Claim Missing Document
Check
Articles

Inovasi Pemerintah Desa dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan di Desa Lumbungsari Kecamatan Lumbung Kabupaten Ciamis Wahyu Rahmat Hidayah; Erlan Suwarlan; Kiki Endah
Amandemen: Jurnal Ilmu pertahanan, Politik dan Hukum Indonesia Vol. 2 No. 3 (2025): Amandemen: Jurnal Ilmu pertahanan, Politik dan Hukum Indonesia
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/amandemen.v2i3.1061

Abstract

This research is motivated by the suboptimal Innovation of Village Government in Realizing Food Security in Lumbungsari Village, Lumbung District, Ciamis Regency. The purpose of this study is to determine the Innovation of Village Government in Realizing Food Security in Lumbungsari Village, Lumbung District, Ciamis Regency. The method used in this study is a qualitative descriptive research method. Data collection techniques include: Observation, Interviews and documentation. Data processing techniques in this study are: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that the Innovation of Village Government in Realizing Food Security has not been running optimally. From the results of the observation, several indicators of problems were found related to the Innovation of Village Government in Realizing Food Security in Lumbungsari Village, Lumbung District, Ciamis Regency, including lack of funds to support food security, lack of adequate facilities and infrastructure to support agricultural activities, low public awareness to achieve new innovations, and low community skills in using information technology and applications.
DPRD Secretariat Services in Supporting the Implementation of DPRD Duties and Functions in the Pangandaran District Arie Budiawan; Kiki Endah
Kemudi Vol 9 No 2 (2025): Kemudi: Jurnal Ilmu Pemerintahan
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/kemudi.v9i2.7065

Abstract

This research examines the role and effectiveness of DPRD Secretariat services in supporting the implementation of DPRD duties and functions in the "Pangandaran" Regency. The DPRD (Regional People's Representative Council) has three main functions: legislation, budgeting, and supervision, which require efficient administrative support from the DPRD Secretariat. Services provided by the Please remember the following text: "Pangandaran" Regency DPRD Secretariat include administrative, technical, financial, meeting and trial services, information and communication, as well as legal services. This research uses a qualitative descriptive methodology for data collection, which includes conducting interviews, making observations, and analyzing documents. The research results show that the Pangandaran Regency DPRD Secretariat has provided adequate services in supporting DPRD activities. However, there are still several obstacles that need to be overcome, such as limited human resources and supporting facilities. Administrative and financial services are considered quite good in helping DPRD members carry out their daily tasks, while technical and facilitation services still require improvement, especially in providing relevant data and policy analysis. Information and communication services also need to be improved to ensure openness and transparency in DPRD activities. In conclusion, although the Pangandaran Regency DPRD Secretariat has functioned well in supporting the implementation of the DPRD's duties and functions, there is room for improvement, especially in technical and communication aspects. The recommendations put forward include increasing human resource capacity, providing adequate facilities, and strengthening information and communication systems to support transparency and accountability in DPRD performance. It is hoped that this research can contribute to improving DPRD Secretariat services and improving the performance of the Pangandaran Regency DPRD as a whole.
Development of Community Based Tourism Destinations Through Collaborative Governance in Tanjungsari Village, Sadananya District, Ciamis Regency Usep Indra Irawan; Kiki Endah
Kemudi Vol 9 No 1 (2024): Kemudi: Jurnal Ilmu Pemerintahan
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/kemudi.v9i1.7243

