Claim Missing Document
Check
Articles

Keunggulan Fitur Google Classroom untuk Pembelajaran Daring Mujad Didien Afandi; Tiyas Saputri
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1731.232 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.842

Abstract

Pandemi Covid-19 telah mengubah pembelajaran dari metode konvensional menjadi modern melalui pembelajaran daring (dalam jaringan) untuk meminimalkan transmisi Covid-19. Sejak 2020, siswa Indonesia melakukan pembelajaran dari rumah. MI Ishlahul Ummah Pranti, Sidoarjo juga menerapkan metode tersebut. Namun, beberapa masalah muncul selama pembelajaran karena sekolah tersebut belum memanfaatkan Google Classroom sehingga program pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang berupa program diseminasi tentang fitur Google Classroom ini dilaksanakan untuk memberi solusinya. Program PKM ini dibagi menjadi 3 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan memaksimalkan penggunaan teknologi internet. Pada tahap perencanaan, tim PKM ini mendiskusikan masalah yang dialami oleh sekolah tersebut dalam pembelajaran daring dan menawarkan solusinya. Tahap selanjutnya adalah melaksanakan diseminasi tentang fitur Google Classroom kepada guru dan siswa. Pada tahap akhir, tim ini mengevaluasi program ini dengan menyebarkan kuesioner sebelum dan sesudah diseminasi untuk memperoleh opini responden atau mitra tentang fitur Google Classroom. Sebelum diseminasi, guru dan siswa memberi pendapat setuju pada indikator dalam kuesioner yang merujuk pada fitur-fitur yang tersedia dalam aplikasi tersebut. Namun, hasil yang diperoleh melalui kuesioner pasca-diseminasi menunjukkan perubahan opini tentang fitur-fitur tersebut. Responden tersebut beralih pendapat menjadi sangat setuju dengan pemanfaatan fitur-fitur Google Classroom untuk pembelajaran daring. Program diseminasi ini mengungkap banyak fitur yang menguntungkan mitra, seperti dukungan pada pembelajaran tanpa batas ruang dan waktu, kemudahan pengumpulan dan penyimpanan tugas sekolah, peningkatan kemandirian dan keaktifan siswa, dan dukungan pada pembelajaran jarak jauh. Penggunaan Google Classroom untuk pembelajaran daring perlu ditingkatkan untuk memberi solusi atas masalah yang terjadi dalam pembelajaran daring karena aplikasi ini diperkuat dengan banyak fitur yang didesain untuk mendukung pembelajaran daring.
Pelatihan Pemanfaatan Quizizz Sebagai Alat Penilaian Online Untuk Menganalisis Kemampuan Grammar Bahasa Inggris Tiyas Saputri; Beny Hamdani; Edi Pujo Basuki; M. Shodiq; Nafilatul Muzayyanah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1269.487 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.843

