Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN RIWAYAT KELUARGA DM TIPE 2 TERHADAP POLA MAKAN PADA REMAJA DI SMAN 2 TAMBANG Niati Khaira; M. Nizar Syarif Hamidi; Riani Riani
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Volume 4, Nomor 1, Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i1.51525

Abstract

Pola makan yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko DM tipe 2. Seperti konsumsi makanan cepat saji, minuman manis, camilan tinggi kalori dan rendah serat saat ini mendominasi makan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat keluarga DM tipe 2 terhadap pola makan pada remaja di SMAN 2 Tambang. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 297 responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ). Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi-square dengan taraf signifikan (p value < 0,05 yang bererti ada hubungan riwayat keluarga DM tipe 2 terhadap pola makan pada remaja. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa sebagian besar remaja yang memiliki riwayat keluarga DM Tipe 2 menunjukkan pola makan yang baik. Temuan ini menunjukkan bahwa kesadaran remaja dengan riwayat keluarga DM Tipe 2 cenderung lebih tinggi dalam menerapkan pola makan sehat. Penelitian ini diharapkan bagi responden agar dapat lebih meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya menjaga pola makan yang baik, seperti mulai menerapkan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menghindari makanan tinggi gula dan lemak.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN OSTEOARTHRITIS PADA LANSIA DI DESA PULAU TERAP WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUOK Sahira Nabilah Nahdah; Muhammad Nizar Syarif Hamidi; Milda Hastuty
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Volume 4, Nomor 1, Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i1.53238

Abstract

Osteoarthritis merupakan salah satu penyakit degeneratif yang sering terjadi pada lansia dan dapat menurunkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian osteoarthritis pada lansia di Desa Pulau Terap di Wilayah Kerja Puskesmas Kuok tahun 2025. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 112 responden diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami osteoarthritis (66.1%), obesitas (62.5%), aktivitas fisik kurang (75.0%) dan jenis kelamin berisiko (67.0%). Terdapat hubungan yang signifikan antara obesitas (p = 0,000), aktivitas fisik (p = 0,000) dan jenis kelamin (p = 0,000) dengan kejadian osteoarthritis. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi puskesmas dan masyarakat dalam pencegahan osteoarthritis melalui pengendalian berat badan, peningkatan aktivitas fisik, dan perhatian pada kelompok berisiko tinggi.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Rehabilitasi Medik (Fisioterapi) Pasien Stroke Di RSUD Bangkinang Tahun 2023 Mayang Marsely; Muhammad Nizar Syarif Hamidi; Ade Dita Puteri
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Volume 4, Nomor 1, Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i1.53598

Abstract

Rehabilitasi stroke adalah proses yang berpusat pada pasien dan dilakukan dengan tujuan memaksimalkan kemandirian fungsional pasien yang menderita berbagai kecacatan akibat stroke. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan rehabilitasi medik (fisioterapi) pasien stroke di RSUD Bangkinang tahun 2023. Desain penelitian ini menggunakan dengan desain kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectinal. Adapun populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien stroke berat Juni-Juli sebanyakl 38 orang. Sampel pada penelitian ini adalah 38 orang. Adapun variabel terikat pada penelitian ini adalah kepatuhan rehabilitasi medik (fisioterapi) pasien stroke dan variabel bebas pada penelitian ini dukungan keluarga. Analisa data yang digunakan pada penelitian adalah analisa univariat dan analisa bivariat. Dari hasil penelitian pada analisa univariat didapatkan sebagian besar dukungan keluarga berada pada kategori patuh sebanyak 24 responden (63.2%) dan sebagian besar responden yang menjalani kepatuhan rehabilitasi medik sebanyak 23 responden (60.5%). Sedangkan pada analisa bivariat di dapat hasil bahwa ada hubungan dukunngan keluarga dengan kepatuhan rehabilitasi medik (fisioterapi) pasien pasca stroke di RSUD Bangkinang tahun 2023. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan suatu masukan teori dan menambah hasil informasi ilmiah yang berhubungan dengan kepatuhan rehabilitasi medik (fisioterapi) khususnya pada pasien stroke.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENCEGAHAN RHEUMATOID ARTHRITIS PADA LANSIA DI DESA PULAU RAMBAI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS KAMPA TAHUN 2025 Meiza Amalia; M. Nizar Syarif Hamidi; Neneng Fitria Ningsih
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4, Nomor 2, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i2.56543

