Articles
Pengaruh Pemberdayaan PMBA Terhadap Sikap Keluarga Balita Stunting Di Kabupaten Lombok Tengah
Arisjulyanto, Dedy;
Puspita, Nanik
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 1 No. 4 (2023): September
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63265/jkti.v1i4.33
Latar Belakang: Kejadian stunting pada tahun 2018 diketahui bahwa angka stunting di dunia yaitu 21,9% atau 149 juta pada anak usia di bawah lima tahun atau balita (bayi lima tahun), di wilayah Asia Tenggara tahun 2018 balita stunting mencapai angka 25%. Angka ini menduduki peringkat ke-5 tertinggi setelah wilayah Oseania, sedangkan di NTB tahun 2018 terdapat 82.812 balita stuting, Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk Pengaruh PMBA Terhadap Sikap Keluarga Balita Stunting Di Kabupaten Lombok Tengah.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperiment dengan desain penelitian menggunakan Pretest-Posttest Design. Penelitian ini akan melakukan observasi dua kali yaitu sebelum (Pretest) dan sesudah (Posttest), penelitian ini dilakukan di dengan jumlah sampel 23 keluarga balita stunting yang di ambil dengan teknik purposive sampling. Hasil: Berdasarkan hasil analisis menggunakan paired t test menunjukan ada perbedaan nilai mean antara tingkat sikap sebelum dan sesudah diberikan intervensi, dan didapatkan nilai p value sikap 0,000 =0,05, tindakan 0,000 =0,05. Kesimpulan : berdasarkan hasil penelitian diatas dapat di simpulkan ada pengaruh yang pemberian pmeberdayaan PMBA terhadap Sikap, keluarga balita stunting di Kabupaten Lombok Tengah.
Pengaruh Empowerment Community Dalam Upaya Mencegah Pernikahan Dini Pada Remaja
Arisjulyanto, Dedy;
Suweni, Korinus
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 1 No. 4 (2023): September
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63265/jkti.v1i4.41
Pernikahan dini telah menjadi fenomena nasional di Indonesia yang berdampak signifikan terhadap pola kehidupan masyarakat, termasuk dalam konteks budaya dan praktik pernikahan itu sendiri. Fenomena ini menjangkau berbagai etnis, agama dan budaya yang menegaskan urgensi untuk memberikan perhatian serius pada permasalahan sebagai dampak dari pernikahan dini. Tujuan penelitian ini adalah mengetahuan pengaruh empowerment community terhadap pencegahan pernikahan dini pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian Literatur Review. Tahapan pertama dengan mencari literatur terkait peer education dan Community Empowerment melalaui data base jurnal nasional maupun internasional berdasarkan kata kunci community empowerment, peer education, remaja, pernikahan dini yang menggunakan Google Schoolar, Scopus, Science Direct, PubMed dan Elsevier. Setelah terkumpul semua litertatur yang ada dilakukan analisis dan telaah guna mendapatkan intisari dari penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dismpulkan bahwa ada pengaruh empowerment community terhadap pencegahan pernikahan dini remaja di Indonesia. , perubahan pengetahuan dan perilaku remaja dalam mencegah terjadinya pernikahan dini karena remaja dilibatkan langsung sebagai agent perubahan yang memberikan edukasi langsung terhadap teman sebayanya, sehingga penyampaian pesan tentang kesehatan reproduksi dan bahaya perilaku seksual pranikah dapat diterima oleh remaja
Pengaruh Penyuluhan Terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Malaria Di Kabupaten Kepulauan Yapen
Arisjulyanto, Dedy;
Suweni, Korinus
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 2 No. 1 (2024): Januari
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63265/jkti.v2i1.51
Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Kabupaten Kepulauan Yapen, yang terletak di Provinsi Papua, merupakan salah satu daerah di Indonesia dengan prevalensi malaria yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat dengan kejadian malaria di Kabupaten Kepulauan Yapen. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada masyarakat setempat dan dianalisis menggunakan uji statistik chi-square untuk melihat hubungan antara variabel pengetahuan dan kejadian malaria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat tentang malaria dengan kejadian penyakit tersebut (p < 0,05). Masyarakat yang memiliki pengetahuan yang baik tentang malaria cenderung lebih aktif dalam melakukan tindakan pencegahan seperti menggunakan kelambu, membersihkan lingkungan, dan mengakses pelayanan kesehatan ketika mengalami gejala malaria. Sebaliknya, masyarakat dengan pengetahuan yang kurang tentang malaria lebih rentan terhadap infeksi karena kurangnya tindakan pencegahan yang dilakukan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan pengetahuan masyarakat tentang malaria dapat berkontribusi secara signifikan dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit ini di Kabupaten Kepulauan Yapen. Oleh karena itu, intervensi pendidikan kesehatan yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran tentang malaria sangat diperlukan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan instansi terkait dalam merumuskan kebijakan dan program yang efektif untuk menurunkan angka kejadian malaria di wilayah ini..
