Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS PENYULUHAN KESEHATAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI RAtnasari, Nita Yunianti; Aysyah, Rochmah Rozafya Noor
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 12 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v12i2.97

Abstract

ABSTRACT Background: Breast cancer is a pathological condition of abnormally changing and growing breast cells. The delay in cancer sufferers in carrying out early detection results in breast cancer being found at an advanced stage. Factors that cause delays in cancer sufferers in early detection are the level of knowledge and behavior of early detection. Objective: This study aims to determine the effectiveness of health counseling on breast self-examination (BSE) for young women. Method: Descriptive case study which is one of the strategies in qualitative research, with a case study research approach. The population in this study were young women from Bakalan Village, Purwantoro District, Wonogiri Regency. A sample of 5 respondents with questionnaires, leaflets and interviews as instruments. Result: the results of the research that has been carried out from all respondents show that after carrying out health education on self-breast examination (BSE) there is an increase in the knowledge of respondents, this can be seen from the results of the pre-test, namely 8-10 (30-50%) questions correct out of 15 questionnaire questions, as well as post-test results of 11-14 (60-90%) correct questions out of 15 questionnaire questions and can be concluded into the high score category. Conclusion: The results of the analysis carried out on all respondents obtained data that after health counseling there was an increase in knowledge about breast self-examination (BSE). ABSTRAK Latar belakang : Kanker payudara merupakan keadaan patologis dari sel payudara yang berubah dan tumbuh secara abnormal. Faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan penderita kanker dalam deteksi dini adalah tingkat pengetahuan, dan perilaku deteksi dini. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penyuluhan kesehatan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada remaja putri. Metode : Studi kasus deskriptif yang merupakan salah satu strategi dalam penelitian kualitatif , dengan pendekatan case study research ( studi kasus) . Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri Desa Bakalan Kecamatan Purwantoro Kabupaten Wonogiri. Sampel sebanyak 5 Responden dengan instrument kuesioner, leaflet, dan wawancara. Hasil : hasil penelitian yang telah dilakukan dari keseluruhan responden menunjukan bahwa setelah dilakukan penyuluhan kesehatan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) terdapat peningkatan pengetahuann responden, hal ini dapat dilihat dari hasil pre-test yaitu 8-10 (30-50%) pertanyaan benar dari 15 pertanyaan kuesioner, serta hasil post-test 11-14 (60-90%) pertanyaan benar dari 15 pertanyaan kuesioner dan dapat disimpulkan kedalam kategori skor tinggi. Kesimpulan : Hasil analisa yang dilakukan dari keseluruhan responden didapatkan data bahwa setelah dilakukan penyluhan kesehatan terdapat peningkatan pengetahuan tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).
PSIKOEDUKASI MENURUNKAN BEBAN KELUARGA MERAWAT KLIEN DENGAN GANGGUAN JIWA Sucipto, Sucipto; Krisnawati, Dyah Ika; Kristanto, Heny; Ratnasari, Nita Yunianti
coba Vol 12 No 1 (2023): November 2023
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v12i1.637

Abstract

Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tidak hanya dirasakan oleh individu, namun juga memberikan dampak yang besar terhadap keluarga yang menjadi beban keluarga. Jika ada anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa, mereka akan sedih, merasa sakit, kebingungan dalam merawat, malu menghadapi stigma masyarakat, dan malu untuk bersosialisasi.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi terhadap beban keluarga merawat klein dengan ODGJ. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pra eksperimen (one group pretest and posttest design). Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 15 orang menggunakan teknik Simple Purposive. Penelitian ini dilakukan di Posyandu Jiwa Abhipraya Kelurahan Ngadirejo Kota Kediri tanggal 12 -14 juli 2023 pemberi terapi dilakukan oleh peneliti sendiri yang pernah mengikuti workshop pendampingan keluarga dengan ODGJ yang diselenggarakan Dinas kesehatan Kota Kediri. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis bivariat menggunakan Uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil analisis Uji Wilcoxon Signed Ranks Test didapatkan nilai signifikansi < 0,02 yang berarti bahwa ada perbedaan, hasil penelitian ini menunjukkan beban keluarga merawat klien ODGJ menurun setelah dilakukan tindakan psikoedukasi. Psikoedukasi keluarga mempunyai pengaruh terhadap penurunan beban keluarga, kegiatan Psikoedukasi keluarga digunakan untuk memberikan informasi terhadap keluarga yang mengalami distress, memberikan pendidikan kepada mereka untuk meningkatkan keterampilan agar dapat memahami dan mempunyai koping akibat gangguan jiwa. Dengan demikian di harapkan bahwa kepada perawat agar mengaplikasikan terapi psikoedukasi sebagai alternatif terapi untuk menurunkan beban keluarga yang merawat klien ODGJ. Kata kunci: Psikoedukasi, Beban, ODGJ
Analisis Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Depresi pada Pasien Covid-19 yang Menjalani Isolasi Mandiri : - Marni, Marni; Ratnasari, Nita Yunianti; Halimu Husna, Putri; Soares, Doemingoes
Profesi (Profesional Islam) : Media Publikasi Penelitian Vol. 19 No. 1 (2021): Jurnal PROFESI (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITS PKU Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26576/profesi.v19i1.90