Abstract

Pencegahan Rheumatoid Arthritis menjadi penting untuk mengurangi risiko komplikasi dan menurunkan angka kejadian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pencegahan pada lansia di Desa Pulau Rambai, wilayah kerja UPT Puskesmas Kampa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia usia 45–54 tahun, dengan jumlah sampel sebanyak 147 orang yang dipilih dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,005), obesitas (p = 0,000), dan sikap (p = 0,002) dengan upaya pencegahan Rheumatoid Arthritis. Kesimpulannya, pengetahuan, status obesitas, dan sikap memiliki hubungan bermakna terhadap tindakan pencegahan Rheumatoid Arthritis pada lansia. Diperlukan intervensi promosi kesehatan berupa edukasi dan penyuluhan agar lansia memiliki perilaku hidup sehat untuk mencegah Rheumatoid Arthritis sejak dini.
Hubungan Kepatuhan Penggunaan Sunscreen Dengan Kejadian Sunburn pada Pasien Klinik Kecantikan Ayudya Skincare Miftahul Jannah; M. NIZAR SYARIF HAMIDI; RIZKI RAHMAWATI LESTARI
Journal of Integrated Knowledge and Innovation Vol. 1 No. 1 (2025): Vol.1 No. 1 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tabusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data dari Kelompok Studi Dermatologi Kosmetik Indonesia, sebanyak 27,5% penduduk Riau mengalami sunburn setidaknya sekali dalam setahun. Salah satu cara untuk mencegah sunburn adalah dengan penggunaan sunscreen. Namun efektivitas sunscreen bergantung pada kepatuhan penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan penggunaan sunscreen dengan kejadian sunburn pada pasien di Klinik Kecantikan Ayudya Skincare. Penelitian  ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan case-control. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Klinik Ayudya Skincare pada periode 4 bulan terakhir, dan sampel sebanyak 226 responden dengan perbandingan 1:1 yang dipilih menggunakan teknik total sampling dan simple random sampling. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan rekam medis. Hasil analisa univariat didapatkan sebanyak 127 responden (56,2%) tidak patuh menggunakan sunscreen, dan 113 responden (50%) mengalami sunburn. Hasil analisa bivariat didapatkan ada hubungan signifikan antara kepatuhan penggunaan sunscreen dengan kejadian sunburn (p value = 0,003), di mana responden yang tidak patuh menggunakan sunscreen memiliki risiko tiga kali lebih besar mengalami sunburn dibandingkan dengan yang patuh menggunakan sunscreen. Responden diharapkan lebih patuh dalam penggunaan sunscreen sesuai anjuran WHO, termasuk juga pemilihan SPF yang direkomendasikan.
HUBUNGAN PERILAKU KERJA DENGAN KEJADIAN PENYAKIT AKIBAT KERJA PADA KARYAWAN DI PT. LUTVINDO nadanadhifahnarti nada; Dessyka Febria; Nizar Syarif Hamidi
Journal of Integrated Knowledge and Innovation Vol. 1 No. 2 (2025): Vol.1 No.2 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tabusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit akibat kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan, alat kerja, bahan, proses maupun lingkungan kerja. Pada tahun 2023 jumlah penyakit akibat kerja tercatat sebanyak 91 kasus namun secara global ada 2,3 juta kematian terkait pekerjaan setiap tahun, dengan mayoritas 2,0 juta penyakit akibat. Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit akibat kerja yaitu perilaku kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku kerja dengan kejadian penyakit akibat kerja pada karyawan di PT. Lutvindo Pekanbaru. Desain Penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan cross-sectional, yaitu setiap variabel diobservasi hanya satu kali saja. Populasi dan Sampel dalam penelitian seluruh karyawan  PT. Lutvindo yang berjumlah 171. Jumlah sampel dari penelitian adalah 40 orang yang diambil dari divisi aspal mixing plant dengan menggunakan teknik total sampling. Alat pengumpulan data kuesioner. Data ini dianalisa dengan analisa univariat dan analisa bivariat. Hasil penelitian diproleh Mayoritas 25 responden (62,5 %) pada kategori perilaku kerja positif, mayoritas 25 Responden (62,5 %) tidak mengalami penyakit akbat kerja. Hasil uji Chi Square didapatkan nilai p value 0,001 < α 0,05 yang artinya ada hubungan perilaku kerja dengan kejadian penyakit akibat kerja pada karyawan di PT. Lutvindo Pekanbaru. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi dasar yang berkaitan dengan perilaku kerja serta penyakit akibat kerja yang terjadi sehingga PT. Lutvindo dapat memberikan edukasi terkait penyakit akibat kerja pada karyawan.
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Berisiko Osteoarthritis di Poli Lansia Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kuok Reni Nova Risda; M. Nizar Syarif Hamidi; Afiah
World Health Digital Journal Vol. 1 No. 3 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wolgitj.v1i3.20