Abstract

Pandemi Covid-19 di Indonesia menyebabkan terjadinya beberapa perubahan di berbagai aspek kehidupan, salah satunya yaitu aspek pendidikan. Proses pembelajaran langsung berubah secara drastis dilakukan secara online untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Hal ini menuntut para dosen pengajar di tingkat perguruan tinggi untuk mampu menguasai pembelajaran online, termasuk mampu dalam hal mengevaluasi kemampuan mahasiswanya pada mata kuliah yang diampu. Kenyataannya, sebagian besar dosen maupun mahasiswa belum beradaptasi dengan baik dengan adanya sistem online, terutama yang tinggal di berbagai daerah terpencil, seperti yang dialami oleh salah satu dosen di salah satu universitas di daerah terpencil. Untuk itu, dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diberikan pelatihan dalam pemanfaatan aplikasi Quizizz kepada para dosen (khususnya dosen pengampu Mata Kuliah Grammar 2) dan para mahasiswa di prodi tersebut. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian ini adalah dengan pemaparan (ceramah), implementasi penggunaan Quizizz, praktik penugasan dan tanya jawab. Untuk mengevaluasi target luaran pelaksanaan program kegiatan dan keberlanjutan program ini, ketua dan tim membagikan questionnaire melalui aplikasi online untuk mendapatkan respon tingkat pemahaman dosen dan mahasiswa terhadap aplikasi Quizizz. Sedangkan untuk mengetahui tingkat kemampuan mahasiswa dalam memanfaatkan aplikasi online tersebut, mahasiswa diberikan pre-test dan post-test dengan menggunakan aplikasi Quizizz. Hasilnya yaitu 96,67% (29 mahasiswa) yang paham tentang cara bergabung dan menjawab pertanyaan, sedangkan sisanya yaitu 3,3% (1 mahasiswa) dari 30 mahasiswa yang masih tidak paham. Dosen sebagai peserta pelatihan paham terhadap penggunaan aplikasi Quizizz terkait cara membuat kuis pertanyaan, memberi link/kode kuis dan melihat hasil evaluasi Grammar dengan menggunakan aplikasi Quizizz. Hal itu dibuktikan dengan hasil diagram yang menunjukkan bahwa 100% (1 dosen) yang paham tentang cara cara membuat kuis pertanyaan, memberi link/kode kuis dan melihat hasil evaluasi Grammar dengan menggunakan aplikasi Quizizz. Selain itu, hasil skor rata-rata pada pre-test menunjukkan bahwa skor yang dihasilkan adalah 48, sedangkan post-test menghasilkan rata-rata 79,67. Jika dilihat dari nilai sig yaitu 0,000 lebih kecil dari 0,05 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata pre-test dan post-test setelah diolah menggunakan SPSS IBM 20. Artinya terjadi peningkatan nilai karena nilai pre-test berbeda dengan posttest. Kegiatan semacam ini sebaiknya dilanjutkan untuk meningkatkan kemampuan menganalisis Grammar dengan bentuk soal essay
Workshop online bagi Guru SMP Bahasa Inggris Magetan untuk Mengajar Siswa Menulis Teks "Narrative" dengan Media Story Board Edi Pujo Basuki; Tiyas Saputri; Pance Mariati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.496 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.892

Abstract

Pada Penelitian Internal UNUSA tahun 2020, penulis membuat penelitian dengan judul "Storyboard as Media of Writing Narratives for Online Teaching and Learning Process during the Lock down period of the virus convid-19 outbreak". Sebuah penelitian berbentuk Descriptif Qualitatif yang menjelaskan tentang salah satu alternatif media pengajaran yang bisa diterapkan di masa pandemi yang sering dalam bentuk daring. Dalam pengabdian masyarakat tahun 2021 ini, penulis menerapkan penelitian tersebut dalam bentuk workshop. Workshop ini penulis bergabung dengan kegiatan Pengabdian Masyarakat yang bertema besar "UNUSA PEDULI" yang dilaksanakan selama 2 minggu oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Magetan dan PGRI Magetan. Kegiatan tersebut telah dilaksanakan dengan sukses dan peserta diberikan sertifikat workshop. Luaran dari kegiatan ini adalah artikel pada jurnal SNPM.
Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Berbasis Android Sebagai Media Pembelajaran di SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong Edi Pujo Basuki; Djuwari Djuwari; Tiyas Saputri; Sunanto Sunanto
Indonesia Berdaya Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024646

