Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

The Influence of Self-Care Management on Blood Pressure Control in Hypertensive Patients: A Literature Review Asseggaf, Syarifah Nurul Yanti Rizki Syahab; Zakiah, Mistika; Ulfah, Ridha; Putri, Triyana Harlia; Len, Jenny Firda; Qatrunnada, Aura
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v11i2.1550

Abstract

Background: Hypertension, often referred to as the "silent killer," is a chronic condition characterized by systolic blood pressure >/140 mmHg and diastolic blood pressure >/90 mmHg. It is a major contributor to cardiovascular morbidity and mortality. One key factor affecting blood pressure control is adherence to antihypertensive medication, which is closely linked to self-care management. Objective: This literature review aims to analyze the influence of self-care management on blood pressure control in patients with hypertension. Methods: An integrative literature review was conducted by collecting references from electronic databases. Six journal articles that met the inclusion criteria were analyzed using descriptive analysis techniques. Results: The review found a strong correlation between effective self-care management and improved blood pressure control. Various factors were identified as influencing self-care capacity, including age, duration of illness, presence of comorbidities, self-efficacy, perception, and health literacy. These factors play a critical role in determining a patient's ability to manage their condition. Conclusion: Self-care management is essential in supporting medication adherence and achieving blood pressure control in hypertensive patients. Both intrinsic and extrinsic factors contribute to the effectiveness of self-care strategies and should be considered in hypertension management programs
Pemanfaatan Nilai Asthma Control Test (ACT) Dalam Penentuan Pemberian Obat Dan Dosis Pasien Asma : Sebuah Tinjauan Pustaka Nurmainah; Windesi, Yubelina; Asseggaf, Syarifah Nurul Yanti Rizki Syahab
Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bikkm.vol3.iss2.art11

Abstract

Pengetahuan masyarakat dalam mengendalikan asma masih kurang baik, dapat dilihat dari asma yang tidak terkontrol. Hal ini menyebabkan kualitas hidup pasien yang menurun. Asma seringkali sulit dikendalikan dan kemungkinan tidak semua pasien tertangani dengan baik. Tujuan dari penelitian ini yaitu pemanfaatan ACT dalam mengontrol kesembuhan asma dan hubungan ACT dalam tingkat perbaikan kesembuhan pada pasien asma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan Kajian Narrative yang dilakukan dengan menelusuri artikel-artikel yang berhubungan dengan penggunaan ACT dalam pengontrola asma. Penelusuran artikel dilakukan pada bulan Juni hingga Agustus 2021 melalui Pubmed. Artikel-artikel yang dipilih berdasarkan kriteria variable bebas dan variable terikat. Kajian artikel yang dilakukan sebanyak 44 artikel. Namun, hanya 20 artikel yang membahas tentang Asthma Control Test (ACT). Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa Asthma Control Test (ACT) mempunyai peranan penting dalam mengontrol asma. Serta meningkatkan kualitas hidup pasien menjadi lebih baik. Pemanfaatan Asthma Control Test (ACT) juga dapat menentukan penggunaan jenis obat serta dosis yang digunakan oleh pasien asma. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu adanya pengaruh Asthma Control Test (ACT) dalam mengontrol asma, serta dapat digunakan dalam menentukan jenis obat dan dosis untuk kesembuhan asma pasien. Kata Kunci: Asthma Control Test (ACT); PubMed
Comparison of Antibacterial Activity Tests of 70% and 96% Ethanol Extract on Siam Sambas Orange Leaves (Citrus nobilis var. microcarpa) Zakiah, Mistika; Asseggaf, Syarifah Nurul Yanti Rizki Syahab; Ulfah, Ridha; Putri, Triyana Harlia; Hendrayana, Bimo; Putra, Galih Abisatya Hartono
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v11i3.1705