Abstract

Sekitar 250 juta orang (3,6% dari populasi) di seluruh dunia menderita osteoarthritis lutut. Kebanyakan dari mereka tinggal di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah serta menderita osteoarthritis lutut ringan hingga berat. Dampak dari Osteoarthritis dapat menimbulkan  permasalahan sendi seperti penurunan fungsi 20%, nyeri 35%, kelemahan otot 19%, hilangnya mobilitas sendi (Igs) 23% dan kestabilan sendi 38%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubugan indeks massa tubuh dengan berisiko osteoarthritis di Poli Lansia wilayah kerja UPT Puskesmas Kuok. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional dan dilakukan pada tanggal  06-31 Januari 2025 dengan jumlah sampel 149 responden menggunakan Teknik Accidental Sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner IMT dan resiko osteoarthritis. Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivarat dengan uji chi-square. Hasil unvariat menunjukkan 98 responden (100%) memiliki IMT tidak normal dan 76 responden (77,6%) memiliki berisiko tinggi mengalami osteoarthritis. Uji chi-square menunjukkan hasil ada hubungan antara indeks massa tubuh denga berisiko osteoarthritis (P Value 0,000). Penelitian ini diharapkan bagi responden untuk dapat menjaga pola makan dan membatasi aktivitas fisik agar menghindari terjadinya osteoarthritis.
HUBUNGAN KEBIASAAN KONSUMSI MAKANAN DAN MINUMAN TIDAK SEHAT DENGAN KEJADIAN GAGAL GINJAL KRONIS (GGK) PADA ANAK DI RSUD BANGKINANG Elvi Lorenza; M. Nizar Syarif Hamidi; Erlinawati Erlinawati
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.63375

Abstract

Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan salah satu penyakit kronis yang dapat terjadi pada anak dan berdampak terhadap kualitas hidup serta pertumbuhan anak. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian GGK adalah kebiasaan konsumsi makanan dan minuman tidak sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi makanan dan minuman tidak sehat dengan kejadian Gagal Ginjal Kronik (GGK) pada anak di RSUD Bangkinang Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan case control. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 29 Juni sampai 7 Juli 2026 di RSUD Bangkinang. Sampel penelitian berjumlah 90 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner kebiasaan konsumsi makanan dan minuman tidak sehat serta data rekam medis pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kebiasaan konsumsi makanan dan minuman tidak sehat sebanyak 56 responden (62,2%). Sebanyak 40 responden (44,4%) mengalami GGK. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p value = 0,001 (p<0,05) dengan POR sebesar 3,444 (95% CI: 1,337–8,870). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi makanan dan minuman tidak sehat dengan kejadian GGK pada anak di RSUD Bangkinang Tahun 2026. Anak yang memiliki kebiasaan konsumsi tidak sehat berisiko 3,444 kali lebih besar mengalami GGK dibandingkan anak dengan kebiasaan konsumsi sehat