Abstract

This research is motivated by the lack of maximum development of natural tourism destinations in Tanjungsari Village, Sadananya District, Ciamis Regency. The purpose of this study is to find out the collaboration between the village government and the community in the development of tourist destinations. The research method used in this study is a descriptive research method with a qualitative approach, the data collection technique used by the author in this study is a literature study and a field study consisting of observation, interviews, and documentation. Meanwhile, data analysis techniques are carried out by data reduction, data processing, conclusion drawing and verification. Based on the results of the research, it is known that the collaboration between the village government and the community in the development of community-based tourist destinations in Tanjungsari Village, Sadananya District, Ciamis Regency has been running quite optimally.
Peran Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga dalam Pembinaan Atlet Voli di Kabupaten Ciamis Salsabila Dwi Nafisha; Kiki Endah; Asep Nurdin Rosihan Anwar
Journal of Indonesian Rural and Regional Government Vol 9 No 1 (2025): Rural and Regional Government
Publisher : Magister Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jirreg.v9i1.590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis dalam pembinaan atlet bola voli berdasarkan teori peran lembaga pemerintah menurut Siagian (2020), yang mencakup peran sebagai stabilisator, inovator, modernisator, pelopor, dan pelaksana sendiri. Urgensi penelitian ini didasarkan pada pentingnya kontribusi pemerintah daerah dalam mencetak atlet berprestasi melalui pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi terhadap enam informan kunci dari unsur pemerintah, organisasi olahraga, pelatih, atlet, dan masyarakat pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Disbudpora telah menjalankan kelima peran tersebut, namun pelaksanaannya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sarana latihan, kurangnya pelatih bersertifikat, dan minimnya kompetisi rutin. Turnamen yang difasilitasi meliputi Liga Voli Remaja dan seleksi POPDA. Meskipun peran sebagai fasilitator telah terlihat, keberlanjutan dan pemerataan masih menjadi persoalan yang memerlukan perhatian.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN WISATA JOJOGAN DI DESA CINTARATU KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PANGANDARAN Naufal Shofi Setia Al - Ghani; Asep Nurwanda; Kiki Endah
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 3 No. 5 (2025): Jurnal Sains Student Research (JSSR) Oktober
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v3i5.5798

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi karena adanya permasalahan dimana Sosialisasi dan pelatihan dari pihak pemerintah atau LSM belum dilakukan secara rutin dan menyeluruh, sehingga informasi tentang peluang pengembangan wisata belum merata diterima oleh seluruh masyarakat. Kegiatan pelatihan keterampilan masih terbatas dan belum menyasar seluruh lapisan masyarakat, sehingga banyak warga belum memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan wisata Kebijakan atau peraturan desa yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan wisata belum dirumuskan atau diterapkan secara jelas, sehingga masyarakat kurang dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Dengan demikian maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Wisata Jojogan di Desa Cintaratu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan jumlah informan sebanyak 8 orang, dan teknik analiss data menggunakan reduksi data, data display dan verifikasi atau kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pada dimensi enabling, masyarakat Desa Cintaratu telah menunjukkan kesadaran yang tinggi terhadap potensi wisata alam yang ada di wisata Jojogan. dilaksanakan melalui upaya penyadaran kepada masyarakat mengenai potensi wisata yang dimiliki serta pentingnya keterlibatan masyarakat. Penyadaran dilakukan melalui sosialisasi dan pendekatan langsung oleh pemerintah desa dan pengelola wisata. Namun demikian, program pelatihan atau sosialisasi yang diberikan oleh pemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat kepada masyarakat lokal belum berjalan optimal.Pemberdayaan pada tahap empowering dilakukan melalui pelatihan, pendampingan, serta pemberian kesempatan kepada masyarakat untuk terlibat keikutsertaan mereka dalam Pokdarwis dan usaha ekonomi pendukung wisata seperti jasa parkir, penyewaan alat, serta penjualan makanan dan minuman. Namun, pelaksanaan pelatihan dan pendampingan belum merata kepada seluruh warga, sehingga partisipasi masyarakat masih bersifat terbatas pada kelompok tertentu Pada dimensi protecting, perlindungan terhadap hak masyarakat lokal untuk terlibat dalam pengelolaan wisata belum dilaksanakan secara optimal. Masyarakat belum banyak dilibatkan dalam proses penyusunan kebijakan ataupun pengambilan keputusan strategis. Meskipun sudah ada distribusi manfaat ekonomi dari sektor wisata seperti bertambahnya penghasilan masyarakat melalui jasa parkir, warung makan, dan penyewaan alat wisata, masih terdapat ketimpangan akses terhadap keuntungan tersebut. Selain itu, upaya pelestarian lingkungan dan budaya telah dilakukan, namun belum sepenuhnya melibatkan masyarakat secara aktif dan menyeluruh
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBANGUNAN INSFRASTRUKTUR DI DESA DEWASARI KECAMATAN CIJEUNGJING KABUPATEN CIAMIS Meita Imansari; Kiki Endah; Arie Budiawan
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 3 No. 5 (2025): Jurnal Sains Student Research (JSSR) Oktober
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v3i5.5801

