Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN BOVINE SERUM ALBUMIN (BSA) DAN FRUKTOSA DALAM PENGENCER SITRAT-KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN CAIR BABI LANDRACE: Effect of Addition of Bovine Serum Albumin and Fructose in Citrate-Egg Yolk Diluent on the Quality of Liquid Semen in Landrace Boars Agustina Anjeli Iba; Petrus Kune; Alvrado Bire Lawa; Agustinus Rudlof Riwu
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.2971

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penambahan bovine serum albumin dan fruktosa dalam pengencer sitrar-kuning telur terhadap kualitas semen cair babi Landrace. Materi penelitian yang digunakan adalah semen segar dari babi jantan yang telah dewasa kelamin 2,5 tahun dan ternak dalam keadaan sehat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan tersebut terdiri atas P0= S-KT, P1= S-KT + BSA 0,1% + FRUC 1,0%, P2= S-KT + BSA 0,2% + FRUC 1,0%, P3= S-KT + BSA 0,1% + FRUC 1,5%, P4= S-KT + BSA 0,2 + FRUC 1,5%. Variabel penelitian meliputi motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan hidup spermatozoa. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa P2 menghasilkan kualitas spermatozoa yang lebih tinggi secara statistic (P>0,05%) dibandingkan perlakuan lainnya dengan motilitas: 40,00±0,00%, viabilitas 45,10± 0,55%, abnormalitas 9,80 ±0,45%, dan daya tahan hidup spermatozoa 60,00± 0,00%. Simpulan dari penelitian ini penambahan BSA 0,2% dan fruktosa 0,1% dalam pengencer sitrat-kuning telur memberikan respon baik dan cukup efektif dalam mempertahankan kualitas spermatozoa babi Landrace hingga 60 jam penyimpanan.   Kata kunci: Bovine serum albumin, fruktosa, kuning telur, sitrat, spermatozoa
PENGARUH KOMBINASI GLISEROL DAN FRUKTOSA DALAM PENGENCER SITRAT-KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN CAIR BABI LANDRACE Yakobus Lewolein; Aloysius Marawali; Alvrado Bire Lawa; Agustinus Ridlof Riwu
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.3103

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek kombinasi gliserol dan fruktosa dalam pengencer sitrat kuning telur (S-KT) terhadap kualitas semen cair babi Landrace. Penelitian ini adalah eksperimental menggun rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan. Adapun perlakuan yang dimaksud adalah S-KT (P0), S-KT+gliserol 2%+fruktosa 1,0% (P1), S-KT+gliserol 2%+fruktosa 1,5% (P2), S–KT+gliserol 3%+fruktosa 1,0% (P3), S-KT+gliserol 3%+fruktosa 1,5% (P4). Semen yang telah di encerkan ini  disimpan pada suhu 18-20º C untuk evaluasi terhadap motilitas, viabilitas, abnormalitas dan daya tahan hidup spermatozoa dilakukan setiap 12 jam penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan P4 dengan kombinasi S-KT+3% gliserol+1,5% fruktosa pada penyimpanan jam ke 48 memberikan hasil terbaik (P<0,05) dibandingkan perlakuan lainnya, dengan nilai motilitas (43±2,74%), viabilitas (47,60±2,07%), abnormalitas (6,40±0,89%) dan daya tahan hidup sebesar (51,60±3,29 jam). Disimpulkan bah a kombinasi gliserol 3% dan fruktosa 1,5% dalam pengencer sitrat kuning telur mampu mempertahankan motilitas, viablitas dan abnormalitas dengan baik.   Kata kunci: Fruktosa, gliserol, kualitas semen cair babi Landrace, sitrat-kuning telur
Peningkatan perekonomian masyarakat melalui pelatihan pengolahan Se’i di Desa Ponain Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur Sulmiyati, Sulmiyati; Malelak, Gemini E. M.; Jelantik, I Gusti Ngurah; Lalus, Matheos Filipus; Benu, Imanuel; Telupere, Frangky M.S.; Lawa, Alvrado Bire
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37662