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Bahaya Pernikahan Dini Di Lombok Barat
Rosamali, Akmal;
Arisjulyanto, Dedy
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 4, No 3 (2020): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (351.14 KB)
|
DOI: 10.58258/jisip.v4i3.1143
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) mengatur pengertian dan rentang usia remaja adalah 10-24 tahun dan belum menikah. Dan saat ini jumlah remaja Indonesia usia 10-24 tahun pada tahun 2017 sebanyak 67,36 juta atau sekitar 25% dari jumlah penduduk Indonesia, angka pernikahan dini di NTB berada di atas angka nasional yaitu sebesar 31,12 %. Dan kasus pernikahan dini di NTB sangat tinggi yaitu 58,1 % dari total pernikahan di NTB. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang bahaya pernikahan dini. Penelitian ini menggunakan rancangan “Quasi Eksperimen Design”. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja di Kabupaten Lombok Barat, dan menjadi sampel dalam penelitian ini 113 orang yang diambil dengan teknik sampling Purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan perbedaan nilai rata-rata tingkat pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan, di dapat nilai nilai p-value=0,000 lebih kecil dari α=0,05. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan nilai tingkat pengetahuan remaja setelah diberikan pendidikan kesehatan. diharapkan hasil penelitian ini bisa menjadi dasar kebijakan di Kabupaten Lombok Barat.
Pengaruh Metode Simulation Game (SIG) Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi Di Yapen Selatan
Tipawael, Yohanis F;
Kusuma, Ardhanari Hendra;
Arisjulyanto, Dedy
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 1 No. 2 (2023): April
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63265/jkti.v1i2.58
Masa remaja adalah salah satu periode penting dalam perkembangan manusia, di mana individu mulai mengalami perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang signifikan. Permasalahan kesehatan reproduksi yang sering muncul selama masa ini dapat menjadi isu sosial dan klinis yang berisiko bagi kesehatan reproduksi remaja. Di Kecamatan Yapen Selatan, terdapat 390 remaja yang termasuk dalam kelompok usia tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Metode Simulation Game (SIG) terhadap peningkatan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi-experimental dengan desain pre-test dan post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja di Kecamatan Yapen Selatan sebanyak 390 orang, dengan 50 remaja yang dipilih sebagai sampel penelitian berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang diisi oleh responden sebelum dan sesudah pelaksanaan metode SIG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan metode SIG. Perhitungan uji t-test pada kelompok yang mengikuti SIG, dengan nilai p-value = 0,000 yang lebih kecil dari ? = 0,05. Ini menunjukkan bahwa metode SIG efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa metode Simulation Game (SIG) dapat menjadi alternatif yang efektif dalam upaya meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Diharapkan metode ini dapat menjadi masukan bagi program penyuluhan di masyarakat, terutama dalam upaya pencegahan masalah kesehatan reproduksi pada remaja.
Penerapan Health Promoting University Dalam Upaya Pencegahan TBC Di Lingkungan Kampus Prodi D-III Keperawatan Kepulauan Yapen
Samai, Arvita Mina;
Yobi, Beatrik Elisabet;
Sineri, Sindhi Clarita;
Kerwayu, Dance Y.;
Arisjulyanto, Dedy
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 3 No. 1 (2025): Januari
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.63265/jkti.v3i1.61
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan konsep Health Promoting University (HPU) dalam pencegahan Tuberkulosis (TBC) di lingkungan kampus Prodi D-III Keperawatan Kepulauan Yapen. Penelitian menggunakan metode quasi-experiment dengan desain pretest-posttest without control group, melibatkan 93 mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan melalui program HPU yang mencakup edukasi kesehatan, promosi perilaku sehat, dan peningkatan kesadaran tentang pencegahan TBC, sementara kelompok kontrol hanya menerima informasi standar dalam bentuk media cetak. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan TBC, dengan pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji statistik deskriptif dan inferensial, termasuk paired t-test dan independent t-test, dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan program HPU secara signifikan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan TBC pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi konsep HPU efektif sebagai strategi untuk meningkatkan pencegahan TBC di lingkungan kampus. Temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan program promosi kesehatan di institusi pendidikan tinggi untuk menciptakan lingkungan kampus yang sehat dan bebas TBC.
