Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Uji aktivitas antibakteri ekstrak bawang putih dan bawang hitam siung tunggal (Allium sativum) terhadap Acinetobacter baumannii Anzas Niam Saputra; Mahyarudin Mahyarudin; Syarifah Nurul Yanti Rizki Syahab Asseggaf
Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/saintek.v12i1.5989

Abstract

Latar Belakang: Kasus resistensi obat telah ditemukan dalam pengobatan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Acinetobacter baumannii. Bawang putih dan bawang hitam siung tunggal diduga dapat menjadi obat antibakteri karena mengandung metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin, tanin, dan senyawa organosulfur yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Tujuan: Mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak bawang putih siung tunggal dan bawang hitam siung tunggal terhadap Acinetobacter baumannii. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian experiment dengan rancangan penelitian post-test only control group design. Metode difusi cakram Kirby-Bauer digunakan untuk uji antibakteri dan metode kualitatif dengan reaksi reagen spesifik digunakan untuk analisis fitokimia. Hasil: Zona hambat yang terbentuk oleh kedua ekstrak didapatkan mulai dari konsentrasi 50%. Rata-rata diameter zona hambat yang terbentuk oleh ekstrak etanol bawang putih siung tunggal konsentrasi 50%, 75%, dan 100% adalah 7,5 mm (sedang), 7,87 mm (sedang), dan 9,8 mm (sedang). Sedangkan rata-rata diameter ekstrak etanol bawang hitam siung tunggal konsentrasi 50%, 75%, dan 100% adalah 8,77 mm (sedang), 12,03 mm (kuat), dan 12,5 mm (kuat). Analisis fitokimia menunujukkan ekstrak etanol bawang putih siung tunggal mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan sulfur. Sedangkan ekstrak etanol bawang hitam siung tunggal mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin, tanin, dan sulfur. Kesimpulan: Aktivitas antibakteri ekstrak bawang hitam siung tunggal lebih tinggi dibandingkan ekstrak bawang putih siung tunggal.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI AIR PERASAN JERUK SAMBAL (Citrus Microcarpa Bunge) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus Aureus Vanesa, Vanesa; Asseggaf, Syarifah Nurul Yanti Rizki Syahab; Mardhia, Mardhia; Mahyarudin, Mahyarudin
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i05.P16

Abstract

Latar Belakang: Pneumonia dapat diakibatkan oleh infeksi dari salah satu strain bakteri S. aureus, yaitu Methicillin Resistance Staphylococcus aureus (MRSA). Staphylococcus aureus memiliki potensi untuk mengembangkan resistensi terhadap hampir semua kelas antibiotik. Diperlukan pengembangan alternatif agen terapi lain dalam menangani peningkatan kasus resistensi bakteri. Jeruk sambal (Citrus microcarpa Bunge) adalah tanaman yang terdapat di Kalimantan Barat, Indonesia. Air perasan dari buah ini mengandung metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan air perasan jeruk sambal sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode: Air perasan jeruk sambal dibuat dengan mensterilkan buah, kemudian dipotong menjadi dua, diambil sari buahnya dengan diperas dan disaring menggunakan kertas saring. Metode difusi cakram (Kirby-Bauer) digunakan sebagai metode pengujian aktivitas antibakteri. Kelompok perlakuan dibagi menjadi 4 konsentrasi: 25%, 50%, 75%, dan 100%, kontrol positif (Siprofloksasin 5 ?g/disk) dan kontrol negatif (akuades steril). Hasil: Analisis fitokimia menunjukan terdapat kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan fenolik pada air perasan jeruk sambal. Dimana saponin (+++) sebagai kandungan terbanyak. Aktivitas antibakteri didapati pada semua kosentrasi dengan terbentuknya zona hambat disekitar kertas cakram. Kesimpulan: Air perasan jeruk sambal mampu mengambat pertumbuhan bakteri Staphylocaccus aureus secara in vitro, sehingga dapat disimpulkan memiliki aktivitas antibakteri.
Faktor yang Berhubungan dalam Perkembangan Efikasi Diri pada Remaja di Indonesia: Kajian Literatur Putri, Triyana Harlia; Asseggaf, Syarifah Nurul Yanti Rizki Syahab; Ramaita, Ramaita; Fatriona, Emitra; Priyono, Djoko
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.3.2024.513-524

