Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBANGUNAN DESA BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN MASYARAKAT YANG MANDIRI DAN SEJAHTERA KIKI ENDAH
Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 1, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1951.406 KB) | DOI: 10.25147/moderat.v1i4.2854

Abstract

Partisipasi atau peran serta masyarakat merupakan aktualisasi dari ketersediaan dan kemampuan untuk dapat memberikan sumbangsih dalam pembangunan yang dilaksanakan di desa.  Dapat dikatakan bahwa partisipasi masyarakat merupakan faktor penentu serta indikator keberhasilan pembangunan.  Masyarakat berkorban dan berkontribusi dalam pembangunan desa mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan pengawasan.  Tetapi pada kenyataannya masih banyak permasalahan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pembangunan desa hal ini dapat terlihat dari masih adanya kemampuan sumber daya manusia desa yang lemah, ketersediaan sarana dan prasarana pembangunan yang terbatas, penyusunan perencanaan desa belum memenuhi tuntutan dan kebutuhan masyarakat setempat, kemampuan kelembagaan ekonomi dan sosial masih lemah sehingga timbul kendala untuk masyarakat menjadi mandiri.  Pembangunan senantiasa membawa aspirasi dan tuntutan dari masyarakat untuk menjadi mandiri.  Pembangunan senantiasa membawa aspirasi dan tuntutan dari masyarakat untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik.  Peran serta masyarakat aktif lebih menumbuhkan kebersamaan sehingga dapat mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.  Melalui perencanaan yang dibuat dengan melibatkan masyarakat maka pembangunan menjadi lebih terarah, pelaksanaan pembangunan desa dilakukan dengan memanfaatkan kearifan lokal dan sumber daya alam dengan mengedepankan kebersamaan, kekeluargaan, dan kegotong royongan desa serta pemantauan dan pengawasan dari masyarakat lebih dapat mengetahui sejauhmana kinerja yang telah mereka lakukan terhadap keberhasilan pembangunan desa tersebut.
MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN DESA MELALUI PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA KIKI ENDAH
Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 4, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.174 KB) | DOI: 10.25147/moderat.v4i4.1777

Abstract

Kemandirian desa merupakan kemampuan yang dimiliki pemerintah desa dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan melalui potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia. Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa dapat menggerakan perekonomian desa apabila ada komitmen kerjasama yang erat antara pemerintah desa dan masyarakat. Keberadaan Badan Usaha Milik Desa yang dikelola oleh pemerintah desa dan masyarakat akan memberi nilai positif bagi pendapatan asli desa dan memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa yang dijalankan dengan baik didasari kerjasama dan kebersamaan membuktikan bahwa desa mampu mandiri tanpa menunggu bantuan yang datang dari pusat.  Kata Kunci: Kemandirian Desa, Pengelolaan, BUMDes
PEMBERDAYAAN KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT DI DESA DANASARI KECAMATAN CISAGA KABUPATEN CIAMIS Kiki Endah; Erlan Suwarlan; Aditiyawarman Aditiyawarman
Abdimas Galuh Vol 3, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v3i2.6115

