Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Flourishing Journal

Gangguan Skizofrenia Ditinjau melalui Pendekatan Neuropsikologi Muhammad Aldwin Priyatama; Natasya Azahra; Laila Indra Lestari
Flourishing Journal Vol. 3 No. 10 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i102023p441-449

Abstract

Schizophrenia is a severe mental disorder that affects an individual's thoughts, feelings, and behavior. Data indicates that the prevalence of schizophrenia in Indonesia is relatively high. This research aims to examine schizophrenia from a neuropsychological perspective, with a focus on the need for information regarding schizophrenia and its impact on the behavior of individuals with the condition. The research employs a literature review method. Based on the findings of the conducted research, it is evident that the causes of schizophrenia are primarily attributed to biological factors such as monozygotic twins, psychosocial factors, and environmental factors. Individuals with schizophrenia have abnormal brain. Abnormalities in brain structure among individuals with schizophrenia include white matter structure, decreased volume in the hippocampus, amygdala, thalamus, nucleus accumbens, and intracranial volume, hypoactivation in the left frontal lobe, as well as decreased electrical potential in the parietal lobe. When the brain, which typically functions cohesively, experiences abnormal structural conditions, it impacts the overall functioning of the brain and subsequently affects the behavior of individuals with schizophrenia. Abnormalities in brain structure lead to changes in cognitive function, memory, the limbic system, executive system, and abnormalities in the release of dopamine and serotonin. AbstrakSkizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang memengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku individu. Data menunjukkan bahwa penderita skizofrenia di Indonesia cukup tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji gangguan skizofrenia ditinjau melalui perspektif neuropsikologi dan urgensi pada penelitian ini terletak pada kebutuhan akan informasi mengenai skizofrenia dan pengaruhnya terhadap perilaku penderitanya. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa penyebab dari skizofrenia secara garis besar disebabkan oleh faktor biologis seperti kembar monozigot, psikososial, dan lingkungan. Penderita skizofrenia memiliki struktur otak abnormal. Abnormalitas struktur otak pada pengidap skizofrenia mencakup struktur white matter, penurunan volume pada hipokampus, amigdala, thalamus, nucleus accumbens, volume intrakranial, hipoaktivasi pada lobus frontal kiri, dan penurunan potensial listrik pada lobus parietal. Otak yang pada dasarnya bekerja secara bersamaan ketika strukturnya mengalami kondisi yang abnormal akan memengaruhi sistem kerjanya secara keseluruhan sehingga berpengaruh pada perilaku penderita skizofrenia. Abnormalitas pada struktur pada otak menyebabkan perubahan pada fungsi kognitif, memori, sistem limbik, sistem eksekutif, dan abnormalitas pada pelepasan dopamin dan serotonin.
Pengaruh Aroma Kopi terhadap Working Memory pada Mahasiswa Annisa Permata Elgasari; Muhammad Ferdyansyah; Rosyida Maya Sabaro; Siti Ahmada Fa’ida; Sofia Rahma Salsabila Khairunisa; Laila Indra Lestari
Flourishing Journal Vol. 4 No. 8 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i82024p358-366

Abstract

Working memory enables students to absorb new information and actively combine it with prior knowledge. Working memory is intimately related to students’ academic abilities and high-level cognitive processes. The purpose of this study is to determine how coffee fragrance affects working memory. This survey included 62 students from Malang City, aged 18 to 25. The experimental research design employed a between-subjects design. Each partition was randomly assigned to one of two treatment groups: experimental or control (coffee aroma versus no coffee fragrance). The results of this investigation revealed no significant difference in accuracy between the experimental and control groups (p = 0.455; t = -0.752). As a result, we may conclude that the aroma of coffee has no substantial influence on students' working memory. Subsequent analysis indicated that there was no statistically significant difference in reaction time (RT) between the experimental group exposed to coffee aroma and the control group (p = 0.677; t = 0.420). These findings suggest that coffee aroma does not exert a significant influence on working memory performance among university students. AbstrakWorking memory menjadikan mahasiswa secara aktif memproses informasi baru dan mampu menggabungkannya dengan pengetahuan yang sudah ada. Bagi mahasiswa, working memory sangat berkaitan erat dengan kemampuan akademik hingga pemrosesan kogntiif tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh aroma kopi terhadap working memory. Partisipan penelitian ini adalah mahasiswa di Kota Malang yang berjumlah 62 orang dengan rentang usia 18–25 tahun. Desain penelitian eksperimen menggunakan between-subject design. Setiap partisipan ditugaskan secara acak pada salah satu dari dua kelompok perlakuan, yakni kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (aroma kopi vs. tanpa aroma kopi). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada akurasi antara kelompok eksperimen dan kontrol (p = 0.455 ; t=-0.752). Selanjutnya, hasil analisis juga menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada waktu reaksi (RT) antara kelompok eksperimen dan kontrol (p = 0,677 ; t = 0,420). Dengan demikian, aroma kopi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap working memory pada mahasiswa.
Pengaruh Mobile Game Bergenre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) terhadap Atensi Gamers Vinanda, Ailsa Nabila Putri; Miranda, Aurelia; Diva, Dinda Aina Salsabila; Ahmadi, Diva Amara Nagea; Kemalleka, Marco; Lestari, Laila Indra
Flourishing Journal Vol. 4 No. 10 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i102024p470-480