Abstract

Periode remaja diprediksi mengalami berbagai tantangan dalam setiap proses menuju dewasa. Remaja membutuhkan kemampuan agar dapat memiliki koping konstruktif dalam menghadapi stresor yang akan dilalui. Efikasi diri merupakan bentuk kepercayaan remaja yang harus berkembang baik di masa ini hingga dewasa. Studi ini bertujuan mengidentifikasi faktor yang berhubungan dalam perkembangan efikasi dengan menggunakan metode pencarian artikel menggunakan kerangka SPIDER. Proses review artikel diperoleh dari beberapa pangkalan data seperti Google Scholar, Garuda, Neliti, Pubmed, ScienceDirect, Sage, Research Gate, EBSCO dari tahun 2020-2024. Teknik analisis hasil berupa analisis kontem yang menggunakan metode PRISMA. Hasil telaah literatur didapatkan sebanyak 14 artikel dari 26.769 artikel melaporkan gambaran penggunaan efikasi diri remaja dalam level rendah hingga tinggi, dimana level efikasi diri dapat dipengaruhi oleh stressor. Identifikasi faktor yang berhubungan berada dalam aspek mental, aspek emosional, aspek pencegahan perilaku berisiko seperti perilaku perundungan, perilaku merokok, pencegahan infeksi selama pandemi serta pada penyakit HIV/AIDS. Faktor kecerdasan emosional hingga kematangan emosi berpengaruh pada pembentukan efikasi diri remaja, tetapi tidak pada faktor sosial remaja. Remaja yang menghadapi berbagai masalah, terbukti bahwa aspek mental berkaitan dengan penggunaan efikasi diri pada remaja, dalam ranah akademik efikasi diri memiliki level sedang atau cukup, dan faktor akademik terbukti berpengaruh terhadap efikasi diri remaja. Temuan lainnya, pada pencegahan perilaku berisiko efikasi diri berada dalam level rendah hingga tinggi.
Kajian Literatur: Gambaran Harga Diri Korban Perundungan pada Anak Remaja Putri, Triyana Harlia; Fahdi, Faisal Khalid; Asseggaf, Syarifah Nurul Yanti Rizki Syahab
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.3.2024.525-536

Abstract

Lingkungan sekolah menjadi salah satu tempat mencuatnya kasus perundungan. Remaja yang merupakan korban perundungan memiliki kecenderungan mengalami penurunan harga diri. Kondisi ini apabila diabaikan dan terjadi terus menerus akan berdampak ke paling serius. Studi ini bertujuan mengidinetifikasi gambaran harga diri korban perundungan menggunakan metode kajian literatur dengan framework SPIDER. Proses review artikel diperoleh dari beberapa pangkalan data seperti Google Scholar, Garuda, Neliti, Pubmed, ScienceDirect, Sage, Research Gate, EBSCO. Teknik analisis hasil berupa analisis kontem yang menggunakan metode PRISMA. Berdasarkan hasil dari analisa ekstraksi artikel temuan utama dari telaah literatur sebanyak 12 artikel dari 39.721 artikel pada tahun 2020-2024 melaporkan bahwa korban perundungan pada remaja merasakan penurunan harga diri mulai dari level rendah hingga sedang yang diidentifikasi secara kuantitaif maupun kualitatif. Perundungan dapat terjadi di negara maju maupun negara berkembang. Korban maupun pelaku perundungan memiliki perbedaan tingkat harga diri yang terlihat dalam aspek harga diri korban perundungan. Remaja laki-laki maupun perempuan sama-sama berisiko menjadi korban perundungan. korban perundungan yang mengalami harga diri rendah rentan merasakan perubahan kognitif, afektif, psikomotor, fisologis, perilaku, sosial hingga terjadinya depresi, alextymia serta kecenderungan NSSI. Perundungan jenis verbal, resiliensi, keterampilan sosial serta tritmen seperti instruksi diri memiliki pengaruh pada korban perundungan. Instrumen korban perundungan paling banyak digunakan adalah Olweus Bully/Victim Questionnaire(OBVQ) dan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) sebagai instrumen harga diri paling banyak digunakan.
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Batuk Kering pada Pasien Hipertensi yang Menggunakan Obat ACE Inhibitor di Puskesmas Rahmaddani, Metta Sintia; Asseggaf, Syarifah Nurul Yanti Rizki Syahab; Rahmayanti, Sari
Jurnal Pharmascience Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i2.18054