Abstract

Latar Belakang: Dunia sedang menghadapi masalah besar yaitu pandemic Covid-19, yang menyebabkan mortalitas dan morbiditas yang tinggi. Untuk mengurangi penularan dari orang yang terpapar covid-19 maka dianjurkan isolasi karantina mandiri, namun tindakan ini ternyata menimbulkan depresi. Tujuan penelitian: menganalisis faktor resiko yang mempengaruhi kejadian depresi pada orang yang terpapar covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri. Metode Penelitian : Penelitian ini bersifat deskriptik analitik dengan pendekatan cross-sectional, sampel: 40 responden. Alat ukur: kuesioner Beck Depression Inventory. Kuesioner dibuat secara elektronik menggunakan google form dan tautannya dibagikan melalui WhatsApp. Uji statistic yang digunakan adalah Uji Chi Square. Untuk multivariat menggunakan uji regresi logistic. Hasil Penelitian: Chi-Square test menunjukkan P-value tingkat Pendidikan sebesar 0,036, sedangkan lama isolasi mandiri P-Value sebesar 0,004 < Alpha 0,05 dapat disimpulkan terdapat hubungan antara tingkat Pendidikan dan lama siolasi mandiri dengan kejadian depresi, usia, jenis kelamin, paparan informasi, dan pekerjaan menunjukkan bahwa nilai p-value > Alpha 00,5 maka disimpulkan tidak terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, paparan informasi, dan pekerjaan dengan kejadian depresi pada penyintas covid -19 tersebut. Kesimpulan : Lama isolasi mandiri yang paling besar pengaruhnya terhadap kejadian depresi diikuti dengan tingkat Pendidikan yang paling berpengaruh terhadap kejadian depresi pada orang yang terpapar covid-19.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MEMBANGUN KOMUNIKASI INTERAKTIF DALAM KELUARGA DI ERA DIGITAL Ambarwati, Retno; Ratnasari, Nita Yunianti
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 2 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v6i2.14305

Abstract

Teknologi digital terutama teknologi informasi dan komunikasi terus mengalami perkembangan yang semakin pesat dan modern. Perubahan ini membuat pengguna memiliki kemampuan dan kemudahan dalam mengakses berbagai hal tanpa batas. Kemajuan teknologi komunikasi memberikan dampak luar biasa terhadap kehidupan keluarga. Selain dampak positif ternyata juga dapat menyebabkan dampak negatif terhadap keharmonisan keluarga. Salah satu dampak negatinya adalah komunikasi interaktif di dalam keluarga semakin berkurang. Ini terjadi karena semua anggota keluarga memiliki fasilitas komunikasi masing-masing sehingga merasa asyik dengan kecanggihan digital berupa gadget, dan akhirnya lupa dengan kebutuhan berinteraksi dalam keluarga. Keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan contoh yang positif serta memberikan bimbingan kepada anak - anaknya dalam menghadapi era digital saat ini. Orang tua khususnya ibu memiliki tanggung jawab atas pembentukan sikap dan perilaku anak, serta sebagai orang tua harus memiliki kontrol dalam mengawasi informasi yang diterima anak dalam penggunaan smartphone. Salah satu bentuk transfer of knowledge yang dinilai efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat adalah penyuluhan kesehatan. Diharapkan dari kegiatan sosialisasi ini mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya anggota Dharma Wanita Persatuan di Kabupaten Sragen tentang pentingnya membangun komunikasi interaktif dalam keluarga di era digital. Metode pelaksanaan dilakukan dengan cara pertemuan klasikal, tatap muka secara langsung untuk mengikuti penyampaian informasi kesehatan yang disampaikan oleh pemateri. Hasil yang diperoleh yaitu pada kelompok sasaran sudah memahami konsep komunikasi interaktif dalam keluarga di era digital meliputi pengertian komunikasi interaktif, langkah dalam menjaga komunikasi dalam keluarga, Bagaimana menerapkan komunikasi interaktif dalam keluarga, peran orang tua.
Analysis of Respondents’ Characteristics with Tuberculosis and Adherence Using Morisky Medication Adherence Scale Ratnasari, Nita Yunianti; Hastuti, Weni; Soares, Domingos; Carvalho, Joaquim Gregorio de; Ximenes, Jose Dionisio; Gaio, Eduardo C
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v20i2.50326

