Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Edukasi Lingkungan Bagi Anak-anak Pesisir Dalam Menumbuhkan Kesadaran Ekologis Sejak Dini Loinenak, Frida; Kolibongso, Duaitd; Sembel, Luky; Manangkalangi , Emannuel
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i1.569

Abstract

Kampung Aipirierupakan wilayah pesisir yang rawan terhadap terhadap siklon tropis, gelombang badai, dan hujan lebat. Kondisi ini tidak hanya mengganggu sektor ekonomi dan sosial, tetapi juga merusak ekosistem pantai. Mengingat anak-anak di Kampung Aipiri terbiasa beraktivitas di kawasan pesisir sejak dini, mereka menjadi sasaran strategis dalam upaya pelestarian lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi anak-anak dalam menjaga kelestarian lingkungan pantai melalui pendekatan edukatif. Sasaran kegiatan mencakup 38 anak dengan jenjang pendidikan TK, SD, dan SMP. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, permainan edukatif, dan praktik langsung, dengan tahapan kegiatan berupa persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta, di mana sebagian besar memperoleh skor evaluasi “akhirnya mengetahui”, sementara sisanya menjawab “mengetahui” (skor 1) dan “sedikit mengetahui” (skor 3). Antusiasme tinggi terlihat dalam kegiatan permainan edukatif, sedangkan dalam praktik pengumpulan sampah, terkumpul 750 item sampah plastik seperti botol bekas, kantung plastik, bungkusan makanan, dan sandal bekas. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang menyenangkan dapat meningkatkan kepedulian anak-anak terhadap lingkungan pesisir. Hasil kegiatan ini memiliki dampak positif terhadap keberlanjutan lingkungan di Kampung Aipiri, karena partisipasi aktif anak-anak mendorong terbentuknya perilaku peduli lingkungan sejak dini.
Bioaccumulation of The Heavy Metal Lead (Pb) in Herbivorous and Carnivorous Fishes Within The Seagrass Ecosystem of Nusmapi Island Sembel, Luky; Manangkalangi, Emmanuel; Manumpil, Abraham W; Lutfi; Tebaiy, Selvi; Manan, Jemmy; Lefaan, Paskalina T.; Paisey, Anjeli S; Loinenak, Frida; Kolibongso, Duaitd
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 14 No. 1 (2026): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.14.1.2026.66985

Abstract

Nusmapi Island, located in Doreri Bay, Manokwari Regency, West Papua Province, is exposed to various anthropogenic activities that may introduce pollutants transported from the mainland. Fish are commonly used as bioindicators of aquatic pollution due to their ability to accumulate contaminants through food webs. This study was conducted on Nusmapi Island from June to August 2020 to examine differences in lead (Pb) concentrations among fish species and trophic groups. Fish samples represented two trophic groups: carnivores and herbivores that feed on algae and seagrass. Pb concentrations in fish muscle were analyzed using a Shimadzu AA-6880 atomic absorption spectrophotometer (AAS). The results showed that the average Pb concentration in the carnivorous group was 0.88 mg/kg, while the herbivorous group exhibited a higher average concentration of 1.13 mg/kg. The highest Pb concentration was recorded in Siganus spinus (1.34 mg/kg), whereas the lowest concentration was found in Neoniphon sammara (0.27 mg/kg). Elevated Pb levels in sediments and seagrass around Nusmapi Island may exert continuous environmental pressure on marine biota. As Pb concentrations in these environmental compartments exceed threshold levels, they may serve as major sources of contamination entering the food chain, increasing the toxicological risk for fish occupying higher trophic levels. Keywords: heavy metal Pb, bioaccumulation, Doreri Bay   Abstrak Pulau Nusmapi merupakan daerah yang berada di kawasan Teluk Doreri Kabupaten Manokwari yang merupakan daerah yang terdampak akibat padatnya berbagai aktivitas dari daratan yang ditransport secara langsung maupun tidak langsung. Ikan merupakan organisme yang sering digunakan sebagai bioindikator untuk menilai tingkat pencemaran suatu perairan. Penelitian dilakukan pada bulan Juni - Agustus Tahun 2020. Sampel ikan yang diambil terdiri dari dua kelompok trofik, yaitu karnivora dan herbivora yang memakan alga dan lamun. Tujuan utama penelitian ini adalah menguji perbedaan konsentrasi Pb berdasarkan spesies dan kelompok trofiknya guna memahami distribusi polutan di wilayah tersebut. Daging ikan sebanyak 30 g hingga 50 g diambil pada bagian punggung, selanjutnya daging ditimbang lalu dibungkus dengan aluminium foil. Daging ikan di destruksi dan dianalisis dengan atomic absorbtion spectrophotometer (AAS). Konsentrasi Pb pada kelompok karnivora adalah sebesar 0,88 mg/kg, sedangkan pada kelompok herbivora sebesar 1,13 mg/kg. Konsentrasi tertinggi ditemukan pada Siganus spinus (1,34 mg/kg), sementara konsentrasi terendah pada Neoniphon sammara (0,27 mg/kg). Mengingat logam Pb telah melampaui ambang batas pada sedimen dan lamun akan menjadi sumber utama polusi yang masuk ke dalam rantai makanan dan pada akhirnya menempatkan ikan sebagai tingkat trofik yang lebih tinggi pada posisi rentan secara toksikologis. Kata kunci: logam berat Pb, bioakumulasi, Teluk Doreri
Diversity and density of marine intertidal gastropods in tropical seagrass beds at Oransbari Bay, South Manokwari - West Papua Duaitd Kolibongso; Frida A. Loinenak; Agnestesya Manuputty
Depik Vol 12, No 3 (2023): DECEMBER 2023
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.12.3.31138

Abstract

Gastropod communities are one of the important components of the food chain in seagrass meadows. This study aims to investigate the diversity of gastropods in the distribution of the seagrass beds at Oransbari Bay. This study was carried out in November 2022, using the line transect method. Data collection is carried out at three stations, where each station is divided into three transects. A total of 36 species consisting of 16 families and 5 orders, were recorded in this study. The total density of gastropods found in the waters of Oransbari Bay ranged from 5.77-9.43 ind/m2, with an average of 6.99 2.10 ind/m2. Conus sp. has the highest density value of any gastropod. Meanwhile, for seagrasses, five species from four clans and two families were obtained. The percent cover of seagrass ranges from 17.05 3.30% 58.90 22.90% with an average of 40.18 21.3%.Halophila minor and Thallasia hempricii showed a positive correlation with gastropod density. The value of the gastropod diversity index is in the medium category, the gastropod evenness index is in the stable category, and the gastropod dominance index is in the low category. The results of this study provide a base for a proper gastropod checklist at Oransbari Bay. Future research is recommended that involves a more detailed studies on the feeding ecology and habitat preference of the gastropods.Keywords:DiversityDistributionGastropodsSeagrass bedsOransbari bay