Abstract

Terdapat berbagai faktor yang meyebabkan terjadinya penurunan kualitas pendidikan Bahasa inggris disekolah.Salah satu faktor ialah kurikulum yang kurang efektif. Kurikulum yang digunakan di SMA di Indonesia sering kali tidak cukup efektif dalam mengajarkan bahasa Inggris kepada siswa. Beberapa sekolah masih menggunakan buku-buku pelajaran lama yang tidak terlalu relevan dengan kebutuhan saat ini. Kemudian, Kurangnya tenaga pengajar yang berkualitas. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan bahasa Inggris di SMA di Indonesia adalah kurangnya tenaga pengajar yang berkualitas. Banyak guru bahasa Inggris di SMA yang tidak memiliki kemampuan bahasa Inggris yang memadai, sehingga sulit untuk memberikan pengajaran yang efektif. Selain itu, rendahnya minat siswa. Siswa seringkali kurang tertarik untuk belajar bahasa Inggris karena tidak melihat kepentingan dan manfaatnya dalam kehidupan seharihari. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar, kurangnya motivasi, dan tidak adanya tujuan yang jelas. Dan yang utama ialah kurangnya fasilitas dan teknologi pendukung. SMA di Indonesia seringkali tidak memiliki fasilitas dan teknologi yang memadai untuk membantu siswa belajar bahasa Inggris dengan efektifPermasalahan yang ada pada mitra adalah diperlukannya pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan media pembelajaran berbasis digital yang bersifat seru dan dapat dipahami dengan mudah. Pada dasarnya di SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong pembelajaran hanya berfokus pada buku paket saja, implementasi pembelajaran Bahasa inggris belum dapat dilaksanakan dengan baik.. Setelah dilakukan analisis situsi, dapat diketahui bahwa kurangnya minat siswa disebabkan kurangnya variasi guru dalam melakukan pembelajaran dikelas. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini Melalui kegiatan sosialisasi dan penerapan teknologi informasi, diharapkan dapat memberikan solusi bagi permasalahan penurunan minat dan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong, serta meningkatkan motivasi dan semangat belajar siswa. Abstract: There are several factors contributing to the decline in the quality of English education in schools. One of the factors is the ineffective curriculum. The curriculum used in Indonesian high schools often fails to effectively teach English to students. Some schools still use outdated textbooks that are not relevant to current needs. Additionally, there is a lack of qualified teachers. This is another factor affecting the quality of English education in Indonesian high schools. Many English teachers in high schools do not have adequate English language skills, making it difficult to provide effective instruction. Furthermore, there is a lack of student interest. Students often lack interest in learning English because they fail to see its importance and benefits in daily life. This can be attributed to a lack of support from the environment, a lack of motivation, and a lack of clear goals. Lastly, there is a lack of facilities and supporting technology. Indonesian high schools often lack the necessary facilities and technology to help students learn English effectively. The main issue at SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong is the need for English language learning using fun and easily understandable digital learning media. The school's English learning only focuses on textbooks, and the implementation of English language learning has not been well-executed. After conducting a situational analysis, it was found that the lack of student interest is due to a lack of teaching variation in the classroom. The results of this community service activity, through socialization and the application of information technology, are expected to provide solutions to the problems of declining interest and quality in English language learning at SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong, as well as to increase student motivation and enthusiasm for learning.
USING DIGITAL SNAKE AND LADDER TO IMPROVE STUDENTS ENGLISH VOCABULARY Tiyas Saputri; Edi Pujo Basuki; Djuwari Djuwari; Mujad Didien Afandi; Novi Rahmania Aquariza; Agista Putri Setianingsih; Ziyada Wulan Wulidha; Silvi Nur Hidayati; Faela Nur Oktaviani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.20125

Abstract

Belum terdapat aktivitas rutin pengajaran bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris di Madrasah Tahfidz Darul Qur’an Wal Hadith Bukit Badong, Malaysia. Bahkan, pembelajaran pelajaran lainnya di sana masih menggunakan cara tradisional, tidak ada sentuhan teknologi. Hal ini berakibat pada motivasi santri yang rendah dalam pembelajaran bahasa Inggris dan berpengaruh pada tercapainya tujuan belajar bahasa Inggris terutama dalam hal penguasaan kosakata Bahasa Inggris. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah: 1) untuk meningkatkan penguasaan media pembelajaran berbasis teknologi dalam pembelajaran bahasa Inggris, 2) untuk meningkatkan motivasi santri dalam pembelajaran bahasa Inggris, 3) untuk meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Inggris. Media pembelajaran yang akan digunakan pada pengabdian masyarakat internasional ini adalah media pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami yaitu papan ular tangga digital. Kegiatan dimulai dengan kegiatan webinar via Zoom meeting di Madrasah Tahfiz Darul Quran Wal Hadith Bukit Badong Malaysia. Setelah webinar, dilanjutkan dengan pendampingan terkait media aplikasi pembelajaran tersebut. Target mitra sasaran tersebut yaitu santri di madrasah tersebut. Kegiatan ini dilakukan di sebuah Madrasah Tahfiz Darul Quran Wal Hadith Bukit Badong Malaysia. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, tes dan interview. Data dikumpulkan melalui observasi kelas saat proses belajar mengajar online, pemberian tes dan juga hasil rekaman. Analisis data dilakukan melalui mendeskripsikan data hasil observasi dan interview serta menghitung nilai rata-rata perolehan hasil tes. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa penggunaan papan permainan ular tangga digital dapat meningkatkan penguasaan media pembelajaran berbasis teknologi dalam pembelajaran bahasa Inggris santri dan ustadz/ustadzah/guru, motivasi santri dalam belajar bahasa Inggris, dan kosakata Bahasa Inggris santri.
THE USE OF JAMBOARD IN TEACHING ENGLISH TO INCREASE JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS’ MOTIVATION Tiyas Saputri; Novi Rahmania Aquariza; Machmudah Machmudah; Nur Azizah A.S.; Edi Pujo Basuki; Imam Achda; Anita Majidha
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.20160