Abstract

Background: Antibiotic resistance against bacterial infections such as Escherichia coli and Staphylococcus aureus, prevalent in tropical regions, necessitates alternative treatments. One potential solution is utilizing secondary metabolites found in Sambas Siamese orange leaves. These compounds may serve as antibacterial agents. Objective: This study aims to compare the effectiveness of 70% and 96% ethanol as solvents for extracting secondary metabolites from Sambas Siamese orange leaves. Methods: Extraction was performed using two types of solvents (70% and 96% ethanol) to obtain secondary metabolites. Antibacterial activity was tested using the disc diffusion method (Kirby-Bauer), and data were analyzed with One-Way Analysis of Variance (ANOVA). Results: Extraction with 96% ethanol yielded flavonoids (+++), terpenoids (++), steroids (++), and phenols (++). Meanwhile, extraction with 70% ethanol produced Mayer alkaloids (++), flavonoids (++), saponins (+), steroids (+++), and phenols (+++). The 96% ethanol solvent was more effective in extracting limonene compounds from the leaves. Conclusion: The 96% ethanol solvent demonstrated higher effectiveness compared to 70% ethanol in extracting secondary metabolites, particularly limonene, which has potential antibacterial properties, from Sambas Siamese orange leaves
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Status Stunted pada Anak Usia Dua Tahun ke Bawah di Puskesmas Karya Mulia pada Tahun 2023 Wahyudi, Dery; Fahiratunnisa, Namira Alifah; Refaldi, Muhammad Wildan; Asseggaf, Syarifah Nurul Yanti Rizki Syahab
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2024.v7.138-144

Abstract

Background Stunted (short stature), defined as a height-for-age condition less than two standard deviations below the median of the WHO child growth standards, is caused by inadequate nutritional intake during the first 1000 days of life. Various factors contribute to the stunted status in children. Therefore, this research focuses on factors that can be examined at primary healthcare facilities, such as public health centers, and their relationship with the stunted status in children. Objective To determine the relationship between birth weight, basic complete immunization, and vitamin A supplementation on the stunted status of children aged 12-23 months at Karya Mulia Public Health Center, Pontianak, in the year 2023. Methods This study employed an analytical design with a cross-sectional approach. A total of 86 research samples were selected using total sampling techniques that met the sample criteria. Bivariate analysis was conducted using the fisher’s exact test and chi-square test. Results The results indicate no significant relationship between birth weight (0.623), basic complete immunization (0.342), and vitamin A supplementation (0.602) on the stunted status of children aged 12-24 months at Karya Mulia Public Health Center in 2023, statistically with p-value > 0.05. Conclusions There is no relationship between birth weight, basic complete immunization status, and vitamin A supplementation on the stunted status of children aged 12-23 months at Karya Mulia Public Health Center.
GAMBARAN SELF EFFICACY, SELF CARE MANAGEMENT, DAN KEPATUHAN PENGOBATAN PASIEN HIPERTENSI DI POSYANDU LANSIA Asseggaf, Syarifah Nurul Yanti Rizki Syahab; Zakiah, Mistika; Ulfah, Ridha; Putri, Triyana Harlia
Klabat Journal of Nursing Vol. 6 No. 2 (2024): Nursing - World's Buoyant
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v6i2.1164