Abstract

Tuberculosis (TB), an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis, results in approximately 10 million new cases and 1.5 million deaths annually worldwide. This research method is an observational analytical study using a cross sectional design. The target population of this study were all patients with Pulmonary TB who completed the intensive stage of treatment and participated in the DOTS program at selected health centers during the three months, namely patients diagnosed with Tuberculosis and registered as outpatients at the Hospital Nacional Guido Valadares ( HNGV) Dili, Klibur Domin Tibar, Liquiça and at the Hospital Sentru Saúde Bairro Pite, Dili, Timor-Leste. The inclusion criteria in this study involved tuberculosis patients who were receiving anti-tuberculosis drug therapy for at least four weeks since the initial stage of treatment, aged more or equal to 17 years and able to understand oral and written instructions. Data collection took place between September and November 2023, involving a sample of 69 respondents. These results provide an overview of respondent characteristics that are significant in analyzing treatment adherence in patients with pulmonary TB. Tuberculosis is a contagious disease caused by infection with the Mycobacterium tuberculosis germ, usually affecting not only the lungs but also other organs.
TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG TUBERKULOSIS: STUDI DESKRIPTIF KADER KESEHATAN Ratnasari, Nita Yunianti; Ambarwati, Retno; Sucipto, Sucipto
coba Vol 13 No 1 (2024): November 2024
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i1.770

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis merupakan penyakit infeksius yang mudah menular dimana jumlah kasus baru dan kematian akibat penyakit ini terus meningkat setiap tahunnya. Usaha pengendalian penyakit tuberkulosis terus dilakukan oleh pemerintah dengan melibatkan berbagai kalangan baik swasta maupun masyarakat secara keseluruhan. Upaya kesehatan yang diperankan oleh kader memiliki makna yang sangat penting dalam hubungannya dengan kegiatan promosi kesehatan misalnya penyuluhan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan persepsi kader kesehatan tentang penyakit tuberculosis di Kecamatan Kalijambe, Sragen. Metode: Design yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kader kesehatan yang ada di wilayah kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen. Teknik pengambilan sampel adalah dengan metode purposive sampling yaitu seluruh responden yang memenuhi syarat inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan peneliti. Adapun kriteria inklusi adalah kader posyandu yang memiliki akses untuk membuka kuesioner dalam bentuk google form. Kecamatan Kalijambe terdiri dari 14 desa sehingga jumlah data yang masuk sebanyak 44 kader. Hasil: Tingkat pengetahuan kader kesehatan tentang penyakit tuberkulosis di wilayah kecamatan Kalijambe diperoleh hasil termasuk kategori sedang sampai tinggi, sementara terkait persepsi berada pada level sedang atau menengah. Kesimpulan: Meskipun kader telah dibekali dengan pengetahuan seputar penyakit namun secara berkala perlu dilakukan evaluasi terkait pengetahuan dan pemahaman penyakit tersebut, hal ini bertujuan agar kader tidak memiliki persepsi yang salah dengan suatu penyakit. Kata Kunci: : kader kesehatan; pengetahuan; persepsi; tuberkulosis
Early Detection of Psychiatric Disorders and Counseling Service Rules: A Cross Sectional Study on University Students Hastuti, Weni; Ratnasari, Nita Yunianti; Hidayah, Nur; Suyanti, Suyanti
Psikopedagogia Vol. 13 No. 1: June 2024
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/psikopedagogia.v13i2.28778

Abstract

Mental health become a crucial aspect in an individual's life, especially among students who are experiencing a dynamic developmental phase. The prevalence of mental health in Indonesia had reached 18,5%. It means that out of 1.000 residents are at least 185 people experiencing mental health disorders or in every household, and there is a family member suffering from mental health disorders. Several studies have shown that university students tend to experience high levels of stress and psychological distress that can negatively impact their mental well-being. Based on the above description, this study aims to determine and analyze the mental health status of university students using the SRQ 29 questionnaire. This type of research is quantitative research. The design used descriptive analytic with a cross sectional approach. This is a type of research in which the measurement of variables is carried out only once at a time. The study population involved all students on the campus of Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITS) PKU Muhammadiyah Surakarta, and the sampling technique used a total sample where all those registered as FIK students in the 2023/2024 academic year and were required to be respondents in this study. The research instrument was used to measure mental emotional disorder variables and determine mental health status uses the Self-Report Questionnaire-29 (SRQ-29) from WHO. The questionnaire was given to students using Google form media. Inform consent was carried out before data collection, by explaining the purpose of the research. There is correlation between age and gender with the incidence of neurological symptoms and psychotic disorders.
Edukasi tentang Shivering sebagai Komplikasi Anestesi dan Cara Penanganannya untuk Pasien dan Keluarga Dwi Handoyo; Nita Yunianti Ratnasari; Heni Purwaningsih
Faedah : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/faedah.v2i1.1350