Abstract

AbstrakPelaksanaan kegiatan PKM pada kelompok Tani Nefo Tua Desa Ponain Kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang bertujuan untuk meningkatan peningkatan kesejahtraan anggota kelompok melalui penyelsaian masalah belum maksimalnya pengelolaan daging dalam pembuatan se’i, kemasan daging se’i dan pemasaran produk hasil yang lebih luas. Solusi yang ditawarkan adalah penggunaan alat pengasapan yang dirancang khusus dalam pengolahan se’i, penggunaan teknologi alat vakum untuk pengemasan serta starategi membangunan jaringan penjualan melalui pemanfaatan toko modern. Metode  yang digunakan melalui penyuluhan partisipatif, praktek pelatihan secara langsung. Hasil kegiatan ini telah memberikan dampak positif bagi kelompok tani terkait pengetahuan tentang dinamika kelompok, analisis pemasaran serta penggunaan alat pengasapan yang benar dan efektif dalam menghasilkan produk se’i yang memiliki kualitas gizi dan layak. Berdasarkan hasil evaluasi, tingkat penerimaan Kelompok Tani Nefo Tua terhadap produk se’i menunjukkan respons yang baik, yang ditunjukkan 50% anggota menyukai produk dan menilai cita rasa produk memiliki karakteristik khas se’i. Aspek peningkatan kapasitas, terjadi peningkatan pengetahuan 66,67% setelah pelatihan, yang didukung dengan penilaian 66,67% keterampilan tim pelaksana. Aspek pengembangan usaha 83,33% menilai se’i memiliki prospek ekonomi, dan 66,67% menyatakan minat untuk mengembangkannya, meskipun daya tari kemasan berada pada kategori sedang dengan 50% menilai menarik. Kesimpulan pelatihan pembuatan se’i daging sapi menghasilkan produk yang layak dipasarkan dan berpotensi menjadi usaha prospektif bagi kelompok tani melalui penerapan standarisasi produk, ketersediaan bahan baku, dan manajemen pemasaran yang mendukung peningkatan kesejahteraan. Kata kunci: ekonomi; kelompok tani nefo tua; kupang; se’i. Abstract The first problem faced by the Nefo Tua Farmers Group community engagement partners is Ponain Village, Amarasi District, Kupang Regency. The development of se'i as a processed meat business product has yet to be developed optimally. The second problem is that the marketing of se'i products needs to be maximised by improving packaging. The third problem is marketing analysis and development prospects for se'i. The solution offered consists of two programs, namely the first program, carrying out se'i processing using smoking equipment and the second program, marketing se'i products using labelled vacuum packaging. The third program is marketing analysis and product development of se’i. The methods provided include participatory counselling, practical training, and direct demonstrations in processing beef se'i and packaging the resulting se'i products, as well as guidance and mentoring. As a result of the service activities, the Nefo Tua Farmers group gained knowledge about group dynamics and business and marketing analysis, as well as applying and demonstrating knowledge about processing beef into se'i using a closed smoker and practically packaging the products produced. Based on the evaluation, the acceptance of the se’i product by the Nefo Tua Farmer Group was categorized as favourable, with 50% of participants reporting a preference for the product and perceiving its sensory attributes as representative of the distinctive characteristics of se’i. In terms of capacity building, a 66.67% increase in knowledge was observed following the training, supported by a 66.67% positive assessment of the facilitation team’s technical competence. From a business development perspective, 83.33% of identified se’i as having economic potential, and 66.67% expressed an intention to pursue their development as an entrepreneurial activity, although the perceived attractiveness of the packaging remained moderate, with 50% of rating it as appealing. In conclusion, the training on beef se’i production yielded a marketable product and demonstrated its potential as a viable opportunity for farmer groups through the implementation of product standardization, ensured raw material availability, and effective marketing management to support improved livelihoods Keywords: economy; nefo tua farmer groups; kupang; se’i
The Effect of Sugarcane Juice (Saccharum officinarum) Substitution in Citrate–Egg Yolk Diluent on the Quality of Frozen Semen of Landrace Boars: Pengaruh Substitusi Sari Tebu (Saccharum Offcinarum) dalam Pengencer Sitrat-Kuning Telur terhadap Kualitas Semen Beku Babi Landrace Paskalis Baylon; Wilmintje Marlene Nalley; Alvrado Bire Lawa; Petrus Kune
Buletin Peternakan Tropis Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.7.1.67-79

