Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Peningkatan Pemahaman Remaja Mengenai Kesehatan Reproduksi dengan Penyuluhan Kesehatan di SMA N 1 Batang Angkola Mutia, Fatma; Harahap, Masnawati; Lubis, Arisa Harfa Said; Nasution, Nur Arfah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v7i1.6810

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan isu penting dalam bidang kesehatan masyarakat karena masa remaja ditandai oleh perubahan fisik, sosial, dan psikologis yang signifikan, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap berbagai permasalahan kesehatan reproduksi. Kurangnya pengetahuan serta minimnya akses terhadap informasi yang benar dan komprehensif dapat berdampak negatif, antara lain kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual, perilaku seksual berisiko, serta gangguan psikologis pada remaja. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi yang sistematis dan berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman remaja terkait kesehatan reproduksi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta mengevaluasi dampak penyuluhan kesehatan reproduksi pada remaja di SMA Negeri 1 Batang Angkola. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober 2025 dengan melibatkan 96 siswa dari kelas X-1, XI-1, dan XII-1. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan melalui diskusi interaktif, penyampaian materi menggunakan media PowerPoint, serta pemanfaatan poster sebagai media edukasi pendukung. Evaluasi efektivitas kegiatan dilakukan dengan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah penyuluhan, ditandai dengan perubahan proporsi pengetahuan dari 100% kategori kurang sebelum intervensi menjadi 75% kategori baik setelah intervensi. Selain itu, partisipasi aktif peserta juga terlihat dari keterlibatan siswa dalam sesi tanya jawab dan diskusi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan reproduksi efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja dan berpotensi mencegah permasalahan kesehatan reproduksi sejak dini.
HUBUNGAN SUMBER INFORMASI DENGAN SIKAP IBU HAMIL DALAM KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET FE DI PUSKESMAS SITINJAK TAHUN 2025 Nasution, Nur Arfah; Lubis, Arisa Harfa Said; Harahap, Nur Hamima; Almadany, ulfah Hidayah; Anwar Syahadat
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka Kematian ibu yang tinggi masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Penyebab dari kematian ibu tersebut karena perdarahan yang di sebabkan oleh anemia selama kehamilan. Di Puskesmas Sitinjak anemia pada ibu hamil sebayak 28 orang. Hasil wawancara dengan ibu hamil mengalami anemia tersebut, seluruh ibu mengatakan bahwa ia merasa lemas, letih, lesu,selama kehamilan.peneliti menanyakan tentang konsumsi tablet Fe pada ibu hamil hal tersebut berkaitan dengan masih rendahnya tingkat kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe, sebanyak 3 orang ( 60%) mengatakan bahwa ia tidak rutin minum obat karna ia tidak suka dengan bau amis pada obatnya, 2 orang (40%) mengatakan tidak rutin minum obat karna ibu lupa, dengan uraian tersebut Penelitian bertujuan bagaimana Hubungan sumber informasi dengan sikap ibu dalam mengonsumsi tablet fe di Puskesmas Sitinjak. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Desain penelitian ini deskriptif korelatif dengan mengunakan pendekatan cross sectional study, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang ada di Puskesmas Sitinjak Tahun 2025 sebanyak 54 orang. Sampel dalam penelitian ini seluruh ibu hamil yang ada di Puskesmas Sitinjak. Tehnik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga sampel pada penelitian ini adalah 54 sampel. Data di kumpulkan melalui kuesioner. Analisa data dilakukan dengan cara univariat, bivariat dengan uji chi square. Untuk menguji variabel yang satu dengan varibel yang lainya, dengan Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan sumber informasi dengan sikap ibu hamil dalam kepatuhan mengkonsumsi tablet fe. Disarankan kepada ibu agar selalu belajar mencari sumber imformasi dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe.
PENGARUH KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL BIDAN TERHADAP KEPATUHAN IBU HAMIL MELAKUKAN PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE (ANC) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATANGTORU TAHUN 2025 Mutia, Fatma; Harahap, Masnawati; Nasution, Anna Rizki; Siregar, Rahmah; Lubis, Arisa Harfa Said; Nasution, Nur Arfah
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2325

Abstract

Komunikasi interpersonal bidan merupakan salah satu aspek penting dalam pelayanan antenatal care (ANC). Komunikasi yang baik mampu meningkatkan kepercayaan dan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh keterampilan komunikasi interpersonal bidan terhadap kepatuhan ibu hamil melakukan pemeriksaan antenatal care di Wilayah Kerja Puskesmas Batangtoru Tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian adalah ibu hamil trimester III sebanyak 50 orang dan seluruhnya dijadikan sampel. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan komunikasi interpersonal bidan dalam kategori baik sebesar 64% dan kepatuhan ibu hamil sebesar 68%. Hasil uji Chi-square menunjukkan nilai p = 0,002 (p < 0,05), artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara keterampilan komunikasi interpersonal bidan terhadap kepatuhan ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan antenatal. Kesimpulan: terdapat pengaruh yang bermakna antara keterampilan komunikasi interpersonal bidan dengan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan kehamilan. Disarankan agar bidan meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal melalui pendekatan empatik dan partisipatif. Kata Kunci : Komunikasi interpersonal, Bidan, Kepatuhan, Pemeriksaan antenatal care
Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pemeriksaan Triple Eliminasi Di Puskesmas Hutaimbaru LUBIS, ARISA HARFA SAID; Nur Arfah Nasution; Fatma Mutia; Anwar Syahadat; Sukhri Herianto Ritonga; Mei Adelina Harahap; Nur Aliyah Rangkuti
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2376

Abstract

The Maternal Mortality Rate (MMR) is one indicator in determining the level of public health. Maternal deaths due to infection can be caused by several factors, including reproductive tract infections and sexually transmitted diseases such as Human Immunodeficiency Virus (HIV), Syphilis, and Hepatitis B. Prevention efforts for these diseases can begin while the baby is still in the womb through Triple Elimination screening. Triple Elimination aims to stop the transmission of HIV, Syphilis, and Hepatitis B from mother to child, reducing morbidity, disability, and mortality by conducting screenings for pregnant women. Prevalence rates in Indonesia for these three diseases indicate a risk of HIV transmission in pregnant women of 0.3%, syphilis infection in pregnant women of 1.7%, and hepatitis B infection in pregnant women of 2.5%. The purpose of this study was to determine the level of knowledge of pregnant women regarding triple elimination screening. The research method used was quantitative with a descriptive design. The study was conducted at the Hutaimbaru Community Health Center, involving all 52 pregnant women attending the center. The results showed that 26 respondents (50%) had poor knowledge regarding triple elimination screening, 14 respondents (26.9%) had sufficient knowledge, and 12 respondents (23.1%) had good knowledge. Therefore, the knowledge of pregnant women regarding triple elimination screening in Hutaimbaru Community Health Center is largely inadequate (50%). The results of this study recommend more creative outreach programs to encourage pregnant women to undergo triple elimination screening. Keywords : Knowledge, Triple Elimination, Pregnant Women