The Effect Of Peer Education On Knowledge About The Dangers Of Early Marriage In Mimika Regency, Papua Province
Kainde, Yuliana Yacinta;
Siregar, Neny San Agustina;
Arisjulyanto, Dedy
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 04 (2024): Jurnal EduHealt (inpres), Year 2024
Publisher : Sean Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This study aims to evaluate the effectiveness of the Community Empowerment program through the peer education method in preventing child marriage among adolescents in Mimika Regency. The research employs a quantitative approach with a quasi-experimental study design. The population consists of adolescents aged 15-18 years in Mimika Regency. A purposive sampling technique was used to select 65 respondents who participated in the community empowerment program through peer education for three months. The program's impact was assessed by measuring changes in adolescents' knowledge, attitudes, and intentions to delay marriage. The study found that the mean knowledge score about child marriage increased from 31.20 before the intervention to 39.28 after the intervention. The statistical analysis showed a significant effect (p-value = 0.000, α < 0.05). The study is limited to a small sample size within Mimika Regency, which may affect the generalizability of the findings. Furthermore, the quasi-experimental design lacks a control group, which could influence the robustness of the conclusions. This research contributes to public health and adolescent development studies by highlighting the potential of peer education as an effective method to improve knowledge regarding the prevention of child marriage. The findings provide a framework for policymakers and community organizations aiming to reduce child marriage rates in similar regions.
The Impact of Education on TB Prevention in Stunted Children in the Working Area of the Kosiwo Health Center, Kepulauan Yapen Regency
Dedy Arisjulyanto;
Neny San Agustina Siregar
International Journal of Health and Medicine Vol. 2 No. 1 (2025): January : International Journal of Health and Medicine
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62951/ijhm.v2i1.201
Tuberculosis (TB) is a serious infectious disease that continues to be a global health challenge, particularly in Indonesia. Children with stunting are at a higher risk of contracting TB due to their weakened immune system caused by malnutrition. This study aims to analyze the impact of education on TB prevention in stunted children in the working area of the Kosiwo Health Center, Kepulauan Yapen Regency. The research method used was a quantitative approach with a quasi-experimental design, involving parents and caregivers of stunted children as respondents. Data were collected through questionnaires administered before and after the educational intervention. A total of 45 participants were selected using a total sampling method. Data were collected before and after the intervention using a validated and reliable questionnaire on children's knowledge of tuberculosis (TB), with a Cronbach's alpha of 0.946 for the TB knowledge questionnaire. The results were analyzed using the Paired T-Test, which showed that the mean knowledge score concerning TB transmission in children was 14.89 before the intervention, increasing by 9.78 points to 24.67 afterward, with a p-value of 0.000, which is below α = 0.05.
Pelatihan Metode Systematic Literature Review (SLR) dan Meta-Analysis dalam Pengolahan Data Penelitian pada Mahasiswa Sarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih
Ilmidin Ilmidin;
Arisjulyanto, Dedy;
Suharmanto Suharmanto;
Kusuma, Ardhanari Hendra
SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Juni : SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56910/sewagati.v4i2.2528
A Systematic Literature Review (SLR), also referred to as a literature review, serves as a foundation for the development of scientific knowledge, policymaking, practice, and guidelines that are firmly grounded in evidence-based research. Meta-analysis is often regarded as a more advanced and focused component within the broader scope of SLR. The authors observed that many students still rely predominantly on descriptive research methods that focus solely on frequencies, without conducting in-depth observation or analysis of variables. The purpose of this community service activity (PKM) is to conduct training for students on a more advanced methodological approach meta-analysis. The training is scheduled for two days: the first day focuses on theoretical concepts, and the second day is dedicated to hands-on practice. To evaluate the effectiveness of the training, identical pre- and post-training questionnaires will be distributed to all participants. The results demonstrate that this activity effectively enhances students’ understanding of SLR and meta-analysis through practical application using appropriate software tools. The implementation of pre- and post-tests is crucial for evaluating the success of any educational intervention.
Pengaruh Intensitas Kebisingan terhadap Gangguan Pendengaran pada Pekerja di Indonesia: Meta-Analisis
Ilmidin, Ilmidin;
Syaharuddin Nur;
Petrus Yohanes Ismail Arwimbar;
Rahmadani, Ulfa;
Arisjulyanto, Dedy
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i2.4392
Noise in the workplace is one of the risk factors that can endanger the health and safety of workers. Noise exposure is commonly found in industrial areas such as factories, production machinery, and activities around airports. According to the World Health Organization (WHO), more than 430 million people worldwide suffer from hearing loss. This study aims to analyze the relationship and effect of noise exposure on hearing loss among workers in Indonesia. The research method employed is a systematic literature review with a meta-analysis approach, involving the stages of searching, screening, and analyzing data from relevant scientific articles. The results of the meta-analysis show a p-value of < 0.001, indicating a statistically significant association between noise exposure and hearing loss. The Odds Ratio (OR) value of 2.643 suggests that workers exposed to noise levels exceeding the Threshold Limit Value (TLV) are 2.6 times more likely to experience hearing loss compared to those who are not exposed or are exposed to noise levels below the TLV. The 95% Confidence Interval (CI) ranges from 1.513 to 4.610. Based on these findings, it is recommended that both workers and companies regularly measure noise levels, use hearing protection equipment, and conduct ongoing education and evaluations of workplace hazards.