Abstract

Salah satu efek samping yang ditimbulkan oleh pasien yang mengonsumsi obat antihipertensi ACE Inhibitor adalah batuk kering. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian batuk kering pada pasien hipertensi yang menggunakan obat ACE Inhibitor di Puskesmas. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan metode cross-sectional dan analisis data chi-square. Kriteria inklusi mencakup pasien hipertensi yang diberikan obat antihipertensi di Puskesmas, dengan total responden sebanyak 126 orang, di mana 63 orang di antaranya adalah pengguna ACE Inhibitor. Kejadian batuk kering di antara pengguna obat ACE Inhibitor tercatat pada 50 responden (39,7%), dengan nilai p sebesar 0,000. Faktor-faktor yang paling berhubungan dengan kejadian batuk kering adalah riwayat merokok dan lama penggunaan obat. Hasil penelitian menunjukkan beberapa faktor yang berkaitan dengan kejadian batuk kering pada pasien hipertensi yang menggunakan ACE Inhibitor di Puskesmas. Kata Kunci: Hipertensi, ACE Inhibitor, Batuk Kering, Efek Samping, Riwayat Merokok One of the side effects experienced by patients taking ACE Inhibitor antihypertensive medications is a dry cough. This study aims to identify the factors associated with the occurrence of dry cough in hypertensive patients using ACE Inhibitors at the community health center (Puskesmas). This research employed an analytical observational design with a cross-sectional method and chi-square data analysis. Inclusion criteria included hypertensive patients receiving antihypertensive medication at the Puskesmas, with a total of 126 respondents, of which 63 were ACE Inhibitor users. The occurrence of dry cough among ACE Inhibitor users was recorded in 50 respondents (39.7%), with a p-value of 0.000. The factors most associated with the occurrence of dry cough were a history of smoking and the duration of medication use. The study results indicate several factors related to the occurrence of dry cough in hypertensive patients using ACE Inhibitors at the Puskesmas.
EDUKASI MENGENAL GOLONGAN OBAT PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA KARTINI MADU II Asseggaf, Syarifah Nurul Yanti Rizki Syahab; Zakiah, Mistika; Ulfah, Ridha; Putri, Triyana Harlia
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 06 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan Lansia terhadap pengobatan sangat perlu untuk ditingkatkan karena rendahnya pengetahuan lansia dapat menyebabkan suatu permasalahan yang baru mengenai status pada kesehatan pada individu dengan usia beranjak lanjut mengenai dosis obat yang berlebihan, pengobatan dengan kombinasi obat, proses interaksi pada obat dan efek samping dalam mengonsumsi obat.  Dengan adanya kegiatan yang dilaksanakan dapat memiliki tujuan yang ditujukan pada lansia atau keluarga yang memiliki lansia di wilayah kerja Posyandu Lansia Kartini Madu II tentang golongan obat yang mencakup jenis-jenis golongan obat dan interaksi yang dapat terjadi jika mengkonsumsi lebih dari 1 obat. Metode kegiatan ini adalah ceramah interaktif dan tanya jawab. Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan dilakukan pretest kemudian adanya post test setelah kegiatan ceramah secara dua arah yang dilakukan untuk mengetahui dan mengevaluasi tingkat pengetahuan yang dimiliki oleh responden penelitian. Penyuluhan atau edukasi tentang obat dapat membantu masyarakat memiliki tingkat pemahaman yang cukup terkait cara dalam mengonsumsi dan menggunakan obat pada individu dengan usia lanjut yang memiliki manfaat untuk mencari solusi dalam masalah yang muncul ketika mengonsumsi obat pada individu dengan usia yang beranjak lanjut. Adanya hasil yang meningkat dengan persentase sebesar 70,73% dari 41 responden peserta, terdapat 29 orang yang memiliki peningkatan pada skor dari hasil post-test dengan hasil rerata yang mengalami nilai meningkat dengan persentase sebesar 15%.  Edukasi terkait golongan obat dan interaksi obat dapat menyebabkan hasil tingkat pengetahuan pada responden lansia yang meningkat. Hasil ini didasarkan dengan adanya peningkatan pada hasil dari tes sebelum adanya ceramah (pretest) dan tes setelah adanya ceramah (posttest) yang dilakukan oleh peserta. Peningkatan pengetahuan terkait penggolongan obat ini dapat membantu masyarakat untuk lebih bijak saat mengkonsumsi obat, yang memiliki tujuan dapam mencari solusi pada permasalahan yang timbul dalam konsumsi obat yang tidak tepat guna terutama pada orang yang berusia lanjut.
POTENTIAL OF SAMBAS SIAM ORANGE (Citrus nobilis var. microcarpa) LEAVES ETANOL EXTRACT AGAINST Escherichia coli Irvandy, Muhammad Syifa; Zakiah, Mistika; Asseggaf, Syarifah Nurul Yanti Rizki Syahab; Mahyarudin, Mahyarudin; Mardhia, Mardhia
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v12i1.549

