Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Ilmiah Siswa Kelas VII Pada Materi Sumber Daya Alam di SMPN 40 Surabaya Sari, Pirana Rachma; Segara, Nuansa Bayu; Prasetya, Sukma Perdana; Prastiyono, Hendri
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 4 No. 3 (2024): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran inkuiri menjadi salah satu model yang direkomendasikan dalam pendidikan abad ke-21 karena mendorong peserta didik untuk menganalisis, memecahkan masalah, dan menyampaikan argumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap peningkatan kemampuan berpikir ilmiah siswa kelas VII pada materi sumber daya alam di SMPN 40 Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan desain Non-equivalent Control Group Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing memberikan hasil yang baik, dengan kemampuan berpikir ilmiah siswa berada pada kategori sedang dan tinggi, tanpa ada siswa yang berada pada kategori rendah. Penelitian juga menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing memiliki pengaruh positif dalam meningkatkan kemampuan berpikir ilmiah siswa kelas VII pada materi sumber daya alam di SMPN 40 Surabaya
Potensi Ajaran Catur Piwulang Sunan Drajat Sebagai Sumber Pembelajaran IPS SMP Al Muzakki, Muhammad Is'ad; Larasati, Dian Ayu; Prastiyono, Hendri; Khotimah, Kusnul
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 4 No. 3 (2024): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Catur Piwulang merupakan salah satu ajaran humanisme Sunan Drajat yang sekarang menjadi kebudayaan lokal di Desa Drajat Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan. Catur Piwulang memiliki emptat pilar yang bertujuan untuk menjadikan manusia yang manusiawi dan mengandung nilai sosial-religius. Catur Piwulang merupakan kebudayaan lokal yang sampai sekarang masih sesuai untuk diterapkan pada zaman sekarang yaitu era globalisasi. Di era globalisasi saat ini dengan masuknya informasi yang sangat mudah membuat kebudayaan lokal menjadi terancam. Hal tersebut dikarenakan kebudayaan asing yang masuk dan kurangnya pemahaman dan pengetahuan kebudayaan lokal bagi generasi muda. Akibatnya masyarakat cenderung lebih memilih budaya asing yang dianggap lebih praktis dibandingkan budaya lokal. Sebab itu salah satu faktor kebudayaan lokal kurang diminati yaitu, kurangnya generasi penerus yang memiliki minat untuk mengenal dan belajar kebudayaannya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu potensi Ajaran Catur Piwulang Sunan Drajat dari perspektif bidang keilmuan IPS. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan obyek penelitian yakni Ajaran Catur Piwulang Sunan Drajat. Teknis analisis data menggunakan intefaktif Miles and Huberman yang memiliki tiga kompenen utama dalam menentukan isi simpulan, yakni: (1) reduksi data; (2) sajian data; (3) verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan, ajaran Catur Piwulang Sunan Drajat sebagai kebudayaan lokal memiliki potensi sebagai sumber pembelajaran IPS. Didapat dari hasil penelitian pada ajaran Catur Piwulang Sunan Drajat relevan dengan bidang keilmuan IPS yakni tentang pemanfaatan potensi sosial pada KD 3.2 kelas VII dengan penekanan pada analisis interaksi sosial dalam ruang dan pengaruh terhadap kehidupan sosial, ekonomi, budaya dalam nilai dan norma, serta kelembagaan sosial budaya.
DEVELOPMENT OF AUGMENTED REALITY BASED SNAKES AND LADDERS GAME TO ENHANCE SOCIAL STUDIES LEARNING MOTIVATION AND ENVIRONMENTAL AWARENESS Ardania; Prastiyono, Hendri; Segara, Nuansa Bayu; Hasanah, Nurul; Dizon, Carmela S.
Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Vol. 35 No. 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN ILMU SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpis.v35i2.14628