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang aktif, peduli, peka mengenai pentingnya keberadaan lembaga atau kelompok informasi masyarakat sebagai mitra pemerintah dalam penyebarluasan, sosialisasi dan informasi pembangunan kepada masyarakat. Selain itu, pentingnya keberadaan Kelompok Informasi Masyarakat sebagai mediator komunikasi informasi pembangunan secara timbal balik dan berkesinambungan serta menjadi forum media untuk pelayanan komunikasi dan informasi pemerintah dan pembangunan serta sebagai wahana informasi dan komunikasi antara anggota kelompok informasi masyarakat dengan pemerintah Desa Danasari Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis. Permasalahan mitra yang muncul dapat diidentifikasikan sebagai berikut: 1) Minimnya pemahaman masyarakat berkaitan kelompok informasi masyarakat di desa; 2) Sebagian masyarakat belum sadar akan pentingnya informasi untuk dapat meningkatkan daya saing ekonomi; 3) Minimnya kemampuan dan pengetahuan masyarakat dalam membentuk dan mengelola kelompok informasi masyarakat. Adapun tujuan dari pengabdian masyarakat yang dilaksanakan, yaitu: a) Memberikan pemahaman pentingnya kelompok informasi masyarakat sebagai nilai tambah masyarakat dan membangun kesadaran akan pentingnya informasi. b) Melaksanakan sosialisasi pemberdayaan kelompok informasi masyarakat guna meningkatkan kemampuan dalam pembentukan kelompok informasi masyarakat. c) Memberikan solusi berdasarkan kajian akademik atas kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat berkaitan pembentukan dan pelaksanaan kelompok informasi masyarakat. Adapun solusi yang diberikan adalah memberikan pemahaman serta pendampingan dalam pembentukan Kelompok Informasi Masyarakat. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan cara pemberian sosialisasi, pendampingan dalam pembentukan kelompok informasi masyarakat. Dimana tahapan dalam pengabdian ini adalah: 1) sosialisasi; 2) pemahaman mengenai kelompok Informasi Masyarakat; 3) Pendampingan; 4) Evaluasi dan tindak lanjut.
PENINGKATAN KAPASITAS APARATUR PEMERINTAH DESA MELALUI PELATIHAN ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DI DESA KARANGPANINGAL KECAMATAN TAMBAKSARI KABUPATEN CIAMIS Endah Vestikowati; Kiki Endah; Eet Saeful Hidayat
Abdimas Galuh Vol 2, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v2i2.3961

Abstract

Kapasitas aparatur menjadi salah satu pilar penunjang keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Oleh karenanya, menjadi hal yang krusial untuk meningkatkan pemahaman dan kapabilitas perangkat desa guna mewujudkan administrasi pemerintahan yang baik. Pada kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Desa Karangpaningal Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis bertujuan memberikan pelatihan mengenai tata kelola administrasi pemerintahan desa dalam meningkatkan kapasitas aparatur pemerintahan desa. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu dengan pemaparan, diskusi dan pelatihan. Hasil pengabdian ini secara umum diharapkan adalah: (1) Aparatur pemerintah desa dapat memperoleh informasi secara detail mengenai peningkatan kapasitas personal dari segi pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola potensi desa. (2) Terselenggaranya tata kelola sistem administrasi yang benar, rapi dan tertib pada pemerintahan desa yang dapat menjadi bank data bagi penyusunan program dan pengambilan keputusan maupun pengawasan dan evaluasi kegiatan penyelenggaraan pembangunan dan pemerintahan desa. (3) Masyarakat sebagai pengguna jasa akan mendapat layanan yang optimal melalui platform digitalisasi pelayanan administrasi yang dapat diakses oleh khalayak ramai, khususnya masyarakat desa, tetapi perlu dimodifikasi dan dioptimalisasi dalam proses penyelenggaraanya.
DIGITALISASI PRODUK UNGGULAN DESA SUKAMAJU KECAMATAN CIHAURBEUTI KABUPATEN CIAMIS BERBASIS QR CODE DAN FACEBOOK MARKETPLACE Irfan Nursetiawan; Kiki Endah; Ii Sujai
Abdimas Galuh Vol 1, No 1 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.557 KB) | DOI: 10.25157/ag.v1i1.2885