Abstract

Keluhan tentang masalah kesulitan tidur di waktu malam hari sering terjadi pada lansia. Kesulitan tidur dapat berpengaruh terhadap kualitas tidur lansia ditandai dengan masih banyaknya lansia yang sering mengalami terbangun dimalam hari. Guide imagery merupakan salah satu terapi non farmakologi yang sering digunakan untuk mengatasi masalah gangguan tidur dan dapat bermamfaat untuk menurunkan kecemasan, nyeri, dan memfasilitasi kualitas tidur yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Teknik relaksasi guide imagery terhadap kualitas tidur pada lansia di wilayah kerja puskesmas Jatijajar kota Depok. Metode penelitian ini mengunakan one group pretest-post test design. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik Purposive sampling dengan jumlah sampel 10 lansia. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner PSQI. Hasil tes statistik uji paired sample t-tes didapatkan hasil kualitas tidur sebelum diberikan intervensi pada 10 lansia dengan nilai mean 8,50, dan setelah diberikan intervensi mean 4,50. Perbedaan nilai dari kedua variabel (mean difference) menunjukkan bahwa p-value <0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh pemberian teknik relaksasi guide imagery terhadap kualitas tidur pada lansia. Saran bagi masyarakat agar dapat memberi dukungan pada keluarga untuk melakukan terapi relaksasi guide imageri agar dapat membantu dan memperbaiki kualitas tidur pada lansia. Complaints about difficulty sleeping at night often occur in the elderly. Difficulty sleeping can affect the sleep quality of the elderly, as indicated by the fact that many elderly people often wake up at night. Guided imagery is a non-pharmacological therapy that is often used to treat sleep disorders and can be useful for reducing anxiety, pain and facilitating good quality sleep. This study aims to determine the effect of guided imagery relaxation techniques on sleep quality in the elderly in the Jatijajar health center working area, Depok city. This research method uses a one group pretest-post test design. The sampling technique used purposive sampling technique with a sample size of 20 elderly people. The measuring instrument used is the PSQI questionnaire. The results of the statistical test of the paired sample t-test showed that the quality of sleep before the intervention was given to 20 elderly people with a mean value of 8.50, and after being given the intervention the mean was 4.50. The difference in the values ​​of the two variables (mean difference) shows that the p-value is <0.05. The conclusion of this research is that there is an influence of providing guided imagery relaxation techniques on sleep quality in the elderly. Suggestions for the community to provide support to families to carry out guided imagery relaxation therapy in order to help and improve sleep quality in the elderly.
Skrining dan Edukasi (S.E.S.I) Pencegahan Bullying pada Anak Usia Sekolah Putri, Triyana Harlia; Asseggaf, Syarifah Nurul Yanti Rizki Syahab; Tyas, Tri Wahuning; Khansa, Masyabila Puspa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15235

Abstract

ABSTRAK Anak usia sekolah yang memasuki fase remaja mengalami berbagai permasalahan karena masa ini dianggap sebagai masa peralihan, sehingga remaja berisko mengalami hambatan dalam perkembangan sosial dan perilaku seperti perilaku agresif dengan masalah bullying. Perilaku bullying mengakibatkan dampak terhadap psikologis seorang remaja sangat membahayakan baik bagi si pelaku sendiri, bahkan terhadap korban. Dampak berbahaya dari bullying dapat mengancam kesehatan mental yang berujung pada kejadian bunuh diri. Metode kegiatan ini dolakukan dengan dua tahapan yakni skrining dan edukasi (SESI), yaitu identifikasi perilaku bullying serta meningkatan pengetahuan. Peserta kegiatan ini berjumlah 30 siswa/i SMPN Kota Pontianak. Adapun teknik yang digunakan untuk menyampaikan materi yaitu skrining menggunakan kuesioner Illunois Bully Scale (IBS), lalu pemberian pre test, ceramah/materi, diskusi serta post test. Selain itu juga memanfaatkan media audio visual dan buku saku. Bedasarkan Hasil pre-post test pengetahuan siswa mengenai perilaku bullying adalah 2.21 ± 0.13 sedangkan post-test adalah 4.97 ± 1.01. Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan yang signifikan dengan nilai 0,001 yang dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi mengenai pencegahan bullying dapat meningkatkan pengetahuan. Pihak sekolah memagang peranan penting dalam pencegahan bullying yang terjadi disekolah, terutama peran guru selama di kelas meningkatkan rasa empati dan etika dalam berhubungan sosial sesama teman sebaya. Kata Kunci: Bullying, Pengetahuan, Remaja   ABSTRACT School-age children entering the teenage phase experience various problems because this period is considered a preservation period, so that teenagers are at risk of experiencing obstacles in social and behavioral development such as aggressive behavior and bullying problems. Bullying behavior which has a psychological impact on a teenager is very dangerous for both the perpetrator himself and even the victim. The dangerous impact of bullying can threaten mental health, ending in suicide. This activity method is carried out in two stages, namely screening and education (SESI), namely spreading bullying behavior and increasing knowledge. The participants in this activity were 30 students from Pontianak City Middle School. The technique used to deliver the material is screening using the Illunois Bully Scale (IBS) questionnaire, then giving a pre-test, lecture/material, discussion and post-test. Apart from that, it also utilizes audio-visual media and pocket books. Based on the pre-post test results, students' knowledge regarding bullying behavior was 2.21 ± 0.13 while the post-test was 4.97 ± 1.01. There is a significant difference in knowledge levels with a value of 0.001 which can be concluded that providing education regarding bullying prevention can increase knowledge. The school plays an important role in preventing bullying that occurs at school, especially the role of teachers during class to increase feelings of empathy and ethics in social relations with peers. Keywords: Bullying, Knowledge, Teenagers
Peningkatan Pengetahuan Dampak Perjudian bagi Kesehatan Mental Remaja Putri, Triyana Harlia; Ulfah, Ridha; Asseggaf, Syarifah Nurul Yanti Rizki Syahab; Zakiah, Mistika; Tyas, Tri Wahyuning; Khansa, Marsyabila Puspa; Agustina, Vanisia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17523