Abstract

Escherichia coli has virulence factors and is able to avoid host defenses, and is resistant to antibiotics. Increasing resistance requires alternative therapies, including natural ingredients. The potential that comes from West Kalimantan is the Siamese orange (Citrus nobilis var. microcarpa). All parts of this plant contain secondary metabolites that can be utilized, for example the leaves. The compounds contained in secondary metabolites have antibacterial properties. This study was to determine the antibacterial potential of the ethanol extract of Siamese orange leaves on the growth of Escherichia coli bacteria. Method The orange leaves were extracted using 70% ethanol then continued with phytochemical analysis and antibacterial activity testing using the disc diffusion method. The results of the phytochemical analysis showed that the ethanol extract of Siamese orange leaves contained phenolics, alkaloids, saponins, flavonoids, and steroids. Antibacterial activity testing at all concentrations showed no inhibition zone. Conclusion The ethanol extract of Siamese orange leaves did not have antibacterial activity on the growth of Escherichia coli bacteria.
Program Edukasi Penggunaan Obat dan Makanan Minuman Sehat untuk Siswa TK Pertiwi Kota Pontianak Asseggaf, Syarifah Nurul Yanti Rizki Syahab; Zakiah, Mistika; Ulfah, Ridha; Putri, Triyana Harlia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.18642

Abstract

ABSTRAK Anak usia dini merupakan waktu-waktu penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Pertumbuhan dan perkembangan anak dipengaruhi salah satunya oleh gizi anak. Penting untuk memberikan edukasi kepada anak sejak usia dini, terutama mengenai penggunaan obat dan makanan sehat. Meningkatkan kesehatan masyarakat merupakan bagian penting dari upaya peningkatan kualitas penduduk. Penting bagi anak-anak untuk diberikan pemahaman tentang obat-obatan dan makanan yang aman. Metode yang digunakan pada kegiatan PKM ini adalah menunjukaan balon berbentuk buah dan sayur. Anak anak sangat antusias dalam menjawab. Mereka dapat lebih cepat mengenali contoh makanan yang termasuk sehat dan tidak sehat, senang, merasa rilex, dan berani mengemukakan pendapat, menjawab dan bertanya. Tingkat pemahaman siswa TK Pertiwi Kota Pontianak terkait penggunaan obat dan makanan minuman sehat masih terbatas dan bersifat sederhana sehingga diperlukan  edukasi yang rutin dan pengukuran status gizi secara berkala untuk memantau tumbuh kembang mereka.   Kata Kunci: Anak Usia Dini, Nutrisi Sehat, Obat ABSTRACT Early childhood is a critical period for children's growth and development. One factor that influences their growth and development is nutrition. It is important to provide education to children from an early age, especially regarding the use of medication and healthy food. Improving public health is a crucial part of efforts to enhance the quality of the population. It is important for children to be given an understanding of safe medication and food consumption. The method used in this community service activity involved demonstrating balloons shaped like fruits and vegetables. The children were very enthusiastic in responding. They quickly recognized examples of healthy and unhealthy foods, felt happy, relaxed, and were confident in expressing their opinions, answering, and asking questions. Conclusion: The level of understanding of Pertiwi Kindergarten students in Pontianak City regarding the use of medicine and healthy food and drinks is still limited and simple, so routine education and regular nutritional status measurements are needed to monitor their growth and development. Keywords: Early Childhood, Healthy Nutrition, Medication
POTENSI ANTIOKSIDAN DARI AKAR TANAMAN BAJAKAH (SPATHOLOBUS LITTORALIS HASSK) ASAL KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT Nur, Andi Denisa Fadliah; Zakiah, Mistika; Asseggaf, Syarifah Nurul Yanti Rizki Syahab
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 23 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v23i2.622