Abstract

Attention is a fundamental cognitive process in the function of human anatomy, namely the brain. The mobile game industry continues to evolve both in terms of users and product variants. The activity of playing mobile games in the Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) genre, such as Mobile Legends, is considered to require players to pay more attention when playing, for example in developing effective strategies to win the game. This study aims to determine the differences in attention between gamers and non-gamers. This study uses an experimental method with a between-subject research design and involves 60 participants consisting of 30 MOBA gamers as the control group and 30 non-gamers MOBA as the experimental group. The participants' attention was measured using an attention level measuring tool in the CogLab application version 2.0. The results of the study conducted through the independent samples t-test showed that there was a significant difference in attention between gamers and non-gamers with a significance value of p = 0.039. so the conclusion is that the level of attention in gamer participants as the control group showed higher results than non-gamer participants as the experimental group. AbstrakAtensi merupakan proses kognitif fundamental pada fungsi anatomi manusia, yaitu otak. Industri mobile game terus berevolusi baik dari sisi pengguna maupun varian produknya. Aktivitas bermain mobile game bergenre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA), seperti Mobile Legends dianggap menuntut para pemainnya untuk memberikan atensi lebih ketika bermain misalnya dalam menyusun strategi yang efektif untuk bisa memenangkan permainan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan atensi pada gamers dan non gamers. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian between-subject serta melibatkan 60 partisipan yang terdiri dari 30 gamers MOBA sebagai kelompok kontrol dan 30 non-gamers MOBA sebagai kelompok eksperimen. Adapun atensi partisipan diukur menggunakan alat ukur tingkat atensi pada aplikasi CogLab versi 2.0. Hasil penelitian yang dilakukan melalui uji independent samples t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan atas atensi pada gamers dan non gamers dengan nilai signifikansi p = 0.039. sehingga kesimpulannya adalah tingkat atensi pada partisipan gamers sebagai kelompok kontrol menunjukkan hasil yang lebih tinggi dibanding partisipan non gamers sebagai kelompok eksperimen.
Pengaruh Mendengarkan Musik terhadap Memori pada Mahasiswa Subandrio, Dhea Mariella; Kuswandari, Nanda Alifia; Rahayu, Nanda Putri; Salsabila, Natasya Hanum; Dihandrijayanti, Salsabila; Lestari, Laila Indra
Flourishing Journal Vol. 4 No. 10 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i102024p492-503