Abstract

ABSTRAK Bermain menjadi salah satu karakteristik yang remaja yang dalam fase ini akan terus berkembang hingga dewasa. Permainan di masa kini tidak pula luput memanfaatkan internet, dimana internet merupakan satu kesatuan dengan kehidupan manusia karena menjadi suatu kebutuhan, tidak terkecuali remaja. Game online merupakan salah satu permainan yang mengakses internet yang berujung pada aktivitas berjudi. Judi menjadi hal yang menarik di luar permainan itu sendiri. Perjudian memiliki dampak yang menganggu kesehatan mental hingga terjadinya bunuh diri, oleh sebab itu apabila masalah perjudian tidak diinformasikan dengan tepat dan jelas, maka remaja berisiko terjebak dalam perjudian karena belum bijak dalam menentukan pilihan. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja berkaitan dengan dampak dari perilaku perjudian pada kesehatan mental. Sasaran dalam kegiatan ini remaja SMP Negeri 5 Kota Pontianak sebanyak 30 siswa/i. Kegiatan diawali dengan membuka sesi diskusi,pre-test dan Post-Test pengetahuan diikuti dengan penyerahan buku saku serta link video edukasi. Hasil test pengetahuan siswa mengenai perjudian sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan rerata pre-test (5,55, SD=0,31) dan rerata post-test (7,10, SD=1,01), hasil analisis t-test didapatkan p-Value=0,004, sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan tingkat pengetahuan sebelum diberikan edukasi dengan sesudah diberikan edukasi. Kata kunci: Kesehatan Jiwa, Perjudian, Remaja, Sekolah   ABSTRACT Playing is one of the characteristics of teenagers who in this phase will continue to develop into adults. Games today also do not escape the use of the internet, where the internet has become a part of human life and a necessity, including teenagers. Online games are one of the games that access the internet which ends in gambling activities. Gambling is an interesting thing outside the game itself. Gambling has an impact that interferes with mental health to suicide, therefore if the problem of gambling is not informed properly and clearly, then teenagers are at risk of being trapped in gambling because they are not wise in making choices. The purpose of implementing this activity is to increase adolescent knowledge related to the impact of gambling behavior on mental health. The target in this activity is teenagers of SMP Negeri 5 Pontianak City as many as 30 students. The activity began by opening a discussion session, pre-test and post-test knowledge followed by the submission of pocket books and educational video links. The results of the students' knowledge test regarding gambling before and after being given education with a pre-test average (5.55, SD=0.31) and a post-test average (7.10, SD=1.01), the results of the t-test analysis obtained p-Value=0.004, so it can be concluded that there is a difference in the level of knowledge before being given education and after being given education. Keywords: Adolescents, Gambling, Mental Health, School
Program Edukasi Kontrol Tekanan Darah, Cara Penggunaan Obat Anti Hipertensi yang Benar dan Self Management untuk Peserta Prolanis dengan Ceramah Interaktif di Puskesmas Kampung Dalam Asseggaf, Syarifah Nurul Yanti Rizki Syahab; Zakiah, Mistika; Ulfah, Ridha; Putri, Triyana Harlia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15770