Abstract

Lingkungan yang tercemar, pola hidup tidak sehat dan proses metabolisme dalam tubuh manusia secara normal menghasilkan spesies oksigen reaktif yang berdampak buruk terhadap tubuh dan dapat memicu penyakit degeneratif. Produksi spesies oksigen reaktif yang berlebihan akan menyebabkan antioksidan alami yang diproduksi tubuh menjadi lemah sehingga memerlukan antioksidan dari luar, seperti dari tanaman bajakah yang secara empiris telah digunakan oleh masyarakat Dayak dalam pengobatan tradisional. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan aktivitas antioksidan dan penentuan kandungan kimia dari ekstrak etanol akar bajakah (Spatholobus littoralis Hassk) yang diambil dari wilayah Kubu Raya Kalimantan Barat. Penelitian ini bersifat eksperimental, menggunakan metode ekstraksi menggunakan etanol, penentuan aktivitas antioksidan menggunakan senyawa 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH), sedangkan untuk penentuan kandungan kimia dalam ekstrak etanolnya adalah melalui mekanisme reaksi yang spesifik antara lain yaitu bubuk Magnesium (Mg) dan larutan HCl untuk penentuan senyawa flavonoid, reagen Wagner untuk penentuan senyawa alkaloid, akuades untuk penentuan senyawa saponin berdasarkan buih yang terbentuk setelah dikocok dan reagen FeCl3 untuk penentuan senyawa tanin. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol akar bajakah Spatholobus littoralis memiliki antioksidan (IC50) sebesar 22,31 ppm, termasuk kategori potensi antioksidan sangat kuat dan berdasarkan pengujian fitokimianya menunjukkan adanya kandungan flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin.
Pengaruh Edukasi Kesehatan terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu dengan Balita Terkait MP-ASI Astuti, Puji; Yanti, Syarifah Nurul; Zakiah, Mistika; Rahmayanti, Sari
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v6i2.1243

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi yang masih menjadi perhatian khusus di Indonesia. Stunting dapat memengaruhi kualitas hidup anak di masa depan. Ibu sebagai penyedia makan dalam keluarga berperan penting dalam kecukupan gizi anak. Pengetahuan ibu yang baik dapat membuat perubahan perilaku sehingga mencegah stunting pada anak. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang pencegahan stunting setelah diberikan penyuluhan. Metode penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner yang terdiri dari pertanyaan untuk mengukur tingkat pengetahuan responden berupa pilihan ganda. Sampel berjumlah 59 responden. Mayoritas ibu berusia 17-25 tahun dengan Pendidikan SMP dan sebagai ibu rumah tangga. Tingkat pengetahuan ibu sebelum diberikan penyuluhan “baik” sebanyak 28.81%, “cukup” sebanyak 67.8%, dan “kurang” 3.39%. Sedangkan tingkat pengetahuan setelah diberikan penyuluhan meningkat menjadi 72.88% untuk “baik”, 23.73 untuk “cukup” dan 3.39% untuk kurang. Uji statistik menunjukkan perbedaan pengetahuan bermakna sebelum dan sesudah penyuluhan (p< 0.00). Kesimpulan: Penyuluhan terbukti meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan stunting secara signifikan pada ibu dengan balita di Desa Sungai Batu Kabupaten Mempawaah, Kalimantan Barat.