Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan intensitas pencahayaan dengan efektivitas pembelajaran di SMPN 01 Bangkinang kota Sefti, Mulyana; Febria, Dessyka; Hamidi, Muhammad Nizar Syarif
KOLONI Vol. 4 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v4i2.685

Abstract

Pentingnya pencahayaan yang memadai dalam ruangan bangunan, terutama ruang kelas, sangat diperlukan untuk menjamin kelancaran berbagai aktivitas di dalamnya, terutama proses pembelajaran. Terpenuhinya pencahayaan didalam ruang kelas tentunya akan efektif pula pembelajaran untuk menuju tercapainya kualitas hasil belajar yang maksimal. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara intensitas pencahayaan dengan efektivitas pembelajaran di SMPN 01 Bangkinang Kota Tahun 2024. Desain penelitian ini adalah menggunakan metode cross sectional. Penelitian dilakukan pada 12-14 Juni 2024 dengan jumlah sampel 72 responden menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lux meter. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian diperoleh nilai p value (0.001) > α (0.05). Artinya ada hubungan intensitas pencahayaan dengan efektifitas pembelajaran di SMPN 01 Bangkinang Kota tahun 2024. Kesimpulan ada hubungan intensitas pencahayaan dengan efektifitas pembelajaran di SMPN 01 Bangkinang Kota tahun 2024. Bagi sekolah diharapkan kepada sekolah agar lebih memperhatikan pencahayaan yang ada di ruangan kelas siswa untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran siswa dan bagi siswa diharapkan kepada siswa/i SMPN 01 Bangkinang Kota agar lebih meningkatkan pembelajaran dirumah maupun disekolah.
Hubungan Literasi Kesehatan Lingkungan Dengan Kemampuan Problem Solving Mahasiswa Dalam Isu Lingkungan Hamidi, M. Nizar Syarif; Z.R, Zurrahmi; Febria, Dessyka; Suryani, Suryani; Lestari, Rizki Rahmawati; Fitri, Rahmi Pramulia
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47673

Abstract

Tantangan lingkungan yang semakin kompleks di Provinsi Riau menuntut generasi muda memiliki literasi kesehatan lingkungan (Environmental Health Literacy/EHL) dan kemampuan problem solving yang baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara literasi kesehatan lingkungan dengan kemampuan problem solving mahasiswa dalam menghadapi isu lingkungan di Provinsi Riau. Metode penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional melibatkan 412 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Riau yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner EHL yang diadaptasi dari Febria et al (2024) dan instrumen problem solving yang dikembangkan berdasarkan tahapan pemecahan masalah. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji korelasi Pearson, uji beda (t-test dan ANOVA), dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian rata-rata skor EHL mahasiswa adalah 78,45 ± 12,68 dengan 47,3% berada pada kategori tinggi. Kemampuan problem solving memiliki rata-rata 76,32 ± 11,94. Terdapat hubungan positif signifikan antara EHL dengan kemampuan problem solving (r = 0,487; p < 0,001). EHL berkontribusi 23,7% terhadap varians kemampuan problem solving (R² = 0,237). Mahasiswa bidang kesehatan, semester akhir, dan perempuan menunjukkan EHL yang lebih tinggi secara signifikan. Kesimpulan: Literasi kesehatan lingkungan berkorelasi positif dengan kemampuan problem solving mahasiswa dalam isu lingkungan. Pengembangan program pendidikan yang mengintegrasikan EHL dengan keterampilan pemecahan masalah diperlukan untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan lingkungan di Provinsi Riau
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Berisiko Osteoarthritis di Poli Lansia Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kuok Risda, Reni Nova; Hamidi, M. Nizar Syarif; Afiah
World Health Digital Journal Vol. 1 No. 3 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v1i3.20