Abstract

Memory is the process of storing, processing, remembering and retrieving information with a range of short-term to long-term memory. Everyone has various ways and styles of learning, one of the most common learning styles used by students is studying while listening to music. This study aims to determine the performance of memory in students of the State University of Malang in the activity of reading a text while listening to music from various genres, such as pop music and classical music. This study took 60 participants from the State University of Malang by setting exclusion criteria in the form of participants who were not students from the chemistry or pharmacy departments. This study used a single factor and between-subject design research method with random assignment into three groups. The random assignment process was carried out by directly randomizing participants into level groups, the implementation of the experiment was not carried out classically, participants were divided back into small groups of 4-5 people in each group. The results showed that there was no significant difference in listening to music on memory in students in the music group, both popular and classical, against the research conducted by the group. AbstrakMemori adalah proses dalam menyimpan, memproses, mengingat dan mengambil informasi dengan jangkauan ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang. Dalam proses kegiatan belajar setiap individu memiliki berbagai macam cara dan gaya dalam belajarnya, salah satu cara gaya belajar yang paling sering dilakukan oleh para mahasiswa adalah belajar sambil mendengarkan musik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja memori pada mahasiswa Universitas Negeri Malang pada kegiatan membaca sebuah teks sambil mendengarkan musik dari berbagai genre, seperti musik pop dan musik klasik. Penelitian ini mengambil partisipan sebanyak 60 orang mahasiswa/i Universitas Negeri Malang dengan menetapkan kriteria eksklusi berupa partisipan bukanlah mahasiswa yang berasal dari rumpun departemen kimia maupun farmasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian single factor dan between-subject design dengan random assignment ke dalam ketiga kelompok. Proses random assignment dilakukan dengan mengacak secara langsung partisipan ke dalam kelompok level, pelaksanaan eksperimen tidak dilakukan secara klasikal, partisipan dibagi kembali ke dalam kelompok-kelompok kecil berisi 4-5 orang di masing-masing kelompok. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam mendengarkan musik terhadap memori pada mahasiswa pada kelompok musik baik dari populer maupun klasik terhadap penelitian yang dilakukan oleh kelompok.
Efek Musik Klasik terhadap Working Memory: Studi Eksperimen pada Mahasiswa di Malang Raya Windraguri, Hajarotul Annisa; Subagyo, Syafiga Nafis Mufarrohah; Arum, Adinda Ajeng Puspa; Arsyad, Dhanendra Abdillah; Setiawan, Salik Dharma; Lestari, Laila Indra
Flourishing Journal Vol. 4 No. 10 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i102024p511-518

Abstract

Working memory is an interesting thing to study, especially among students because it can support lecture activities, such as storing information and remembering lecture material. This study aims to examine the effect of classical music, namely Mozart K448 on working memory in college students. The method of this research is experimental using between-subject design. The number of participants in this study was 61, with 29 participants being the experimental group and 32 participants being the control group. The research procedure involved the use of randomization to reduce individual differences in each group or as a control technique in this experiment. To measure working memory, the researcher utilized the Coglab application. The results of this study showed that classical music had no significant effect on working memory performance in university students. The study also identified several factors that may have influenced the results of the experiment, such as the room temperature, the venue, and the participants' music preferences that have shifted to classical music, which could be confounding variables in the study. AbstrakWorking memory termasuk hal yang menarik diteliti khusus pada kalangan mahasiswa karena dapat menunjang aktivitas perkuliahan, seperti menyimpan informasi dan mengingat materi perkuliahan. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh musik klasik, yaitu Mozart Sonata K448 terhadap working memory pada mahasiswa. Metode dari penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan between subject design. Jumlah partisipan penelitian ini sebanyak 61, dengan 29 partisipan menjadi kelompok eksperimen dan 32 partisipan sebagai kelompok kontrol. Prosedur penelitian melibatkan penggunaan randomisasi untuk mengurangi perbedaan individu pada setiap kelompok atau sebagai teknik kontrol dalam eksperimen ini. Untuk mengukur working memory, peneliti menggunaan aplikasi Coglab. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa yaitu musik klasik tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja working memory pada mahasiswa. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi hasil eksperimen, seperti suhu ruangan, tempat pelaksanaan eksperimen, dan preferensi musik partisipan yang sudah bergeser sehingga musik klasik kurang diminati, dimana hal tersebut dapat menjadi variabel perancu dalam penelitian.
Lurker dalam Konteks Pilpres Edy, Dewi Fatmasari; Lestari, Laila Indra; Setyoningtias, Khasdyah Dwi Dewi
Flourishing Journal Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i62022p479-486