Abstract

Shivering is one of the complications that often occurs after anesthesia due to impaired body thermoregulation. This condition can cause discomfort, increase oxygen consumption, and prolong the patient's recovery period. Education about shivering is very important for patients and families so that they understand the causes, risks, and how to handle it. This education program is carried out using a counseling method that involves educational media in the form of leaflets and demonstrations of effective handling techniques, such as the use of warm blankets, giving warm fluids, and relaxation techniques. Evaluation is carried out by measuring the level of understanding of patients and families before and after education, through a prepared questionnaire. The evaluation results showed a significant increase in understanding about shivering and how to handle it, both in theory and practice. This increase shows that the education provided is effective in increasing the readiness of patients and families in dealing with post-anesthesia shivering. This program is expected to reduce the negative impact of shivering and accelerate the patient's recovery process.
PENGARUH COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY TERHADAP SELF-MANAGEMENT HIPERTENSI: THE EFFECT OF COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY ON SELF-MANAGEMENT HYPERTENSION Anthia Faisan Nur Amini; Ratnasari, Nita Yunianti; Sri Handayani; Weni Hastuti
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 13 No. 02 (2025): Vol. 13 No.2 , Juli 2025
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v13i2.795

Abstract

Latar belakang : Hipertensi, yang umum dikenal sebagai tekanan darah tinggi, adalah kondisi ketika tekanan darah seseorang melebihi ambang batas normal, yaitu tekanan sistolik di atas 140 mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg. Diperkirakan, angka penderita hipertensi akan meningkat sebesar 29,2% pada tahun 2025. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi hipertensi di Indonesia pada penduduk berusia 18 tahun ke atas yang diukur tekanan darahnya mencapai 34,11%. Tujuan : mengetahui pengaruh Cognitive Behavior Therapy terhadap self management hipertensi di keluarga wilayah Desa Jatiroto, Batuwarno, Wonogiri. Metode Penelitian : Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan desain one group pre-post test design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, sehingga diperoleh 34 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian meliputi sphygmomanometer serta lembar observasi untuk menilai self-management sebelum dan sesudah intervensi Cognitive Behavior Therapy (CBT). Hasil : Tingkat self management hipertensi keluarga sebelum diberikan Cognitive Behavior Theraphy yaitu responden dengan self management yang cukup sebanyak 5 orang (14,7%), dan respondenn dengan self management kurang sebanyak 29 orang (85,3%). Sedangkan, self management hipertensi sesudah diberikan Cognitive Behavior Theraphy responden dengan self management hipertensi di keluarga yaitu 3 orang (8,8%) memiliki skor baik, sedangkan responden dengan self management yang cukup sebanyak 31 orang (91,2%). Kesimpulan : Terdapat pengaruh antara pemberian Cognitive Behavior Theraphy terhadap self management hipertensi keluarga. Kata Kunci : Self Management Hipertensi, Cognitive Behavior Therapy
Manajemen penatalaksanaan luka ulkus diabetik melalui edukasi pencegahan infeksi pada pasien Diabetes Mellitus: Management of diabetic ulcer wound through infection prevention education for Diabetes Mellitus patients Enikmawati, Anik; Handayani, Sri; Sarifah, Siti; Ratnasari, Nita Yunianti
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 3 (2025): JiKep | Oktober 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i3.2057

Abstract

Pasien yang mengalami ulkus diabetik rentan terhadap infeksi dan perlu memahami bagaimana mencegah infeksi dan menjaga perawatan yang tepat untuk menghindari komplikasi yang lebih serius. Melalui pemberian edukasi manajemen pencegahan infeksi ulkus kepada pasien, diharapkan tingkat pengetahuan pasien dapat meningkat, yang pada gilirannya mampu meningkatkan kemampuan mereka dalam merawat ulkus diabetik sendiri dan mengurangi risiko infeksi. Menganalisis pengaruh edukasi manajemen pencegahan infeksi ulkus terhadap tingkat pengetahuan pada pasien diabetes mellitus dengan ulkus diabetik. Jenis penelitian ini adalah metode penelitian pra-eksperimen dengan rancangan one-group pre-post test design, pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan sampel 30 pasien ulkus DM yang dirawat inap di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar, data diperoleh dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh pasien kemudian dianalisa dengan menggunakan uji wilcoxon. Terdapat pengaruh edukasi manajemen pencegahan infeksi terhadap tingkat pengetahuan pasien DM dengan ulkus diabetik di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar.  Pemberian edukasi manajemen pencegahan infeksi dapat meningkatkan pengetahuan pasien tentang ulkus diabetik.