Abstract

Sekitar 250 juta orang (3,6% dari populasi) di seluruh dunia menderita osteoarthritis lutut. Kebanyakan dari mereka tinggal di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah serta menderita osteoarthritis lutut ringan hingga berat. Dampak dari Osteoarthritis dapat menimbulkan  permasalahan sendi seperti penurunan fungsi 20%, nyeri 35%, kelemahan otot 19%, hilangnya mobilitas sendi (Igs) 23% dan kestabilan sendi 38%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubugan indeks massa tubuh dengan berisiko osteoarthritis di Poli Lansia wilayah kerja UPT Puskesmas Kuok. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional dan dilakukan pada tanggal  06-31 Januari 2025 dengan jumlah sampel 149 responden menggunakan Teknik Accidental Sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner IMT dan resiko osteoarthritis. Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivarat dengan uji chi-square. Hasil unvariat menunjukkan 98 responden (100%) memiliki IMT tidak normal dan 76 responden (77,6%) memiliki berisiko tinggi mengalami osteoarthritis. Uji chi-square menunjukkan hasil ada hubungan antara indeks massa tubuh denga berisiko osteoarthritis (P Value 0,000). Penelitian ini diharapkan bagi responden untuk dapat menjaga pola makan dan membatasi aktivitas fisik agar menghindari terjadinya osteoarthritis.
FAKTOR PENYABAB KEJADIAN ANAK DISENTRI Kantona, Erix; Hamidi, M. Nizar Syarif; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i1.31

Abstract

Disentri pada anak balita merupakan masalah serius karena manifestasinya cukup parah akibat komplikasi yang dapat menyebabkan kematian. Disentri lebih dominan pada balita karena daya tahan tubuhnya yang masih lemah, sehingga balita sangat rentan terhadap penyebaran bakteri penyebab disentri. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kejadian disentri pada anak antara lain pengetahuan ibu, pemberian ASI eksklusif dan status gizi balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian disentri pada balita di Desa Siabu Wilayah Kerja Puskesmas Salo. Desain penelitian adalah Case Control dengan pendekatan retrospektif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang mengalami disentri, sedangkan populasi kontrol adalah seluruh balita yang datang berobat ke Puskesmas Salo. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling dengan 25 kasus dan 25 kontrol. Alat pengumpulan data berupa kuesioner, KMS dan checklist. Pengolahan data yang digunakan adalah Analisis Univariat dan Analisis Bivariat. Hasil uji statistik Hasil uji statistik diperoleh P value = 0,002 (P<0,05) artinya ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian disentri. Hasil uji statistik didapatkan nilai P = 0,199 (P>0,05) artinya tidak ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian disentri. Hasil uji statistik diperoleh nilai P = 0,017 (P<0,05) artinya ada hubungan antara status gizi balita dengan kejadian disentri. Hasil penelitian diharapkan kepada orang tua untuk memberikan gizi seimbang, meningkatkan pengetahuan tentang disentri dan pencegahannya sehingga dapat meminimalisir kejadian disentri pada balita.
Hubungan Antara Tingkat Aktivitas Fisik dengan Tingkat Stres Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Bangkinang Kota Tahun 2024 Aulia, Fitri; Hamidi, M. Nizar Syarif; Syafriani, Syafriani
World Health Digital Journal Vol. 1 No. 3 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v1i3.28

Abstract

Transisi dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan fase penting dalam perkembangan remaja yang sering kali disertai stres akibat tuntutan akademik, sosial, dan penyesuaian dengan kurikulum kejuruan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan tingkat stres pada siswa kelas X di SMKN 1 Bangkinang Kota. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan metode cross-sectional, melibatkan 187 responden. Hasil menunjukkan bahwa siswa dengan aktivitas fisik ringan memiliki persentase stres berat lebih tinggi (8,0%), sedangkan siswa dengan aktivitas fisik berat memiliki tingkat stres yang lebih rendah (2,7%). Uji statistik chi-square menghasilkan nilai p = 0,002 (p < 0,05), menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dan tingkat stres. Mayoritas siswa memiliki tingkat aktivitas fisik berat dan berada pada kategori stres sedang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas fisik berperan dalam menurunkan tingkat stres siswa, dan pentingnya menjaga aktivitas fisik sebagai bagian dari strategi pengelolaan stres pada masa transisi pendidikan.
Hubungan Lama Konsumsi Pil KB dengan Kejadian Hipertensi pada Wanita Usia Subur (WUS) di Desa Kampar Kecamatan Kampa Nada, Qothrunnada Syam Alwat; Febria, Dessyka; Hamidi, Muhammad Nizar Syarif
World Health Digital Journal Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v1i4.42