Abstract

Abstract: Online groups are a result of the development of the internet which has brought about changes in the pattern of relationships and communication between individuals. Individuals have their own motivations when choosing to join an online group, such as Facebook. Individuals also have the choice to actively contribute or choose to act as lurkers, namely group members who act as non-participants and do not actively contribute to group discussions. The method used is a qualitative approach with an exploratory study design using an open-ended questionnaire and semi-structured interviews. The reasons for individuals choosing to become lurkers in the context of the Presidential Election (Pilpres) in the X Facebook social media group are to avoid conflict, due to busyness so there is no time, due to employment status, due to lack of references and capacity in political commentary, there are discussions that not liked, do not trust the information in the group, are not interested in discussing politics, already feel that there is sufficient information related to politics, there are choices at the beginning, or because they do not trust the threads in the group. Keywords: online group; Facebook; lurker Abstrak: Online group merupakan suatu hasil dari perkembangan internet yang membawa perubahan pola relasi dan komunikasi antarindividu. Individu memiliki motivasi tersendiri ketika memilih untuk bergabung dalam suatu online group, seperti Facebook. Individu pun memiliki pilihan untuk secara aktif memberi kontribusi ataupun memilih untuk berperan sebagai lurker, yaitu anggota grup yang bertindak sebagai non-partisipan dan tidak aktif memberikan kontribusi dalam diskusi grup. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi eksplorasi menggunakan open-ended questionnaire dan wawancara semi-terstruktur. Alasan-alasan individu memilih untuk menjadi lurker dalam konteks Pemilihan Presiden (Pilpres) di grup X media sosial Facebook yaitu untuk menghindari konflik, karena kesibukan sehingga tidak ada waktu, karena status pekerjaan, karena referensi dan kapasitas dalam komentar politik yang kurang, ada pembahasan yang kurang disukai, kurang percaya dengan informasi yang ada dalam grup, tidak tertarik dengan pembahasan politik, sudah merasa tercukupi info terkait politik, sudah ada pilihan diawal, ataupun karena kurang percaya thread di grup. Kata kunci: online group; Facebook; lurker
Lansia Produktif ?: Studi Literatur tentang Longevity Setyoningtias, Khasdyah Dwi Dewi; Edy, Dewi Fatmasari; Lestari, Laila Indra; Masyithah, Izza Ulya; Wijayanti , Iin
Flourishing Journal Vol. 2 No. 7 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i72022p492-498

Abstract

Abstract: Longevity related to life expectancy in the elderly. Longevity provides an understanding, although the elderly are synonymous with decreased of physical, social, economic, and psychological functions, it does not mean they cannot carry out activities and even produce. The purpose of this study is to describe productive elderly people as part of increasing longevity. Using literature studies of the research method, it found that habits such as lifestyle, nutritional intake, physical activity and positive relationships with other individuals contribute to the increase longevity on elderly. Being productive by doing activities not only physically, but productively by interacting socially for the elderly helps maintain the physical and mental health of them which contributes to increasing longevity. Longevity essentially emphasizes that life is valuable regardless of one's age. Productive elderly are part of creating meaningful longevity for the elderly. Physical limitations don't mean elderly can't produce and being productive and enjoy of life. This is the point of view of the elderly that you need to know.Keywords: Productive; Elderly; Longevity Abstrak: Longevity berkaitan dengan harapan hidup pada kelompok usia lanjut (lansia) memberikan pemahaman bahwa walaupun lansia identik dengan penurunan fungsi fisik, sosial, ekonomi dan psikologi, bukan berarti tidak dapat beraktivitas bahkan berproduksi. Tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan lansia yang produktif menjadi bagian untuk meningkatkan longevity. Menggunakan metode penelitian berupa studi literatur mendapatkan hasil penelitian bahwa kebiasaan seperti gaya hidup, asupan nutrisi, aktivitas fisik serta hubungan positif dengan individu lainnya memiliki kontribusi terhadap tingkat longevity pada lansia. Produktif dengan berkegiatan tidak hanya olah fisik, tapi produktif dengan berinteraksi sosial bagi lansia turut menjaga kesehatan fisik dan mental lansia yang berkontribusi meningkatkan longevity. Longevity hakikatnya menekankan bahwa hidup itu berharga berapa pun usia seseorang. Lansia produktif bagian dari menciptakan longevity yang bermakna bagi lansia. Keterbatasan fisik bukan berarti tidak berproduksi dan produktif bukan berarti tidak bisa menikmati hidup. Inilah sudut pandang lansia yang perlu diketahui. Kata kunci: Produktif; Lansia; Longevity
Mengapa Orang Mengunggah Isu Pemilu Di Media Sosial?: Motivasi Trolling Lestari, Laila Indra; Vardia, Melly Amalia
Flourishing Journal Vol. 2 No. 7 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i72022p512-521

