Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Strategi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal untuk Membangun Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Sosial, dan Pelestarian Lingkungan di Perbatasan Entikong, Indonesia-Malaysia Muhammad Nur Imanulyaqin; Imran Imran; Zuri Astari; Patrisia Rahayu Utami
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 14 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v14i3.101752

Abstract

This study examines community empowerment strategies based on local wisdom in the border area of Entikong, Sanggau Regency, West Kalimantan, Indonesia. The research focuses on three key dimensions—economic self-reliance, social resilience, and environmental sustainability. Using a qualitative and descriptive approach, data were gathered through in-depth interviews, participatory observations, and documentation involving village leaders, community institutions, and residents. The findings reveal that integrating local wisdom such as gotong royong (mutual cooperation), customary law, and traditional cultural practices strengthens social cohesion, enhances citizen participation, and promotes ecological balance. The Village Development Planning Forum (Musrenbang) functions as a participatory mechanism that aligns empowerment initiatives with community needs. However, challenges persist in product marketing and institutional capacity-building. The study concludes that local wisdom-based empowerment fosters sustainable community development when programs are socially and culturally adaptive. Theoretically, this research contributes to the discourse on culture-based empowerment within borderland studies, while practically, it offers a model for designing participatory and context-sensitive empowerment strategies applicable to other frontier regions.
Pelatihan Teknis Pendekatan Pembelajaran Deep Learning bagi Guru-Guru di Kecamatan Entikong, Kawasan Perbatasan Indonesia-Malaysia Iwan Ramadhan; Imran Imran; Stella Prancisca; Zuri Astari; Adhalia Zatalini; Fauziah Sri Wahyuni; Patrisia Rahayu Utami; Muhammad Nur Imanulyaqin
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.6519

Abstract

Kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia seperti Kecamatan Entikong menghadapi tantangan dalam peningkatan mutu pendidikan akibat keterbatasan infrastruktur, fasilitas sarana dan prasarana serta pelatihan bagi guru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemahaman guru terhadap pendekatan Deep Learning untuk meningkatkan kompetensi pedadogik mereka sebagai guru perbatasan. Mitra kegiatan adalah guru-guru yang tergabung dalam PGRI Kecamatan Entikong sebanyak 32 orang. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode pelatihan klasikal. Secara spesifik, pelatihan ini menggunakan metode ceramah dan diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta. Sementara teknik observasi, wawancara, dan penyebaran angket digunakan sebagai umpan balik. Hasil tes menunjukkan peningkatan signifikan: skor rata-rata pre-test sebesar 64,1 meningkat menjadi 86,9 pada post-test, dengan tingkat kelulusan meningkat dari 50% menjadi 100%. Selain itu, umpan balik peserta menunjukkan skor kepuasan rata-rata 3,8 dari skala 5 atau sebesar 76%, menunjukkan respon positif terhadap materi dan pelaksanaan pengabdian. Peserta juga menunjukkan keterlibatan aktif selama pelaksanaan pengabdian berlangsung. Tantangan utama berupa keterbatasan waktu dan sarana pelatihan, namun dapat diatasi melalui strategi penyampaian materi yang aplikatif dan relevan. Dampak jangka panjang diharapkan mendorong perubahan praktik pembelajaran yang lebih bermakna dan adaptif terhadap tantangan lokal. Kegiatan ini memperkuat kontribusi akademik dosen terhadap dunia pendidikan di wilayah 3T dan mendukung implementasi pendekatan Deep Learning.  
Etnopedagogi Adat Dayak Salako: Transformasi Pemulihan Hubungan Sosial menjadi Sumber Pembelajaran Sosiologi Berbasis Masyarakat Patrisia Rahayu Utami; Fauziah Sri Wahyuni; Muhammad Nur Imanulyaqin; Ayu Gintari
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 8, No 4 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v8i4.9322

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemanfaatan praktik penyelesaian konflik adat sebagai sumber pembelajaran sosiologi, meskipun hal tersebut relevan dengan konsep pengendalian sosial, keadilan restoratif, dan pembelajaran berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran praktik adat Dayak Salako dalam penyelesaian pelanggaran sosial serta mengeksplorasi potensinya sebagai sumber pembelajaran sosiologi berbasis masyarakat di Desa Sendoreng, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala desa, tokoh adat, serta masyarakat yang terlibat dalam penyelesaian adat. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adat Dayak Salako masih diterapkan dalam penyelesaian konflik antarpribadi, penyerangan, perselisihan keluarga, sengketa tanah, serta pelanggaran terhadap perjanjian adat. Penyelesaian dilakukan melalui musyawarah, partisipasi kolektif, ritual simbolik, dan sanksi adat yang berorientasi pada pemulihan hubungan sosial. Praktik tersebut merepresentasikan nilai tanggung jawab, gotong royong, penghormatan terhadap norma adat, serta harmoni sosial, sekaligus menjadi ilustrasi kontekstual bagi konsep norma sosial, pengendalian sosial, penyelesaian konflik, integrasi sosial, pluralisme hukum, dan lembaga sosial dalam pembelajaran sosiologi berbasis masyarakat