Claim Missing Document
Check
Articles

EDUKASI ONLINE: PRAKTIK HYGIENE DAN SANITASI UNTUK MENCEGAH PENYAKIT MENULAR DI KOMUNITAS Suyitno, Suyitno; Yosalli, Yosalli; Febrianta, Nanda Surya; Halid, Musparlin; Nawawi, Muhammad; Angriani, Yayu
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37513

Abstract

Hygiene dan sanitasi yang baik adalah pilar utama dalam pencegahan penyakit menular dan peningkatan kesehatan masyarakat. Di Indonesia, penyakit seperti diare, ISPA, dan penyakit kulit masih menjadi masalah signifikan yang terkait dengan kurangnya pengetahuan dan akses terhadap praktik kebersihan dan sanitasi. Program "Edukasi Online: Praktik Hygiene dan Sanitasi untuk Mencegah Penyakit Menular di Komunitas" bertujuan meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat melalui webinar online yang interaktif, dengan konten yang mudah diakses dan dipahami. Webinar dilaksanakan pada 1 November 2024 melalui Zoom dan berhasil menarik partisipasi dari 110 peserta aktif. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat sebesar 40% terkait praktik kebersihan sehari-hari. Survei umpan balik mengindikasikan kepuasan peserta sebesar 85% dan peningkatan pengetahuan tentang praktik cuci tangan dan sanitasi lingkungan. Tantangan teknis di daerah dengan keterbatasan akses internet diidentifikasi, dengan usulan untuk menyediakan materi yang dapat diakses secara offline. Pembentukan jejaring komunitas melalui grup WhatsApp menjadi langkah lanjutan yang efektif dalam mendukung keberlanjutan edukasi dan pembentukan komunitas yang lebih sadar hygiene. Kesimpulannya, program edukasi online ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya hygiene dan sanitasi, meskipun ada ruang untuk perbaikan terutama dalam hal aksesibilitas dan materi visual.
Review Of Pmik Readiness In The Implementation Of Electronic Medical Records (Rme) At The Islamic Hospital "Siti Hajar" Mataram: A Qualitative Study: Tinjauan Kesiapan Pmik Dalam Penerapan Rekam Medis Elektronik (Rme) Di Rumah Sakit Islam “Siti Hajar” Mataram: Studi Kualitatif Susilawati, Wulandari Dewi; Hasanah, Uswatun; Yanuarti, Jihan; Permana, Yan Reiza; Pertiwi, Aditiyani Nugraha; Susilo, Beny Binarto Budi; Halid, Musparlin
Procedia of Engineering and Life Science Vol. 6 (2024): The 3rd International Scientific Meeting on Health Information Management (3rd ISMoHI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pels.v6i1.1923

Abstract

Medical recorder and health information (MRHI) in the implementation of electronic medical records (EMR) at the Islamic Hospital (IH) “Siti Hajar” of Mataram is still not ready to implement EMR because there is no budget for its implementation, facilities and infrastructure as well as inadequate human resources and supporting devices in the implementation of EMR which are still inadequate. The study aims to identify the 5M elements (man, money, material, machine and methods) related to MRHI readiness in implementing EMR. The type of research used a qualitative design with interviews, observation and documentation. The research informants were the head of the medical record unit, coordinator of the medical record unit, medical record officers and information technology officers. The results of research from the man element, namely officers have not received special training related to EMR. The element of money is that officers do not know the budget related to the implementation of electronic medical records. The element of machine is that the facilities, infrastructure and supporting devices (hardware and software) are still inadequate. The material element is that there has been no creation of special documents related to the implementation of electronic medical records. The methods element, namely standard operating procedures (SOPs) related to the implementation of EMR does not yet exist. It is necessary to invest in technology upgrades, improve staff training programs, strengthen data security measures, and develop a comprehensive change management plan.
Relationship between Education Level and Performance of Medical Record Officers at the Mataram City Hospital: Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Kinerja Petugas Rekam Medis di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram Putra, Rizal Pratama Adi; Syamsuriansyah, Syamsuriansyah; Hasanah, Uswatun; S., Jihadil Qudsi; Halid, Musparlin
Procedia of Engineering and Life Science Vol. 6 (2024): The 3rd International Scientific Meeting on Health Information Management (3rd ISMoHI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pels.v6i0.1963

Abstract

Efforts to improve the performance of health workers in hospitals are very important because of the various aspects related to efforts to improve health services. One of the vital units in the hospital is the medical record which with its duties is expected to support the quality of service by improving performance well. This study aims to determine the relationship between education level and the performance of medical record officers at the Mataram City Regional General Hospital. The research design used was quantitative analytic The research sample was 70 medical record officers with total sampling. The analysis in this study used univariate and bivariate analysis with a confidence level of 95% or a value of α < 0.05. This study shows that there is a relationship between educational background and performance with a p value = 0.000 < α value = 0.05. The level of education affects the performance of medical record officers at the Mataram City Hospital.
Analisis Kelengkapan Pengisian Berkas Rekam Medis Halid, Musparlin
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2023): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v6i1.2712

Abstract

Standar Pelayanan Minimal (SPM) adalah ketentuan tentang jenis dan bentuk pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak di peroleh setiap warga negara secara minimal, dan salah satu jenis yang di atur adalah pelayanan di bagian rekam medis. Terdapat 4 indikator penilaian yang dinilai dalam pelayanan di bagian rekam medis yaitu kelengkapan pengisian rekam medis 24 jam setelah selesai pelayanan, kelengkapan informed consent setelah mendapatkan informasi yang jelas, waktu penyediaan dokumen rekam medis rawat jalan, dan waktu penyediaan dokumen rekam medis rawat inap. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran SMP rekam medis di RSUD Provinsi NTB. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Sampel pada penelitian ini berjumlah 87 berkas rekam medis dari masing-masing indikator rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan di bagian rekam medis RSUD Provinsi NTB belum sesuai dengan SPM. Dengan rincian kelengkapan pengisian rekam medis 24 jam setelah selesai pelayanan yang tidak terisi lengkap yaitu identitas pasien 0%, tindakan dan hasil pemeriksaan 0%, paraf dokter/perawat 62%. Kelengkapan informed consent setelah mendapatkan informasi yang jelas yang tidak terisi lengkap yaitu identitas pasien 0%, pemberian informasi 76%, jenis informasi 76%, tanda tangan dokter 76%, serta tanda tangan saksi 1 dan 2 76%. Perlu adanya sosialisasi kepada dokter dan tenaga medis lainnya untuk melengkapi dokumen rekam medis secara lengkap dan benar sehingga dapat memenuhi SPM yang ada.