Abstract

Abstract: We live in the age of technological abundance in the twenty-first century. The arrival of networked digital machines and information flow is slowly but steadily shaping practically every aspect of our daily lives. Social media platforms, for example, provide a new mode of communication that allows users to engage in discussions and exchange opinions on a variety of topics, fostering global dialogue. As is happening in today's politics, social media is a dangerous threat to democracy and pluralism. Social media, as it is in today's politics, is a dangerous threat to democracy and pluralism. We are witnessing the birth of a new political language game, with trolling as one of the primary moves, as a result of the rise of social media. Social media not only poses a unique threat to local politics but also global peace and stability. The purpose of this study is to explain why trolls spread rumors on social media. This study was conducted on netizens who actively engaged in trolling behavior. We used a qualitative paradigm with a phenomenological approach to investigate the role of motivation in trolling behavior to share substantiated and unsubstantiated content of the Indonesian election. Results show that trolling is motivated by two factors, according to the findings: intrinsic motivation (i.e. problem-solving, education, and seeking attention, as well as supporting social factors) (i.e. environment and timing). Abstrak: Di abad ke-21, kita hidup di era teknologi yang berkembang sangat cepat. Keberadaan media digital dan informasi perlahan namun pasti memengaruhi hampir setiap elemen dari kehidupan kita sehari-hari. Misalnya, platform media sosial memberikan bentuk pola komunikasi baru yang memungkinkan seseorang terlibat dalam diskusi dan bertukar pendapat tentang berbagai topik. Kemudahan dalam berkomunikasi ini menciptakan dialog pada skala global. Seperti dalam politik kontemporer yang terjadi saat ini, media sosial adalah ancaman berbahaya yang dapat disalahgunakan untuk demokrasi dan pluralisme. Dengan maraknya media sosial, muncul permainan bahasa politik baru, salah satunya disebut dengan trolling. Fokus penelitian ini adalah mengeksplor motivasi troll yang membagikan informasi dan rumor di media sosial. Penelitian ini dilakukan pada netizen yang berpartisipasi aktif dalam perilaku trolling. Untuk mengeksplorasi peran motivasi perilaku trolling untuk berbagi konten pemilu Indonesia, kami menggunakan paradigma kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Hasil temuan menunjukkan bahwa faktor yang memotivasi netizen melakukan trolling yakni motivasi intrinsik yang meliputi topik yang menarik, memenuhi kebutuhan emosional dan kebutuhan kognitif, motivasi ekstrinsik yang meliputi problem solving, education, dan mencari perhatian, serta faktor sosial pendukung yang meliputi lingkungan dan waktu.
Stimulasi Kognitif Melalui Aroma Kopi: Strategi Non-Farmakologis untuk Meningkatkan Konsentrasi Mahasiswa Lestari, Laila Indra; Wimaswara, Aufa Angga
Flourishing Journal Vol. 5 No. 8 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i82025p410-421

Abstract

Concentration is a crucial cognitive aspect that influences undergraduate students’ academic success, and various sensory stimuli, such as aroma, may play a role in enhancing it. This study aimed to examine the effect of coffee aroma on students’ concentration. The proposed hypothesis was that coffee aroma has a significant effect on increasing concentration. The research employed an experimental design with two groups: an experimental group exposed to coffee aroma and a control group with no aroma exposure. The study participants consisted of 63 university students selected through purposive sampling. Concentration was measured using the Concentration Grid Test (CGT) based on the number of correct answers obtained. All participant data were analyzed after passing a manipulation check and statistical assumption tests. The results of the independent sample t-test showed a significant difference between the experimental group (M = 14.4, SD = 3.25) and the control group (M = 13, SD = 2.60), t(58) = 1.80, p = 0.03, d = 0.46. These findings indicate that exposure to coffee aroma can significantly improve students’ concentration. The implications of this study suggest that olfactory stimuli, such as coffee aroma, have potential as a non-pharmacological strategy to support cognitive performance in academic settings. AbstrakKonsentrasi merupakan salah satu aspek kognitif penting yang memengaruhi keberhasilan akademik mahasiswa, dan berbagai stimulus sensorik seperti aroma dapat berperan dalam meningkatkannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh aroma kopi terhadap konsentrasi mahasiswa. Hipotesis yang diajukan adalah bahwa aroma kopi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan konsentrasi mahasiswa. Desain penelitian menggunakan eksperimen dengan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang terpapar aroma kopi dan kelompok kontrol yang tidak terpapar. Pengukuran konsentrasi dilakukan menggunakan Concentration Grid Test (CGT) berdasarkan jumlah jawaban benar yang diperoleh. Seluruh data partisipan dianalisis setelah melalui manipulation check dan uji asumsi statistik. Hasil analisis Independent Sample t-Test menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen (M=14,4; SD=3,25) dan kelompok kontrol (M=13; SD=2,60), t (58)=1,80, p=0,03, d=0,46. Temuan ini mengindikasikan bahwa paparan aroma kopi dapat meningkatkan konsentrasi mahasiswa secara signifikan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa stimulus olfaktori seperti aroma kopi berpotensi digunakan sebagai strategi non-farmakologis untuk mendukung performa kognitif di lingkungan akademik.