Abstract

This study aims to develop a snake and ladder game media based on Augmented Reality that is feasible and effective in increasing the motivation to learn social studies and environmental awareness. This development research uses the Borg and Gall model modified into 8 stages, namely (1) potential and problems, (2) data collection, (3) product design, (4) design validation, (5) design revision (6) product trial (7) product revision (8) usage trial. The research design uses a quasi-experimental design with nonequivalent controlgroup design. This study involved media experts, material experts, social studies teachers, and eighth-grade students of SMP Labschool UNESA 2. Data were collected through interviews, observations, questionnaires, and tests. The results of the study showed that the snake and ladder game media based on augmented reality was declared "very feasible". The N-gain test results showed that social studies learning motivation obtained 0.61 and environmental awareness of 0.56, in the moderate category. These results indicate that the snakes and ladders game media based on augmented reality is quite effective in increasing social studies learning motivation and environmental awareness. In addition, the results of the independent sample t-test showed a significance value of 0.00 < 0.05, there was a significant difference between the experimental and control classes, which had a significant effect on social studies learning motivation and environmental awareness. Therefore, the snakes and ladders game media based on augmented reality can be used by teachers as an alternative interactive and interesting social studies learning media to encourage active student involvement.
Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Lokal Mendorong Implementasi Asta Cita dan Berkarakter Pancasila di Desa Kedungudi Trawas Mojokerto Prastiyono, Hendri; Huda, Mi’rojul; Swarizona, Silkania; Widodo, Bambang Sigit; Marzuqi, Muhammad Ilyas
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 Tahun 2025 (Desember 2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v5i4.5322

Abstract

Villages play a strategic role as the smallest administrative unit within the government structure and as the centers of community life, supporting the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs). However, conditions observed in many villages—particularly in Kedungudi Village, Trawas, and Mojokerto—indicate a shift in community values driven by climate change, urbanization, and the limited contributions of local government. Kedungudi Village possesses diverse resources that can be optimized, including local wisdom, social capital, and community solidarity. Therefore, there is a need to provide capacity building on locally based food security that is tolerant and respects diversity within the village community. In this context, a community service program (Pengabdian kepada Masyarakat/PKM) implemented in UNESA’s assisted “Pancasila pilot village” in Kedungudi has generated benefits through the dissemination of good practices. This program aims to strengthen locally based food security to reinforce the Asta Cita agenda and Pancasila character among residents of Kedungudi Village, Trawas Subdistrict, Mojokerto Regency. The participants comprised 21 community members: two village officials, five members of the youth organization (Karang Taruna), and 14 representatives of farmer and non-farmer groups. The program’s intended outcomes included a substantial improvement in locally based food security as an instrument for strengthening the Asta Cita agenda and the Pancasila character of Kedungudi residents. To achieve these outcomes, the program employed a direct capacity-building model delivered through two on-the-job training sessions. The training activities incorporated a door-to-door approach (DTD) and focus group discussions (FGDs). To ensure program sustainability, participants were organized into peer community groups, facilitated by peer educators from the PKM lecturer team. Each peer group is expected to further develop knowledge and disseminate it to other residents within the community.
Penguatan Kompetensi Guru SMA Rumpun IPS Merancang Pembelajaran Mendalam Terintegrasi AKM-TKA Berbasis Konteks: Pengabdian Utami , Wiwik Sri; Prastiyono, Hendri; Prabawati , Indah; Amin, M. Noer Falaq Al; Nafisah, Durrotun; Mahroini, Zahidah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5539

Abstract

Tuntutan Kurikulum Merdeka dan asesmen berbasis penalaran (AKM dan TKA) mengharuskan guru SMA rumpun IPS merancang pembelajaran mendalam, kontekstual, dan kolaboratif. Hasil pemetaan di SMA Negeri 3 Kota Mojokerto menunjukkan guru masih kesulitan menggeser pembelajaran dari orientasi materi ke penguatan kompetensi serta mengintegrasikan literasi, numerasi, dan HOTS dalam perangkat ajar. Program PKM ini bertujuan memperkuat kompetensi pedagogik guru dalam merancang deep learning terintegrasi AKM–TKA berbasis konteks melalui pelatihan, lokakarya, dan pendampingan. Metode yang digunakan adalah blended training berupa sosialisasi dan FGD daring, workshop luring, coaching clinic, micro teaching, serta evaluasi melalui angket skala 1–4 dan penilaian produk. Hasil menunjukkan guru mampu menyusun dan merevisi modul ajar sesuai CP–ATP, mengembangkan LKPD kontekstual, merancang rubrik asesmen autentik, serta menyusun kisi-kisi dan soal setara AKM–TKA berbasis HOTS. Dampaknya terlihat pada meningkatnya keterlibatan siswa dalam diskusi dan pemecahan masalah kolaboratif. Evaluasi peserta menunjukkan respons sangat positif (skor 3,5–3,8). Program ini efektif karena menghasilkan perangkat ajar siap implementasi dan meningkatkan kesiapan guru menghadapi AKM–TKA.