Abstract

Masyarakat prasejahtera di Desa Sukamaju Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis masih sangat  dominan,  dimana  masih  banyak  didominasi  oleh  kaum petani dan buruh tani, serta tidak adanya kreativitas untuk menciptakan peluang usaha. Tetapi di desa tersebut terdapat beberapa produk unggulan desa yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan desa. namun terdapat beberapa hambatan dalam pengembangannya, salah satunya sulitnya untuk memasarkan produk unggulan desa tersebut. Sementara itu, solusi yang ditawarkan adalah melaksanakan kemitraan kepada para Usaha   Mikro,   Kecil   dan Menengah (UMKM) produktif dan tergolong ke dalam masyarakat prasejahtera untuk membentuk kelompok usaha dan menumbuhkan semangat berwirausaha dalam rangka meningkatkan perekonomian keluarga. Selain itu, memaksimalkan keberadaan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta mengimplementasikan pemanfaatan teknologi informasi, yaitu dengan membuat QR-Code dan akun Facebook Marketplace. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah menumbuhkan semangat  berwirausaha bagi masyarakat perdesaan yang tergolong prasejahtera sebagai mitra melalui pembentukan kelompok usaha, serta memberdayakan potensi mitra dalam meningkatkan pendapatan keluarga melalui   peningkatan   usaha   ekonomi   kreatif   berbasis teknologi informasi. Sedangkan target khusus dari kegiatan pengabdian ini, yakni dalam pengembangan ekonomi lokal dan wilayah adalah dengan terbentuknya kelompok usaha yang dapat mandiri secara ekonomi dan dapat meningkatkan pendapatan keluarga khususnya, serta dapat meningkatkan pendapatan ekonomi lokal  dan  wilayah  pada  umumnya. Kegiatan  ini  dilaksanakan  selama  6 (enam) bulan, dimana terdapat beberapa tahapan kegiatan pada pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini, antara lain: (1) evaluasi awal; (2) pembentukan kelompok usaha; (3) pelatihan pembuatan QR-Code; (4) pelatihan pembuatan Facebook Marketplace; (5) pendampingan manajemen usaha; (6) evaluasi akhir, dan (7) pemantauan khusus yang keberlanjutan. Kegiatan tersebut telah dilaksanakan, dan masyarakat desa mulai memanfaatkan Facebook Marketplace sebagai media promosi dan pemasaran produk, serta pihak BUMDes telah menyadari manfaat dari QR-Code sebagai bentuk identitas produk berbasis digital.
STRATEGY FOR COLLECTING LAND AND BUILDING TAX BY THE GOVERNMENT OF CAMPAKA VILLAGE CIGUGUR DISTRICT PANGANDARAN REGENCY Rissa Dwi Meilani; Agus Nurulsyam Suparman; Kiki Endah
JGSRD: Journal of Government Science and Rural Development Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Social and Political Science Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jgsrd.v4i1.3095

Abstract

This research is motivated by the not yet optimal strategy of collecting land and building taxes by the Campaka Village Government, Cigugur District, Pangandaran Regency. The purpose of this study was to determine the strategy of collecting land and building taxes by the Campaka Village Government, Cigugur District, Pangandaran Regency. The method used in this research is descriptive analysis. There are 7 informants. Data collection techniques are library research, field studies (observations and interviews) and documentation. The author uses qualitative data analysis techniques through processing data from interviews and observations to draw conclusions so that they can answer the problems in the study. Based on the results of the study, it is known that the strategy for collecting land and building taxes by the Campaka Village Government, Cigugur District, Pangandaran Regency has not been implemented properly in accordance with the basic elements in the strategic management process according to Sedarmayanti (2014: 24). This is because there are still problems encountered in the process of collecting land and building taxes, such as the lack of awareness of taxpayers in paying land and building taxes, in addition to the lack of taxpayers outside the village who pay attention to paying land and building taxes so that the largest arrears come from taxpayers. outside the village caused by the obstacles faced by land and building tax collectors due to the lack of awareness of taxpayers both inside the village and outside the village in paying taxes on time. Therefore, PBB collectors have tried to approach taxpayers to communicate so that officers understand the problems faced by taxpayers in addition to evaluating PBB revenues so that problems in collecting PBB can be identified.
PUBLIC SERVICES BY THE VILLAGE GOVERNMENT IN KALIJATI VILLAGE SIDAMULIH DISTRICT PANGANDARAN REGENCY Panji Mulya Rukmana; Kiki Endah; Ii Sujai
JGSRD: Journal of Government Science and Rural Development Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Social and Political Science Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jgsrd.v4i2.3524