Abstract

This study aimed to determine the effect of sugarcane juice substitution in a citrate–egg yolk diluent (CE-Y) on the quality of frozen semen of landrace boars. The semen used in this study was collected from four landrace boars aged between 2–2.5 years using the glove gland method. The study employed a Completely Randomized Design with five treatments and four replications, namely T0 = 100% S-KT + 0% sugarcane juice, T1 = 90% S-KT + 10% sugarcane juice, T2 = 80% S-KT + 20% sugarcane juice, T3 = 70% S-KT + 30% sugarcane juice, and T4 = 60% S-KT + 40% sugarcane juice. All treatments were supplemented with 6% glycerol. Semen was evaluated macroscopically and microscopically. After evaluation, a holding time of 2 hours was applied in S-KT diluent with a ratio of 1:1 at a temperature of 24–26°C. The semen was then centrifuged at 3000 rpm for 15 minutes. The pellet was diluted using a base diluent and then distributed into tubes containing the treatment diluent. The semen was packaged in 0.5 mL straws and equilibrated for 2 hours at 3–5°C. After equilibration, the straws were frozen at a distance of 10 cm above the surface of liquid nitrogen for 10 minutes. The straws were then plunged into liquid nitrogen and stored in a liquid nitrogen container. Thawing was carried out by immersing the frozen semen straws in warm water at 37°C for 30 seconds. After dilution and equilibration, sperm quality was evaluated based on motility, viability, and abnormalities. Post-thaw evaluation included motility, viability, abnormalities, and recovery rate. All obtained data were analyzed using SPSS 27.0. The results showed that sugarcane juice substitution had no significant effect (P>0.05) on motility, viability, abnormalities, and RR. It was concluded that the substitution of sugarcane juice with the addition of citrate–egg yolk diluent did not affect the quality of frozen spermatozoa of landrace boars at the stages of post-dilution, post-equilibration, and post-thawing.
Pengaruh Penambahan Sari Buah Jambu Biji Merah Dalam Pengencer Tris Kuning Telur Terhadap Kualitas Spermatozoa Babi Duroc: Effect of Adding Red Guava Fruit Juice to Egg Yolk Tris Retailers on The Quality of Duroc Boar Spermatozoa Anggelina Eno Bau; Petrus Kune; Alvrado Bire Lawa; F M S Telupere
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 8 No. 1 (2025): February
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jlah.v8i1.87

Abstract

Tujuan studi ini adalah mengetahui pengaruh ditambahkannya sari buah jambu biji merah (SBJBM) di pengencer tris kuning telur (TKT) pada kualitas semen babi duroc. Memakai semen segar dengan motilitas spermatozoa 76±2,23%, viabilitas 91,41±4,23%, abnormalitas 3,42±0,55%, dan konsentrasi spermatozoa 263,40±18,20×106 sel/ml. Penelitian ini memakai Rancangan Acak Lengkap (RAL) lima perlakuan lima kali ulangan yaitu: P0 = TKT 100%, P1 = TKT 100% + SBJBM 0,5% P2 = TKT 100% + SBJBM 1%, P3 = TKT 100% + SBJBM 1,5%, P4 = TKT 100%  + SBJBM 2%. Variabel yang diteliti adalah: motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan hidup (DTH) spermatozoa. Analisis data meliputi analisis rata-rata, standar deviasi dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P1 dengan level 0,5% SBJBM dalam pengencer TKT mendapat mutu sperma lebih tinggi secara statistik (P kecil dari 0,05) di jam ke 36 penyimpanan dibandingkan perlakuan lainnya, dengan motilitas: 42,20±2,28%, viabilitas: 59,79±5,72%, abnormalitas: 4,52±0,39%, dan DTH spermatozoa: 38,40±2,60. Simpulan dari penelitian ini, penambahan SBJBM dengan tingkat 0,5% dalam pengencer TKT memberikan respon yang baik dalam menjaga motilitas, viabilitas, abnormalitas dan daya tahan hidup spermatozoa babi duroc.
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK BIJI PINANG (Areca catechuLl) DALAM PENGENCER MULBERRY III (MIII) TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA BABI LANDRACE: Effect of Addition of Areca Nut Seed Extract (Areca catechu L) in Diluent Mulberry III (MIII) on the Quality of Spermatozoa of Landrace Boars Serliana Sutrilensi; Kireinus Uly; Alvrado Bire Lawa; Agustinus Ridlof Riwu
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.2335