Abstract

ABSTRAK Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menimbulkan komplikasi gagal jantung, sindrom metabolik yang memicu diabetes, penyakit jantung, stroke, demensia, dan sebagainya. Penelitian sebelumnya di wilayah kerja Puskesmas Kampung Dalam mayoritas pasien hipertensi dan mayoritas pasien tidak patuh terhadap terapi antihipertensi. Terdapat hubungan antara tingkat hipertensi dengan kepatuhan pasien. Kepatuhan Pasien berhubungan juga dengan tingkat pengetahuan pasien. Edukasi mengenai kontrol tekanan darah, cara penggunaan obat antihipertensi yang benar dan self-management pada peserta prolanis di wilayah kerja Puskesmas Kampung dalam dalam upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi. Ceramah interaktif yang diawali dengan pretest dan diakhiri posttest untuk mengukur pengetahuan responden. 41 orang pasien peserta prolanis mengikuti edukasi, terdapat peningkatan pengetahuan yang diukur dari peningkatan nilai posttest (70,73%) peserta yang mengikuti kegiatan edukasi. Kegiatan edukasi mengenai kontrol tekanan darah, cara penggunaan obat antihipertensi yang benar dan self-management dengan metode ceramah interaktif meningkatkan pengetahuan peserta prolanis di wilayah kerja Puskesmas Kampung Dalam. Edukasi dalam upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi perlu dilakukan secara rutin agar derajat kesehatan masyarakat dapat meningkat seiring waktu. Kata Kunci: Edukasi Komprehensif, Self-management, Hipertensi, Prolanis  ABSTRACT Uncontrolled hypertension can lead to complications of heart failure, metabolic syndrome that triggers diabetes, heart disease, stroke, dementia, and so on. Previous research in the work area of Puskesmas Kampung, the majority of patients with hypertension and the majority of patients were not compliant with antihypertensive therapy. There is a relationship between the level of hypertension and patient compliance. Patient compliance is also related to the level of patient knowledge. To educate participants of the Prolanis program in the Kampung Dalam Public Health Center's service area on blood pressure control, proper use of antihypertensive medication, and self-management, in an effort to increase public knowledge about hypertension. Interactive lecture that begins with a pretest and ends with a posttest to measure respondents' knowledge. 41 patients participating in prolanis participated in education, there was an increase in knowledge as measured by an increase in posttest scores (70.73%) of participants who participated in educational activities. Educational activities regarding blood pressure control, correct use of antihypertensive drugs and self-management with Interactive lecture methode increase the knowledge of prolanis participants in the Puskesmas Kampung Dalam area. Education efforts to increase public knowledge about hypertension need to be carried out regularly so that the overall health status of the community can improve over time. Keywords: Comprehensive Education, Self-Management, Hypertension,Prolanis
Dukungan Kesehatan Jiwa Bersama Teman Sebaya melalui Program Duta Kesehatan Jiwa Sekolah Putri, Triyana Harlia; Ulfah, Ridha; Asseggaf, Syarifah Nurul Yanti Rizki Syahab; Zakiah, Mistika; Luthfi, Muhammad; Rahman, Ainun Najib Febrya; Seprian, Dwin; Septiani, Haryati; Priyono, Djoko
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17522