Abstract

This research is based on the results of observations that the Public Service by the Village Government in Kalijati Village, Sidamulih District, Pangandaran Regency is still not optimal. The research method used is descriptive qualitative method. The types of data used are primary data, data collected by field researchers from the first source or the place where the research object is carried out and secondary data, namely report data; or official documents from the Kalijati Village Government, Sidamulih District, Pangandaran Regency. Data collection techniques used are observation, interviews, literature study and documentation. There were 8 informants in this study. Based on the results of the study, it is known that 1) Public Services by the Village Government in Kalijati Village, Sidamulih District, Pangandaran Regency are generally not optimal in their services according to Fandy Tjiptono's theory (1997:14). However, the Kalijati Village Government has done good services and is trying to improve its performance by utilizing existing facilities. In the Public Service there are several obstacles, namely the Village Government in Kalijati Village, Sidamulih District, Pangandaran Regency, among others, the Village Government in providing services to the community has not been maximized, there is no equipment complete, then there is no sense of understanding the needs of the community, in providing information the staff is still not optimal, and the ethics of the village staff are still not good in that the community is comfortable in communicating.
Development of Community Based Tourism Destinations Through Collaborative Governance in Tanjungsari Village, Sadananya District, Ciamis Regency Usep Indra Irawan; Endah, Kiki
Kemudi Vol 9 No 1 (2024): Kemudi: Jurnal Ilmu Pemerintahan
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/kemudi.v9i1.6991

Abstract

This research is motivated by the lack of maximum development of natural tourism destinations in Tanjungsari Village, Sadananya District, Ciamis Regency. The purpose of this study is to find out the collaboration between the village government and the community in the development of tourist destinations. The research method used in this study is a descriptive research method with a qualitative approach, the data collection technique used by the author in this study is a literature study and a field study consisting of observation, interviews, and documentation. Meanwhile, data analysis techniques are carried out by data reduction, data processing, conclusion drawing and verification. Based on the results of the research, it is known that the collaboration between the village government and the community in the development of community-based tourist destinations in Tanjungsari Village, Sadananya District, Ciamis Regency has been running quite optimally
Evaluation of the Performance of the Regional Medium Term Development Plan (RPJMD) for the 2023 Period by Bappeda Ciamis: Review of the Achievements of Main Performance Indicators (IKU) Ela Nurlaela; Mel Asni; Adelia Riani Putri; Regi Refian Garis; Tommy Bektania; Kiki Endah
Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 22 No. 2 (2024): Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Pengurus Pusat Perkumpulan Ilmuwan Administrasi Negara Indonesia (PIANI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63309/dialektika.v22i2.292

Abstract

The Regional Medium-Term Development Plan (RPJMD) is an important instrument in regional development planning that aims to direct development policies for five years. The 2019-2024 RPJMD of Ciamis Regency is a strategic foundation for the Regional Government. This document not only regulates development priorities but also sets performance indicators to measure the achievement of development goals. This research uses a descriptive qualitative approach to evaluate the implementation of the RPJMD by the Regional Development Planning Agency (Bappeda) of Ciamis Regency. Data was collected through semi-structured interviews with Bappeda officials and staff directly involved in the implementation of the RPJMD. The evaluation results show very significant achievements in Key Performance Indicators (KPI) such as the increase in the Percentage of Independent Village Improvement by the Village Community Empowerment Office (DPMD).
Smart Living Ciamis District Health Office budiawan, arie; Syara Purnamasari; Kiki Endah
Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 22 No. 2 (2024): Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Pengurus Pusat Perkumpulan Ilmuwan Administrasi Negara Indonesia (PIANI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63309/dialektika.v22i2.295

Abstract

The application of the smart living concept by the Ciamis Regency Health Office in encouraging healthy living behavior of the community, as well as structuring the ecosystem of living places that support the quality of life of the community. This study aims to analyze how the Ciamis Regency Health Office applies the smart living concept in an effort to encourage healthy living behaviors in the community. The research method uses a qualitative approach with data collection techniques of observation, in-depth interviews, and document studies of programs and policies related to the implementation of smart living. The results showed that the Ciamis Regency Health Office has implemented several information technology-based initiatives in order to encourage healthy lifestyles in the community through health information outreach and community self health monitoring applications that will be published in 2024 now. However, the integration and synchronization of cross-sectoral regulations and data related to smart living are considered still lacking and not optimal. The policy recommendations given are the need to strengthen regulations and institutions to support the implementation of smart living in the health sector in Ciamis Regency.