Abstract

Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah dari batas normal yang dikenal dengan silent killer, pencegahan hipertensi menjadi sangat penting untuk menurunkan angka kejadian hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama konsumsi pil KB dengan kejadian hipertensi pada wanita usia subur (WUS) di Desa Kampar Kecamatan Kampa. Metode penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi nya yaitu semua wanita usia subur yang menggunakan pil KB dengan jumlah sampel 77 orang yang menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan pemeriksaan tekanan darah, kemudian dianalisa secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan antara lama konsumsi pil KB dengan kejadian hipertensi pada wanita usia subur (WUS) di Desa Kampar Kecamatan Kampa, dengan nilai p-value yaitu 0,019 (p<0,05). Kesimpulan: tidak ada hubungan bermakna antara lama konsumsi pil KB dengan kejadian hipertensi pada wanita usia subur (WUS)..
Hubungan Pendidikan Ibu Dengan Kejadian Ispa Pada Balita di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Putri, Nadya Elfika; Nislawati, Nislawati; Hamidi, Muhammad Nizar Syarif
World Health Digital Journal Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v1i4.44

Abstract

Salah satu masalah penyakit yang terjadi pada balita yaitu Infeksi Saluran Pernapasan. Oleh karna itu pentingnya pendidikan seorang ibu untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan yang baik mengenai penyakit Infeksi Saluran Pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendidikan ibu dengan kejadian ISPA pada balita Di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang. Metode penelitian menggunakan Case Control dengan jumlah sampel 94 kasus dan 94 control. Pengambilan sampel pada kasus menggunakan teknik total sampling dan pada control dengan teknik simple random sampling. Analisa data menggunakan uji chi squere. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pendidikan ibu dengan kejadian ISPA pada Balita di Desa Tarai Bangun dengan nilai p value 0,022. Kesimpulan dari penelitian ini sebagian besar pendidikan ibu rendah yaitu sebanyak 122 responden (64,9%), balita yang terkena ISPA 94 (50,0%) dan balita yang tidak terkena ISPA sebanyak 94 (50,0%) agar anak terhindar dari penyakit ispa pentingnya pendidikan orang tua untuk mengetahui pencegahan-pencegahan penyakit ISPA dan faktor-faktor yang menyebabkan anak terkena ISPA.
Cognitive Dissonance-Based Smoking Cessation: Comparing Individual Versus Group Interventions Among University Students Hamidi, M. Nizar Syarif; Syahda, Syukrianti; Apriyanti, Fitri
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 5 (2025): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i5.11108

Abstract

College students' smoking habits reveal cognitive dissonance between their understanding of the risks of smoking and their choice to keep on smoking.  This research is to assess the efficacy of cognitive dissonance-based therapies and contrast individual with group strategies in lowering smoking habit in college students.  Conducted on 150 smoking college students in Bangkinang City, this research used a randomized controlled trial approach with three parallel groups.  Participants were randomly allocated to control (n=50), group intervention (n=50), or individual intervention (n=50).  Eight weekly sessions meant to tackle cognitive dissonance made up the intervention.  At six-month follow-up, the main result was biochemically confirmed 7-day abstinence.  Other results included ongoing abstinence, lower cigarette use, shifts in cognitive dissonance, and self-efficacy.  Of the individual group, 38.0%, of the group group, 32.0%, and of the control, 12.0% (p<0.05), this research found 7-day abstinence.  Compared to the control, both treatments greatly raised the likelihood of abstinence (individual: OR=4.50, 95% CI:1.65-12.27; group: OR=3.45, 95% CI:1.24-9.62).  The two intervention strategies showed no notable change (p=0.519).  Changes in cognitive dissonance accounted for 42.1% of the effect of the individual intervention and 38.7% of the impact of the group intervention.  While its efficacy was similar to the individual approach, the group intervention (IDR1,875,000 per abstinence) was more efficient than the individual intervention (IDR2,150,000) according to cost-effectiveness analysis. Although its efficacy was similar to the individual approach, the group intervention (IDR1,875,000 per abstinence) was more efficient than the individual intervention (IDR2,150,000). Cognitive dissonance-based interventions were successful in raising abstinence in college smokers; the group approach was more cost-effective.  These results back up the use of cognitive dissonance-based treatments in campus smoking cessation programs.
Perceived and Objective Quality of Life Among Pregnant Women: Mixed-Methods Research on Chronic Energy Deficiency Apriyanti, Fitri; Wulandari, Diah; Hamidi, M. Nizar Syarif
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 5 (2025): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i5.11252