Abstract

ABSTRAK Masalah kesehatan jiwa yang muncul pada remaja dapat menganggu perkembangan remaja. Peran teman sebaya untuk menerima dan merangkul teman yang lainnya merupakan salah satu faktor penting seorang remaja untuk merasa diterima dilingkungan sosialnya. Dukungan teman sebaya dapat berkontribusi dalam mengidentifikasi masalah kesehatan jiwa pada kelompok remaja. Oleh sebab itu diperlukan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial (DKJPS) yang didapatkan oleh teman sebaya melalui duta kesehatan jiwa sekolah. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah meningkatkan kesiapsiagaan sekolah melalui dukungan kesehatan jiwa dengan program duta kesehatan jiwa sekolah. Kegiatan diawali dengan pembagian pernyataan Pre-Test pengetahuan mengenai peran serta sebagai duta kesehatan jiwa, lalu memberikan desiminasi ilmu berupa masalah kesehatan jiwa pada remaja, duta kesehatan jiwa, serta peran dan fungsinya. Selanjutnya, membuka sesi diskusi, dan yang terakhir memberikan Post-Test pengetahuan. Pengetahuan siswa terkait dengan peran duta kesehatan jiwa dengan rerata pengetahuan sebelum (4,51 SD=2,23) dan sesudah (9,08 SD=1,51) dengan hasil analisa t-test sebesar p=0,001 yakni terdapat pengaruh desiminasi ilmu dalam meningkatkan pengetahuan serta meningkatkan peran duta sebagai dukungan teman sebaya. Duta kesehatan jiwa dapat berperan dengan maksimal agar masalah kesehatan jiwa di sekolah dapat diidentifikasi dan mendapatkan penanganan yang tepat. Kata kunci: Duta, Kesehatan Jiwa, Remaja   ABSTRACT Mental health problems that arise in adolescents can interfere with adolescent development. The role of peers to accept and embrace other friends is one of the important factors for an adolescent to feel accepted in their social environment. Peer support can contribute to identifying mental health problems in adolescent groups. Therefore, mental health and psychosocial support (DKJPS) is needed which is obtained by peers through school mental health ambassadors. The purpose of implementing this activity is to improve school readiness through mental health support with the school mental health ambassador program. The activity began with the distribution of Pre-Test statements of knowledge regarding the role of mental health ambassadors, then providing dissemination of knowledge in the form of mental health problems in adolescents, mental health ambassadors, and roles and functions. Furthermore, opening a discussion session, and finally providing Post-Test knowledge. Student knowledge related to the role of mental health ambassadors with an average knowledge before (4.51 SD = 2.23) and after (9.08 SD = 1.51) with the results of the t-test analysis of p = 0.001, namely there is an influence of dissemination of knowledge in increasing knowledge and increasing the role of ambassadors as peer support. Mental health ambassadors can play a maximum role so that mental health problems in schools can be identified and receive appropriate treatment. Keywords: Adolescents; Ambassadors; Knowledge
POTENSI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAUN RAMBUSA (Passiflora foetida L.) SEBAGAI PENGOBATAN TRADISIONAL Changestu, Daniel Alexander; Asseggaf, Syarifah Nurul Yanti Rizki Syahab; Hafizuddin, Muhammad; Alfazon, Rohid; Yuannefa, Nazla; Kalahan, Al Munawar
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v8i2.7190

Abstract

Daun rambusa (Passiflora foetida L.) merupakan tanaman liar yang tersebar di berbagai daerah di Kalimantan Barat yang telah diteliti secara in vitro untuk mengidentifikasi aktivitas antibakteri dari kandungan ekstraknya. Oleh karena itu, perlu dilakukan telaah jurnal lebih lanjut mengenai aktivitas antimikroba dari ekstrak Passiflora foetida L. dari kandungan bioaktif pada ekstrak tanaman tersebut dan diharapkan dapat menjadi potensi baru dalam terapi infeksi bakteri bagi masyarakat umum yang sulit untuk menerima pengobatan konvensional. Pencarian artikel yang dilakukan dalam telaah naratif ini menggunakan mesin pencarian berupa Google Scholar, Garuda (Garba Rujukan Digital) dan PubMed. Pencarian dilakukan dengan memasukan kata kunci berdasarkan pola Medical Subject Headings (MeSH), yakni “Passiflora foetida L.” and (“Antimicrobial” or “Antibacterial”). Penelitian-penelitian menunjukkan bahwa kekuatan dari ekstrak daun Passiflora foetida L. dengan konsentrasi yang beragam memiliki potensi yang beragam juga terhadap spesies bakteri tertentu, mulai dari intermediate hingga resisten. Penelitian yang telah dilakukan menguji kekuatan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Klebsiella pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa, Eschericia coli. Penelitian lain juga menunjukkan aktivitas dominan yang bekerja dalam penghambatan pertumbuhan bakteri antara lain alkaloid dan flavonoid. Daun rambusa memiliki potensi aktivitas antibakteri terhadap berbagai jenis bakteri dengan kandungan fitokimia yang berperan dalam proses penghambatan pertumbuhan bakteri ialah flavonoid dan alkaloid