Abstract

This study aims to determine how the implementation of infrastructure development policies in Dewasari Village, Cijeungjing District, Ciamis Regency. Infrastructure plays an important role in supporting community activities and local economic growth. However, in its implementation, infrastructure development in Dewasari Village has not been running optimally. The problems identified include low community participation, limited budget, lack of supervision, and infrastructure quality that does not meet the Indonesian National Standard (SNI). This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques through interviews, observations, and documentation. Informants in this study consisted of village heads, village officials, community leaders, and local residents. The results of the study indicate that the implementation of infrastructure development policies in Dewasari Village still faces various obstacles, both in terms of technical, managerial, and social aspects. Therefore, it is necessary to increase the capacity of village officials, budget transparency, and active community involvement to achieve more effective and sustainable development results.
PERAN PEMERINTAH DESA DALAM MENGEMBANGKAN POTENSI WISATA SEDEKAN RIVER TUBING SUNGAI CILEUEUR DI DESA MEKARJADI KECAMATAN SADANANYA KABUPATEN CIAMIS Adam Firdaus Pramana Putra; Asep Nurwanda; Kiki Endah
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 3 No. 5 (2025): Jurnal Sains Student Research (JSSR) Oktober
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v3i5.5807

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Peran Pemerintah Desa Dalam Mengembangkan Potensi Wisata Sedekan River Tubing Sungai Cileueur di Desa Mekarjadi Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis belum optimal. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Pemerintah Desa Dalam Mengembangkan Potensi Wisata Sedekan River Tubing Sungai Cileueur Di Desa Mekarjadi Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis. Informan sebanyak 7 orang. Teknik pengumpulan data adalah studi kepustakaan, studi lapangan (observasi dan wawancara) dan dokumentasi. Penulis mengunakan teknik analisis data kualitatif melalui pengolahan data hasil wawancara dan observasi untuk ditarik kesimpulan sehingga dapat menjawab permasalahan dalam penelitian. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa : 1) Peran Pemerintah Desa Mekarjadi dalam mengembangkan potensi wisata Sedekan River Tubing Sungai Cileueur belum berjalan secara optimal, karena Pemerintah Desa Mekarjadi belum memiliki perencanaan pengembangan wisata yang komprehensif dan tertuang dalam dokumen perencanaan desa secara terstruktur. Pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi wisata juga masih minim, tidak dikelola secara profesional dan belum dijadikan prioritas dalam strategi promosi desa. Dukungan pemerintah desa terhadap kebutuhan sarana-prasarana, pelatihan sumber daya manusia, dan penguatan kelembagaan wisata masih terbatas. 2) Terdapat sejumlah hambatan yang menyebabkan peran Pemerintah Desa belum berjalan secara optimal yaitu adanya keterbatasan anggaran desa yang dialokasikan untuk sektor pariwisata. Keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten dalam bidang pariwisata. Belum tersusunnya perencanaan strategis yang secara khusus memprioritaskan sektor wisata dalam dokumen perencanaan desa seperti dalam RPJMDes atau RKPDes. 3) Untuk mengatasi berbagai hambatan tersebut pemerintah desa melakukan berbagai upaya yang antara lain : mendorong partisipasi masyarakat melalui pendekatan musyawarah desa dan sosialisasi mengenai pentingnya pengembangan wisata sebagai sumber pendapatan alternatif. Pemerintah Desa berupaya mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai lembaga ekonomi desa yang diberi mandat untuk mengelola kegiatan wisata. Pemerintah Desa mulai memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan wisata Sedekan River Tubing kepada publik
PERENCANAAN PENGEMBANGAN POTENSI WISATA ALAM GUNUNG SINDANGRASA CINTANAGARA KECAMATAN JATINAGARA KABUPATEN CIAMIS Gilang Ramdani; Agus Nurulsyam; Kiki Endah
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 2 No. 5 (2025): Jurnal Ilmiah Nusantara
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v2i5.3375

