Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELOMPOK MASYARAKAT DAN UMKM DI DESA PAKABBA KECAMATAN GALESONG UTARA KABUPATEN TAKALAR Nurdin, Nani Harlinda; Mirsa, Sitti; Atrianingsi, Andi; Hamson, Zulkarnain; Rulinawaty, Rulinawaty
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya Vol. 1 No. 03 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/berkarya.v1i03.108

Abstract

Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kelompok masyarakat utamanya pelaku usaha saat ini menjadi suatu keharusan mengingat perkembangan teknologi dan informasi yang semakin maju sehingga merubah cara dan pola dalam memasarkan produk. Saat ini Sebagian besar pemasaran dilakukan berbasis internet dan menudahkan masyarakat untuk mencari kebutuhannya secara cepat dan murah dalam arti harga yang bersaing. Disamping itu penampilan/image produk juga sangat menarik dan eye catching untuk menarik minta konsumen. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan untuk memberikan pemahaman, pengetahuan serta keterampilan bagi kelompok masyarakat dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Pakabba Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar tentang Manajemen Pemasaran Produk UMKM. Hasil kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan masyarakat pelaku usaha dalam memasarkan produknya dengan menmanfaatkan teknologi dan informasi.
Communication ethics of content creators in the new media era based on Bugis Makassar local wisdom Zulkarnain Hamson; Muhammad Akbar; Syamsuddin Aziz
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 9 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v9i1.40189

Abstract

This study investigates the incorporation of Bugis-Makassar's local wisdom values into content creators’ digital communication ethics. In the contemporary era, where social media serves as a platform for expression and community building, this study sought to develop a communication ethics model grounded in local values. Values such as "sipakatau" (mutual respect), "siri' na pacce" (honor and empathy), "lempu'" (honesty), "sipakalebbi" (mutual respect), and "sipakainge" (mutual reminder) are identified as foundational to local ethics. Using a descriptive qualitative approach, this research integrates literature analysis, interviews, and observations of three prominent content creators in Makassar who are active on TikTok and YouTube. An analysis was conducted on ten pieces of content, with three selected for their strong correlations with customary genres. The study revealed variations in ethics applications among content creators and a positive correlation between local wisdom values and audience engagement. The findings indicate that applying Bugis-Makassar's local wisdom values to digital communication reinforces cultural identity and fosters community solidarity. The resulting ethical model balances individual expression with social responsibility. Content creators face challenges when balancing popularity with traditional values. This study contributes to the understanding of the revitalization of traditional values in modern technology, affirming the relevance of local wisdom in shaping responsible digital communication ethics.   Penelitian ini mengkaji integrasi nilai-nilai kearifan lokal Bugis-Makassar dalam etika komunikasi digital kreator konten. Di era media sosial sebagai sarana ekspresi ide dan membangun komunitas, penelitian bertujuan mengembangkan model etika komunikasi berbasis nilai lokal yang masih relevan untuk komunikasi bermartabat dan inklusif. Nilai-nilai seperti "sipakatau" (saling menghormati), "siri' na pacce" (kehormatan dan empati), "lempu'" (kejujuran), "sipakalebbi" (saling memuliakan), dan "sipakainge" (saling mengingatkan) diidentifikasi sebagai fondasi etika lokal yang masih sangat relevan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, mengintegrasikan analisis literatur, wawancara mendalam, dan observasi terhadap tiga kreator konten terkemuka di Makassar yang aktif di platform TikTok dan YouTube. Analisis dilakukan pada sepuluh konten dan disarikan menjadi 3 terpilih dengan korelasi kuat dengan genre adat dan perilaku sosial. Penelitian mengungkapkan variasi dalam penerapan etika di antara kreator konten dan korelasi positif antara penerapan nilai kearifan lokal dengan keterlibatan audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai kearifan lokal Bugis-Makassar dalam komunikasi digital tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga membangun kepercayaan dan solidaritas komunitas dalam jaringan. Model etika yang dihasilkan menekankan keseimbangan antara ekspresi individual dan tanggung jawab sosial dalam menciptakan konten bermakna dan bernilai budaya. Kreator konten menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan tuntutan popularitas dengan kepatuhan terhadap nilai-nilai tradisional. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman revitalisasi nilai-nilai tradisional dalam konteks teknologi modern, menegaskan relevansi kearifan lokal dalam membentuk etika komunikasi digital yang bertanggung jawab dan mencerminkan kekayaan budaya Indonesia.
Microstructure Characteristics of Chicken Feather Panels As An Alternative Wall Material Ansarullah Faharuddin; Mukhthar Thahir syarkawi; Juhana Said; Muhammad Zainal Altim; Zulkarnain Hamson; Siti Aisah
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 12 (2023): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i12.6317

