BUMDes Gegempalan Mandiri menghadapi beberapa tantangan yaitu keterbatasan literasi keuangan yang berdampak pada pengelolaan usaha, minimnya inovasi membuat BUMDes sulit mengembangkan potensi desa dan usahanya secara optimal. BUMDes juga belum memanfaatkan platform digital secara maksimal untuk memasarkan produknya. Keterbatasan lainnya adalah tidak adanya branding yang jelas pada produk serta kurangnya strategi pemasaran yang efektif. Pada asfek produksi dan pascapanen jagung masih terkendala oleh keterbatasan peralatan yang memadai, yang memengaruhi kualitas produk akhir.Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kinerja BUMDes Gegempalan Mandiri melalui beberapa perbaikan, yaitu; Manajemen Keuangan, Manajmen Pemasaran, dan Manajemen Produksi. Dengan meningkatnya kinerja BUMDes diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk, sehingga pendapatan petani meningkat. Kegiatan pengabdian kemitraan masyarakat di desa Gegempakan menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA), yaitu metode yang mengajak masyarakat untuk terlibat dan berpartisipasi secara langsung untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Program pengabdian ini memberikan pelatihan dan pendampingan intensif kepada BUMDes Gegempalan Mandiri dalam tiga aspek utama: manajemen keuangan, manajemen pemasaran, dan manajemen produksi. Program ini juga mencakup pengembangan pemasaran digital dengan membuat akun di platform TikTok dan Instagram, serta toko di Tokopedia. Strategi marketing mix yang diterapkan oleh BUMDes Gegempalan Mandiri mencakup empat aspek: peningkatan kualitas produk, penetapan harga jual yang kompetitif, optimalisasi pemasaran digital, dan pengembangan rantai pasok jagung. Untuk terus mendorong tumbuh kembang BUMDes dan masyarakat petani jagung hendaknya dilakukan kembali pengabdian lanjutan pada bidang pembuatan kemasan dan merek produk jagung maupun hasil jagung olahan guna meningkatkan pendapatan masyarakat.