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari dosis terbaik ekstrak biji pinang (Areca catechu L.) dalam pengencer MIII terhadap kualitas spermatozoa babi Landrace. Penelitian ini dirancang menggunakan metode penelitian rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dengan empat kali ulangan. Pengencer yang diuji dalam penelitian ini adalah pengencer komersial MIII (Mulberry III) dengan level penambahan bahan pengencer ekstrak biji pinang. Adapun perlakuan tersebut adalah  P0: MIII KT+ekstrak biji pinang 0%, P1: MIII KT+ekstrak biji pinang 1%,  P2: MIII KT+ekstrak biji pinang 2%, P3: MIII KT+ekstrak biji pinang 3%, P4: MIII KT+ekstrak biji pinang 4%. Semen segar yang digunakan diperoleh dari ternak babi Landrace yang telah dewasa kelamin dan dalam keadaan yang sehat. Variabel yang diuji pada penelitian ini adalah motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan hidup. Pemeriksaan terhadap motilitas, viabilitas, dan abnormalitas dilakukan setiap 8 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 2% ekstrak biji pinang dalam pengencer mulberry III (MIII) merupakan perlakuan terbaik dalam mempertahankan kualitas spermatozoa babi Landrace dengan lama simpan 32 jam.   Kata kunci: ekstrak biji pinang, Mulberry III, spermatozoa babi Landrace
PENGARUH PENAMBAHAN SARI BUAH ANGGUR (Vitis Vinifera L) DALAM PENGENCER SITRAT-KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN CAIR BABI PERSILANGAN LANDRECE X DUROC Juanttri Boimau; Petrus Kune; Alvrado Bire Lawa; Kirenius Uly
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.21838

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penambahan level sari buah anggur (SBA) dalam pengencer Sitrat-kuning telur (S-KT) guna mempertahankan kualitas spermatozoa babi persilangan landrace x duroc selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan semen segar yang berasal dari seekor babi persilangan landrace x duroc yang berumur 1,5 tahun dalam kondisi yang sehat dan sudah terlatih dalam penampungan semen. Penelitian ini dirancang menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan yakni: P0 = S-KT, P1: S-KT + SBA 3%, P2: S-KT + SBA 6%, P3: S-KT + SBA 9%, P4: S-KT + SBA 12%. Semen yang telah diencerkan disimpan dalam styrofom box pada suhu 18-20oC.Variabel yang diuji meliputi: motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan hidup spermatozoa. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan Analisis of Variance dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 pada jam pengamatan ke-60 menghasilkan kualitas spermatozoa dengan perbedaan nilai yang signifikan (P0,05) dibandingkan perlakuan lainnya dengan nilai motilitas: 57,00%, viabilitas: 66,50%, abnormalitas: 5,10%, dan daya tahan hidup spermatozoa: 56,28 jam. Simpulan dari penelitian ini adalah penambahan sari buah anggur dengan level 9% dalam pengencer Sitrat-kuning telur memberikan respon yang terbaik dalam mempertahankan kualitas spermatozoa babi persilangan landrace x duroc.
Efektivitas Pengencer Air Buah Lontar dan Sari Tebu sebagai Suplementasi terhadap Kualitas Semen Babi Duroc Adyanto Nessy Banamtuan; Alvrado Bire Lawa
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.21690