Abstract

Pendidikan adalah salah satu tonggak kemajuan suatu bangsa. Pendidikan masih menjadi atensi serius di tiap daerah agar mengalami peningkatan. Mutu pendidikan di SMP PGRI 6 di Surabaya sudah baik namun masih perlu terus ditingkatkan terutama dalam hal pembelajaran bahasa Inggris berbasis teknologi yang masih minim. Pembelajaran bahasa Inggris akan jauh lebih menarik jika dikemas dengan perpaduan teknologi dan disajikan kepada siswanya dalam bentuk visual learning. Sebagai solusi, dibutuhkan adanya pendampingan dalam pembelajaran bahasa Inggris secara daring berbasis teknologi dengan menerapkan aplikasi jamboard dalam pembelajaran bahasa Inggris. Jamboard adalah aplikasi berperangkat lunak yang handal yang dirancang sebagai papan tulis digital yang memudahkan perubahan secara real-time. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini difokuskan pada penerapan aplikasi jamboard dalam pembelajaran bahasa Inggris pada siswa SMP PGRI 6 Surabaya. Target sasaran kegiatan PKM ini yaitu pada siswa di sekolah tersebut kelas 7, 8 dan 9 sebanyak 30 orang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan interview. Analisis data dilakukan melalui mendeskripsikan data hasil observasi dan interview. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi jamboard dapat meningkatkan motivasi dalam belajar bahasa Inggris dan penguasaan teknologi siswa SMP tersebut.
IMPLEMENTATION OF JIGSAW TECHNIQUE IN VOCABULARY ACQUISITION Mujad Didien Afandi; Nailul Authar; Djuwari Djuwari; Tiyas Saputri; M Adrian Amien Anshari
EXPOSURE : JURNAL PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS Vol 12, No 2 (2023): Exposure
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/exposure.v12i2.12720

Abstract

Undeniably, the teacher-centered learning approach has long been abandoned. From the preliminary observation conducted in an elementary school located in Sidoarjo, Indonesia, it is found that most of the teachers still maintain their role as the knowledge providers. In consequence, the motivation and participation of the students are low. Therefore, this study was aimed at describing the implementation of jigsaw technique in vocabulary acquisition and obtaining the students’ perception of the implementation of the technique. Method. This qualitative study collected data using observation on English learning in a classroom to obtain a description about the implementation of jigsaw technique in vocabulary acquisition. Both field notes and a checklist will be used to collect the data concerning with the students’ activities when applying the jigsaw technique. Moreover, a questionnaire will be spread to the students to obtain the students’ perception of the implementation of the technique. Results and Discussion. The application of jigsaw technique in learning has followed an appropriate procedure. In addition, the students also showed positive perceptions of the Jigsaw Technique. This technique can create a positive learning environment, support Student-Centered Learning (SCL), support cooperative learning, and help students gain skills. Conclusion. The jigsaw technique is useful for learning English, especially in gaining understanding. Considering the benefits that students gain after applying the jigsaw technique to learn English, this technique is also recommended for improving other English language skills, such as listening, speaking, reading, and writing.
The Effectiveness of Using Augmented Reality to Improve Young Learners’ English Vocabulary Mastery Rahmadani, Nabila Putri; Saputri, Tiyas; Basuki, Edi Pujo; Djuwari, Djuwari
Jurnal Pendidikan Anak Vol 6 No 2 (2024): Child Education Journal August
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/cej.v6i2.6105