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perencanaan pengembangan potensi Wisata Alam Gunung Sindangrasa Cintanagara Kecamatan Jatinagara Kabupaten Ciamis belum optimal. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan pengembangan Potensi Wisata Alam Gunung Sindangrasa Cintanagara Kecamatan Jatinagara Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis. Informan sebanyak 7 orang. Teknik pengumpulan data adalah studi kepustakaan, studi lapangan (observasi dan wawancara) dan dokumentasi. Penulis mengunakan teknik analisis data kualitatif melalui pengolahan data hasil wawancara dan observasi untuk ditarik kesimpulan sehingga dapat menjawab permasalahan dalam penelitian. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa : 1) Perencanaan pengembangan Potensi Wisata Alam Gunung Sindangrasa Cintanagara Kecamatan Jatinagara Kabupaten Ciamis diketahui dari empat dimensi dengan delapan indikator yang dijadikan alat ukur belum terlaksana secara optimal hal ini dibuktikan dari proses pengembangan yang dilakukan oleh pemerintah desa masih belum sepenuhnya berjalan secara terencana dan menyeluruh. Adanya hambatan-hambatan yang antara lain kurangnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam untuk menjamin kualitas wisata yang lebih baik, kurangnya anggaran yang dimiliki oleh pemerintah desa. masih kurangnya kegiatan-kegiatan kegiatan pemberdayaan masyarakat di sekitar objek wisata gunung Sindangrasa serta masih kurangnya kesadaran masyarakat setempat dalam menjaga kebersihan dan keamanan serta melestarikan kawasan wisata gunung Sindangrasa. Adanya berbagai upaya dalam mengatasi berbagai hambatan-hambatan yaitu Pemerintah desa melibatkan masyarakat mulai dari perencanaan pengembangan objek wisata gunung Sindangrasa. Pemerintah desa mengusulkan anggaran kepada kementerian pariwisata maupun Dinas Pariwisata untuk dapat memperoleh bantuan dana untuk mengembangkan objek wisata gunung Sindangrasa. Mengupayakan secara rutin kegiatan-kegiatan kegiatan pemberdayaan masyarakat di sekitar objek wisata serta meningkatkan pelibatan masyarakat dalam pelaksanaan pengembangan objek wisata sehingga masyarakat menyadari dampak dari kegiatan pengembangan objek wisata gunung Sindangrasa bagi masyarakat.
Strategi Pengembangan UMKM oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan di Desa Tambaksari Kabupaten Ciamis Yuni Wandini; Kiki Endah; Aditiyawarman Aditiyawarman
Federalisme: Jurnal Kajian Hukum dan Ilmu Komunikasi Vol. 2 No. 3 (2025): Agustus : Federalisme : Jurnal Kajian Hukum dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/federalisme.v2i3.972

Abstract

This research is motivated by the lack of UMKM Development Strategy by the Office of Small and Medium Enterprises Cooperatives and Trade in Tambaksari Village, Ciamis Regency. The purpose of this study was to determine how the umkm development strategy by the cooperative office of small and medium enterprises and trade in Tambaksari village, Ciamis Regency. The research method used is qualitative research with descriptive analysis. The results showed that the umkm development strategy by the Office of Small and Medium Enterprises Cooperatives and Trade was not optimal, because there were obstacles, namely the lack of purchasing power of the community, the relatively small income of traders, and there was nothing from the Office of Small and Medium Enterprises Cooperatives and Trade related to business capital for business actors. This research can make umkm develop more widely and sustainably and can provide benefits and understanding of umkm development strategies by the Office of Cooperatives, Small and Medium Enterprises and Trade.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DALAM PENATAAN DAN PENERTIBAN PEDAGANG KAKI /LIMA OLEH SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DI CIHIDEUNG K.H ZAINAL MUSTOFA KOTA TASIKMALAYA Yusmaida Nur Afrita; Kiki Endah; Asep Nurwanda
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 3 No. 5 (2025): Jurnal Sains Student Research (JSSR) Oktober
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v3i5.5833

Abstract

Implementasi kebijakan penataan dan penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja di kawasan Jalan Cihideung K.H. Zainal Mustofa, Kota Tasikmalaya. Fokus utama dalam penelitian ini adalah menganalisis sejauh mana pelaksanaan kebijakan tersebut berjalan efektif, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi pendukung maupun penghambat dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pihak-pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan penataan dan penertiban PKL oleh Satpol PP belum berjalan optimal. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain keterbatasan jumlah personel, keterlambatan pencairan anggaran, kurangnya koordinasi antarinstansi, serta rendahnya kesadaran dan partisipasi PKL dalam mendukung kebijakan tersebut. Meskipun pendekatan persuasif seperti metode “harumanis” telah diterapkan, efektivitasnya masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini menyarankan perlunya penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan sumber daya, dan strategi komunikasi yang lebih intensif untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan kebijakan secara berkelanjutan