Abstract

Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women is a substantial public health issue in Indonesia.  This research examines the divergence between objective and subjective quality of life in pregnant women with CED in Kampar District, Riau Province.  A sequential explanatory design with mixed methodologies was used.  The quantitative phase included 150 pregnant women with chronic energy deficiency (mid-upper arm circumference <23.5 cm) from 10 community health centers (out of 31 in Kampar District), selected using a strategy that guarantees a blend of urban and rural regions.  Evaluations included WHOQOL-BREF, anthropometric assessments, and clinical exams.  The qualitative phase included comprehensive interviews and focus group discussions with 30 intentionally chosen individuals.  Data integration was executed by joint display analysis. Quantitative results indicated poor objective quality of life scores: physical domain: 54.3±12.7; psychological: 58.6±11.4; social: 64.2±13.8; environmental: 52.1±10.9.  Nonetheless, 73% of interviewees regarded their quality of life as "good" or "excellent."  Qualitative analysis revealed four themes: "normalization of adversity" (CED seen as typical during pregnancy), "family sacrifice" (prioritization of familial needs), "social support as resilience" (help from family and community), and "spiritual coping" (religious beliefs as a source of strength).  Key determinants affecting the disparity in quality of life were social support (β=0.432, p<0.001), psychological resilience (β=0.387, p<0.001), healthcare access (β=0.256, p<0.05), and health literacy (β=0.198, p<0.05). Despite unfavorable objective health indicators, pregnant women with CED in Kampar District maintain good perspectives of quality of life, facilitated by robust social support, cultural normalization, and spiritual coping strategies.  Effective therapies must amalgamate biological strategies with psychological assistance, taking into account local cultural factors.  Programs must fulfill dietary requirements while concurrently enhancing community support structures and advancing health literacy to reconcile the disparity between objective health status and subjective well-being.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Prestasi Belajar pada Anak Retardasi Mental di SDLBN Bangkinang Kota Tahun 2022 Umami, Ulfa; Syarif Hamidi, M. Nizar; Nur Afrinis
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 1 No. 2 (2023): JHN: Journal of Health and Nursing, November 2023
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v1i2.283

Abstract

The worldwide prevalence of Mental Retardation (RM) is estimated at 2.3% of the entire population. The purpose of this study is the relationship between family support and learning achievement in SDLBBN Bangkinang Kota children in 2022. The total population is all parents of children with mental retardation grades I-VI at SDLB Bangkinang Kota with a total of 45 people for the 2022 period. The sample in the study This is part or representative of the population to be studied. The sampling technique uses total sampling. Measuring tool used is a questionnaire. The analysis used was univariate and bivariate, chi-square test. Based on the results of a study of 45 mothers who had children with mental retardation, most of the family support was not good, as many as 27 people (60%), the learning achievements of children with mental retardation were good, as many as 24 people (53.3%). Based on the statistical test with the chi-square test, it is obtained that p value = 0.001 ≤ (0.05) with a 95% confidence level, then Ho is rejected, which means it is significant. This means that there is a relationship between family support and learning achievement in children with mental retardation at Bangkinang City SDLBN in 2022. It is hoped that the results of this study can provide basic material for families to provide support to their children.