Abstract

This research was conducted to examine the effectiveness of using Augmented Reality to improve young learners’ English vocabulary mastery and to find out the students’ perceptions after using Augmented Reality as a learning medium at one of elementary schools in Surabaya. This quantitative research used experimental design involving experimental and control groups. The data collected using pre-test, post-test and questionnaire. The results of the students' pre-test and post-test were analyzed using the independent sample t-test, and the results of the questionnaire data were collected from the students by questionnaire sheet. The result indicated that Augmented Reality effectively improved young learners' English vocabulary mastery with the mean scores in the experimental group increased notably from 37,6133 in the pre-test to 75,4000 in the post-test. According to the data of questionnaire, the students mostly agreed that their scores were improved because Augmented Reality offered interesting and enjoyable learning experience. This was an indication that using Augmented Reality not only significantly boosts vocabulary scores but also positively impacts students' perceptions of the learning process.
A CLASSROOM ACTION RESEARCH (CAR) OF ENGLISH TEACHING IN S1 NUTRITION DEPARTMENT AT NAHDLATUL ULAMA UNIVERSITY OF SURABAYA Saputri, Tiyas
JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN MANUSIA Vol 3 No 1 (2018): Education and Human Development Journal
Publisher : Universitas Nahdatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.269 KB) | DOI: 10.33086/ehdj.v3i1.86

Abstract

PTK ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja belajar bahasa siswa dan praktik mengajar para peneliti dengan menerapkan Pengajaran Bahasa Komunikator yang berpusat pada siswa (CLT).Sasarannya adalah 39 orang mahasiswa S1 Gizi UNUSA. Penelitian dilakukan dalam empat siklus: siklus pertama mengandung banyak topik komunikatif dasar dan kandungan tata bahasa setiap minggunya. Siklus kedua disesuaikan mengikuti refleksi dari siklus pertama. Siklus ketiga diadaptasi sesuai dengan pemeriksaan, lalu beralih ke praktik penelitian yang biasa. Topik penelitian siklus penelitian empat ditetapkan untuk menanggapi persyaratan siswa. Data setiap siklus dianalisis dan digunakan untuk memperbaiki siklus berikutnya selama proyek berlangsung. Data dikumpulkanoleh jurnal guru, wawancara, observasi dan portofolio siswa dan dianalisis dengan teknik pengodean metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan komunikatif dapat menciptakan atmosfer pembelajaran yang baru dan sikap positif siswa terhadap pembelajaran dan kepercayaandiri untuk berbicara bahasa Inggris dan membuat kepercayaan kepada dosen, untuk menerapkan dan menerapkan pendekatan pengajaran praktis lebih jauh untuk mengembangkan bahasa siswa sasaran kompetensi di masa depan.
A PHONOLOGICAL ANALYSIS ON MADURESE ENGLISH STUDENTS’ PRONUNCIATION IN READING AN ENGLISH TEXT Saputri, Tiyas
JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN MANUSIA Vol 1 No 1 (2016): Education and Human Development Journal
Publisher : Universitas Nahdatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.272 KB) | DOI: 10.33086/ehdj.v1i1.368

Abstract

The study focuses on the analysis of phonology on Madurese English students‟ pronunciation in reading an English text. The writer identified kinds of English oscillographic pronunciation made by Madurese students in reading an English text, the differences of English oscillographic pronunciation between Madurese students and that of the English native speaker in reading an English text and how Madurese language characteristics influences Madurese English students‟ pronunciation. To collect the data, she observed and recorded the Madurese English students‟ pronunciation by using MP4 then analysed it descriptively by using Praat program version 4027. Then, she found that the oscillographic pronunciation of Subject 2 and Subject 3 when it is compared to subject 1 is different and makes different meaning, but sometimes not. Furthermore, it is found that Madurese language characteristics influence them in reading the English text. Therefore, they made some sound changes: vowel, consonant and diphthong. Moreover, they also made deletion and addition. She concludes that their pronunciation is unintelligible because they often make mispronunciation.