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi air buah lontar dan sari tebu  ke dalam pengencer Bestville Thawing Solution (BTS) terhadap kualitas semen cair babi Duroc. Sampel semen dikoleksi dari dua ekor pejantan Duroc berusia 2–3 tahun menggunakan metode message dengan frekuensi dua kali dalam seminggu. Evaluasi kualitas semen dilakukan secara makroskopis dan mikroskopis. Hanya semen dengan motilitas awal di atas 70% yang digunakan, kemudian dibagi menjadi tiga perlakuan: P0 (BTS), P1 (BTS+AbL), dan P2 (BTS+ST), dengan konsentrasi sel minimal 234,9×10? sel/ml. Seluruh sampel disimpan dalam kotak Styrofoam pada suhu 18–20°C, dan pengamatan dilakukan setiap delapan jam. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dan data dianalisis menggunakan uji ANOVA. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan BTS+AbL memberikan hasil terbaik, meskipun tidak berbeda nyata secara statistik (P0,05) dibandingkan dua perlakuan lainnya, dengan motilitas akhir 35,00%, viabilitas 45,26%, membran plasma utuh 47,26%, dan daya tahan hidup mencapai 56 jam. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengencer BTS yang diperkaya dengan air buah lontar lebih efektif dalam mempertahankan kualitas semen selama penyimpanan.
Efek Sari Daun Sereh Wangi Terhadap Kualitas Semen Babi Landrace X Duroc Dalam Pengencer Tris-Kuning Telur jourvan manasye marabijala; Wilmientje Marlene Nalley; Thomas Mata Hine; Alvrado Bire Lawa
JURNAL KAJIAN VETERINER Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Kajian Veteriner
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jkv.v13i2.21196

Abstract

The purpose of this research is to evaluate the level of lemongrass leaf extract added to Tris-egg yolk diluent to ensure that the spermatozoa quality of landrace x duroc crossbred boars is maintained during storage. In this study, fresh semen was used from 1.5 yearsold landrace x duroc crossbred boars that were in healthy condition and had been trained to collect semen. To conduct this research, completely randomized design was used, consisting of six treatments and five replications, namely: T0= Tris-egg yolk, T1= Tris-egg yolk + lemongrass leaf extract 0,5%, T2= Tris-egg yolk + lemongrass leaf extract 1,0%, T3= Tris-egg yolk + lemongrass leaf extract 1,5%, T4= Tris-egg yolk + lemongrass leaf extract 2,0%, T5= Tris-egg yolk + lemongrass leaf extract 2,5%. After dilution, the semen was stored in a styrofoam box at a temperature of 18-20°C. Four variables were tested: motility, viability, abnormality, and sperm survival. These variables were analyzed using a variability test and Duncan's analysis. The findings revealed that the spermatozoa quality of treatment P2 at the 60th hour of observation displayed a notable distinction. (P<0.05) from other treatments. The motility value was 54.00%, the viability was 64.10%, the abnormality was 5.70%, and the sperm survival was 67.68 hours. This study found that adding lemongrass leaf extract to Tris-egg yolk diluent at a level of 1.0% improved the quality of landrace x duroc crossbred boars spermatozoa.
Correlation Between Chest Girth, Body Length, and Body Height on Wither Weight of Rote Sheep Ewes Ni Made Paramita Setyani; Wilmientje Marlene Nalley; Thomas Mata Hine; Agustinus Ridlof Riwu; Kirenius Uly; Petrus Kune; Yustiany Yuliana Bette; Alvrado Bire Lawa; Simon Edison Mulik; Adyanto Nessy Banamtuan; Roni Markus Jami Riwu; Yanna Nailla Zulfa; Rut Listyadi
Journal of Tropical Animal Science and Technology Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Tropical Animal Science and Technology
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Agriculture, Science and Health, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jtast.v8i1.10617

Abstract

This study aimed to analyze the relationship between linear body measurements including chest girth (CG), body length (BL), and wither height (WH) and body weight (BW) in Rote sheep ewes across different age groups to determine the most reliable predictor of body weight. The research employed a quantitative method through direct field measurements and weighing. Data collected including vital statistics (CG, BL, WH) and BW from Rote sheep ewes categorized into three age groups (I0, I2, and I4). The data were analyzed statistically using correlation coefficient (r), the coefficient of determination (R²), and bias analysis to evaluate the accuracy of weight estimation. The results revealed that chest girth exhibited the highest correlation with body weight, particularly in the I0 group (r = 0.93; R² = 86.05%), indicating a strong positive relationship and high predictive accuracy. Body length showed a moderate relationship (r = 0.87; R² = 76.11%) in the same group, while wither height demonstrated a relatively weaker correlation (r = 0.73; R² = 53.94%). Across all age groups, the predictive strength of body measurements decreased with increasing age, suggesting that skeletal growth contributes less to body weight variation in mature sheep. In conclusion, chest girth was identified as the most accurate and reliable linear measurement for predicting body weight in Rote sheep ewes, particularly in younger age groups, and can therefore be used as a practical and non-invasive tool for estimating livestock weight.