Abstract

Chicken feather waste, after being finely chopped, is converted into feather panels which can be an alternative material in architecture. Chicken slaughter waste produces 4-9% of live weight in the form of feathers, requiring technology to make it a renewable alternative material. This research aims to process chicken feather waste into alternative materials for room dividers and building walls, reducing environmental impacts. Scanning is carried out to analyze the surface characteristics of the panels before they are applied as environmentally friendly materials. Previous research recorded a chicken feather panel density of 0.38-0.4, categorizing it as a soft stiff fiberboard material. Experimental engineering methods and material scanning in the microstructure laboratory using SEM reveal surface topography and material composition. The test results show that chicken feather panels can be recommended as a new alternative material in architecture. This discovery has the potential to use chicken feather waste in a sustainable manner, providing an environmentally friendly alternative and reducing the burden on the environment. The integration of these materials can enrich innovation in sustainable construction.
PEMANFAATAN APLIKASI MENDELEY PADA PENULISAN KARYA ILMIAH DOSEN TEKNIK UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA (UMI) MAKASSAR Zulkarnain Hamson; Zet Abdullah; Asjulia Asjulia; Dian Mirnawaty Sultan; Hasnah Taureng
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 3 (2024): Vol. 1 No. 3 Edisi Juli 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i3.125

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada Dosen tentang penggunaan aplikasi Mendeley sebagai alat referensi dan sumber referensi dalam penulisan karya ilmiah. Pelatihan ini diberikan secara langsung di lokasi pengabdian Kampus Teknik Universitas Muslim (UMI). Ini merupakan kemampuan yang dibutuhkan di bidang akademik dan profesional. Dosen yang mengikuti pelatihan ini akan memperoleh manfaat baik. Mendeley meningkatkan kualitas karya ilmiah dosen, menghemat waktu dalam manajemen referensi, meningkatkan akurasi sitasi dan referensi, dan meningkatkan kualitas karya ilmiah secara keseluruhan. Dosen harus diberi kesempatan untuk mencoba dan menggunakan pengetahuan mereka dalam memproduksi hasil penelitian. Dosen memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang konsep dengan melakukan latihan praktis, seperti mengimpor referensi atau membuat daftar pustaka. Kegiatan diikuti 17 dosen dari empat program studi, dan berhasil 95% dengan kegegalan 5%.
Etika Media Digital Kreator Konten Berbasis Kearifan Lokal Dipengaruhi Hirarki Zulkarnain Hamson; Muhammad Akbar; Syamsuddin Aziz
Journal of Communication Sciences (JCoS) Vol. 7 No. 2 (2025): April
Publisher : Departement of Communication Sciences, Faculty of Social and Political Sciences, UIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55638/jcos.v7i2.1668

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami praktik etika digital kreator konten di Kota Makassar, khususnya bagaimana nilai-nilai kearifan lokal Bugis Makassar terinternalisasi dalam produksi dan distribusi konten di platform media sosial (Facebook, Instagram, YouTube, dan Tiktok). Dengan pendekatan kualitatif, menggunakan analisis isi dan wawancara mendalam, penelitian ini mengembangkan model konseptual yang memetakan interaksi antara etika digital, kearifan lokal, nilai sosial, dan faktor eksternal. Data diperoleh dari 25 video yang dihasilkan oleh lima kreator pilihan berdasarkan keterlibatan penonton, representasi budaya, dan konsistensi nilai lokal. Hasil menunjukkan klasifikasi hirarkis penerapan etika lokal (tradisional, masyarakat terdidik, masyarakat umum) dan enam prinsip utama: kredibilitas dan transparansi; ketepatan dan keseimbangan; pencegahan hoaks; hormat dan kehormatan; privasi dan keamanan; serta penggunaan platform secara bertanggung jawab. Model ini diharapkan menjadi acuan bagi pembuat konten dan pembuat kebijakan regulasi digital.
Institutionalizing Network Governance: A Strategic Approach to Poverty Alleviation in South Sulawesi Nani Harlinda; Zulkarnain Hamson; Novayanti Rukmana
ARRUS Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/soshum5125

Abstract

This study aims to analyses the implementation of network governance in poverty alleviation policies and formulate institutional strategies that can strengthen the effectiveness of this approach. This research was conducted using qualitative methods involving key informants from the TKPKD Team in Bone Regency and Makassar City, which are two areas with high poverty rates in South Sulawesi. This study found that coordination and collaboration between actors has not been effective, with policy formulation still dominated by government actors. Therefore, the success of this approach is highly dependent on the extent to which the principles of network governance can be institutionalized in the institutional system. The practical implication of this study is the need for a more adaptive institutional strategy, based on cross-actor collaboration and oriented towards local needs, to improve the effectiveness of poverty alleviation in these two regions.