Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Disparitas Pola Konsumsi Rumah Tangga Petani: Analisis Komparatif Stabilitas Pendapatan dan Prioritas Pengeluaran pada Petani Kelapa Sawit di Riau dan Karet di Jambi Yogy Rasihen; Dini Amalia Putri; Agung Pramono; Tirta Anugerah
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Agribisnis Volume 14 No 2 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v14i2.4645

Abstract

Komoditas kelapa sawit dan karet merupakan pilar ekonomi rumah tangga pedesaan Indonesia, namun dengan karakteristik pendapatan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pola konsumsi rumah tangga petani kedua komoditas tersebut dengan fokus pada stabilitas pendapatan dan prioritas pengeluaran. Metode mixed-methods diterapkan dengan survei kuantitatif pada 140 rumah tangga petani (52 sawit di Kampar, 88 karet di Tebo) dan wawancara mendalam. Stabilitas pendapatan diukur dengan Koefisien Variasi (CV), sedangkan perbedaan pola konsumsi dianalisis menggunakan Independent T-test dan faktor penentunya diidentifikasi melalui regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan disparitas yang signifikan. Petani sawit menikmati pendapatan lebih tinggi (Rp 7,6 juta/bulan) dan stabil (CV <20%), sehingga dapat mengalokasikan 25-30% pendapatan untuk pendidikan/kesehatan dan 20-25% untuk investasi. Sebaliknya, petani karet menghadapi volatilitas pendapatan ekstrem (CV >40%) dengan pendapatan rendah (Rp 983 rb/bulan), menyebabkan alokasi dominan untuk kebutuhan pokok (55-60%) dan tabungan darurat (20-25%) sebagai strategi bertahan hidup. Penelitian menyimpulkan bahwa stabilitas pendapatan yang bersumber dari karakteristik komoditas adalah determinan utama perbedaan pola konsumsi. Implikasi kebijakan dari temuan ini adalah perlunya intervensi yang berbeda, di mana petani karet memerlukan program stabilisasi pendapatan dan jaminan sosial, sementara petani sawit dapat difasilitasi untuk pengembangan kapasitas investasi dan kewirausahaan. Oil palm and rubber are pillars of Indonesia's rural economy, yet they are characterized by different income profiles. This study aims to analyze the differences in consumption patterns between farmer households of these two commodities, focusing on income stability and expenditure priorities. A mixed-methods approach was employed, combining a quantitative survey of 140 farmer households (52 oil palm in Kampar, 88 rubber in Tebo) with in-depth interviews. Income stability was measured using the Coefficient of Variation (CV), while differences in consumption patterns were analyzed using an Independent T-test, and their determining factors were identified through multiple linear regression. The results reveal significant disparities. Oil palm farmers earn a higher (Rp 7.6 million/month) and more stable income (CV <20%), enabling them to allocate 25-30% of their income to education and health, and 20-25% to investment. Conversely, rubber farmers face extreme income volatility (CV >40%) with a low income (Rp 983 thousand/month), leading to a dominant allocation of funds to basic needs (55-60%) and emergency savings (20-25%) as a survival strategy. The study concludes that income stability is the primary determinant of the differences in consumption patterns. The policy implication of these findings is the need for differentiated interventions, where rubber farmers require income stabilization programs and social safety nets, while oil palm farmers can be facilitated in investment capacity development and entrepreneurship.
Analisis Keberlanjutan Usahatani Perkebunan Kelapa Rakyat Kabupaten Indragiri Hilir Yogy Rasihen; Andriyono Kilat Adhi; Suprehatin Suprehatin
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 9 No. 2 (2021): Desember 2021 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2021.9.2.177-187

Abstract

Perkebunan kelapa merupakan salah satu komoditas strategis dalam perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi keberlanjutan terkini usahatani perkebunan kelapa rakyat Kabupaten Indragiri Hilir, dan bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan perkebunan kelapa rakyat melalui metode Multidimensioanl Scalling (MDS). Analisis MDS multidimensi sebagai aspek yang dikaji pada penelitian ini yaitu dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial budaya. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari 45 responden di tiap-tiap kecamatan, yang dilakukan pada empat wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, yaitu Kecamatan Enok, Keritang, Mandah, dan Kecamatan Pulau Burung. Data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan responden petani dan beberapa ahli yang konsentrasi pada perkelapaan yang dipilih secara purposive, data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik, Dinas Pertanian dan Perkebunan, dan literalur lain yang mendukung penelitian ini. Hasil teknik ordinasi Rap-Coconut pada metode MDS menunjukkan nilai indeks keberlanjutan perkebunan kelapa rakyat Kabupaten Indragiri Hilir berkisar antara 25,01-50,00 termasuk kedalam ketegori kurang berkelanjutan. Pada analisis indeks keberlanjutan untuk ke-tiga dimensi masing-masing adalah 48,01 (ekonomi), 33,76 (ekologi), dan 28,06 (sosial budaya) termasuk kedalam kategori kurang berkelanjutan dari total nilai 100,00 untuk nilai baik (sangat berkelanjutan). Keberlanjutan usahatani perkebunan kelapa rakyat pada masing-masing dimensi memiliki indeks keberlanjutan yang berbeda-beda sehingga diperlukan adanya kebijakan yang berbeda untuk mengevaluasi keberlanjutan usahatani perkebunan kelapa rakyat Kabupaten Indragiri Hilir agar meningkatkan status keberlanjutan perkebunan kelapa rakyat.
PENGARUH KONSENTRASI KATALIS NATRIUM HIDROKSIDA (NaOH) TERHADAP PRODUKSI DAN KARAKTERISTIK CRUDE METHYL ESTER DARI LEMAK LIMBAH FILLET IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus) Ivan Fadhillah; Fatmayati Fatmayati; Anna Dhora; Yogy Rasihen; Harfiah Faradila
Al-Ihtiram: Multidisciplinary Journal of Counseling and Social Research Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/6qc4ff78

Abstract

Fat waste from pangasius (Pangasius hypophthalmus) filleting is a by-product of the fishery industry with a relatively high triglyceride content, making it a potential feedstock for crude methyl ester (CME) production. One of the factors affecting the success of transesterification is the concentration of the sodium hydroxide (NaOH) catalyst. This study aimed to analyse the effect of varying NaOH concentrations on the yield and characteristics of CME produced from pangasius fillet waste fat. The research was carried out using the transesterification method with NaOH catalyst concentrations of 1%, 1.5%, 2%, 2.5%, and 3% (w/w). The observed parameters were yield, free fatty acid (FFA) content, impurities, and moisture. The results showed that increasing the NaOH concentration up to 2% raised the CME yield from 21% to 35% and lowered the FFA content from 1.45% to 0.59%, impurities from 1.81% to 0.68%, and moisture from 3.10% to 1.95%. However, increasing the NaOH concentration to 2.5% and 3% reduced the yield to 26% and 18%, accompanied by higher FFA, impurities, and moisture caused by saponification, which hindered product separation. Based on these results, a NaOH concentration of 2% is the optimum condition for producing crude methyl ester with the highest yield and the best quality characteristics from pangasius fillet waste fat.