ekstrak biji pinang 2%, P3: MIII KT+ekstrak biji pinang 3%, P4: MIII KT+ekstrak biji pinang 4%. Semen segar yang digunakan diperoleh dari ternak babi Landrace yang telah dewasa kelamin dan dalam keadaan yang sehat. Variabel yang diuji pada penelitian ini adalah motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan hidup. Pemeriksaan terhadap motilitas, viabilitas, dan abnormalitas dilakukan setiap 8 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 2% ekstrak biji pinang dalam pengencer mulberry III (MIII) merupakan perlakuan terbaik dalam mempertahankan kualitas spermatozoa babi Landrace dengan lama simpan 32 jam.   Kata kunci: ekstrak biji pinang, Mulberry III, spermatozoa babi Landrace